KUALA LUMPUR | PASESATU.COM – Grup Aceh Bersatu (GAB) menerima Sijil Penghargaan dari Persatuan Melayu Berketurunan Acheh Malaysia (PERMEBAM) atas kontribusi dan partisipasinya dalam menyukseskan Majlis Maulidur Rasul yang digelar pada Sabtu, 7 November 2026.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bendahara Grup Aceh Bersatu, Ida Goeltom. Piagam itu menjadi bentuk apresiasi PERMEBAM terhadap dukungan, kerja sama, dan keterlibatan GAB dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Sijil Penghargaan ditandatangani Presiden PERMEBAM, Datuk Mansyur Usman, bersama Ketua Pemuda PERMEBAM Malaysia, Teuku Syaiful.
Dalam piagam tersebut, PERMEBAM menyampaikan ucapan terima kasih kepada Grup Aceh Bersatu atas dukungan dan partisipasinya dalam menyukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ida Goeltom mengatakan, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi organisasi, melainkan juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh yang berada di perantauan.
“Kami sangat bersyukur dan terharu atas penghargaan yang diberikan oleh PERMEBAM. Ini bukan hanya penghargaan untuk Grup Aceh Bersatu, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Aceh yang selalu menjunjung tinggi persaudaraan, kebersamaan, dan nilai-nilai keislaman,” ujar Ida.
Menurut dia, ikatan persaudaraan masyarakat Aceh tetap terjaga meskipun berada jauh dari tanah kelahiran. Nilai agama dan budaya menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat Aceh di mana pun mereka berada.
“Jarak boleh memisahkan tempat tinggal kita, tetapi tidak akan pernah mampu memisahkan hati dan persaudaraan orang Aceh. Di tanah rantau, semangat Aceh tetap hidup, silaturahmi tetap terjaga, dan kebersamaan harus terus kita kuatkan,” katanya.
Ida juga menyampaikan apresiasi kepada PERMEBAM Malaysia dan seluruh pihak yang telah memberikan kesempatan kepada Grup Aceh Bersatu untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai, Majlis Maulidur Rasul tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat hubungan antarmasyarakat Aceh di perantauan.
Ida berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi Grup Aceh Bersatu untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.
“Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berbuat, menjaga kekompakan, dan mengambil bagian dalam setiap kegiatan yang membawa manfaat. Aceh harus tetap bersatu, baik di tanah kelahiran maupun di mana pun anak-anak Aceh berada,” ujarnya.
Majlis Maulidur Rasul yang diselenggarakan PERMEBAM Malaysia menjadi salah satu ruang pertemuan masyarakat Melayu keturunan Aceh dengan berbagai elemen komunitas Aceh di Malaysia.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat hubungan silaturahmi dan menjaga identitas budaya serta nilai keislaman masyarakat Aceh di perantauan.

Tinggalkan Balasan