ACEH UTARA | PASESATU.COM – Sebanyak 2.640 anak yatim dari Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe menerima santunan dari Yayasan Al-Assyi Muslim Nusantara dalam kegiatan Peumulia Aneuk Yatim dan Piatu di Museum Islam Samudera Pasai, Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Minggu (8/11/2026).

Baca Juga

Cegah Narkoba dan Judi Online, Kapolsek Tanah Jambo Aye Sosialisasi ke Warga

Santunan berupa uang tunai dan konsumsi tersebut disalurkan kepada ribuan anak yatim yang berasal dari ratusan gampong. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan kepada 20 anak yang mewakili seluruh penerima manfaat.

 

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan perdana program sosial Al-Assyi Muslim Nusantara di Provinsi Aceh. Yayasan tersebut berencana memperluas gerakan serupa ke Kabupaten Pidie dan sejumlah daerah lainnya.

 

Ketua Panitia, Rahmad bin Jafar, mengatakan keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah kecamatan, Forum Geuchik, panitia, serta para donatur dari Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga

Baitul Mal Gampong Tanjong Seulamat Salurkan Santunan Rp18 Juta kepada 12 Anak Yatim

Menurut Rahmad, proses pendataan penerima santunan melibatkan perangkat kecamatan dan gampong untuk memastikan anak-anak yatim yang menjadi sasaran program dapat teridentifikasi.

 

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan sukses. Kami sangat bersyukur karena pelaksanaannya mendapat dukungan dan kerja sama banyak pihak, terutama pemerintah kecamatan dan Forum Geuchik yang membantu koordinasi serta pendataan anak-anak yatim,” kata Rahmad.

 

Ia menjelaskan, program Peumulia Aneuk Yatim dan Piatu tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan sesaat. Al-Assyi Muslim Nusantara ingin membangun gerakan sosial yang berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

 

“Insyaallah, setelah Aceh Utara, kegiatan serupa akan kita lanjutkan ke Pidie. Al-Assyi Muslim Nusantara memiliki ruang gerak di tingkat regional, nasional hingga internasional,” ujarnya.

 

Selain program santunan, yayasan tersebut juga merancang pengembangan pendidikan melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan dayah dan perguruan tinggi.

 

Rahmad menyebutkan, pihaknya ingin menjadikan Aceh sebagai lokasi percontohan atau pilot project untuk mengintegrasikan pendidikan agama dengan pendidikan tinggi.

 

“Kami ingin menghadirkan pilot project di Aceh, bagaimana menggabungkan pendidikan dayah dengan universitas. Harapannya, lahir generasi muda yang cerdas, berakhlak baik, memiliki ilmu pengetahuan, tetapi tetap takut kepada Allah SWT,” katanya.

 

Ia menilai generasi muda perlu memiliki kemampuan akademis sekaligus landasan moral dan agama agar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

 

Sementara itu, Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayahwa, mengapresiasi kegiatan sosial yang digagas Al-Assyi Muslim Nusantara tersebut.

 

Menurut Ayahwa, perhatian terhadap anak yatim merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Ia mengajak masyarakat meneladani Rasulullah Muhammad SAW dalam menyayangi dan memuliakan anak yatim.

 

Ayahwa juga menilai pelaksanaan kegiatan di kawasan Samudera Pasai memiliki makna historis karena wilayah tersebut merupakan salah satu pusat awal perkembangan peradaban Islam di Nusantara.

 

“Melalui kegiatan Peumulia Aneuk Yatim ini, mari kita bangkitkan kembali semangat dan nilai-nilai kejayaan Samudera Pasai. Rasulullah SAW telah memberikan teladan kepada kita semua tentang bagaimana memuliakan dan menyayangi anak yatim,” ujar Ayahwa.

Baca Juga

Enam Anak Yatim Mualaf di Paya Terbang Segera Miliki Rumah, BMU Pusat dan Akmal Daud Letakkan Batu Pertama

Bupati turut menyampaikan terima kasih kepada para donatur, panitia, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

 

Acara itu turut dihadiri anggota DPRK Aceh Utara Abdul Muthalib yang akrab disapa Taliban, unsur TNI dan Polri dari Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Utara.

 

Melalui program tersebut, Al-Assyi Muslim Nusantara berharap kepedulian terhadap anak yatim dapat terus berkembang. Yayasan ini ingin memperluas kontribusi tidak hanya melalui santunan, tetapi juga dalam bidang pendidikan, pembinaan karakter, dan pengembangan masa depan generasi muda Aceh.***