ACEH UTARA | PASESATU.COM – Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, meminta seluruh jajaran pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir susulan, selama periode cuaca rawan pada Oktober hingga Desember 2026.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga diminta mempercepat penanganan di lapangan apabila banjir kembali terjadi, guna memastikan keselamatan masyarakat dan meminimalkan dampak bencana.
Baca Juga
Pernyataan tersebut disampaikan Ayah Wa, Sabtu (7/11/2026), menyikapi imbauan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar pemerintah daerah di Aceh menetapkan status tanggap darurat apabila kondisi bencana membutuhkan langkah penanganan khusus.
Ayah Wa mengatakan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana di sejumlah wilayah Aceh Utara.
“Bulan Oktober, November hingga Desember merupakan masa yang perlu kita waspadai. Kita terus memantau perkembangan cuaca dan mengantisipasi potensi bencana,” kata Ayah Wa.
Baca Juga
Enam Desa di Lhoksukon dan Cot Girek Kembali Terendam Banjir akibat Tanggul Jebol
Ia menyebutkan, sejumlah kecamatan di Aceh Utara sebelumnya sempat dilanda banjir susulan. Wilayah tersebut meliputi Matangkuli, Pirak Timu, Lhoksukon, Sawang, dan Langkahan.
Meski demikian, genangan air di sejumlah wilayah terdampak dilaporkan mulai surut dalam beberapa hari terakhir.
“Alhamdulillah, air di beberapa kecamatan yang sempat terdampak sudah surut dalam beberapa hari,” ujarnya.
Ayah Wa mengingatkan seluruh perangkat daerah dan pihak terkait agar tidak mengendurkan kesiapsiagaan. Menurut dia, perubahan cuaca yang cepat masih berpotensi memicu banjir di sejumlah wilayah.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan mengambil langkah penanganan sesuai kebutuhan apabila banjir kembali terjadi, termasuk mempercepat respons di lapangan.
“Apabila banjir susulan kembali terjadi, pemerintah daerah harus bergerak cepat agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara maksimal,” katanya.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi cuaca, serta mengikuti arahan pemerintah dan petugas di lapangan.
Baca Juga
Tanggul Krueng Peuto Belum Diperbaiki, Dua Desa di Lhoksukon Kembali Terendam Banjir
Kesiapsiagaan pemerintah daerah, petugas penanggulangan bencana, dan masyarakat dinilai penting untuk mengurangi risiko serta mempercepat penanganan apabila bencana kembali melanda Aceh Utara.(Abdul Rafar)***

Tinggalkan Balasan