Blog

  • Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran Tanah 4,8 Juta Hektare Melalui ILASPP

    Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran Tanah 4,8 Juta Hektare Melalui ILASPP

    JAKARTA | PASESATU.COM – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan perluasan pendaftaran tanah melalui Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP) periode 2025-2029. Dengan dukungan Bank Dunia, program tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian ATR/BPN memberikan kepastian hukum hak atas tanah masyarakat.

    “Dengan target pendaftaran tanah sistematis seluas 4,8 juta hektare, kita dapat melihat bahwa ILASPP memiliki cakupan dan dampak yang sangat besar. ILASPP merupakan investasi yang sangat berharga bagi kita semuanya dalam pembangunan menjadi fondasi tata kelola pertanahan dan tata ruang, khususnya dalam jangka yang panjang,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, dalam Kick-Off Meeting Implementation Support Mission ILASPP, di Kementerian ATR/BPN, Jakarta pada Senin (26/10/2026).

    Dalam pelaksanaannya, ILASPP turut melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Dalam Negeri. Untuk mencapai target pendaftaran tanah pada periode yang ditentukan, Kementerian ATR/BPN memprioritaskan integrasi data pertanahan dan tata ruang serta modernisasi sistem informasi. Kedua hal ini diperlukan agar informasi dari berbagai instansi terkait dapat saling terhubung dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat.

    “Keberhasilan proyek sangat ditentukan oleh kuatnya komitmen pemerintah, efektivitas kelembagaan, kemudian kualitas koordinasi di antara seluruh pihak yang terlibat. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui dukungan yang nyata, baik dalam bentuk kebijakan, penguatan organisasi pelaksana, penyediaan sumber daya manusia, maupun percepatan pengambilan keputusan,” tutur Sekjen ATR/BPN.

    Melalui ILASPP, Kementerian ATR/BPN mengarahkan pembenahan administrasi pertanahan dan tata ruang agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Hasil proyek ILASP ini diharapkan tidak hanya memenuhi target kegiatan, namun bisa mendukung kepastian hukum hak atas tanah dan penyelenggaraan tata ruang yang lebih terintegrasi untuk menunjang pembangunan berkelanjutan.

    Adapun dalam Kick-Off Meeting Implementation Support Mission ILASPP ini, hadir langsung, Willem van der Muur sebagai Land Tenure Specialist pada World Bank’s Urban, Resilience and Land Global Practice. Pertemuan ini juga diikuti secara daring dan luring oleh Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Virgo Eresta Jaya, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Bendera Bulan Bintang Berkibar di Tengah Protes Jalan Rusak di Beurandang Aceh Utara

    Warga mengibarkan bendera bulan bintang saat aksi protes terkait kerusakan Jalan Beurandang di Kemukiman Beurandang, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. Warga mendesak pemerintah segera memperbaiki jalan yang menjadi akses lima desa tersebut. Aksi itu terekam dalam video yang beredar di TikTok, Minggu (25/10/2026). Dok ist

    ACEH UTARA | PASESATU.COM  — Bendera bulan bintang berkibar di tengah aksi protes warga Kemukiman Beurandang, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Warga mempersoalkan kondisi Jalan Beurandang yang disebut telah rusak parah selama puluhan tahun dan mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan.

    Aksi tersebut terekam dalam video yang beredar di platform media sosial TikTok pada Minggu (25/10/2026). Dalam rekaman itu, warga terlihat membentangkan dan mengibarkan bendera bulan bintang sebagai bagian dari aksi protes mereka.

    Di balik aksi tersebut, ada persoalan infrastruktur yang menyangkut kehidupan masyarakat. Jalan Beurandang menjadi akses bagi warga lima desa, yakni Drien II, Seupeng, Beurandang Asan, Beurandang Dayah, dan Beurandang Krueng.

    Kerusakan jalan itu menjadi perhatian warga karena jalur tersebut digunakan untuk menunjang mobilitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian dan mengakses fasilitas pendidikan serta pelayanan publik.

    Dalam aksi tersebut perwakilan masyarakat Kemukiman Beurandang menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah.

    Pertama, perbaikan jalan utama. Warga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama instansi terkait segera memperbaiki jalan di wilayah Kemukiman Beurandang. Jalan tersebut dinilai memiliki peran penting sebagai akses mobilitas masyarakat sekaligus jalur pendukung aktivitas perekonomian warga.

    Kedua, kelancaran distribusi hasil pertanian dan akses pendidikan. Menurut warga, kondisi jalan yang rusak menyulitkan aktivitas sehari-hari, termasuk pengangkutan hasil pertanian. Kerusakan jalan juga dinilai menghambat mobilitas anak-anak yang menggunakan jalur tersebut untuk menuju sekolah.

    Ketiga, kejelasan anggaran dan tindakan nyata. Warga meminta pemerintah, mulai dari aparatur desa, pihak kecamatan hingga Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, turun langsung melihat kondisi jalan serta memberikan kejelasan mengenai rencana dan realisasi anggaran untuk penanganan infrastruktur tersebut.

    Pengibaran bendera bulan bintang menjadi salah satu bagian yang menonjol dalam video aksi tersebut. 

    Selain itu, Masyarakat Kemukiman Beurandang berharap aspirasi yang mereka sampaikan melalui aksi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah.

    Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara maupun instansi yang bertanggung jawab mengenai kondisi Jalan Beurandang dan rencana perbaikannya.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Dispora Aceh Utara Umumkan Pemenang Tiga Ajang Kreativitas Pemuda 2026, Ini Daftarnya

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Aceh Utara mengumumkan para pemenang Pemilihan Pemuda Berprestasi serta sejumlah lomba kreativitas pemuda dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026.

    Pengumuman tersebut mencakup pemenang kategori Pemuda Berprestasi, Lomba Karya Tulis Ilmiah, serta Lomba Cipta dan Baca Puisi. Para pemenang berasal dari sejumlah kecamatan di Aceh Utara dengan prestasi dan karya yang beragam.

    Pada kategori Pemilihan Pemuda Berprestasi Aceh Utara 2026, Zainur Izwanda dari Kecamatan Lhoksukon meraih Juara I berkat prestasinya sebagai juara pertama Scientific Internasional Bakti Husada.

    Juara II diraih Ahyar Arrayan dari Kecamatan Muara Batu, yang tercatat sebagai Harapan I MTQ Nasional Cabang Kaligrafi Kontemporer Tahun 2026. Sementara itu, Dhiarrahurahmah dari Kecamatan Muara Batu meraih Juara III melalui prestasinya sebagai juara kedua International Astronomy Competition.

    Pada kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah, Nurul Aliya dari Kecamatan Muara Batu meraih Juara I melalui karya berjudul “Master Plan Ekonomi Sirkular Eceng Gondok: Inovasi Pemuda dalam Pengolahan Limbah Gulma di Aceh Utara.”

    Juara II diraih Muhammad Fauzi dari Kecamatan Kuta Makmur dengan karya “Inovasi Pemuda dalam Pelestarian Seni Alee Tunjang sebagai Ikon Seni Autentik Aceh Utara.” Adapun Muhammad Fadhil, juga dari Kecamatan Kuta Makmur, meraih Juara III melalui karya “Sabut Kelapa Berdaya: Inovasi Pemuda dalam Mengolah Limbah Menjadi Sumber Ekonomi Baru bagi Aceh Utara.”

    Sementara itu, dalam Lomba Cipta dan Baca Puisi, Jihan Fanyra dari Kecamatan Dewantara meraih Juara I melalui karya “Sultanah Nahrasiyah Ratu di Peradaban Pasai.” Elvina Thuhra rosa, juga dari Kecamatan Dewantara, meraih Juara II dengan karya “Cerita yang Belum Usai dari Tanah Ini.” Juara III diraih Syifa Az-Zahra Cheesy dari Kecamatan Kuta Makmur melalui karya “Suara Bangkit dari Tanah Pasee.”

    Pengumuman para pemenang tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda Kabupaten Aceh Utara Tahun 2026. Pada kategori karya tulis ilmiah, panitia mengangkat tema “Inovasi Pemuda untuk Aceh Utara Bangkit”, sedangkan lomba cipta dan baca puisi mengusung tema “Suara Pemuda untuk Aceh Utara Bangkit.”

    Melalui berbagai kategori tersebut, pemuda Aceh Utara menunjukkan kontribusi dalam bidang keilmuan, pelestarian budaya, kreativitas sastra, hingga pengembangan inovasi yang berkaitan dengan potensi daerah.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Bayer dan Dinas Pertanian Aceh Utara Bina Hampir 500 Petani Muda, Bidik Produktivitas 10 Ton per Hektare

    Bayer dan Dinas Pertanian Aceh Utara Bina Hampir 500 Petani Muda, Bidik Produktivitas 10 Ton per Hektare
    Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Ir. Mirza Gunawan, S.T., M.A.P., CPSp., CCMS,  bersama Sejumlah pejabat dan perwakilan PT Bayer Indonesia meninjau tanaman padi dalam kegiatan Festival VAYEGO dan Panen Raya di Gampong Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan produktivitas pertanian dengan target hasil panen 10 ton per hektare. (Foto: Dok. Ist)

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — PT Bayer Indonesia bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara memperkuat pembinaan petani dengan mendorong peningkatan produktivitas hingga 10 ton per hektare. Program tersebut juga menyasar generasi muda untuk meningkatkan keterampilan budidaya dan mendukung ketahanan pangan.

    Komitmen itu disampaikan dalam Festival VAYEGO dan Panen Raya di Lapangan Bumi Gas, Gampong Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur Muspika Kecamatan Tanah Luas.

    Territory Manager Bayer Aceh, Syafi’i M. Nur, mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan kepada petani, termasuk mereka yang baru memulai usaha di sektor pertanian. Menurutnya, hampir 500 petani muda di Aceh Utara telah mendapatkan pembinaan untuk mendukung peningkatan hasil panen.

    “Tim Bayer Aceh secara konsisten melakukan pembinaan terhadap petani, termasuk petani pemula. Saat ini, hampir 500 petani muda di Aceh Utara telah kami bina untuk mendorong pencapaian hasil panen hingga 10 ton per hektare,” ujar Syafi’i.

    Pendampingan tersebut mencakup peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, serta penggunaan sarana produksi sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.

    Bayer juga memanfaatkan lahan percontohan atau demplot sebagai tempat sosialisasi teknik budidaya. Melalui kegiatan tersebut, petani dapat mempelajari praktik pertanian secara langsung sekaligus melihat penerapan metode yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas.

    Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Ir. Mirza Gunawan, S.T., M.A.P., CPSp., CCMS, menyambut baik keterlibatan Bayer dalam meningkatkan kapasitas petani di daerah tersebut.

    Menurut Mirza, kerja sama antara pemerintah, perusahaan, organisasi petani, dan pelaku usaha tani perlu diperkuat untuk mendorong kemajuan sektor pertanian. Upaya pembinaan dan pertukaran pengetahuan dinilai penting dalam mempersiapkan petani agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

    Ia juga menyebutkan bahwa langkah tersebut sejalan dengan visi Tani Merdeka Indonesia dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

    Melalui pembinaan berkelanjutan dan penerapan teknik budidaya yang tepat, peningkatan produktivitas diharapkan berjalan seiring dengan tumbuhnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Sinergi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat daya saing pertanian Aceh Utara sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Ibnu Malik Apresiasi Kekompakan Warga dan Donatur pada Maulid Nabi di Blang Ara

    Sejumlah warga berfoto sambil memperlihatkan bendera Bintang Bulan dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Blang Ara, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (25/10/2026). Bendera tersebut juga digunakan sebagai penutup dulang dalam tradisi perayaan Maulid setempat. Foto: Dok. Istimewa
    Sejumlah warga berfoto sambil memperlihatkan bendera Bintang Bulan dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Blang Ara, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (25/10/2026). Bendera tersebut juga digunakan sebagai penutup dulang dalam tradisi perayaan Maulid setempat. Foto: Dok. Istimewa


    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Blang Ara, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, berlangsung dalam suasana kebersamaan dan penuh keberkahan. Wakil Ketua Grup Aceh Bersatu (GAB) di Malaysia, Ibnu Malik, mengapresiasi kekompakan warga serta kepedulian para donatur yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut.

    Ibnu Malik menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Gampong Blang Ara yang telah berpartisipasi menyukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat.

    Ibnu Malik, Wakil Ketua Grup Aceh Bersatu (GAB). Foto Dok Ist
    Ibnu Malik, Wakil Ketua Grup Aceh Bersatu (GAB). Foto Dok Ist

    Ia berharap semangat persatuan dan kepedulian sosial yang ditunjukkan warga dapat terus dipertahankan, sehingga tradisi keagamaan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan.

    Sementara itu, Ketua Panitia Maulid, M. Juani, didampingi Geuchik Gampong Blang Ara, M. Usman Adam, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

    Apresiasi secara khusus disampaikan kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, seluruh warga, serta para donatur, baik yang menetap di kampung maupun yang sedang merantau.

    “Terima kasih kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, para pemuda, masyarakat, serta para donatur, baik yang berada di gampong maupun di perantauan, yang telah membantu sehingga acara Maulid Nabi ini dapat terlaksana,” ujar M. Juani, Minggu (25/10/2026).

    Ia menegaskan, dukungan dan kepedulian berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Partisipasi warga dan para donatur juga menunjukkan bahwa ikatan persaudaraan masyarakat Blang Ara tetap terjaga, meskipun sebagian warga berada jauh dari kampung halaman.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi bentuk pelestarian tradisi keagamaan, tetapi juga momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

    Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan terus menjaga persatuan, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan mempertahankan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

    Semoga kebersamaan dan keikhlasan seluruh pihak yang telah berkontribusi menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT serta membawa keberkahan bagi masyarakat Gampong Blang Ara.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Hampir Setahun Hanyut Diterjang Banjir, Sepeda Ontel Ibrahim Ditemukan: Harapan Ayah Tiga Anak Itu Kembali

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Di antara cabang-cabang pohon di sebuah kebun milik warga, sekitar tiga kilometer dari rumahnya, sebuah sepeda ontel tua ditemukan tersangkut. Sepeda itu diduga terbawa arus banjir besar yang melanda Aceh pada November 2025.

    Roda-rodanya rusak. Namun, rangka dan rantainya masih utuh. Setelah hampir setahun terpisah dari pemiliknya, sepeda itu ditemukan kembali—membawa cerita tentang kehilangan, perjuangan, dan harapan seorang ayah yang belum selesai berjuang untuk keluarganya.

    Sepeda itu milik Ibrahim (45), warga Kemukiman Jambo Aye Tengah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Bagi sebagian orang, sepeda tua mungkin hanya barang biasa. Bagi Ibrahim, benda itu adalah bagian penting dari kehidupannya.

    Di atas dua roda itulah ia selama ini mengayuh perjuangan: membawa hasil kebun ke pasar untuk dijual, menjalani aktivitas sehari-hari, sekaligus mengantar anaknya pergi ke sekolah.

    Ketika banjir besar menerjang Aceh pada 27 November 2025, sepeda itu ikut hanyut. Arus air memisahkannya dari benda yang selama ini membantu menopang kehidupan keluarganya. Setelah banjir surut, sepeda tersebut tak lagi berada di tempatnya.

    Kehilangan itu bukan semata-mata soal sebuah kendaraan. Bagi Ibrahim, sepeda tersebut merupakan sarana untuk bekerja dan mencari penghasilan bagi istri serta ketiga anaknya.

    Hampir setahun berlalu, sepeda itu akhirnya ditemukan tersangkut di antara cabang-cabang pohon di sebuah kebun milik warga. Jaraknya sekitar tiga kilometer dari rumah Ibrahim. Tak ada kepastian tentang perjalanan yang dilaluinya selama terseret banjir. Yang tersisa adalah sepeda tua dengan kerusakan pada kedua rodanya, tetapi masih menyimpan kemungkinan untuk digunakan kembali.

    Penemuan itu menjadi kabar menggembirakan bagi Ibrahim. Bukan karena ia memperoleh barang baru atau bantuan dalam jumlah besar, melainkan karena sesuatu yang begitu dekat dengan perjuangan hidupnya kembali ditemukan.

    Pada Minggu (25/10/2026), sepeda tersebut dibawa ke tempat reparasi di Kota Panton Labu. Pemeriksaan menunjukkan bahwa lingkar roda depan dan belakang mengalami kerusakan, sementara rangka dan rantainya masih utuh.

    Di balik kondisi sepeda yang tak lagi sempurna itu, ada kelegaan yang sulit diukur dengan uang. Sesuatu yang sempat hilang kini kembali berada dalam jangkauannya. Sepeda itu mungkin perlu diperbaiki, tetapi harapan untuk menggunakannya kembali belum pupus.

    Sepeda Tua yang Menyimpan Perjuangan

    Bagi Ibrahim, sepeda itu tidak hanya menghubungkan rumah dengan pasar atau kebun dengan tempat menjual hasil panen. Sepeda tersebut menjadi bagian dari rutinitasnya dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang ayah.

    Setiap kebutuhan keluarga menuntut penghasilan. Pendidikan anak-anak harus terus berjalan. Kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi, meskipun bencana telah mengubah banyak hal dalam kehidupannya.

    Dalam keadaan seperti itu, sebuah sepeda tua memiliki arti yang berbeda. Nilainya tidak hanya terletak pada harga jual, tetapi pada manfaatnya bagi seseorang yang mengandalkannya untuk bekerja.

    Banjir telah merenggut sepeda itu selama berbulan-bulan. Kini, penemuannya kembali memberi Ibrahim alasan untuk bersyukur. Setidaknya, salah satu sarana yang pernah membantunya mencari nafkah tidak sepenuhnya hilang.

    Namun, kebahagiaan tersebut bukan berarti semua persoalan telah selesai. Sepeda itu masih membutuhkan perbaikan, sementara perjuangan memulihkan ekonomi keluarga jauh lebih panjang daripada memperbaiki roda yang rusak.

    Bantuan Membantu Bertahan, Modal Usaha Menjadi Harapan

    Selama masa pascabanjir, Ibrahim mengaku telah beberapa kali menerima bantuan. Bantuan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, membeli perlengkapan sekolah, serta memenuhi kebutuhan anaknya yang sedang menuntut ilmu di pesantren.

    Bagi keluarganya, bantuan tersebut sangat berarti. Ketika kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih, bantuan dapat meringankan beban dan membantu memenuhi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

    Tetapi, kebutuhan hidup tidak berhenti ketika bantuan telah digunakan. Hari-hari terus berjalan, anak-anak tetap membutuhkan biaya pendidikan, dan keluarga tetap memerlukan penghasilan.

    Karena itu, Ibrahim masih berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera mencairkan bantuan banjir tahap IX. Harapannya bukan semata-mata untuk memperoleh bantuan kebutuhan sehari-hari, melainkan mendapatkan modal usaha agar dapat kembali mencari nafkah.

    Di balik harapan itu, tersimpan keinginan sederhana seorang ayah: kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarganya melalui usaha sendiri.

    Bantuan telah menjadi penopang untuk melewati masa sulit. Namun, bagi Ibrahim, modal usaha adalah kesempatan untuk membangun kembali kemandirian ekonomi yang terganggu akibat bencana.

    Ia masih harus berjuang agar keluarganya tidak terus dibayangi ketidakpastian. Penemuan sepeda memberikan kebahagiaan, tetapi pemulihan penghasilan tetap menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

    Setelah Banjir, Kehidupan Harus Dibangun Kembali

    Menjelang setahun banjir besar yang melanda Aceh, kisah Ibrahim memperlihatkan sisi lain dari pemulihan bencana. Air mungkin telah surut, tetapi dampaknya masih terasa dalam kehidupan warga yang kehilangan barang, sarana bekerja, atau sumber penghasilan.

    Pemulihan bukan hanya tentang membersihkan sisa lumpur dan memperbaiki kerusakan yang terlihat. Ada keluarga yang harus kembali menata ekonomi, orang tua yang berjuang mempertahankan pendidikan anak-anaknya, serta warga yang berusaha menemukan jalan untuk memulai kembali kehidupannya.

    Ibrahim adalah salah satunya.

    Sepeda ontel yang ditemukan tersangkut di antara cabang-cabang pohon itu menjadi bagian kecil dari perjalanan panjang tersebut. Ia tidak menghapus kehilangan akibat banjir, juga tidak langsung menyelesaikan persoalan ekonomi keluarganya. Namun, penemuan itu mengembalikan sesuatu yang selama ini memiliki arti besar bagi kehidupannya.

    Kini, sepeda itu menunggu untuk diperbaiki. Sementara Ibrahim masih menaruh harapan agar usahanya dapat kembali berjalan dan kebutuhan keluarganya terpenuhi.

    Mungkin, setelah sepeda itu kembali bisa digunakan, ia akan mengayuhnya lagi menuju pasar, membawa hasil kebun seperti yang biasa dilakukannya sebelum banjir. Sebuah rutinitas sederhana yang bagi orang lain tampak biasa, tetapi bagi Ibrahim berarti kesempatan untuk kembali bekerja dan menafkahi keluarganya.

    Sebab, bagi seorang ayah yang pernah kehilangan salah satu penopang hidupnya, kebahagiaan tidak selalu datang dalam bentuk sesuatu yang baru atau mahal.

    Terkadang, kebahagiaan hadir ketika sesuatu yang pernah hilang ditemukan kembali. Ketika masih ada sarana untuk bekerja. Ketika harapan untuk bangkit belum sepenuhnya hanyut bersama arus bencana.

    Dan bagi Ibrahim, sepeda ontel tua itu bukan sekadar kendaraan yang kembali setelah hampir setahun. Ia adalah pengingat bahwa perjuangan untuk keluarganya masih memiliki jalan untuk diteruskan.***

    Editor : Syahrul Usman

  • DKP Aceh Apresiasi Lomba Masak Meuseuraya Rasa, Perkuat Gemarikan dan Promosi Olahan Ikan

    DKP Aceh Apresiasi Lomba Masak Meuseuraya Rasa, Perkuat Gemarikan dan Promosi Olahan Ikan

    BANDA ACEH | PASESATU.COM – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh mengapresiasi pelaksanaan Lomba Masak Meuseuraya Rasa dalam rangkaian Meuseuraya Festival 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama Pemerintah Aceh tersebut berlangsung di Balee Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Sabtu (24/10/2026).

    Lomba ini diikuti 32 peserta dari berbagai kalangan dan latar belakang, yang berpartisipasi menampilkan kreativitas dalam mengolah dan menyajikan hidangan berbahan dasar ikan kambing-kambing atau ungkot leubim. Kegiatan tersebut menjadi sarana promosi kuliner berbasis hasil perikanan sekaligus mendukung Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

    Lomba Masak Meuseuraya Rasa turut menghadirkan Chef Nicky Tirta, yang dikenal luas sebagai aktor papan atas sekaligus figur publik yang menekuni dunia kuliner. Kehadirannya diharapkan dapat menginspirasi peserta dan masyarakat untuk mengembangkan kreasi masakan berbahan ikan yang lezat, bergizi, menarik, dan memiliki nilai tambah.

    Kasubkor P2HP DKP Aceh, Fitriani, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba memasak berbahan dasar ikan merupakan salah satu pendekatan kreatif untuk meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi ikan sekaligus memperkenalkan keragaman olahan hasil perikanan.

    “DKP Aceh mengapresiasi penyelenggaraan Lomba Masak Meuseuraya Rasa yang mengangkat Lomba Masak Serba Ikan. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai kreasi olahan ikan kepada masyarakat sekaligus mengedukasi pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein dan pangan bergizi bagi keluarga,” ujar Fitriani.

    Ia menambahkan, peningkatan konsumsi ikan perlu didukung inovasi dalam pengolahan dan penyajian agar ikan semakin diminati oleh berbagai kelompok masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda.

    “Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap masyarakat semakin tertarik menyajikan ikan dalam menu sehari-hari. Selain bermanfaat bagi pemenuhan gizi, pengembangan olahan ikan juga dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan lokal,” tambahnya.

    Kegiatan tersebut juga berkaitan erat dengan peran Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh yang diketuai Ny. Marlina Usman dalam mendorong peningkatan konsumsi ikan masyarakat. Sinergi DKP Aceh dan Forikan Aceh melalui program Gemarikan diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai manfaat ikan serta menumbuhkan kebiasaan makan ikan sejak dini.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Forikan Kabupaten Aceh Tamiang, Ny. Yuyun Armia, serta Ketua Forikan Kabupaten Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag. Kehadiran perwakilan Forikan kabupaten tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya peningkatan konsumsi ikan dan pengembangan kreativitas kuliner berbasis hasil perikanan.

    Selain aspek gizi, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pengembangan produk olahan ikan yang berpotensi dipasarkan secara lebih luas. Inovasi kuliner berbahan ikan dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas pemasaran, serta memperkuat daya saing usaha pengolahan hasil perikanan.

    Melalui dukungan terhadap Lomba Masak Meuseuraya Rasa, DKP Aceh berharap kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, Forikan, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menyukseskan gerakan Gemarikan.

    Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan dan kualitas gizi keluarga, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha kuliner berbasis hasil perikanan serta memperkuat perekonomian masyarakat Aceh.***

    Penulis : Hamdani

    Editor   : Syahrul Usman

  • Harga Telur Ayam di Panton Labu Turun 7,4 Persen, Kini Rp50.000 per Papan

    Harga Telur Ayam di Panton Labu Turun 7,4 Persen, Kini Rp50.000 per Papan

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Harga telur ayam ras di Pasar Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, turun Rp4.000 atau sekitar 7,4 persen dalam beberapa hari terakhir, dari Rp54.000 menjadi Rp50.000 per papan isi 30 butir. Penurunan ini memberi sedikit ruang penghematan bagi konsumen, sementara pasokan ke pasar masih terus mengalir.

    Berdasarkan pantauan pada Minggu (25/10/2026), penurunan harga tersebut belum berdampak signifikan terhadap aktivitas penjualan.

    Salman, pedagang sembako di Pasar Panton Labu, mengatakan harga telur mulai turun dalam beberapa hari terakhir.

    “Beberapa hari ini harga telur ayam ras turun. Sebelumnya Rp54.000 per papan, sekarang menjadi Rp50.000,” ujarnya.

    Sementara itu, Mukhlis, pekerja bongkar muat, menyebutkan tiga kendaraan pengangkut, terdiri atas mobil boks dan mobil colt enam roda, dibongkar setiap hari di pasar tersebut.

    Meski arus distribusi barang masih berlangsung, tren harga telur ke depan tetap perlu dipantau untuk melihat apakah penurunan berlanjut di tengah kebutuhan pangan masyarakat.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Harga Cabai Merah Turun, Kacang Panjang Melonjak hingga 100 Persen

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, bergerak beragam. Harga cabai merah turun menjadi Rp65.000 per kilogram, sedangkan kacang panjang melonjak hingga 100 persen menjadi Rp8.000 per kilogram dari harga terendah sebelumnya Rp4.000.

    Berdasarkan pantauan pada Minggu (25/10/2026), harga cabai merah turun Rp5.000 per kilogram atau sekitar 7,14 persen dibandingkan harga sebelumnya Rp70.000. Sementara itu, cabai rawit turun 8,33 persen menjadi Rp55.000 per kilogram dari Rp60.000.

    Penurunan juga terjadi pada harga timun yang kini berkisar Rp4.000–Rp5.000 per kilogram, dibandingkan sebelumnya Rp8.000. Adapun harga tomat turun 16,67 persen menjadi Rp10.000 per kilogram dari Rp12.000.

    Di tengah tren penurunan tersebut, kacang panjang menjadi komoditas yang mengalami kenaikan paling tajam. Dengan harga sebelumnya berkisar Rp4.000–Rp5.000 per kilogram, kenaikan menjadi Rp8.000 setara dengan 60–100 persen, bergantung pada harga awal yang digunakan.

    Perbedaan arah pergerakan harga ini membuat pengeluaran konsumen untuk kebutuhan sayuran tidak sepenuhnya turun. Meski sejumlah komoditas mengalami penurunan harga, kenaikan kacang panjang dapat menambah biaya belanja bagi rumah tangga maupun penyelenggara hajatan yang membutuhkan bahan pangan dalam jumlah besar.

    Di sisi permintaan, aktivitas jual beli sayuran di Pasar Kota Panton Labu masih terpantau stabil. Berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di desa, sekolah, dan balai pengajian hingga pesta perkawinan dan hajatan lainnya, turut menopang kebutuhan bahan pangan.

    “Untuk saat ini penjualannya masih stabil. Warga masih banyak yang mengadakan Maulid Nabi di desa-desa, sekolah, balai pengajian, pesta perkawinan, dan hajatan lainnya,” kata Lukman saat ditemui di Pasar Kota Panton Labu, Minggu (25/10/2026).

    Kegiatan sosial dan keagamaan tersebut menjadi salah satu penopang permintaan sayuran di pasar setempat. Kebutuhan bahan pangan untuk kegiatan yang melibatkan banyak orang berpotensi membantu menjaga transaksi pedagang di tengah perubahan harga sejumlah komoditas.

    Meski demikian, stabilnya penjualan belum dapat dijadikan indikator bahwa daya beli masyarakat ikut menguat. Penilaian terhadap kondisi ekonomi pasar juga perlu mempertimbangkan volume pembelian, perubahan pasokan, serta kemampuan konsumen memenuhi kebutuhan pangan dengan anggaran yang tersedia.

    Pergerakan harga sayuran di Panton Labu memperlihatkan bahwa penurunan harga tidak terjadi secara merata. Bagi konsumen, perkembangan harga menjadi pertimbangan dalam mengatur belanja harian, sementara bagi pedagang, keseimbangan antara pasokan, permintaan, dan daya beli tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perdagangan.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Ayah Wa Rencanakan Pembangunan Taman dan Tugu Ikon Aceh Utara, Warga Diajak Sumbang Ide

    Ayah Wa Rencanakan Pembangunan Taman dan Tugu Ikon Aceh Utara, Warga Diajak Sumbang Ide

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara merencanakan pembangunan taman dan tugu sebagai ikon baru daerah untuk memperindah wajah kota sekaligus memperkuat identitas Aceh Utara. Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, mengajak masyarakat dan para kreator untuk menyumbangkan ide serta desain terbaik bagi pembangunan ikon tersebut.

    Rencana pembangunan itu mencakup taman ikon Aceh Utara di Kota Lhoksukon serta tugu di Kota Panton Labu dan Krueng Mane. Ketiga kawasan tersebut diharapkan memiliki ikon khas yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus mencerminkan karakter dan identitas daerah.

    “Untuk Kota Lhoksukon, kita bangun taman yang dapat menjadi ikon Aceh Utara. Untuk Kota Panton Labu dan Krueng Mane, akan dibangun tugu,” kata Ayah Wa, Sabtu (24/10/2026).

    Ayah Wa mengajak masyarakat, khususnya desainer, seniman, kreator, dan generasi muda, untuk berpartisipasi menyampaikan gagasan desain taman dan tugu tersebut. Ide yang disumbangkan diharapkan mampu menghadirkan konsep yang menarik, memiliki ciri khas lokal, serta merepresentasikan sejarah, budaya, dan semangat kemajuan Aceh Utara.

    Pembangunan taman dan tugu ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari penataan kota, tetapi juga melahirkan landmark atau penanda kawasan yang mudah dikenali dan menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun pengunjung.

    Dalam perencanaannya, aspek estetika perlu berjalan seiring dengan fungsi ruang publik, kenyamanan masyarakat, keselamatan pengguna jalan, dan kelancaran lalu lintas, terutama di kawasan Panton Labu dan Krueng Mane yang memiliki aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat cukup tinggi.

    Keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan diharapkan dapat memperkaya pilihan desain sehingga taman di Lhoksukon dan tugu di Panton Labu serta Krueng Mane memiliki karakter yang kuat dan sesuai dengan kebutuhan setiap kawasan.

    Melalui pembangunan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara diharapkan dapat menghadirkan ikon daerah yang bukan sekadar memperindah kota, melainkan juga menjadi simbol identitas, kemajuan, dan kebanggaan masyarakat dalam mewujudkan semangat Aceh Utara Bangkit.***

    Editor : Syahrul Usman