ACEH UTARA | PASESATU.COM — Harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, bergerak beragam. Harga cabai merah turun menjadi Rp65.000 per kilogram, sedangkan kacang panjang melonjak hingga 100 persen menjadi Rp8.000 per kilogram dari harga terendah sebelumnya Rp4.000.
Berdasarkan pantauan pada Minggu (25/10/2026), harga cabai merah turun Rp5.000 per kilogram atau sekitar 7,14 persen dibandingkan harga sebelumnya Rp70.000. Sementara itu, cabai rawit turun 8,33 persen menjadi Rp55.000 per kilogram dari Rp60.000.
Penurunan juga terjadi pada harga timun yang kini berkisar Rp4.000–Rp5.000 per kilogram, dibandingkan sebelumnya Rp8.000. Adapun harga tomat turun 16,67 persen menjadi Rp10.000 per kilogram dari Rp12.000.
Di tengah tren penurunan tersebut, kacang panjang menjadi komoditas yang mengalami kenaikan paling tajam. Dengan harga sebelumnya berkisar Rp4.000–Rp5.000 per kilogram, kenaikan menjadi Rp8.000 setara dengan 60–100 persen, bergantung pada harga awal yang digunakan.
Perbedaan arah pergerakan harga ini membuat pengeluaran konsumen untuk kebutuhan sayuran tidak sepenuhnya turun. Meski sejumlah komoditas mengalami penurunan harga, kenaikan kacang panjang dapat menambah biaya belanja bagi rumah tangga maupun penyelenggara hajatan yang membutuhkan bahan pangan dalam jumlah besar.
Di sisi permintaan, aktivitas jual beli sayuran di Pasar Kota Panton Labu masih terpantau stabil. Berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di desa, sekolah, dan balai pengajian hingga pesta perkawinan dan hajatan lainnya, turut menopang kebutuhan bahan pangan.
“Untuk saat ini penjualannya masih stabil. Warga masih banyak yang mengadakan Maulid Nabi di desa-desa, sekolah, balai pengajian, pesta perkawinan, dan hajatan lainnya,” kata Lukman saat ditemui di Pasar Kota Panton Labu, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan sosial dan keagamaan tersebut menjadi salah satu penopang permintaan sayuran di pasar setempat. Kebutuhan bahan pangan untuk kegiatan yang melibatkan banyak orang berpotensi membantu menjaga transaksi pedagang di tengah perubahan harga sejumlah komoditas.
Meski demikian, stabilnya penjualan belum dapat dijadikan indikator bahwa daya beli masyarakat ikut menguat. Penilaian terhadap kondisi ekonomi pasar juga perlu mempertimbangkan volume pembelian, perubahan pasokan, serta kemampuan konsumen memenuhi kebutuhan pangan dengan anggaran yang tersedia.
Pergerakan harga sayuran di Panton Labu memperlihatkan bahwa penurunan harga tidak terjadi secara merata. Bagi konsumen, perkembangan harga menjadi pertimbangan dalam mengatur belanja harian, sementara bagi pedagang, keseimbangan antara pasokan, permintaan, dan daya beli tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perdagangan.***
Editor : Syahrul Usman
Tinggalkan Balasan