Blog

  • ATR/BPN Percepat Penataan Lahan Sawit dan Kawasan Hutan, Reformasi Agraria Jadi Fokus

    JAKARTA | PASESATU.COM – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mendorong percepatan penataan lahan perkebunan kelapa sawit dan kawasan hutan secara terintegrasi guna mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), hilirisasi, serta optimalisasi pemanfaatan lahan.

    Upaya tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Direktif Presiden tentang Penguatan Tata Kelola dan Ekosistem Agribisnis Kelapa Sawit yang digelar di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

    Dalam rapat tersebut, Plh. Direktur Jenderal Penataan Agraria (PPTR), Dwi Budi Martono, yang mewakili Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya kepastian lokasi dan hukum pertanahan dalam mendukung penataan lahan perkebunan kelapa sawit, baik yang berstatus milik masyarakat maupun yang dikuasai negara.

    Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk menyelaraskan penyelesaian berbagai persoalan pertanahan dalam pelaksanaan PSN, sehingga penataan lahan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Kementerian ATR/BPN mendukung upaya tersebut melalui penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), fasilitasi kepastian hukum dan penerbitan hak atas tanah, serta koordinasi penyelesaian tumpang tindih dan permasalahan penguasaan tanah.

    Penataan lahan sawit rakyat yang telah melalui pelepasan status kawasan hutan juga ditindaklanjuti melalui skema reforma agraria sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Usulan Pembentukan Badan Kelapa Sawit Nasional

    Selain membahas penataan lahan, rapat tersebut menyepakati usulan pembentukan Badan Kelapa Sawit Nasional di bawah Presiden.

    Lembaga tersebut diusulkan untuk menyatukan tata kelola industri kelapa sawit dari hulu hingga hilir, melindungi petani sawit rakyat, serta meningkatkan daya saing industri sawit nasional.

    Percepatan penataan tenurial lahan sawit yang berada dalam kawasan hutan juga menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk memperjelas status dan penguasaan lahan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha perkebunan.

    Sinergi lintas kementerian dan lembaga diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum, mendukung keberlanjutan usaha perkebunan rakyat, serta mendorong pemanfaatan lahan secara optimal sesuai ketentuan.

    Melalui koordinasi tersebut, pemerintah berupaya memastikan penataan perkebunan kelapa sawit berjalan lebih terintegrasi, dengan tetap memperhatikan aspek legalitas pertanahan, perlindungan petani, dan pelaksanaan reforma agraria.

    Sumber: Direktorat Jenderal Penataan Agraria, Kementerian ATR/BPN.***

    Editor : Syahrul Usman

  • 12 Sekolah di Langkahan Belum Terima MBG, Baru Dua dari Enam Dapur Beroperasi

    Dapur MBG di Kecamatan Langkahan
    Salah satu fasilitas dapur MBG di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Dari enam dapur yang telah dibangun di wilayah tersebut, baru dua yang dilaporkan beroperasi, menurut keterangan tokoh masyarakat setempat. Dok Ist/pasesatu.com


    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Sebanyak 12 sekolah di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, belum menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Jumat, 16 Oktober 2026. Dari enam dapur yang telah dibangun di wilayah itu, baru dua yang beroperasi. Sementara itu, siswa di delapan sekolah dasar, tiga sekolah menengah pertama, dan satu sekolah menengah atas masih menunggu kepastian penyaluran makanan.

    Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Langkahan, Rusli, S.Pd., mengaku kesulitan menjawab pertanyaan siswa yang berulang kali menanyakan kapan mereka memperoleh MBG.

    “Saya sudah tidak sanggup lagi menjawab pertanyaan para siswa saat mereka bertanya, kapan kami dapat MBG,” kata Rusli, yang juga menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah dasar negeri di Langkahan.

    Sebanyak 12 sekolah yang disebut belum menerima program tersebut adalah SDN 2, SDN 4, SDN 5, SDN 8, SDN 9, SDN 10, SDN 12, SDN 13, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, dan SMAN 2.

    Belum tersalurkannya MBG juga memunculkan pertanyaan dari kalangan orang tua. Mereka mempertanyakan alasan anak-anaknya belum memperoleh program tersebut, sementara siswa di sekolah lain telah menerima layanan serupa.

    Empat Dapur Belum Beroperasi

    Tokoh masyarakat Langkahan, Munawir, mengatakan enam dapur MBG telah dibangun di kecamatan itu. Namun, baru dua dapur yang beroperasi, masing-masing di Desa Simpang Tiga dan Desa Krueng Lingka.

    Dengan demikian, empat dapur lainnya masih belum beroperasi berdasarkan keterangan tersebut. Masyarakat berharap pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) segera mempercepat pengoperasian fasilitas yang tersisa agar penyaluran MBG dapat menjangkau lebih banyak sekolah.

    Pembangunan dapur belum otomatis membuat makanan sampai kepada siswa. Kesiapan operasional dan distribusi menjadi bagian penting agar program dapat berjalan sesuai sasaran.

    Rusli dan Munawir berharap pihak terkait memberikan penjelasan mengenai kendala yang menyebabkan sejumlah dapur belum beroperasi, termasuk tahapan yang masih harus diselesaikan dan jadwal penyaluran kepada sekolah-sekolah yang belum terlayani.

    Sejumlah siswa berada di ruang kelas saat kegiatan sekolah berlangsung di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Hingga 16 Oktober 2026, sejumlah sekolah di kecamatan tersebut dilaporkan belum menerima program MBG. Dok Ist/pasesatu.com

    Penantian MBG berlangsung ketika masyarakat Langkahan masih berupaya memulihkan kehidupan setelah banjir yang melanda wilayah tersebut pada 2025. Dalam situasi itu, pemenuhan kebutuhan anak-anak, termasuk dukungan terhadap asupan gizi dan kegiatan belajar, menjadi perhatian masyarakat.

    Bagi pihak sekolah, ketidakpastian pelaksanaan program menempatkan guru dan kepala sekolah pada posisi sulit. Mereka harus menjawab pertanyaan siswa dan orang tua, meskipun keputusan mengenai operasional dapur dan penyaluran makanan berada di luar kewenangan sekolah.

    Masyarakat berharap pemerintah dan BGN segera memastikan kapan sekolah-sekolah tersebut mulai menerima layanan MBG. Kepastian jadwal dinilai penting agar siswa dan orang tua tidak terus menunggu tanpa kejelasan.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kadinsos Aceh Utara: Warga Belum Terima Bantuan Diminta Bersabar, Bukan Mengutip dari Penerima Lain

    Kadinsos Aceh Utara: Warga Belum Terima Bantuan Diminta Bersabar, Bukan Mengutip dari Penerima Lain
    Dok Ist

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, Fakhrurradhi, menegaskan seluruh bantuan pemerintah pusat bagi korban banjir harus diterima masyarakat sesuai haknya dan tidak boleh dipotong atau dikutip kembali dengan alasan apa pun.

    Penegasan tersebut mencakup bantuan isi hunian, jatah hidup (jadup), dan bantuan stimulan ekonomi. Fakhrurradhi mengingatkan bahwa bantuan disalurkan melalui PT Pos Indonesia untuk diterima langsung oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.

    “Bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat dan disalurkan melalui PT Pos Indonesia langsung kepada penerima. Karena itu, tidak boleh ada pengutipan bantuan hingga ke tingkat desa dengan alasan apa pun,” tegas Fakhrurradhi, Kamis (15/10/2026).

    Menurut Fakhrurradhi, tidak ada alasan yang dapat membenarkan pengumpulan kembali bantuan yang telah diterima masyarakat. Ia secara khusus menekankan bahwa alasan membantu warga lain yang belum memperoleh pencairan tidak boleh dijadikan dasar untuk meminta sebagian dana dari penerima bantuan.

    “Jangan ada alasan kita bagikan kepada yang belum keluar bantuan, nanti dikembalikan. Itu tidak boleh,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, masyarakat yang telah masuk dalam pendataan penerima diharapkan menunggu proses penyaluran sesuai mekanisme yang berlaku. Warga tidak perlu mengambil langkah pengumpulan dana dari penerima lain hanya karena pencairan bantuan bagi sebagian masyarakat belum selesai.

    “Karena semua yang didata, insyaallah akan keluar. Harap bersabar,” kata Fakhrurradhi.

    Selain itu, Fakhrurradhi juga menekankan pentingnya menjaga hak setiap penerima bantuan. Menurut dia, proses penyaluran perlu berjalan sesuai ketentuan agar bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Bantuan isi hunian, jadup, dan stimulan ekonomi merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk membantu korban banjir memenuhi kebutuhan serta memulihkan kehidupan setelah bencana. Karena itu, penerimaan bantuan sesuai hak masing-masing menjadi hal yang harus dijaga.

    Bagi masyarakat yang masih menunggu pencairan, Fakhrurradhi meminta agar proses pendataan dan penyaluran ditunggu dengan sabar. Ia berharap bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang telah terdata sesuai tahapan yang berjalan.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Sambut HUT ke-81 Korps Brimob, Batalyon B Pelopor Bersihkan Masjid untuk Kenyamanan Ibadah Warga

    Sambut HUT ke-81 Korps Brimob, Batalyon B Pelopor Bersihkan Masjid untuk Kenyamanan Ibadah Warga

    LHOKSEUMAWE | PASESATU.COM – Untuk menciptakan lingkungan rumah ibadah yang bersih dan nyaman bagi masyarakat, Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh menggelar bakti sosial dengan membersihkan Masjid Babul Jannah di Desa Alue Liem, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri.

    Pembersihan masjid tersebut melibatkan personel Brimob bersama masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antara Polri dan warga.

    Wadanyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh, AKP Muzakkir, yang mewakili Danyon B Pelopor Kompol Muzakkir, S.H., mengatakan kegiatan bakti sosial ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Korps Brimob Polri, tetapi juga sebagai upaya mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Brimob tidak hanya dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap semangat gotong royong dan kebersamaan ini terus terjaga,” ujarnya.

    Kegiatan tersebut sejalan dengan tagline Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh untuk terus hadir, mengabdi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***

  • Kapolres Aceh Utara Perkuat Sinergi Kamtibmas Lewat Jum’ling di Masjid Raya Pase

    Kapolres Aceh Utara Perkuat Sinergi Kamtibmas Lewat Jum’ling di Masjid Raya Pase

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., mengajak tokoh agama dan masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui program Jumat Keliling (Jum’ling) di Masjid Raya Pase, Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Jumat (16/10/2026).

    Ajakan tersebut disampaikan saat Kapolres melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Imam Besar Masjid Raya Pase serta pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM). Kegiatan ini menjadi bagian dari program prioritas Kapolri bertema Polisi Bersama Masyarakat.

    Kapolres hadir bersama Wakapolres, sejumlah pejabat utama Polres Aceh Utara, Kapolsek Tanah Jambo Aye beserta jajaran, serta personel kepolisian setempat. Pertemuan berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB.

    Dalam pertemuan tersebut, Kapolres mendorong keterlibatan aktif tokoh agama, pengurus masjid, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap aman, damai, dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polsek Tanah Jambo Aye.

    Melalui komunikasi langsung dengan masyarakat, kepolisian juga membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan informasi, aspirasi, maupun persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan. Informasi tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak kepolisian.

    Program Jum’ling menjadi salah satu pendekatan Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan, dialog, dan silaturahmi. Pendekatan ini sekaligus memperkuat kemitraan antara kepolisian, tokoh agama, dan pengurus masjid dalam menjaga ketenteraman lingkungan.

    Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

    Kegiatan berakhir sekitar pukul 14.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Tiga Tahun Kuliah, Dr. Muhammad Johan Raih Doktor Cumlaude dengan IPK 3,86

    Tiga Tahun Kuliah, Dr. Muhammad Johan Raih Doktor Cumlaude dengan IPK 3,86

    BANDUNG | PASESATU.COM – Di tengah tanggung jawab memimpin layanan pendidikan di Kabupaten Aceh Utara, Dr. Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd., berhasil menuntaskan pendidikan doktor (S3) Administrasi Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Ia meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 setelah menyelesaikan studi selama tiga tahun, tepat waktu.

    Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Gymnasium UPI, Bandung, menandai keberhasilan Muhammad Johan menyelesaikan perjalanan akademiknya. Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari upayanya meningkatkan kompetensi di bidang administrasi pendidikan, seiring dengan tanggung jawabnya sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara.

    Pendidikan doktoral yang ditempuhnya diharapkan memperkaya wawasan dan pemahamannya dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan pendidikan. Bekal akademik tersebut juga berpotensi mendukung penguatan tata kelola serta peningkatan kualitas layanan pendidikan di Aceh Utara.

    Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong perbaikan mutu layanan. Karena itu, pengembangan kompetensi bagi pemimpin pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga dengan penerapan ilmu dalam pelaksanaan tugas dan pengambilan kebijakan.

    Keberhasilan Muhammad Johan menyelesaikan studi dalam tiga tahun dengan predikat cumlaude diharapkan turut memotivasi guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesionalisme sesuai bidang masing-masing.

    Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi insan pendidikan Aceh Utara. Lebih dari gelar yang disandang, manfaat utama dari pencapaian tersebut terletak pada kontribusi ilmu dan pengalaman akademik bagi pengembangan pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.***

    Editor : Syahrul Usman

  • “Kapan Kami Dapat MBG?” Pertanyaan Anak-Anak Langkahan yang Tak Lagi Sanggup Dijawab Rusli

    “Kapan Kami Dapat MBG?” Pertanyaan Anak-Anak Langkahan yang Tak Lagi Sanggup Dijawab Rusli
    Ilustrasi karikatur penantian siswa di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari enam dapur yang telah dibangun, baru dua yang beroperasi, sementara 12 sekolah masih menanti kepastian layanan. (Ilustrasi: Pasesatu) 


    ACEH UTARA | PASESATU.COM – “Kapan kami dapat MBG?” Pertanyaan sederhana itu terus datang dari mulut para siswa di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Namun, bagi Rusli, S.Pd., Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Langkahan, pertanyaan tersebut kini semakin berat untuk dijawab.

    Di balik rasa ingin tahu anak-anak itu, tersimpan harapan untuk menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti siswa di sekolah lain. Sayangnya, hingga Jumat (16/10/2026), sejumlah sekolah di Kecamatan Langkahan masih belum tersentuh program tersebut.

    “Saya sudah tidak sanggup lagi menjawab pertanyaan para siswa saat mereka bertanya, kapan kami dapat MBG,” tutur Rusli, yang juga menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu SD negeri di wilayah itu.

    Bagi seorang guru, pertanyaan tersebut semestinya mudah dijawab jika kepastian sudah ada. Namun, ketika program yang dinantikan belum juga hadir, Rusli harus menghadapi kenyataan bahwa harapan anak-anak itu belum dapat ia berikan jawabannya.

    Bukan hanya siswa yang menunggu. Sejumlah orang tua juga mempertanyakan alasan anak-anak mereka belum mendapatkan MBG. Di tengah kebutuhan untuk mendukung asupan gizi dan semangat belajar peserta didik, ketidakpastian tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi pihak sekolah.

    Dua dari Enam Dapur Sudah Beroperasi

    Penantian siswa di Langkahan berlangsung ketika sebagian masyarakat masih berupaya bangkit dari dampak banjir yang melanda wilayah tersebut pada 2025. Pemulihan kehidupan pascabencana bukan hanya tentang memperbaiki rumah dan memulihkan mata pencaharian, tetapi juga memastikan kebutuhan keluarga dan masa depan anak-anak tetap menjadi perhatian.

    Di tengah situasi itu, kehadiran MBG diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk dukungan bagi peserta didik. Namun, harapan tersebut belum dirasakan secara merata.

    Tokoh masyarakat Langkahan, Munawir, mengungkapkan bahwa dari enam dapur MBG yang telah dibangun di wilayah tersebut, baru dua yang beroperasi. Keduanya berada di Desa Simpang Tiga dan Desa Krueng Lingka.

    Kondisi ini memunculkan harapan agar dapur-dapur lainnya segera difungsikan sehingga pelayanan dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan siswa.

    Pembangunan fasilitas menjadi langkah awal, tetapi manfaat program baru benar-benar dirasakan ketika dapur siap beroperasi dan makanan dapat disalurkan kepada para penerima manfaat.

    Bagi sekolah-sekolah yang belum memperoleh layanan, kepastian mengenai kesiapan fasilitas dan jadwal operasional menjadi hal yang dinantikan.

    Belasan Sekolah Masih Menanti

    Berdasarkan keterangan Rusli, terdapat 12 sekolah di Kecamatan Langkahan yang disebut belum menerima program MBG. Sekolah-sekolah tersebut terdiri atas 10 sekolah dasar, tiga sekolah menengah pertama, dan satu sekolah menengah atas.

    Adapun sekolah yang disebut belum menerima program itu meliputi SDN 2, SDN 4, SDN 5, SDN 8, SDN 9, SDN 10, SDN 12, SDN 13, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, dan SMAN 2.

    Bagi para siswa di sekolah-sekolah tersebut, MBG bukan sekadar program yang mereka dengar dari cerita orang lain. Mereka menantikan kesempatan untuk turut merasakan manfaat yang sama.

    Sementara itu, bagi guru, penantian tersebut menghadirkan persoalan yang tidak sederhana. Mereka menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan pertanyaan siswa dan orang tua, meskipun keputusan mengenai pelaksanaan program berada di luar kewenangan sekolah.

    Rusli dan Munawir berharap pemerintah serta Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengambil langkah untuk mempercepat operasional dapur MBG yang belum berjalan.

    Masyarakat juga mengharapkan adanya penjelasan mengenai penyebab keterlambatan, tahapan yang masih harus diselesaikan, serta target waktu agar sekolah-sekolah yang belum terjangkau dapat segera menerima layanan.

    Harapan yang Tak Seharusnya Berlarut

    Ada sesuatu yang menyentuh dari pertanyaan seorang anak tentang kapan ia bisa mendapatkan makanan bergizi gratis. Pertanyaan itu lahir dari harapan sederhana: memperoleh kesempatan yang sama dan merasakan manfaat program yang telah lama dinantikan.

    Namun, ketika pertanyaan yang sama terus berulang tanpa jawaban pasti, harapan tersebut perlahan berubah menjadi penantian yang membebani mereka yang setiap hari mendampingi anak-anak itu belajar.

    Di Langkahan, Rusli menjadi salah satu orang yang merasakan beban tersebut. Sebagai kepala sekolah sekaligus Ketua K3S, ia berada di antara harapan para siswa dan orang tua dengan kenyataan bahwa dirinya belum memiliki kepastian yang dapat disampaikan.

    Karena itu, percepatan pelaksanaan MBG di Langkahan tidak cukup hanya dengan membangun dapur. Kesiapan fasilitas, kelengkapan operasional, dan kepastian penyaluran perlu dituntaskan agar program benar-benar menjangkau siswa yang menjadi sasaran.

    Di tengah perjuangan masyarakat memulihkan kehidupan setelah banjir 2025, kebutuhan anak-anak untuk tumbuh, belajar, dan memperoleh dukungan gizi tidak seharusnya terabaikan.

    Kini, pertanyaan “Kapan kami dapat MBG?” masih menunggu jawaban yang nyata. Bagi anak-anak Langkahan, jawaban itu bukan sekadar janji atau penjelasan, melainkan kepastian kapan program tersebut benar-benar hadir di sekolah mereka.

    Dan bagi Rusli, kepastian itulah yang mungkin dapat membuatnya kembali menjawab pertanyaan anak-anak dengan lebih tenang—bukan karena tak lagi ditanya, melainkan karena akhirnya ada jawaban yang bisa diberikan.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kabut Asap Menebal, Polsek Tanah Jambo Aye Bersama Koramil dan Puskesmas Bagikan Masker

    Kabut Asap Menebal, Polsek Tanah Jambo Aye Bersama Koramil dan Puskesmas Bagikan Masker

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Polsek Tanah Jambo Aye bersama Koramil 14/TJA dan Puskesmas membagikan masker kepada masyarakat dan pengendara sepeda motor di Simpang Empat Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (16/10/2026), sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap yang semakin menebal.

    Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Tanah Jambo Aye, IPTU Hasbi M. Isya, S.AP., tersebut melibatkan Kepala Puskesmas H. Yusriadi, S.Kep., Ns., MKM., staf Puskesmas Tanah Jambo Aye, personel Koramil 14/TJA, personel Polsek Tanah Jambo Aye, serta insan pers media online wilayah Panton Labu.

    Pembagian masker menyasar warga dan pengendara yang melintas di kawasan Simpang Empat Panton Labu. Selain memberikan masker, petugas juga mengingatkan masyarakat agar melindungi diri dari paparan kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Kapolsek bersama unsur Muspika Tanah Jambo Aye mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika udara dipenuhi kabut asap.

    Warga juga diminta menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk guna meminimalkan risiko gangguan saluran pernapasan.

    Selain itu, masyarakat diharapkan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan pernapasan, seperti sesak napas atau batuk yang semakin parah.

    Kegiatan lintas sektor tersebut menjadi bentuk kepedulian aparat, tenaga kesehatan, dan insan pers dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Panton Labu.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Bunda Salma Salurkan Al-Qur’an dan Alat Olahraga untuk SMAN 1 Tanah Jambo Aye

    Bunda Salma Salurkan Al-Qur’an dan Alat Olahraga untuk SMAN 1 Tanah Jambo Aye

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh (PA), Hj. Salmawati atau yang akrab disapa Bunda Salma, menyalurkan bantuan berupa kitab suci Al-Qur’an dan alat olahraga kepada SMA Negeri (SMAN) 1 Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (16/10/2026). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan nilai keagamaan sekaligus pengembangan bakat dan potensi siswa di sekolah.

    Penyerahan bantuan itu berlangsung dalam kegiatan Jumat Berkah yang diisi dengan yasinan dan doa bersama, diikuti ratusan siswa, dewan guru, serta staf tata usaha di halaman sekolah.

    Dalam kesempatan tersebut, Bunda Salma yang bertugas di Komisi III DPRA juga mengapresiasi konsistensi SMAN 1 Tanah Jambo Aye dalam membudayakan kegiatan keagamaan melalui pembacaan Surat Yasin dan doa bersama setiap Jumat pagi.

    Menurutnya, pembiasaan membaca Al-Qur’an dan berdoa bersama merupakan salah satu upaya menanamkan nilai-nilai Islam, memperkuat keimanan, serta membentuk karakter generasi muda agar memiliki akhlak yang baik di tengah tantangan era digital.

    Ia berharap para siswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, menghormati guru dan orang tua, serta mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

    Bantuan Al-Qur’an dan alat olahraga tersebut mencerminkan dukungan terhadap dua aspek penting pendidikan, yakni pembinaan spiritual dan pengembangan kemampuan siswa melalui aktivitas olahraga.

    Kepala SMAN 1 Tanah Jambo Aye, Juliana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Bunda Salma terhadap sekolah yang dipimpinnya.

    Menurut Juliana, kegiatan yasinan dan doa bersama bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, mempererat persaudaraan, serta membiasakan siswa mengawali aktivitas dengan mengingat Allah SWT.

    “Semoga lantunan doa dan Surat Yasin hari ini membawa keberkahan, kedamaian, serta kelancaran bagi seluruh aktivitas pendidikan kita. Kami berharap kegiatan ini dapat terus menumbuhkan keimanan, memperkuat karakter, dan membentuk generasi yang berakhlak mulia,” ujar Juliana.

    Ia juga berharap bantuan Al-Qur’an dan alat olahraga tersebut dapat menambah semangat siswa untuk belajar, beribadah, dan mengembangkan potensi diri.

    Kegiatan Jumat Berkah kemudian ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama dalam suasana penuh keakraban. Melalui dukungan tersebut, diharapkan lingkungan sekolah semakin kondusif dalam membentuk generasi yang berilmu, beriman, berprestasi, dan berakhlak mulia.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kabut Tebal Selimuti Aceh Utara, Kapus Tanah Jambo Aye Imbau Warga Gunakan Masker

    Kabut Tebal Selimuti Aceh Utara, Kapus Tanah Jambo Aye Imbau Warga Gunakan Masker

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kepala UPTD Puskesmas Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, H. Yusriadi, S.Kep., Ns., MKM., mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut tebal dan paparan asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, Kamis (15/10/2026). Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan membatasi kegiatan di luar ruangan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan.

    Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak buruk kualitas udara yang menurun, terutama risiko gangguan saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Paparan partikel debu dan asap di udara dapat memicu gangguan pernapasan, khususnya pada kelompok masyarakat yang rentan.

    Untuk memperluas penyampaian informasi kepada masyarakat, Puskesmas Tanah Jambo Aye mengoptimalkan peran bidan desa dan kader posyandu dalam memberikan edukasi kesehatan hingga ke tingkat gampong.

    Edukasi tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan, seperti bayi, balita, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma atau penyakit pernapasan lainnya.

    Kepala Puskesmas Tanah Jambo Aye, H. Yusriadi, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kabut tebal dan paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan. Ia mengajak warga menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri dan keluarga.

    Lima Langkah Pencegahan yang Perlu Diterapkan

    Ada lima langkah yang dianjurkan untuk mengurangi risiko kesehatan dan menjaga keselamatan selama kabut tebal menyelimuti wilayah Aceh Utara.

    1. Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah

    Masyarakat dianjurkan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara. Warga juga perlu mengurangi waktu berada di luar rumah, terutama ketika kabut dan asap semakin pekat.

    2. Batasi aktivitas di luar ruangan

    Warga diminta mengurangi aktivitas fisik berat dan olahraga di area terbuka selama kondisi udara memburuk. Bayi, balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan sebaiknya membatasi paparan udara luar dan tetap berada di ruangan dengan kualitas udara yang lebih baik.

    3. Tingkatkan kewaspadaan saat berkendara

    Kabut tebal dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Pengendara sepeda motor maupun mobil diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menggunakan lampu kendaraan sesuai kondisi jalan.

    4. Jaga kualitas udara di dalam rumah

    Masyarakat dianjurkan mengurangi masuknya asap ke dalam rumah ketika udara di luar tercemar. Pintu dan jendela dapat ditutup sementara saat kabut atau asap pekat, kemudian ventilasi dibuka kembali ketika kondisi udara luar membaik. Warga juga perlu menghindari aktivitas yang menghasilkan asap di dalam rumah.

    5. Pantau kondisi kesehatan dan segera periksa jika mengalami keluhan

    Masyarakat dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara teratur serta memantau kondisi kesehatan anggota keluarga. Apabila mengalami batuk yang tidak kunjung membaik, iritasi mata, atau keluhan pernapasan, warga disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

    Sementara itu, keluhan berupa sesak napas berat atau kesulitan bernapas memerlukan pertolongan medis segera.

    Puskesmas Tanah Jambo Aye mengajak masyarakat untuk terus mengikuti informasi kesehatan dari tenaga medis dan menerapkan langkah pencegahan sejak dini. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

    Kewaspadaan dan kepedulian bersama diharapkan dapat membantu melindungi masyarakat Aceh Utara dari dampak kabut tebal dan paparan asap, sekaligus menjaga kesehatan keluarga selama kondisi tersebut berlangsung.***

    Editor: Syahrul Usman