Blog

  • Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Akmal Daud Desak Pemerintah Bertindak

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Akmal Daud Desak Pemerintah Bertindak

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Pegiat sosial Aceh, Akmal Daud, meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait segera mengambil langkah antisipatif untuk melindungi masyarakat dari dampak kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Ia menilai, upaya perlindungan masyarakat tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi juga harus disertai penyampaian informasi kualitas udara, edukasi kesehatan, serta kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

    “Jangan sampai masyarakat harus menunggu jatuh sakit baru mendapatkan perhatian. Pemerintah perlu hadir lebih awal melalui edukasi, pencegahan, dan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau,” kata Akmal Daud dalam keterangannya di Aceh Utara, Sabtu (17/10/2026).

    Menurut Akmal, paparan asap karhutla berpotensi mengganggu kesehatan, terutama ketika kualitas udara memburuk dan masyarakat masih beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) memperkuat langkah pencegahan dan penanganan dampak kabut asap.

    Ia mendorong dinas kesehatan meningkatkan edukasi mengenai risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), memastikan kesiapan puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya, serta memberikan informasi tentang langkah perlindungan yang dapat dilakukan masyarakat.

    Akmal juga meminta pemerintah menyampaikan informasi kualitas udara secara berkala agar warga dapat menyesuaikan aktivitas dan mengurangi paparan asap ketika kondisi udara memburuk.

    “Informasi harus sampai kepada masyarakat hingga ke tingkat desa. Warga perlu mengetahui kapan harus membatasi aktivitas di luar rumah, bagaimana melindungi anak-anak, dan ke mana harus mencari pertolongan jika mengalami gangguan kesehatan,” ujarnya.

    Selain penanganan dampak kesehatan, Akmal menekankan pentingnya pencegahan karhutla melalui pengawasan di wilayah rawan serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara melanggar hukum.

    Menurut dia, penanganan kabut asap membutuhkan koordinasi lintas instansi agar upaya perlindungan masyarakat dan pencegahan kebakaran dapat berjalan beriringan.

    “Yang harus kita utamakan adalah keselamatan manusia. Masyarakat membutuhkan perlindungan dan kepastian bahwa pemerintah serius menangani ancaman ini, bukan hanya ketika keadaan sudah memburuk,” katanya.

    Akmal berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah terkoordinasi untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat kabut asap sekaligus mencegah meluasnya dampak karhutla terhadap masyarakat.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kabut Asap Selimuti Aceh Utara, Disdikbud Imbau Siswa Pakai Masker

    Kabut Asap Selimuti Aceh Utara, Disdikbud Imbau Siswa Pakai Masker

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Utara mengimbau seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan menggunakan masker serta membatasi aktivitas di luar ruangan menyusul kabut asap yang menyelimuti Aceh Utara.

    Kepala Disdikbud Aceh Utara, Dr. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., pada sabtu (17/10/2026), menyampaikan bahwa langkah antisipasi diperlukan untuk melindungi kesehatan warga sekolah tanpa mengabaikan keberlangsungan proses pembelajaran.

    Ia mengimbau sekolah mengurangi kegiatan luar ruangan, seperti olahraga dan upacara, serta mengalihkannya ke dalam ruangan guna meminimalkan paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan.

    Meski demikian, kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka tetap dilaksanakan selama kondisi kabut asap masih dinilai dapat ditoleransi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan yang tinggi.

    Apabila kondisi kabut asap semakin pekat dan membahayakan kesehatan, sekolah dapat mempertimbangkan pengalihan sementara kegiatan belajar menjadi Belajar dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

    Disdikbud Aceh Utara juga meminta kepala satuan pendidikan memantau kondisi lingkungan masing-masing dan berkoordinasi dengan dinas untuk menentukan langkah yang sesuai dengan perkembangan situasi.

    Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga keselamatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan sekaligus memastikan hak siswa untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi.***

    Editor : Syahrul Usman

  • SMAN 1 Tanah Jambo Aye Tertibkan Parkir Siswa, Knalpot Brong Dilarang

    SMAN 1 Tanah Jambo Aye Tertibkan Parkir Siswa, Knalpot Brong Dilarang

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – SMAN 1 Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, menerapkan penataan parkir sepeda motor siswa serta pemeriksaan kendaraan, pakaian, dan rambut untuk meningkatkan kedisiplinan di lingkungan sekolah. Kendaraan siswa diparkir secara teratur berdasarkan merek, sementara penggunaan knalpot brong yang menimbulkan kebisingan tidak mendapat tempat.

    Kepala SMAN 1 Tanah Jambo Aye, Juliana, S.Pd., M.Pd., mengatakan penataan parkir dilakukan untuk menjaga kerapian sekaligus memudahkan siswa menemukan kendaraan mereka saat pulang sekolah.

    “Kalau parkirnya ditata seperti ini, biar kelihatan rapi. Biar ketika ada yang mau mengambil motornya saat pulang sekolah tidak kebingungan,” ujar Juliana, Sabtu (17/10/2026).

    Selain menata area parkir, pihak sekolah juga memperketat pengawasan terhadap kepatuhan siswa pada tata tertib. Setiap pagi, guru piket memeriksa kendaraan, pakaian, dan rambut siswa saat memasuki gerbang sekolah.

    Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan siswa mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk menjaga kerapian penampilan dan menggunakan kendaraan yang tidak mengganggu kenyamanan lingkungan pendidikan.

    Larangan penggunaan knalpot brong menjadi bagian dari upaya menjaga ketenangan sekolah. Suara bising kendaraan dinilai berpotensi mengganggu konsentrasi belajar serta kenyamanan guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

    Penataan parkir dan pemeriksaan rutin itu juga menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa. Melalui kebiasaan memarkir kendaraan secara tertib, menjaga penampilan, dan menaati aturan, sekolah mendorong tumbuhnya sikap disiplin serta tanggung jawab.

    Pihak sekolah berharap kebiasaan tersebut terus dipertahankan agar ketertiban tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Cabai Medan 40 Persen Lebih Mahal dari Cabai Lokal

    Cabai Medan 40 Persen Lebih Mahal dari Cabai Lokal

    ACEH UTARA – Harga cabai merah di Pasar Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, mencapai Rp70.000 per kilogram untuk produk asal Medan, Sumatera Utara. Sementara itu, cabai merah lokal dijual Rp50.000 per kilogram, menciptakan selisih harga hingga Rp20.000 di tengah kebutuhan masyarakat terhadap komoditas pangan tersebut, Sabtu (17/10/2026).

    Perbedaan harga itu menjadi salah satu sorotan perdagangan bahan pangan di pasar setempat. Selain asal pasokan, ukuran cabai, kualitas produk, dan biaya distribusi turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pembentukan harga di tingkat pedagang.

    Nazar, salah seorang pedagang di Pasar Panton Labu, mengatakan cabai merah lokal kini lebih banyak tersedia dibandingkan pekan sebelumnya. Namun, ukuran cabai lokal cenderung lebih kecil dibandingkan produk yang didatangkan dari luar daerah.

    “Alhamdulillah, dalam sepekan ini sudah banyak cabai merah lokal. Hanya saja, ukuran cabai lokal agak kecil-kecil. Kalau bawang merah lokal, kualitasnya sama,” kata Nazar kepada media, Sabtu (17/10/2026).

    Berdasarkan pantauan harga di pasar tersebut, cabai merah lokal dijual Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai merah asal Medan berkisar Rp65.000–Rp70.000 per kilogram. Adapun cabai rawit dipasarkan dengan harga Rp60.000–Rp70.000 per kilogram.

    Selisih harga cabai merah lokal dan produk asal Medan memberikan alternatif bagi konsumen untuk menyesuaikan belanja dengan anggaran rumah tangga. Meski demikian, perbandingan harga tetap perlu mempertimbangkan ukuran dan karakteristik produk yang ditawarkan pedagang.

    Di tengah tersedianya cabai lokal, rantai pasok sayuran di Pasar Panton Labu masih sangat bergantung pada daerah luar Aceh. Nazar memperkirakan lebih dari 90 persen pasokan sayuran yang dijualnya berasal dari Medan, Sumatera Utara.

    “Kalau masalah sayur-sayuran, 90 persen lebih kita masih mengandalkan dari Medan,” ujarnya.

    Ketergantungan tersebut memperlihatkan pentingnya distribusi antardaerah dalam menjaga ketersediaan bahan pangan di pasar Aceh Utara. Gangguan pengiriman maupun perubahan biaya angkut berpotensi memengaruhi harga jual komoditas yang didatangkan dari luar daerah.

    Di sisi lain, peningkatan produksi sayuran lokal berpeluang memperkuat pasokan pasar sekaligus membuka ruang pendapatan bagi petani di Aceh. Namun, upaya tersebut membutuhkan kesinambungan produksi, kualitas hasil panen, serta sistem distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan pedagang dan konsumen.

    Untuk komoditas bawang merah, produk asal Brebes, Jawa Tengah, dijual Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah lokal asal Pidie, Aceh, dipasarkan dengan harga Rp25.000 per kilogram.

    Perubahan harga juga terjadi pada sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Gula pasir naik dari Rp19.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. Sebaliknya, Minyakita kemasan satu liter turun dari Rp19.000 menjadi Rp18.000 per kemasan.

    Sementara itu, minyak goreng curah dijual Rp21.000 per kilogram. Adapun jeruk nipis lokal dari Kecamatan Langkahan dipasarkan Rp10.000 per kilogram dan tomat Rp12.000 per kilogram.

    Variasi harga tersebut membuat konsumen perlu menyesuaikan komposisi belanja, terutama ketika sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan secara bersamaan. Bagi pedagang, perubahan harga dan ketersediaan barang juga menjadi pertimbangan dalam menentukan jumlah stok yang harus disiapkan.

    Dari sisi penjualan, Nazar menilai aktivitas perdagangan masih relatif normal. Namun, permintaan terhadap sejumlah bahan pangan dapat berkurang pada akhir pekan, terutama ketika dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak beroperasi pada hari Minggu mengikuti libur sekolah.

    Perubahan aktivitas pembelian tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pedagang dalam mengatur persediaan. Stok yang terlalu besar berisiko tidak terserap ketika permintaan melemah, sedangkan persediaan yang terbatas dapat menyulitkan pedagang saat pembelian kembali meningkat.

    Pergerakan harga cabai di Pasar Panton Labu pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan perbedaan harga jual antarpedagang, tetapi juga mencerminkan peran pasokan lokal, distribusi antardaerah, dan perubahan permintaan dalam perdagangan pangan.***

    Editor: Syahrul Usman

  • Adhifatra Agussalim Dukung Budayantara Fest 2026 untuk Solidaritas Palestina

    Adhifatra Agussalim Dukung Budayantara Fest 2026 untuk Solidaritas Palestina
    Ketua Dewan Pengurus Wilayah Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera (DPW GAMIES) Provinsi Aceh, Adhifatra Agussalim. Dok Ist/pasesatu.com

    BANDA ACEH | PASESATU.COM – Ketua Dewan Pengurus Wilayah Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera (DPW GAMIES) Provinsi Aceh, Adhifatra Agussalim, mendukung pelaksanaan Budayantara Fest 2026 sebagai wadah penguatan solidaritas kemanusiaan dan persahabatan Indonesia–Palestina. Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat.

    Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB itu mengusung tema “Penanaman Pohon Persahabatan Indonesia–Palestina”. Acara ini dirancang untuk memadukan pelestarian lingkungan, pertukaran budaya, edukasi kemanusiaan, dan aksi solidaritas bagi rakyat Palestina.

    Adhifatra menilai Budayantara Fest 2026 dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan sekaligus menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam memperoleh kemerdekaan, keadilan, dan kehidupan yang bermartabat.

    “Kami dari DPW GAMIES Provinsi Aceh mendukung penuh kegiatan Budayantara Fest 2026. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat, mempererat persahabatan Indonesia–Palestina, serta menjadi bagian dari upaya bersama untuk menyuarakan perdamaian dan mendukung terwujudnya Palestina yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat,” ujar Adhifatra, Jumat (16/10/2026).

    Menurut dia, pendekatan budaya dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai persaudaraan dan kepedulian sosial, terutama kepada generasi muda. Melalui kegiatan yang melibatkan berbagai komunitas, pesan kemanusiaan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

    Budayantara Fest 2026 merupakan hasil kolaborasi dengan Renee Partina selaku CEO AVR dan Masdjo Arifin sebagai pengurus BMDN. Sejumlah agenda direncanakan mengisi festival tersebut, mulai dari pertunjukan seni dan budaya, pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kegiatan komunitas, hingga diskusi serta edukasi mengenai isu kemanusiaan.

    Salah satu agenda utamanya adalah penanaman pohon persahabatan Indonesia–Palestina. Kegiatan ini diharapkan menjadi simbol hubungan persahabatan sekaligus pengingat bahwa dukungan terhadap nilai-nilai kemanusiaan perlu diwujudkan melalui aksi nyata dan berkelanjutan.

    Adhifatra juga mengajak organisasi kemasyarakatan, komunitas pemuda, pelaku UMKM, serta pegiat sosial untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang mengedepankan perdamaian dan solidaritas lintas bangsa.

    Ia berharap keterlibatan berbagai elemen masyarakat dapat memperluas gerakan kepedulian terhadap Palestina sekaligus mendorong terciptanya kehidupan yang aman, adil, dan damai bagi seluruh masyarakat dunia.

    “Dari budaya untuk kemanusiaan. Semoga setiap langkah kecil yang kita lakukan menjadi bagian dari harapan besar bagi perdamaian dunia dan kemerdekaan Palestina,” tutupnya.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Juliana Dorong Siswa SMAN 1 Tanah Jambo Aye Asah Kepemimpinan Lewat Pramuka

    Juliana Dorong Siswa SMAN 1 Tanah Jambo Aye Asah Kepemimpinan Lewat Pramuka

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kepala SMAN 1 Tanah Jambo Aye, Juliana, S.Pd., M.Pd., mendorong siswa mengasah jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab melalui kegiatan kepramukaan. Pembinaan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Gladian Pimpinan Satuan (Dianpinsat), Gladian Pimpinan Sangga, dan Gladian Pimpinan Regu Tahun 2026 yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Aceh Utara pada 16–18 Oktober 2026.

    Juliana mengatakan, pendidikan karakter perlu mendapat perhatian yang seimbang dengan pencapaian akademik. Menurut dia, kegiatan kepramukaan menjadi salah satu sarana efektif untuk membentuk mental, moral, kemandirian, dan kemampuan berorganisasi peserta didik.

    “Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu diimbangi dengan penguatan mental, moral, dan jiwa kepemimpinan,” kata Juliana, Jumat (16/10/2026).

    Kegiatan Dianpinsat 2026 dipusatkan di Jalan KKA–Bener Meriah Kilometer 37, Dusun Jabal Antara, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anggota Pramuka untuk meningkatkan keterampilan memimpin, membangun kerja sama, serta memahami tanggung jawab dalam organisasi.

    Juliana menilai, keterampilan tersebut penting untuk menyiapkan pelajar agar mampu menjadi pemimpin yang disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

    Menurut dia, pembinaan melalui kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian dari upaya sekolah membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan dan sikap yang baik.

    Melalui kegiatan kepramukaan, siswa diharapkan semakin berani mengambil tanggung jawab, menghargai sesama, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

    Dengan demikian, Pramuka tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga wadah pembelajaran untuk membentuk calon pemimpin muda yang tangguh, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Paket MBG TK PAUD Buah Hati Diletakkan di Atas Tanah, Kepala SPPG Sebut Persoalan Selesai

    Paket MBG TK PAUD Buah Hati Ditemukan di Atas Tanah, Kepala SPPG Sebut Persoalan Selesai

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Penempatan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung di atas tanah halaman TK PAUD Buah Hati, Gampong Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, kembali menuai teguran. Peristiwa yang terdokumentasi pada Selasa (13/10/2026) itu menjadi sorotan terkait penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam pendistribusian makanan bagi anak usia dini.

    Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Matang Sijuek Barat, Jannatunnain, S.E., M.S.M., menyatakan persoalan tersebut telah diselesaikan bersama unsur TNI dan kepolisian beberapa hari sebelumnya. Namun, ia belum merinci bentuk penyelesaian, hasil evaluasi, maupun langkah teknis untuk mencegah kejadian serupa terulang.

    “Masalah ini sudah selesai dengan Koramil, Kapolsek, dan Polres Aceh Utara beberapa hari lalu. Laporan ini juga sudah masuk ke sana. Kami sudah menyelesaikan masalah ini dengan mereka,” kata Jannatunnain saat dikonfirmasi.

    Jannatunnain juga menyarankan agar media meminta penjelasan terlebih dahulu kepada mitra SPPG, yakni Yayasan Gizi Utama Nusantara, melalui perwakilan bernama Kak Liza.

    Berdasarkan dokumentasi yang diterima media, sejumlah wadah makanan MBG terlihat ditumpuk langsung di atas permukaan tanah halaman sekolah. Pada saat bersamaan, petugas tampak melakukan administrasi serah terima paket makanan kepada seorang guru.

    Informasi yang dihimpun menyebutkan, penempatan paket tersebut telah mendapat teguran sebanyak dua kali pada hari yang berbeda dari Sofiyan Adam, pimpinan yayasan TK PAUD Buah Hati sekaligus tokoh setempat. Meski demikian, kronologi lengkap kedua teguran tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang terlibat.

    Sebelumnya, petugas pengantar disebut membantah teguran itu dengan menyatakan tidak ada aturan khusus atau larangan dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai penempatan makanan tersebut.

    Pernyataan itu perlu diklarifikasi dengan merujuk pada pedoman operasional resmi yang berlaku. Sebab, kebersihan lokasi penerimaan dan perlindungan makanan dari potensi kontaminasi merupakan aspek penting dalam pendistribusian pangan, terlebih makanan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak.

    Dalam panduan pelaksanaan MBG yang menjadi rujukan dalam persoalan ini, makanan yang diterima sekolah disebut perlu ditempatkan di atas meja atau alas lain yang berfungsi sebagai meja pada area transit yang telah disiapkan, bukan langsung di lantai atau permukaan sejenisnya.

    Karena itu, pengelola SPPG dan mitra yayasan perlu memberikan penjelasan mengenai prosedur penyerahan makanan yang diterapkan, termasuk kesesuaian praktik di lapangan dengan ketentuan operasional yang berlaku.

    Untuk memperoleh keberimbangan informasi, media juga telah menghubungi Kak Liza selaku perwakilan mitra Yayasan Gizi Utama Nusantara melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini disusun, balasan yang diterima hanya berupa salam, “Waalaikum salam.” Belum ada penjelasan substantif mengenai kejadian tersebut, standar operasional distribusi, maupun langkah evaluasi yang akan dilakukan.

    Persoalan ini menjadi perhatian karena program MBG ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik, termasuk anak-anak pada jenjang pendidikan anak usia dini. Pelaksanaannya tidak hanya menuntut ketepatan jumlah dan waktu pengiriman, tetapi juga penerapan prosedur kebersihan dan keamanan pangan sejak makanan disiapkan hingga diterima pihak sekolah.

    Keterangan Kepala SPPG mengenai penyelesaian persoalan bersama unsur TNI dan kepolisian juga perlu diperjelas, terutama terkait tindak lanjut teknis dan upaya pencegahan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

    Hingga berita ini diterbitkan, media belum memperoleh penjelasan substantif dari mitra Yayasan Gizi Utama Nusantara. Ruang hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka bagi pengelola SPPG, pihak yayasan, serta instansi berwenang untuk memberikan penjelasan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. ***

    Editor : Syahrul Usman

  • Perkuat Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Aceh Utara Optimalkan Lahan dan Sarana Pertanian

    Perkuat Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Aceh Utara Optimalkan Lahan dan Sarana Pertanian
    Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Ir. Mirza Gunawan, S.T., M.A.P., CPSp., CCMS. (Dok. UG)


    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara memperkuat upaya menjaga produktivitas pertanian melalui pembenahan jaringan irigasi, normalisasi saluran pembuangan air, serta optimalisasi lahan pertanian. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko genangan di kawasan persawahan sekaligus meningkatkan intensitas tanam di tengah ancaman banjir dan perubahan iklim.

    Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendukung program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan normalisasi saluran pembuangan air.

    Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian karena rawan genangan meliputi Kecamatan Pirak Timu, Matangkuli, dan Lhoksukon. Pembenahan infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperlancar sirkulasi air, mengurangi potensi genangan di lahan persawahan, serta membantu petani menjalankan kegiatan budidaya secara lebih optimal.

    Selain memperbaiki infrastruktur pengairan, dinas terkait juga mendorong optimalisasi lahan (Opla) untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Program ini menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 100 menjadi 200 hingga 300, sesuai karakteristik lahan, ketersediaan air, dan kondisi teknis di lapangan.

    Peningkatan indeks pertanaman memungkinkan petani mengusahakan lahan lebih intensif dalam setahun. Namun, pencapaian target tersebut memerlukan dukungan pengairan yang memadai, pengelolaan lahan yang tepat, serta penyesuaian jadwal tanam dengan kondisi cuaca.

    Untuk mendukung upaya tersebut, sektor pertanian Aceh Utara turut diperkuat melalui bantuan sarana dan alat mesin pertanian dari Kementerian Pertanian, termasuk pompa air dan traktor roda empat. Peralatan ini diharapkan membantu mempercepat pengolahan tanah, mempermudah pengelolaan air, serta mendukung persiapan musim tanam, khususnya pada musim tanam gadu ketika curah hujan cenderung terbatas.

    Di tengah perubahan pola cuaca yang semakin menantang, Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara juga perlu memperkuat penerapan pertanian cerdas iklim. Langkah ini mencakup penyesuaian kalender tanam, penggunaan varietas benih yang sesuai dengan kondisi lingkungan, serta pemanfaatan teknologi untuk membantu petani mengantisipasi risiko gagal panen.

    Koordinasi antara pemerintah daerah, kementerian terkait, perguruan tinggi, dan kelompok tani menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Melalui kolaborasi ini, penanganan persoalan pertanian diharapkan tidak hanya bersifat reaktif ketika banjir terjadi, tetapi juga mampu memperkuat kesiapan petani menghadapi perubahan cuaca.

    Dengan mengintegrasikan perbaikan irigasi, optimalisasi lahan, penyediaan alat mesin pertanian, dan penerapan teknologi adaptif, Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara berupaya menjaga keberlanjutan produksi padi. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah agar sektor pertanian tetap produktif di tengah ancaman banjir dan cuaca ekstrem.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Aceh Utara Resmi Daftar Calon Tuan Rumah PORA XVI 2030

    Aceh Utara Resmi Daftar Calon Tuan Rumah PORA XVI 2030

    BANDA ACEH | PASESATU.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Utara resmi mendaftarkan diri sebagai calon tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) XVI 2030. Pendaftaran tersebut ditandai dengan penyerahan berkas kepada KONI Aceh di Banda Aceh, Jumat (16/10/2026).

    Berkas pendaftaran diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporaparekraf), di Kantor KONI Aceh, Jalan H. Murtala No. 1, Kota Alam, Banda Aceh. Berkas tersebut diterima langsung oleh Ketua Tim TPP, Muslim Hasan, bersama jajaran pengurus KONI Aceh.

    Turut hadir dalam penyerahan berkas itu Ketua KONI Aceh Utara, Wakil Ketua KONI Aceh Utara, Sekretaris Umum KONI Aceh Utara, serta Kepala Bidang Olahraga Disporaparekraf Kabupaten Aceh Utara.

    Pendaftaran ini menjadi langkah awal bagi Aceh Utara untuk memperoleh kepercayaan sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar di Provinsi Aceh tersebut. Selanjutnya, pemerintah daerah bersama KONI Aceh Utara perlu mempersiapkan berbagai aspek pencalonan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan KONI Aceh.

    Jika terpilih, penyelenggaraan PORA XVI 2030 di Aceh Utara diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet, mendorong peningkatan prestasi olahraga, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pergerakan sektor usaha, pariwisata, dan jasa selama pelaksanaan kegiatan.

    Selain menjadi arena kompetisi bagi atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Aceh, PORA juga berpotensi menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan dan peningkatan sarana serta prasarana olahraga di Aceh Utara.

    Untuk mewujudkan target tersebut, koordinasi antara pemerintah kabupaten, KONI, dan para pemangku kepentingan dinilai penting, terutama dalam memastikan kesiapan fasilitas, dukungan penyelenggaraan, serta pemenuhan seluruh ketentuan pencalonan.

    Kini, Aceh Utara memasuki tahapan berikutnya dalam proses pencalonan tuan rumah PORA XVI 2030. Keputusan akhir berada pada mekanisme penetapan yang dilakukan KONI Aceh berdasarkan ketentuan yang berlaku.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Ayah Wa Perjuangkan Pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Aceh Utara

    Ayah Wa Perjuangkan Pembangunan Sekolah Unggulan Garuda di Aceh Utara
    Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Dr. (C) Jamaluddin, S.Pd., M.Pd., menyerahkan berkas terkait rencana pembangunan Sekolah Unggul Garuda kepada Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI), Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, dalan pertemuan di Jakarta, Jumat (16/10/2026), sebagai bagian dari upaya memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di Aceh Utara. Dok ist/pasesatu.com


    JAKARTA | PASESATU.COM – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., atau yang akrab disapa Ayah Wa, menemui Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI), Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, di Kementerian Pertahanan RI, Jumat (16/10/2026), untuk membahas peluang dukungan dan percepatan pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Kabupaten Aceh Utara.

    Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memperluas akses pendidikan berkualitas dan membuka peluang bagi generasi muda daerah untuk memperoleh pendidikan unggulan.

    Dalam pertemuan itu, Ayah Wa didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Dr. (C) Jamaluddin, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Ir. Jaffar, S.T., M.SM., serta Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli.

    Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, mengatakan Bupati Ayah Wa terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan guna membuka peluang realisasi pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Aceh Utara.

    “Bupati Ayah Wa terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, untuk memperjuangkan dukungan terhadap rencana pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Aceh Utara,” ujar Muntasir.

    Menurut Muntasir, kehadiran sekolah unggul tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan generasi muda Aceh Utara untuk mengakses pendidikan berkualitas, mengembangkan potensi diri, dan meraih prestasi.

    Ia mengatakan, pengembangan sekolah unggul juga sejalan dengan agenda penguatan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

    Karena itu, kata dia, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk menindaklanjuti rencana tersebut, termasuk pembahasan kebijakan dan kesiapan aspek pendukung pembangunan.

    “Pak Bupati berkomitmen mengawal berbagai program prioritas yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Kami berharap komunikasi dan koordinasi yang dibangun ini menjadi langkah positif bagi terwujudnya Sekolah Unggul Garuda di Aceh Utara,” katanya.

    Keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Dinas PUPR dalam pertemuan tersebut turut mendukung pembahasan dari sisi kebutuhan pendidikan dan kesiapan infrastruktur daerah.

    Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap komunikasi berkelanjutan dengan pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan dapat membuka jalan bagi realisasi pembangunan Sekolah Unggul Garuda.

    Melalui upaya tersebut, Pemkab Aceh Utara menargetkan terbukanya peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.***

    Editor : Syahrul Usman