12 Sekolah di Langkahan Belum Terima MBG, Baru Dua dari Enam Dapur Beroperasi

Ditulis oleh

di

Dapur MBG di Kecamatan Langkahan
Salah satu fasilitas dapur MBG di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Dari enam dapur yang telah dibangun di wilayah tersebut, baru dua yang dilaporkan beroperasi, menurut keterangan tokoh masyarakat setempat. Dok Ist/pasesatu.com


ACEH UTARA | PASESATU.COM — Sebanyak 12 sekolah di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, belum menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Jumat, 16 Oktober 2026. Dari enam dapur yang telah dibangun di wilayah itu, baru dua yang beroperasi. Sementara itu, siswa di delapan sekolah dasar, tiga sekolah menengah pertama, dan satu sekolah menengah atas masih menunggu kepastian penyaluran makanan.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Langkahan, Rusli, S.Pd., mengaku kesulitan menjawab pertanyaan siswa yang berulang kali menanyakan kapan mereka memperoleh MBG.

“Saya sudah tidak sanggup lagi menjawab pertanyaan para siswa saat mereka bertanya, kapan kami dapat MBG,” kata Rusli, yang juga menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah dasar negeri di Langkahan.

Sebanyak 12 sekolah yang disebut belum menerima program tersebut adalah SDN 2, SDN 4, SDN 5, SDN 8, SDN 9, SDN 10, SDN 12, SDN 13, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, dan SMAN 2.

Belum tersalurkannya MBG juga memunculkan pertanyaan dari kalangan orang tua. Mereka mempertanyakan alasan anak-anaknya belum memperoleh program tersebut, sementara siswa di sekolah lain telah menerima layanan serupa.

Empat Dapur Belum Beroperasi

Tokoh masyarakat Langkahan, Munawir, mengatakan enam dapur MBG telah dibangun di kecamatan itu. Namun, baru dua dapur yang beroperasi, masing-masing di Desa Simpang Tiga dan Desa Krueng Lingka.

Dengan demikian, empat dapur lainnya masih belum beroperasi berdasarkan keterangan tersebut. Masyarakat berharap pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) segera mempercepat pengoperasian fasilitas yang tersisa agar penyaluran MBG dapat menjangkau lebih banyak sekolah.

Pembangunan dapur belum otomatis membuat makanan sampai kepada siswa. Kesiapan operasional dan distribusi menjadi bagian penting agar program dapat berjalan sesuai sasaran.

Rusli dan Munawir berharap pihak terkait memberikan penjelasan mengenai kendala yang menyebabkan sejumlah dapur belum beroperasi, termasuk tahapan yang masih harus diselesaikan dan jadwal penyaluran kepada sekolah-sekolah yang belum terlayani.

Sejumlah siswa berada di ruang kelas saat kegiatan sekolah berlangsung di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Hingga 16 Oktober 2026, sejumlah sekolah di kecamatan tersebut dilaporkan belum menerima program MBG. Dok Ist/pasesatu.com

Penantian MBG berlangsung ketika masyarakat Langkahan masih berupaya memulihkan kehidupan setelah banjir yang melanda wilayah tersebut pada 2025. Dalam situasi itu, pemenuhan kebutuhan anak-anak, termasuk dukungan terhadap asupan gizi dan kegiatan belajar, menjadi perhatian masyarakat.

Bagi pihak sekolah, ketidakpastian pelaksanaan program menempatkan guru dan kepala sekolah pada posisi sulit. Mereka harus menjawab pertanyaan siswa dan orang tua, meskipun keputusan mengenai operasional dapur dan penyaluran makanan berada di luar kewenangan sekolah.

Masyarakat berharap pemerintah dan BGN segera memastikan kapan sekolah-sekolah tersebut mulai menerima layanan MBG. Kepastian jadwal dinilai penting agar siswa dan orang tua tidak terus menunggu tanpa kejelasan.***

Editor : Syahrul Usman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *