Blog

  • Sayuti Achmad Serahkan Dukungan dari 15 Daerah untuk Maju sebagai Calon Ketua PWI Aceh

    Sayuti Achmad Serahkan Dukungan dari 15 Daerah untuk Maju sebagai Calon Ketua PWI Aceh

    BANDA ACEH | PASESATU.COM – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe, Sayuti Achmad, menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Ketua PWI Aceh periode 2026–2031 kepada panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII PWI Aceh, Senin (19/10/2026). Dalam pendaftaran tersebut, Sayuti turut menyertakan berkas dukungan awal dari 15 daerah di Aceh.

    Penyerahan berkas berlangsung di Kantor PWI Aceh, kawasan Simpang Lima, Banda Aceh. Sayuti hadir bersama rombongan dan menyerahkan dokumen pendaftaran kepada tim Steering Committee (SC).

    Kedatangan Sayuti disambut Ketua SC Konferprov XIII PWI Aceh, Azwani Awi, bersama Sekretaris SC, Iranda Novandi; Ketua Pokja Verifikasi, Imran Joni; anggota Pokja Kuorum Persidangan, Azhari Usman; serta sejumlah panitia lainnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Sayuti menyatakan kesiapannya mengikuti proses pemilihan Ketua PWI Aceh. Ia menyampaikan optimisme terhadap pencalonannya.

    “Kami datang untuk menang,” kata Sayuti.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada anggota PWI yang telah memberikan dukungan terhadap langkahnya mengikuti kontestasi kepemimpinan organisasi profesi wartawan di Aceh tersebut.

    Sayuti berharap seluruh tahapan Konferprov XIII PWI Aceh berjalan lancar sesuai dengan ketentuan organisasi. Ia juga berharap PWI Aceh terus berkembang menjadi organisasi yang profesional serta mampu menjaga marwah pers di Aceh.

    “Kami juga berharap PWI Aceh terus berkembang menjadi organisasi yang lebih profesional dan mampu menjaga marwah pers di Aceh,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Sayuti Achmad, Gito Rolies, mengatakan pihaknya masih menerima berkas dukungan dari anggota PWI Aceh untuk mendukung pencalonan Sayuti sebagai Ketua PWI Aceh periode 2026–2031.

    Gito mengajak anggota PWI Aceh untuk membangun kebersamaan dan mendukung penguatan organisasi agar semakin solid, profesional, serta mampu meningkatkan kualitas wartawan di Aceh.

    “Kami mengajak kawan-kawan PWI Aceh untuk berjalan bersama Sayuti Achmad. Mari kita bangun kebersamaan dan membawa PWI Aceh menjadi organisasi yang semakin profesional, solid, serta mampu memperjuangkan kepentingan dan meningkatkan kualitas wartawan di Aceh,” ujar Gito, yang juga menjabat Sekretaris Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) wilayah Aceh.

    Di sisi lain, Ketua SC Konferprov XIII PWI Aceh, Azwani Awi, mengatakan panitia akan memeriksa seluruh berkas dukungan yang diserahkan para bakal calon untuk memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

    Menurut Azwani, panitia berkomitmen menjalankan seluruh tahapan konferensi secara objektif dan tidak memihak kepada bakal calon tertentu.

    “Panitia berkomitmen menjalankan seluruh tahapan konferensi secara objektif dan tidak memihak kepada bakal calon tertentu,” tegasnya.

    Ia menambahkan, seluruh pihak yang terlibat diharapkan menghormati mekanisme dan ketentuan organisasi selama proses Konferprov XIII PWI Aceh berlangsung.

    Azwani juga menegaskan bahwa netralitas merupakan prinsip penting yang harus dijaga oleh seluruh panitia. Ia menyebutkan, tindakan akan diambil terhadap anggota panitia yang terbukti melanggar prinsip netralitas dalam menjalankan tugasnya.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Tokoh Masyarakat Desak Kapolres Aceh Timur Berantas Narkoba di Madat hingga ke Akar Jaringan

    Tokoh Masyarakat Desak Kapolres Aceh Timur Berantas Narkoba di Madat hingga ke Akar Jaringan

    ACEH TIMUR | PASESATU.COM – Tokoh masyarakat Kecamatan Madat, Masri, meminta Kapolres Aceh Timur, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., mengambil langkah konkret untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut, termasuk mengungkap jaringan pemasoknya.

    Permintaan itu disampaikan Masri dalam pertemuan silaturahmi Kapolres Aceh Timur bersama unsur Muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, para imum mukim, forum keuchik, dan warga di Caffe Halimon, Desa Tanjong Minjei, Kecamatan Madat, Senin (19/10/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, Masri berharap persoalan peredaran narkoba di Kecamatan Madat mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti melalui upaya penegakan hukum yang nyata serta berkelanjutan.

    “Harapan kami, ini bukan hanya seremonial, tetapi harus ada tindakan konkret untuk memberantas peredaran narkoba di Kecamatan Madat, mulai dari yang kecil hingga ke akar-akarnya. Kami ingin masyarakat hidup lebih aman dan generasi muda terlindungi dari bahaya narkoba,” ujar Masri.

    Menurutnya, peredaran narkoba merupakan persoalan serius yang dapat mengancam masa depan generasi muda, memengaruhi keharmonisan keluarga, serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Karena itu, ia berharap kepolisian tidak hanya menindak pelaku di tingkat peredaran, tetapi juga menelusuri jaringan pemasok dan pihak-pihak yang terlibat berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang sah.

    Masri juga berharap upaya pemberantasan narkoba diimbangi dengan langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, serta kerja sama antara kepolisian, tokoh masyarakat, dan perangkat gampong.

    Pertemuan tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk mendorong penanganan persoalan narkoba secara berkelanjutan.

    Bagi masyarakat Kecamatan Madat, upaya pemberantasan narkoba menjadi salah satu harapan untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Abu Sofyan Suri Peusijuk Kapolres Aceh Timur, Perkuat Silaturahmi dengan Ulama

    Abu Sofyan Suri Peusijuk Kapolres Aceh Timur, Perkuat Silaturahmi dengan Ulama

    ACEH TIMUR | PASESATU.COM – Pimpinan Pesantren Darul Abrar, Abu Sofyan Suri, melaksanakan prosesi peusijuk atau tepung tawar untuk Kapolres Aceh Timur, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., di Caffe Halimon, Desa Tanjong Minjei, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Senin (19/10/2026).

    Prosesi adat tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa agar Kapolres Aceh Timur senantiasa diberikan keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas, serta mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Peusijuk merupakan tradisi masyarakat Aceh yang mengandung nilai-nilai doa, keberkahan, dan harapan baik. Tradisi ini juga menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap adat istiadat setempat sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara tokoh agama, kepolisian, dan masyarakat.

    Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan hubungan antara Polres Aceh Timur dengan tokoh agama serta masyarakat di Kecamatan Madat.

    Dalam konteks pelayanan publik, semangat Polri Presisi yang merupakan singkatan dari prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan diharapkan dapat diwujudkan melalui pelayanan yang humanis, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.

    Hubungan yang baik antara kepolisian, ulama, dan masyarakat juga diharapkan dapat mendukung upaya menjaga kerukunan, mencegah potensi gangguan keamanan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

    Melalui kegiatan yang mengedepankan penghormatan terhadap adat istiadat dan nilai-nilai keagamaan tersebut, sinergi antara Polres Aceh Timur, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Aceh Timur.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Cegah Hoaks dan Perundungan, Polsek Tanah Jambo Aye Edukasi Siswa SMPN 1

    Cegah Hoaks dan Perundungan, Polsek Tanah Jambo Aye Edukasi Siswa SMPN 1

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Polsek Tanah Jambo Aye, Polres Aceh Utara, memberikan edukasi kepada siswa SMP Negeri 1 Tanah Jambo Aye mengenai bahaya penyebaran berita bohong (hoaks) dan perundungan (bullying). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar dalam menggunakan teknologi secara bijak serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.

    Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (19/10/2026), kegiatan yang dikemas dalam program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) tersebut dimulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan personel Polsek Tanah Jambo Aye, Kepala SMP Negeri 1 Tanah Jambo Aye, Anwar, S.Pd., M.Pd., serta dewan guru.

    Dalam sosialisasi tersebut, personel kepolisian memberikan pemahaman kepada para siswa tentang dampak negatif penyebaran hoaks, termasuk risiko membagikan berita, foto, dan video tanpa memeriksa kebenaran informasi serta tanpa memperhatikan privasi dan hak pihak yang bersangkutan.

    Para siswa juga diimbau agar lebih bijak dalam menggunakan telepon seluler dan media sosial, tidak mudah meneruskan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari tindakan perundungan, baik secara langsung maupun melalui media digital.

    Selain itu, personel kepolisian mengingatkan pentingnya menjaga etika dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diajak untuk menghormati guru dan orang yang lebih tua, menjaga perilaku di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, serta membangun hubungan pertemanan yang dilandasi sikap saling menghargai.

    Melalui program Polidik, Polsek Tanah Jambo Aye berharap para pelajar semakin memahami dampak penyebaran hoaks dan perundungan serta mampu menerapkan perilaku yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menggunakan teknologi digital.

    Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kondusif. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian bersama pihak sekolah untuk meningkatkan kesadaran pelajar sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar mengajar.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Cegah Kemacetan Jam Masuk Sekolah, Polsek Tanah Jambo Aye Atur Lalu Lintas

    Cegah Kemacetan Jam Masuk Sekolah, Polsek Tanah Jambo Aye Atur Lalu Lintas

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Personel Polsek Tanah Jambo Aye, Polres Aceh Utara, melaksanakan pengaturan lalu lintas melalui kegiatan Strong Point di Jalan Medan–Banda Aceh, tepatnya di Simpang Empat Kota Panton Labu, Senin (19/10/2026) pagi.

    Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut bertujuan mengantisipasi kemacetan pada jam masuk sekolah sekaligus menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

    Sebanyak lima personel dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Pengamanan dipimpin oleh Iptu Hasbi M. Isya, S.A.P., bersama Ipda Indra Gunawan, S.H., M.H., Aiptu Ulil Amri, S.E., Aipda Muliadi, dan Brigadir Aula Fahmi, S.H.

    Petugas melakukan pengaturan arus kendaraan di jalan raya serta sejumlah titik yang ramai dilalui pelajar tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

    Kehadiran personel kepolisian di lokasi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para pelajar yang berangkat ke sekolah.

    Melalui kegiatan rutin ini, Polsek Tanah Jambo Aye berupaya mengurangi potensi kemacetan dan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk di pagi hari.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat dalam mendukung terciptanya lalu lintas yang tertib, aman, dan lancar, serta meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Siswi SMA Swasta Iskandar Muda Lolos Grand Final Olimpiade PAI Nasional 2026, Aceh Utara Bangkit!

    Siswi SMA Swasta Iskandar Muda Lolos Grand Final Olimpiade PAI Nasional 2026, Aceh Utara Bangkit!

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Aceh Utara. Nursiyah, siswi SMA Swasta Iskandar Muda, berhasil lolos seleksi menuju tahap Grand Final Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) Nasional V Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 November 2026 di Lampung.

    Keberhasilan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan Aceh Utara sekaligus bukti bahwa pelajar daerah mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya di tingkat nasional.

    Berdasarkan informasi pada poster ucapan selamat dari Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Nursiyah akan melanjutkan perjuangannya pada babak grand final dalam ajang yang diselenggarakan oleh Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII).

    Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi para pelajar lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, memperdalam ilmu agama, serta berani berkompetisi dalam berbagai ajang akademik tingkat nasional.

    Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Dr. Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd., turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas keberhasilan Nursiyah menembus tahap grand final tersebut.

    Prestasi Nursiyah menjadi salah satu kabar positif dari sektor pendidikan Aceh Utara.

    Keberhasilannya tidak hanya membawa kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga membuka peluang untuk memperkenalkan potensi generasi muda daerah di panggung nasional.

    Kini, harapan tertuju pada perjuangan Nursiyah di Lampung. Semoga ia mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Aceh Utara pada Olimpiade Pendidikan Agama Islam Nasional V Tahun 2026.

    Aceh Utara bangkit, pelajarnya berprestasi, dan generasi mudanya siap bersaing di tingkat nasional.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Harga Gabah Aceh Utara Rp7.400 per Kilogram, Selisih hingga Rp900 di Atas HPP

    Harga Gabah Aceh Utara Rp7.400 per Kilogram, Selisih hingga Rp900 di Atas HPP

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Harga Gabah Kering Panen (GKP) di Kabupaten Aceh Utara masih bertahan di kisaran Rp7.300 hingga Rp7.400 per kilogram. Harga tersebut tercatat lebih tinggi Rp800 hingga Rp900 per kilogram dibandingkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi petani karena memberikan peluang memperoleh pendapatan yang lebih baik dari hasil panen.

    Berdasarkan pantauan di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Cot Girek dan Baktiya, Minggu (18/10/2026), harga gabah di tingkat petani masih berada di atas HPP. Dengan selisih tersebut, petani memperoleh harga jual sekitar 12,3 hingga 13,8 persen lebih tinggi dibandingkan patokan HPP.

    Husaini, salah seorang petani di Kecamatan Tanah Jambo Aye, mengatakan harga gabah saat ini berkisar Rp7.300 hingga Rp7.400 per kilogram. Ia berharap harga tersebut dapat terus bertahan agar pendapatan petani tetap terjaga di tengah tingginya biaya produksi pertanian.

    “Harapan kami, harga gabah tetap tinggi dan stabil. Biaya bertani sekarang tidak sedikit, mulai dari pupuk sampai biaya pengolahan lahan. Kalau harga jual bagus, setidaknya hasil panen bisa menutupi biaya produksi dan menjadi modal untuk musim tanam berikutnya,” ujar Husaini.

    Menurutnya, selisih harga yang mencapai Rp800 hingga Rp900 per kilogram di atas HPP cukup berarti bagi petani. Jika harga tetap bertahan, penerimaan dari penjualan gabah dapat membantu petani memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mempersiapkan biaya untuk musim tanam selanjutnya.

    Harapan serupa disampaikan Ishak, petani di Kecamatan Baktiya. Ia menilai harga gabah yang stabil dan tetap berada di atas HPP sangat penting untuk memberikan kepastian bagi petani dalam menjalankan usaha tani.

    Bagi petani, mempertahankan harga gabah di atas HPP menjadi salah satu harapan utama, terutama ketika biaya pupuk, pengolahan lahan, dan kebutuhan produksi lainnya terus menjadi beban. Mereka juga khawatir harga akan turun ketika panen berlangsung serentak dan pasokan gabah meningkat di pasaran.

    Meski harga saat ini lebih tinggi daripada HPP, besarnya keuntungan bersih petani tetap bergantung pada biaya produksi dan hasil panen masing-masing. Karena itu, kestabilan harga menjadi faktor penting agar penerimaan yang diperoleh benar-benar dapat menopang keberlanjutan usaha tani.

    Petani berharap pemerintah dan pihak terkait terus menjaga stabilitas harga serta memastikan hasil panen terserap dengan harga yang layak. Dengan harga gabah yang bertahan Rp800 hingga Rp900 per kilogram di atas HPP, petani Aceh Utara berharap kesejahteraan mereka semakin membaik dan keberlanjutan produksi padi tetap terjaga.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Bocah Perempuan 8 Tahun Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Water Park Blang Aceh Utara

    Bocah Perempuan 8 Tahun Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Water Park Blang Aceh Utara

    ACEH UTARA |PASESATU.COM – Seorang anak perempuan berusia 8 tahun, Nafiza Ulfa, meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang Water Park Blang, Dusun Kuya Raoh, Gampong Lhok Seutuy, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (18/10/2026) sore.

    Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Korban datang ke lokasi wisata bersama ibunya, Mutia, sekitar pukul 15.00 WIB untuk berenang.

    Awalnya, korban berenang di kolam khusus anak-anak dengan kedalaman sekitar 80 sentimeter. Saat itu, ibunya juga berada di kolam untuk mengawasi korban.

    Namun, korban kemudian berpindah ke kolam dewasa yang memiliki kedalaman sekitar satu meter tanpa diketahui ibunya. Di kolam tersebut, korban diduga tenggelam.

    Sejumlah anak yang berada di lokasi mengetahui kejadian itu dan berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, ibu korban segera berupaya menyelamatkan putrinya.

    Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Baktiya bersama pengawas kolam renang untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Namun, setelah diperiksa oleh dokter, korban dinyatakan meninggal dunia.

    Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Gampong Lhok Seutuy untuk diserahkan kepada keluarga.

    Peristiwa ini menjadi perhatian terhadap pentingnya keselamatan anak di kawasan wisata air. Pengawasan orang tua dan kesiapsiagaan petugas kolam renang menjadi aspek penting dalam mencegah kejadian serupa.

    Pengelola tempat wisata air juga perlu memastikan ketersediaan petugas penyelamat, kejelasan penanda kedalaman kolam, serta perlengkapan keselamatan dan penanganan keadaan darurat.***

    Editor: Syahrul Usman

  • Pascabanjir, Lansia dan Siswa Buket Linteung Menanti Program MBG

    Pascabanjir, Lansia dan Siswa Buket Linteung Menanti Program MBG

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Lansia dan siswa di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, masih menantikan realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah diharapkan segera memberikan perhatian terhadap kebutuhan gizi masyarakat di desa yang terdampak parah banjir pada 2025 tersebut.

    Geuchik Buket Linteung, Mansur, mengatakan masyarakat, terutama kelompok lansia dan orang tua siswa, berharap program MBG dapat segera menjangkau desa mereka.

    “Kami berharap program MBG untuk wilayah 3T dapat segera direalisasikan. Apalagi desa kami termasuk wilayah yang mengalami dampak banjir sangat parah pada 2025. Warga dan para orang tua siswa sangat mengharapkan kehadiran program MBG,” ujar Mansur, Minggu (18/10/2026).

    Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah dan lansia perlu mendapat perhatian, terutama dalam proses pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana banjir.

    Mansur berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah konkret agar pelaksanaan program MBG menjangkau masyarakat di wilayah pedesaan, termasuk desa yang menghadapi tantangan akses dan pemulihan pascabencana.

    Ia menegaskan, masyarakat Buket Linteung berharap program tersebut segera terealisasi sehingga siswa dan lansia dapat merasakan manfaatnya sesuai dengan sasaran dan ketentuan yang berlaku.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Rumah Warga Ludes Terbakar di Meunasah Tuha, Forum Keuchik, BPBD, Dinsos Salurkan Bantuan

    Rumah Warga Ludes Terbakar di Meunasah Tuha,  Forum Keuchik, BPBD, Dinsos  Salurkan Bantuan

    ACEH BESAR | PASESATU.COM – Pemerintah Kecamatan Peukan Bada bersama Forum Keuchik, BPBD dan Dinas Sosial  Aceh Besar menyalurkan bantuan masa panik kepada tujuh anggota keluarga korban kebakaran yang menghanguskan rumah mereka di Gampong Meunasah Tuha, pada Jumat (17/10/2026) malam. 

    Kebakaran yang terjadi pada Jumat (17/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB itu menghanguskan satu unit rumah yang ditempati keluarga Zulfikar.

    Akibat musibah tersebut, tujuh anggota keluarga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Peukan Bada, Rusydi, SAg MPd, mengatakan pemerintah kecamatan bersama unsur terkait bergerak melakukan koordinasi dan pemantauan guna memastikan kondisi keluarga korban serta penanganan kebutuhan mendesak pasca kebakaran.

    Menurutnya, bantuan darurat menjadi salah satu langkah awal untuk meringankan beban keluarga yang terdampak musibah, terutama setelah kehilangan tempat tinggal.

    Selain berkoordinasi dengan aparatur gampong, pihak kecamatan juga melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Aceh Besar agar kebutuhan korban dapat ditindaklanjuti melalui penyaluran bantuan yang diperlukan.

    Bantuan sembako darurat turut disalurkan oleh Forum Keuchik Kecamatan Peukan Bada. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar juga menyalurkan bantuan masa panik bagi keluarga korban.

    Rusydi menjelaskan, selain kebutuhan pokok, keluarga korban juga membutuhkan tempat tinggal sementara berupa tenda serta perlengkapan pendukung lainnya.

    “Kebutuhan tersebut menjadi perhatian agar keluarga dapat menjalani masa darurat dengan lebih baik,” ujarnya. 

    Sementara Ketua Forum Keuchik Peukan Bada, Tjut Gunawan, bersama unsur setempat turut terlibat dalam upaya kepedulian terhadap keluarga yang terdampak.

    Penyaluran bantuan tersebut mencerminkan kerja sama antara pemerintah kecamatan, aparatur gampong, Forum Keuchik, dan BPBD dalam merespons musibah yang dialami masyarakat.

    Adapun tujuh anggota keluarga yang terdampak kebakaran tersebut terdiri atas Zulfikar, Nelly Sofita, Muhammad Zamzami Z., Asmaul Husna Z., Muhammad Amran Z., Fatimah Azzahra Z., dan Ahmad Uwais Al Warni Z.

    Pemerintah kecamatan bersama unsur terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan mendesak keluarga korban mendapat perhatian.

    Pemkab Aceh Besar melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Aceh Besar juga telah menyalurkan bantuan masa panik kepada keluarga Zulfikar (47), Jumat (16/10/2026) malam.

    Penyaluran bantuan itu sebagai respons untuk memenuhi kebutuhan mendesak keluarga yang terdampak musibah. 

    Turut hadir pada kesempatan itu Bupati Aceh Besar, Syech Muharram, Kepala Dinas Sosial Aceh Besar, Darwan Asrizal, SE, MT, bersama unsur terkait.***

    Penulis : Hamdani

    Editor   : Syahrul Usman