ACEH UTARA | PASESATU.COM — Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, SE., MM., atau Ayah Wa, memberikan penghargaan kepada para qari, qariah, hafiz, hafizah, dan peserta cabang Al-Qur’an berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional dan Provinsi Aceh.
Penghargaan tersebut diserahkan Ayah Wa dalam apel gabungan di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, Senin (5/10/2026), sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap perjuangan generasi Qur’ani Aceh Utara.
Salah satu penerima penghargaan adalah Raisya Annazira, yang meraih Juara I Hifzil Qur’an Golongan 30 Juz Putri pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Atas prestasi tersebut, Raisya menerima satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna merah-hitam yang diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Utara. Selain kendaraan, pemerintah daerah juga memberikan bonus uang tunai dan piagam penghargaan.
Untuk peraih Juara I, bonus uang tunai yang diberikan sebesar Rp15 juta. Penghargaan serupa juga diberikan kepada peraih Juara II, Juara III, serta peserta lain yang berhasil mengukir prestasi.
Selain Raisya, prestasi Aceh Utara di tingkat nasional juga ditorehkan Qaisal Ridha, yang meraih Juara III Khattil Qur’an Golongan Kaligrafi Digital Putra.
Sejumlah peserta lainnya yang turut mendapat apresiasi atas prestasi di tingkat nasional adalah Ahyar Ar Rayyan, Nailul A’rifa, Amaliya Ash Shalihah, dan Sych Marzawi.
Prestasi generasi Qur’ani Aceh Utara tidak hanya terlihat di tingkat nasional. Pada MTQ XXXVII Aceh Tahun 2025 di Kabupaten Pidie Jaya, sejumlah peserta dari Aceh Utara juga berhasil meraih juara.
Juara I antara lain diraih Nailul A’rifa pada cabang Tartil Putri, Raisya Annazira pada Hifzil Qur’an Golongan 30 Juz Putri, Muhammad Nawal Mubarak pada Tafsir Qur’an Golongan Bahasa Arab Putra, serta Amaliya Ash Shalihah pada Tafsir Qur’an Golongan Bahasa Arab Putri.
Prestasi Juara I lainnya diraih Sych Marzawi pada Khattil Qur’an Golongan Hiasan Mushaf Putra dan Ahyar Ar Rayyan pada cabang Khattul Qur’an.
Bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi generasi muda daerah dalam bidang Al-Qur’an sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan dapat melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Dalam amanatnya, Ayah Wa menyampaikan penghargaan atas kerja keras, ketekunan, doa, dan latihan yang telah dijalani para peserta.
“Menghargai setiap perjuangan generasi yang menjadikan iman, ilmu, dan prestasi sebagai jalan pengabdian. Kalian telah membuktikan bahwa anak-anak Aceh Utara mampu berdiri sejajar, mampu bersaing, dan mampu menoreh nama Aceh Utara dalam lembaran prestasi,” ujar Ayah Wa.
Ayah Wa mengatakan prestasi tersebut tidak boleh dipandang hanya sebagai angka dalam daftar kejuaraan. Menurutnya, setiap piala dan piagam merupakan hasil dari proses panjang serta perjuangan para peserta bersama pembina dan keluarga.
Momentum pemberian penghargaan itu juga dikaitkan dengan peringatan 800 tahun Samudera Pasai yang tengah menjadi bagian dari agenda sejarah dan kebudayaan Aceh Utara.
Ayah Wa mengatakan Aceh Utara memiliki warisan sejarah penting sebagai kawasan Samudera Pasai yang dikenal sebagai salah satu pusat awal perkembangan Islam dan peradaban di Nusantara.
“Ketika ayat-ayat Al-Qur’an dilantunkan, yang terdengar bukan sekadar suara yang merdu. Di dalamnya mengalir jejak sejarah dari tanah yang dahulu menjadi pintu masuk cahaya Islam di Nusantara,” ungkapnya.
“Dari Samudera Pasai, cahaya itu pernah berlayar menembus lautan, menyapa negeri-negeri, menyalakan ilmu dan peradaban,” lanjutnya.
Menurut Ayah Wa, memasuki usia 800 tahun Samudera Pasai, masyarakat Aceh Utara tidak cukup hanya membanggakan sejarah. Warisan tersebut harus diteruskan oleh generasi sekarang melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, penguasaan teknologi, serta penguatan nilai-nilai keislaman.
Ia berharap prestasi para generasi Qur’ani tersebut menjadi motivasi bagi anak-anak Aceh Utara lainnya untuk terus belajar, berlatih, dan mengembangkan kemampuan sehingga mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.***
Editor : Syahrul Usman

Tinggalkan Balasan