ACEH UTARA | PASESATU.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Utara mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat akibat perubahan cuaca tidak menentu. Penyakit tersebut antara lain Demam Berdarah Dengue (DBD), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), influenza, diare, dan penyakit kulit.
Baca Juga
Dinkes Aceh Utara Terima Tambahan 7 Tenaga Kesehatan dari Kemenkes, Enam Dokter Gigi Siap Ditugaskan
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Samsul Bahri, S.K.M., M.K.M., mengatakan perubahan suhu dan kelembapan udara dapat memengaruhi kondisi kesehatan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
“Jangan anggap sepele cuaca yang tidak menentu. Tubuh kita dipaksa beradaptasi dengan cepat, dari panas ke dingin, dari kondisi kering dan berdebu menjadi lembap setelah hujan. Ketika daya tahan tubuh menurun, berbagai penyakit lebih mudah menyerang,” kata Samsul Bahri, Sabtu (7/11/2026).
Ia menjelaskan, salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian adalah DBD. Genangan air di sekitar rumah, seperti pada kaleng bekas, ban bekas, wadah penampungan air, dan talang yang tidak terawat, dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Untuk mencegah penyebaran DBD, masyarakat diminta menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Baca Juga
Selain DBD, perubahan kondisi udara dari panas dan berdebu menjadi lembap setelah hujan juga berpotensi memicu gangguan saluran pernapasan. Debu serta perubahan suhu dan kelembapan dapat memperburuk gejala batuk, pilek, hingga ISPA.
Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan makanan, minuman, dan lingkungan untuk mencegah diare serta penyakit kulit, terutama ketika kondisi lingkungan menjadi lebih lembap akibat hujan.
Samsul Bahri mengatakan Dinkes Aceh Utara terus memastikan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan melalui puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), dan tenaga kesehatan di berbagai wilayah, termasuk kawasan pedalaman.
Meski demikian, ia menegaskan upaya menjaga kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis dan fasilitas kesehatan. Keluarga serta masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah munculnya dan penyebaran penyakit.
“Lakukan 3M Plus dengan disiplin. Jaga asupan gizi, minum air putih yang cukup, dan istirahat secara teratur. Yang paling penting, apabila mengalami demam lebih dari dua hari atau kondisi kesehatan semakin memburuk, jangan ditunda. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.
Dinkes Aceh Utara berharap masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) selama menghadapi perubahan cuaca.
Baca Juga
Ayah Wa Lantik Abdurrahman Jadi Direktur RSUD Cut Mutia, Harapan Baru Pelayanan Kesehatan Aceh Utara
Kewaspadaan terhadap penyakit perlu dimulai dari lingkungan rumah masing-masing. Dengan menjaga kebersihan dan segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala yang mengkhawatirkan, risiko penyebaran penyakit di masyarakat diharapkan dapat ditekan. (Abdul Rafar)

Tinggalkan Balasan