ACEH UTARA | PASESATU.COM — Kepemimpinan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara mulai diarahkan pada pembenahan menyeluruh, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Direktur RSUD Cut Meutia, Abdurrahman, SKM., M.Si., kini mematangkan sejumlah langkah strategis melalui program kerja 100 hari pertama.
Memasuki November 2026, jajaran manajemen rumah sakit semakin mengintensifkan koordinasi dan evaluasi internal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap unit pelayanan berjalan sesuai tugas dan tanggung jawab, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat pelayanan kepada pasien.
Kepala Humas RSUD Cut Meutia, dr. Harry Laksamana, M.A.P., Rabu (4/11/2026), menjelaskan bahwa rapat koordinasi rutin menjadi bagian penting dari strategi manajemen dalam membangun sistem pelayanan yang lebih efektif, responsif, dan berkualitas.
Menurutnya, perkembangan pelayanan di setiap unit perlu terus dipantau melalui penyampaian informasi dan evaluasi secara berkala. Dengan demikian, setiap persoalan, baik teknis maupun nonteknis, dapat segera diketahui dan dicarikan solusi.
Pembenahan tersebut tidak hanya menyasar aspek pelayanan medis, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kinerja pegawai, serta optimalisasi sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit.
Di tengah upaya memperkuat struktur manajemen, RSUD Cut Meutia juga mendapat tambahan tenaga pimpinan. Saiful Amri, S.Kep., resmi menerima amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Direktur II RSUD Cut Meutia.
Surat Keputusan (SK) penugasan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Dayan Albar, di ruang kerja Sekda, Senin (2/11/2026).
Penyerahan SK itu turut disaksikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Utara, Saifuddin, Direktur RSUD Cut Meutia Abdurrahman, serta Kepala Bidang Mutasi dan Promosi, Ilyas.
Dalam arahannya, Dayan Albar menegaskan bahwa penunjukan pelaksana tugas merupakan bagian dari langkah menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat penyelenggaraan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
Ia meminta Saiful Amri menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan profesionalisme, serta membangun koordinasi yang baik dengan seluruh jajaran rumah sakit.
Saiful Amri menyatakan kesiapannya untuk segera menjalankan tugas dan mendukung kebijakan pimpinan dalam meningkatkan kualitas manajemen maupun pelayanan kesehatan.
Ia juga berkomitmen memperkuat tata kelola organisasi dan membangun kerja sama dengan seluruh unsur di lingkungan RSUD Cut Meutia demi menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat Aceh Utara.
Sementara itu, Direktur RSUD Cut Meutia, Abdurrahman, terus mendorong seluruh jajaran agar memiliki komitmen dan visi yang sama dalam menjalankan agenda pembenahan rumah sakit.
Melalui penguatan koordinasi, evaluasi berkelanjutan, serta dukungan struktur manajemen yang solid, program 100 hari kerja diharapkan mampu menjadi fondasi perubahan positif bagi RSUD Cut Meutia.
Ujian sesungguhnya dari program tersebut bukan sekadar terlaksananya rapat koordinasi atau perubahan struktur jabatan, melainkan sejauh mana pembenahan yang dilakukan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, nyaman, profesional, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pasien serta masyarakat Kabupaten Aceh Utara.***

Tinggalkan Balasan