Penulis: admin

  • Adhifatra Agussalim Dukung Budayantara Fest 2026 untuk Solidaritas Palestina

    Adhifatra Agussalim Dukung Budayantara Fest 2026 untuk Solidaritas Palestina
    Ketua Dewan Pengurus Wilayah Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera (DPW GAMIES) Provinsi Aceh, Adhifatra Agussalim. Dok Ist/pasesatu.com

    BANDA ACEH | PASESATU.COM – Ketua Dewan Pengurus Wilayah Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera (DPW GAMIES) Provinsi Aceh, Adhifatra Agussalim, mendukung pelaksanaan Budayantara Fest 2026 sebagai wadah penguatan solidaritas kemanusiaan dan persahabatan Indonesia–Palestina. Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat.

    Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB itu mengusung tema “Penanaman Pohon Persahabatan Indonesia–Palestina”. Acara ini dirancang untuk memadukan pelestarian lingkungan, pertukaran budaya, edukasi kemanusiaan, dan aksi solidaritas bagi rakyat Palestina.

    Adhifatra menilai Budayantara Fest 2026 dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan sekaligus menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam memperoleh kemerdekaan, keadilan, dan kehidupan yang bermartabat.

    “Kami dari DPW GAMIES Provinsi Aceh mendukung penuh kegiatan Budayantara Fest 2026. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat, mempererat persahabatan Indonesia–Palestina, serta menjadi bagian dari upaya bersama untuk menyuarakan perdamaian dan mendukung terwujudnya Palestina yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat,” ujar Adhifatra, Jumat (16/10/2026).

    Menurut dia, pendekatan budaya dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai persaudaraan dan kepedulian sosial, terutama kepada generasi muda. Melalui kegiatan yang melibatkan berbagai komunitas, pesan kemanusiaan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

    Budayantara Fest 2026 merupakan hasil kolaborasi dengan Renee Partina selaku CEO AVR dan Masdjo Arifin sebagai pengurus BMDN. Sejumlah agenda direncanakan mengisi festival tersebut, mulai dari pertunjukan seni dan budaya, pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kegiatan komunitas, hingga diskusi serta edukasi mengenai isu kemanusiaan.

    Salah satu agenda utamanya adalah penanaman pohon persahabatan Indonesia–Palestina. Kegiatan ini diharapkan menjadi simbol hubungan persahabatan sekaligus pengingat bahwa dukungan terhadap nilai-nilai kemanusiaan perlu diwujudkan melalui aksi nyata dan berkelanjutan.

    Adhifatra juga mengajak organisasi kemasyarakatan, komunitas pemuda, pelaku UMKM, serta pegiat sosial untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang mengedepankan perdamaian dan solidaritas lintas bangsa.

    Ia berharap keterlibatan berbagai elemen masyarakat dapat memperluas gerakan kepedulian terhadap Palestina sekaligus mendorong terciptanya kehidupan yang aman, adil, dan damai bagi seluruh masyarakat dunia.

    “Dari budaya untuk kemanusiaan. Semoga setiap langkah kecil yang kita lakukan menjadi bagian dari harapan besar bagi perdamaian dunia dan kemerdekaan Palestina,” tutupnya.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Juliana Dorong Siswa SMAN 1 Tanah Jambo Aye Asah Kepemimpinan Lewat Pramuka

    Juliana Dorong Siswa SMAN 1 Tanah Jambo Aye Asah Kepemimpinan Lewat Pramuka

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kepala SMAN 1 Tanah Jambo Aye, Juliana, S.Pd., M.Pd., mendorong siswa mengasah jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab melalui kegiatan kepramukaan. Pembinaan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Gladian Pimpinan Satuan (Dianpinsat), Gladian Pimpinan Sangga, dan Gladian Pimpinan Regu Tahun 2026 yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Aceh Utara pada 16–18 Oktober 2026.

    Juliana mengatakan, pendidikan karakter perlu mendapat perhatian yang seimbang dengan pencapaian akademik. Menurut dia, kegiatan kepramukaan menjadi salah satu sarana efektif untuk membentuk mental, moral, kemandirian, dan kemampuan berorganisasi peserta didik.

    “Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu diimbangi dengan penguatan mental, moral, dan jiwa kepemimpinan,” kata Juliana, Jumat (16/10/2026).

    Kegiatan Dianpinsat 2026 dipusatkan di Jalan KKA–Bener Meriah Kilometer 37, Dusun Jabal Antara, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anggota Pramuka untuk meningkatkan keterampilan memimpin, membangun kerja sama, serta memahami tanggung jawab dalam organisasi.

    Juliana menilai, keterampilan tersebut penting untuk menyiapkan pelajar agar mampu menjadi pemimpin yang disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

    Menurut dia, pembinaan melalui kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian dari upaya sekolah membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan dan sikap yang baik.

    Melalui kegiatan kepramukaan, siswa diharapkan semakin berani mengambil tanggung jawab, menghargai sesama, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

    Dengan demikian, Pramuka tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga wadah pembelajaran untuk membentuk calon pemimpin muda yang tangguh, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Paket MBG TK PAUD Buah Hati Diletakkan di Atas Tanah, Kepala SPPG Sebut Persoalan Selesai

    Paket MBG TK PAUD Buah Hati Ditemukan di Atas Tanah, Kepala SPPG Sebut Persoalan Selesai

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Penempatan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung di atas tanah halaman TK PAUD Buah Hati, Gampong Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, kembali menuai teguran. Peristiwa yang terdokumentasi pada Selasa (13/10/2026) itu menjadi sorotan terkait penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam pendistribusian makanan bagi anak usia dini.

    Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Matang Sijuek Barat, Jannatunnain, S.E., M.S.M., menyatakan persoalan tersebut telah diselesaikan bersama unsur TNI dan kepolisian beberapa hari sebelumnya. Namun, ia belum merinci bentuk penyelesaian, hasil evaluasi, maupun langkah teknis untuk mencegah kejadian serupa terulang.

    “Masalah ini sudah selesai dengan Koramil, Kapolsek, dan Polres Aceh Utara beberapa hari lalu. Laporan ini juga sudah masuk ke sana. Kami sudah menyelesaikan masalah ini dengan mereka,” kata Jannatunnain saat dikonfirmasi.

    Jannatunnain juga menyarankan agar media meminta penjelasan terlebih dahulu kepada mitra SPPG, yakni Yayasan Gizi Utama Nusantara, melalui perwakilan bernama Kak Liza.

    Berdasarkan dokumentasi yang diterima media, sejumlah wadah makanan MBG terlihat ditumpuk langsung di atas permukaan tanah halaman sekolah. Pada saat bersamaan, petugas tampak melakukan administrasi serah terima paket makanan kepada seorang guru.

    Informasi yang dihimpun menyebutkan, penempatan paket tersebut telah mendapat teguran sebanyak dua kali pada hari yang berbeda dari Sofiyan Adam, pimpinan yayasan TK PAUD Buah Hati sekaligus tokoh setempat. Meski demikian, kronologi lengkap kedua teguran tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang terlibat.

    Sebelumnya, petugas pengantar disebut membantah teguran itu dengan menyatakan tidak ada aturan khusus atau larangan dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai penempatan makanan tersebut.

    Pernyataan itu perlu diklarifikasi dengan merujuk pada pedoman operasional resmi yang berlaku. Sebab, kebersihan lokasi penerimaan dan perlindungan makanan dari potensi kontaminasi merupakan aspek penting dalam pendistribusian pangan, terlebih makanan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak.

    Dalam panduan pelaksanaan MBG yang menjadi rujukan dalam persoalan ini, makanan yang diterima sekolah disebut perlu ditempatkan di atas meja atau alas lain yang berfungsi sebagai meja pada area transit yang telah disiapkan, bukan langsung di lantai atau permukaan sejenisnya.

    Karena itu, pengelola SPPG dan mitra yayasan perlu memberikan penjelasan mengenai prosedur penyerahan makanan yang diterapkan, termasuk kesesuaian praktik di lapangan dengan ketentuan operasional yang berlaku.

    Untuk memperoleh keberimbangan informasi, media juga telah menghubungi Kak Liza selaku perwakilan mitra Yayasan Gizi Utama Nusantara melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini disusun, balasan yang diterima hanya berupa salam, “Waalaikum salam.” Belum ada penjelasan substantif mengenai kejadian tersebut, standar operasional distribusi, maupun langkah evaluasi yang akan dilakukan.

    Persoalan ini menjadi perhatian karena program MBG ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik, termasuk anak-anak pada jenjang pendidikan anak usia dini. Pelaksanaannya tidak hanya menuntut ketepatan jumlah dan waktu pengiriman, tetapi juga penerapan prosedur kebersihan dan keamanan pangan sejak makanan disiapkan hingga diterima pihak sekolah.

    Keterangan Kepala SPPG mengenai penyelesaian persoalan bersama unsur TNI dan kepolisian juga perlu diperjelas, terutama terkait tindak lanjut teknis dan upaya pencegahan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

    Hingga berita ini diterbitkan, media belum memperoleh penjelasan substantif dari mitra Yayasan Gizi Utama Nusantara. Ruang hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka bagi pengelola SPPG, pihak yayasan, serta instansi berwenang untuk memberikan penjelasan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. ***

    Editor : Syahrul Usman

  • Perkuat Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Aceh Utara Optimalkan Lahan dan Sarana Pertanian

    Perkuat Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Aceh Utara Optimalkan Lahan dan Sarana Pertanian
    Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Ir. Mirza Gunawan, S.T., M.A.P., CPSp., CCMS. (Dok. UG)


    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara memperkuat upaya menjaga produktivitas pertanian melalui pembenahan jaringan irigasi, normalisasi saluran pembuangan air, serta optimalisasi lahan pertanian. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko genangan di kawasan persawahan sekaligus meningkatkan intensitas tanam di tengah ancaman banjir dan perubahan iklim.

    Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendukung program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan normalisasi saluran pembuangan air.

    Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian karena rawan genangan meliputi Kecamatan Pirak Timu, Matangkuli, dan Lhoksukon. Pembenahan infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperlancar sirkulasi air, mengurangi potensi genangan di lahan persawahan, serta membantu petani menjalankan kegiatan budidaya secara lebih optimal.

    Selain memperbaiki infrastruktur pengairan, dinas terkait juga mendorong optimalisasi lahan (Opla) untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Program ini menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 100 menjadi 200 hingga 300, sesuai karakteristik lahan, ketersediaan air, dan kondisi teknis di lapangan.

    Peningkatan indeks pertanaman memungkinkan petani mengusahakan lahan lebih intensif dalam setahun. Namun, pencapaian target tersebut memerlukan dukungan pengairan yang memadai, pengelolaan lahan yang tepat, serta penyesuaian jadwal tanam dengan kondisi cuaca.

    Untuk mendukung upaya tersebut, sektor pertanian Aceh Utara turut diperkuat melalui bantuan sarana dan alat mesin pertanian dari Kementerian Pertanian, termasuk pompa air dan traktor roda empat. Peralatan ini diharapkan membantu mempercepat pengolahan tanah, mempermudah pengelolaan air, serta mendukung persiapan musim tanam, khususnya pada musim tanam gadu ketika curah hujan cenderung terbatas.

    Di tengah perubahan pola cuaca yang semakin menantang, Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara juga perlu memperkuat penerapan pertanian cerdas iklim. Langkah ini mencakup penyesuaian kalender tanam, penggunaan varietas benih yang sesuai dengan kondisi lingkungan, serta pemanfaatan teknologi untuk membantu petani mengantisipasi risiko gagal panen.

    Koordinasi antara pemerintah daerah, kementerian terkait, perguruan tinggi, dan kelompok tani menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Melalui kolaborasi ini, penanganan persoalan pertanian diharapkan tidak hanya bersifat reaktif ketika banjir terjadi, tetapi juga mampu memperkuat kesiapan petani menghadapi perubahan cuaca.

    Dengan mengintegrasikan perbaikan irigasi, optimalisasi lahan, penyediaan alat mesin pertanian, dan penerapan teknologi adaptif, Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara berupaya menjaga keberlanjutan produksi padi. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah agar sektor pertanian tetap produktif di tengah ancaman banjir dan cuaca ekstrem.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Aceh Utara Resmi Daftar Calon Tuan Rumah PORA XVI 2030

    Aceh Utara Resmi Daftar Calon Tuan Rumah PORA XVI 2030

    BANDA ACEH | PASESATU.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Utara resmi mendaftarkan diri sebagai calon tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) XVI 2030. Pendaftaran tersebut ditandai dengan penyerahan berkas kepada KONI Aceh di Banda Aceh, Jumat (16/10/2026).

    Berkas pendaftaran diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporaparekraf), di Kantor KONI Aceh, Jalan H. Murtala No. 1, Kota Alam, Banda Aceh. Berkas tersebut diterima langsung oleh Ketua Tim TPP, Muslim Hasan, bersama jajaran pengurus KONI Aceh.

    Turut hadir dalam penyerahan berkas itu Ketua KONI Aceh Utara, Wakil Ketua KONI Aceh Utara, Sekretaris Umum KONI Aceh Utara, serta Kepala Bidang Olahraga Disporaparekraf Kabupaten Aceh Utara.

    Pendaftaran ini menjadi langkah awal bagi Aceh Utara untuk memperoleh kepercayaan sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar di Provinsi Aceh tersebut. Selanjutnya, pemerintah daerah bersama KONI Aceh Utara perlu mempersiapkan berbagai aspek pencalonan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan KONI Aceh.

    Jika terpilih, penyelenggaraan PORA XVI 2030 di Aceh Utara diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet, mendorong peningkatan prestasi olahraga, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pergerakan sektor usaha, pariwisata, dan jasa selama pelaksanaan kegiatan.

    Selain menjadi arena kompetisi bagi atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Aceh, PORA juga berpotensi menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan dan peningkatan sarana serta prasarana olahraga di Aceh Utara.

    Untuk mewujudkan target tersebut, koordinasi antara pemerintah kabupaten, KONI, dan para pemangku kepentingan dinilai penting, terutama dalam memastikan kesiapan fasilitas, dukungan penyelenggaraan, serta pemenuhan seluruh ketentuan pencalonan.

    Kini, Aceh Utara memasuki tahapan berikutnya dalam proses pencalonan tuan rumah PORA XVI 2030. Keputusan akhir berada pada mekanisme penetapan yang dilakukan KONI Aceh berdasarkan ketentuan yang berlaku.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Ayah Wa Perjuangkan Pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Aceh Utara

    Ayah Wa Perjuangkan Pembangunan Sekolah Unggulan Garuda di Aceh Utara
    Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Dr. (C) Jamaluddin, S.Pd., M.Pd., menyerahkan berkas terkait rencana pembangunan Sekolah Unggul Garuda kepada Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI), Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, dalan pertemuan di Jakarta, Jumat (16/10/2026), sebagai bagian dari upaya memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di Aceh Utara. Dok ist/pasesatu.com


    JAKARTA | PASESATU.COM – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., atau yang akrab disapa Ayah Wa, menemui Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI), Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, di Kementerian Pertahanan RI, Jumat (16/10/2026), untuk membahas peluang dukungan dan percepatan pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Kabupaten Aceh Utara.

    Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memperluas akses pendidikan berkualitas dan membuka peluang bagi generasi muda daerah untuk memperoleh pendidikan unggulan.

    Dalam pertemuan itu, Ayah Wa didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Dr. (C) Jamaluddin, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Ir. Jaffar, S.T., M.SM., serta Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli.

    Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, mengatakan Bupati Ayah Wa terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan guna membuka peluang realisasi pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Aceh Utara.

    “Bupati Ayah Wa terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, untuk memperjuangkan dukungan terhadap rencana pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Aceh Utara,” ujar Muntasir.

    Menurut Muntasir, kehadiran sekolah unggul tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan generasi muda Aceh Utara untuk mengakses pendidikan berkualitas, mengembangkan potensi diri, dan meraih prestasi.

    Ia mengatakan, pengembangan sekolah unggul juga sejalan dengan agenda penguatan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

    Karena itu, kata dia, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk menindaklanjuti rencana tersebut, termasuk pembahasan kebijakan dan kesiapan aspek pendukung pembangunan.

    “Pak Bupati berkomitmen mengawal berbagai program prioritas yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Kami berharap komunikasi dan koordinasi yang dibangun ini menjadi langkah positif bagi terwujudnya Sekolah Unggul Garuda di Aceh Utara,” katanya.

    Keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Dinas PUPR dalam pertemuan tersebut turut mendukung pembahasan dari sisi kebutuhan pendidikan dan kesiapan infrastruktur daerah.

    Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap komunikasi berkelanjutan dengan pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan dapat membuka jalan bagi realisasi pembangunan Sekolah Unggul Garuda.

    Melalui upaya tersebut, Pemkab Aceh Utara menargetkan terbukanya peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.***

    Editor : Syahrul Usman

  • ATR/BPN Percepat Penataan Lahan Sawit dan Kawasan Hutan, Reformasi Agraria Jadi Fokus

    JAKARTA | PASESATU.COM – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mendorong percepatan penataan lahan perkebunan kelapa sawit dan kawasan hutan secara terintegrasi guna mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), hilirisasi, serta optimalisasi pemanfaatan lahan.

    Upaya tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Direktif Presiden tentang Penguatan Tata Kelola dan Ekosistem Agribisnis Kelapa Sawit yang digelar di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

    Dalam rapat tersebut, Plh. Direktur Jenderal Penataan Agraria (PPTR), Dwi Budi Martono, yang mewakili Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya kepastian lokasi dan hukum pertanahan dalam mendukung penataan lahan perkebunan kelapa sawit, baik yang berstatus milik masyarakat maupun yang dikuasai negara.

    Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk menyelaraskan penyelesaian berbagai persoalan pertanahan dalam pelaksanaan PSN, sehingga penataan lahan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Kementerian ATR/BPN mendukung upaya tersebut melalui penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), fasilitasi kepastian hukum dan penerbitan hak atas tanah, serta koordinasi penyelesaian tumpang tindih dan permasalahan penguasaan tanah.

    Penataan lahan sawit rakyat yang telah melalui pelepasan status kawasan hutan juga ditindaklanjuti melalui skema reforma agraria sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Usulan Pembentukan Badan Kelapa Sawit Nasional

    Selain membahas penataan lahan, rapat tersebut menyepakati usulan pembentukan Badan Kelapa Sawit Nasional di bawah Presiden.

    Lembaga tersebut diusulkan untuk menyatukan tata kelola industri kelapa sawit dari hulu hingga hilir, melindungi petani sawit rakyat, serta meningkatkan daya saing industri sawit nasional.

    Percepatan penataan tenurial lahan sawit yang berada dalam kawasan hutan juga menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk memperjelas status dan penguasaan lahan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha perkebunan.

    Sinergi lintas kementerian dan lembaga diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum, mendukung keberlanjutan usaha perkebunan rakyat, serta mendorong pemanfaatan lahan secara optimal sesuai ketentuan.

    Melalui koordinasi tersebut, pemerintah berupaya memastikan penataan perkebunan kelapa sawit berjalan lebih terintegrasi, dengan tetap memperhatikan aspek legalitas pertanahan, perlindungan petani, dan pelaksanaan reforma agraria.

    Sumber: Direktorat Jenderal Penataan Agraria, Kementerian ATR/BPN.***

    Editor : Syahrul Usman

  • 12 Sekolah di Langkahan Belum Terima MBG, Baru Dua dari Enam Dapur Beroperasi

    Dapur MBG di Kecamatan Langkahan
    Salah satu fasilitas dapur MBG di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Dari enam dapur yang telah dibangun di wilayah tersebut, baru dua yang dilaporkan beroperasi, menurut keterangan tokoh masyarakat setempat. Dok Ist/pasesatu.com


    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Sebanyak 12 sekolah di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, belum menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Jumat, 16 Oktober 2026. Dari enam dapur yang telah dibangun di wilayah itu, baru dua yang beroperasi. Sementara itu, siswa di delapan sekolah dasar, tiga sekolah menengah pertama, dan satu sekolah menengah atas masih menunggu kepastian penyaluran makanan.

    Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Langkahan, Rusli, S.Pd., mengaku kesulitan menjawab pertanyaan siswa yang berulang kali menanyakan kapan mereka memperoleh MBG.

    “Saya sudah tidak sanggup lagi menjawab pertanyaan para siswa saat mereka bertanya, kapan kami dapat MBG,” kata Rusli, yang juga menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah dasar negeri di Langkahan.

    Sebanyak 12 sekolah yang disebut belum menerima program tersebut adalah SDN 2, SDN 4, SDN 5, SDN 8, SDN 9, SDN 10, SDN 12, SDN 13, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, dan SMAN 2.

    Belum tersalurkannya MBG juga memunculkan pertanyaan dari kalangan orang tua. Mereka mempertanyakan alasan anak-anaknya belum memperoleh program tersebut, sementara siswa di sekolah lain telah menerima layanan serupa.

    Empat Dapur Belum Beroperasi

    Tokoh masyarakat Langkahan, Munawir, mengatakan enam dapur MBG telah dibangun di kecamatan itu. Namun, baru dua dapur yang beroperasi, masing-masing di Desa Simpang Tiga dan Desa Krueng Lingka.

    Dengan demikian, empat dapur lainnya masih belum beroperasi berdasarkan keterangan tersebut. Masyarakat berharap pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) segera mempercepat pengoperasian fasilitas yang tersisa agar penyaluran MBG dapat menjangkau lebih banyak sekolah.

    Pembangunan dapur belum otomatis membuat makanan sampai kepada siswa. Kesiapan operasional dan distribusi menjadi bagian penting agar program dapat berjalan sesuai sasaran.

    Rusli dan Munawir berharap pihak terkait memberikan penjelasan mengenai kendala yang menyebabkan sejumlah dapur belum beroperasi, termasuk tahapan yang masih harus diselesaikan dan jadwal penyaluran kepada sekolah-sekolah yang belum terlayani.

    Sejumlah siswa berada di ruang kelas saat kegiatan sekolah berlangsung di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Hingga 16 Oktober 2026, sejumlah sekolah di kecamatan tersebut dilaporkan belum menerima program MBG. Dok Ist/pasesatu.com

    Penantian MBG berlangsung ketika masyarakat Langkahan masih berupaya memulihkan kehidupan setelah banjir yang melanda wilayah tersebut pada 2025. Dalam situasi itu, pemenuhan kebutuhan anak-anak, termasuk dukungan terhadap asupan gizi dan kegiatan belajar, menjadi perhatian masyarakat.

    Bagi pihak sekolah, ketidakpastian pelaksanaan program menempatkan guru dan kepala sekolah pada posisi sulit. Mereka harus menjawab pertanyaan siswa dan orang tua, meskipun keputusan mengenai operasional dapur dan penyaluran makanan berada di luar kewenangan sekolah.

    Masyarakat berharap pemerintah dan BGN segera memastikan kapan sekolah-sekolah tersebut mulai menerima layanan MBG. Kepastian jadwal dinilai penting agar siswa dan orang tua tidak terus menunggu tanpa kejelasan.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kadinsos Aceh Utara: Warga Belum Terima Bantuan Diminta Bersabar, Bukan Mengutip dari Penerima Lain

    Kadinsos Aceh Utara: Warga Belum Terima Bantuan Diminta Bersabar, Bukan Mengutip dari Penerima Lain
    Dok Ist

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, Fakhrurradhi, menegaskan seluruh bantuan pemerintah pusat bagi korban banjir harus diterima masyarakat sesuai haknya dan tidak boleh dipotong atau dikutip kembali dengan alasan apa pun.

    Penegasan tersebut mencakup bantuan isi hunian, jatah hidup (jadup), dan bantuan stimulan ekonomi. Fakhrurradhi mengingatkan bahwa bantuan disalurkan melalui PT Pos Indonesia untuk diterima langsung oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.

    “Bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat dan disalurkan melalui PT Pos Indonesia langsung kepada penerima. Karena itu, tidak boleh ada pengutipan bantuan hingga ke tingkat desa dengan alasan apa pun,” tegas Fakhrurradhi, Kamis (15/10/2026).

    Menurut Fakhrurradhi, tidak ada alasan yang dapat membenarkan pengumpulan kembali bantuan yang telah diterima masyarakat. Ia secara khusus menekankan bahwa alasan membantu warga lain yang belum memperoleh pencairan tidak boleh dijadikan dasar untuk meminta sebagian dana dari penerima bantuan.

    “Jangan ada alasan kita bagikan kepada yang belum keluar bantuan, nanti dikembalikan. Itu tidak boleh,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, masyarakat yang telah masuk dalam pendataan penerima diharapkan menunggu proses penyaluran sesuai mekanisme yang berlaku. Warga tidak perlu mengambil langkah pengumpulan dana dari penerima lain hanya karena pencairan bantuan bagi sebagian masyarakat belum selesai.

    “Karena semua yang didata, insyaallah akan keluar. Harap bersabar,” kata Fakhrurradhi.

    Selain itu, Fakhrurradhi juga menekankan pentingnya menjaga hak setiap penerima bantuan. Menurut dia, proses penyaluran perlu berjalan sesuai ketentuan agar bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Bantuan isi hunian, jadup, dan stimulan ekonomi merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk membantu korban banjir memenuhi kebutuhan serta memulihkan kehidupan setelah bencana. Karena itu, penerimaan bantuan sesuai hak masing-masing menjadi hal yang harus dijaga.

    Bagi masyarakat yang masih menunggu pencairan, Fakhrurradhi meminta agar proses pendataan dan penyaluran ditunggu dengan sabar. Ia berharap bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang telah terdata sesuai tahapan yang berjalan.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Sambut HUT ke-81 Korps Brimob, Batalyon B Pelopor Bersihkan Masjid untuk Kenyamanan Ibadah Warga

    Sambut HUT ke-81 Korps Brimob, Batalyon B Pelopor Bersihkan Masjid untuk Kenyamanan Ibadah Warga

    LHOKSEUMAWE | PASESATU.COM – Untuk menciptakan lingkungan rumah ibadah yang bersih dan nyaman bagi masyarakat, Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh menggelar bakti sosial dengan membersihkan Masjid Babul Jannah di Desa Alue Liem, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri.

    Pembersihan masjid tersebut melibatkan personel Brimob bersama masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antara Polri dan warga.

    Wadanyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh, AKP Muzakkir, yang mewakili Danyon B Pelopor Kompol Muzakkir, S.H., mengatakan kegiatan bakti sosial ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Korps Brimob Polri, tetapi juga sebagai upaya mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Brimob tidak hanya dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap semangat gotong royong dan kebersamaan ini terus terjaga,” ujarnya.

    Kegiatan tersebut sejalan dengan tagline Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh untuk terus hadir, mengabdi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***