Penulis: admin

  • Cegah Kemacetan Jam Masuk Sekolah, Polsek Tanah Jambo Aye Atur Lalu Lintas

    Cegah Kemacetan Jam Masuk Sekolah, Polsek Tanah Jambo Aye Atur Lalu Lintas

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Personel Polsek Tanah Jambo Aye, Polres Aceh Utara, melaksanakan pengaturan lalu lintas melalui kegiatan Strong Point di Jalan Medan–Banda Aceh, tepatnya di Simpang Empat Kota Panton Labu, Senin (19/10/2026) pagi.

    Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut bertujuan mengantisipasi kemacetan pada jam masuk sekolah sekaligus menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

    Sebanyak lima personel dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Pengamanan dipimpin oleh Iptu Hasbi M. Isya, S.A.P., bersama Ipda Indra Gunawan, S.H., M.H., Aiptu Ulil Amri, S.E., Aipda Muliadi, dan Brigadir Aula Fahmi, S.H.

    Petugas melakukan pengaturan arus kendaraan di jalan raya serta sejumlah titik yang ramai dilalui pelajar tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

    Kehadiran personel kepolisian di lokasi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para pelajar yang berangkat ke sekolah.

    Melalui kegiatan rutin ini, Polsek Tanah Jambo Aye berupaya mengurangi potensi kemacetan dan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk di pagi hari.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat dalam mendukung terciptanya lalu lintas yang tertib, aman, dan lancar, serta meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Siswi SMA Swasta Iskandar Muda Lolos Grand Final Olimpiade PAI Nasional 2026, Aceh Utara Bangkit!

    Siswi SMA Swasta Iskandar Muda Lolos Grand Final Olimpiade PAI Nasional 2026, Aceh Utara Bangkit!

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Aceh Utara. Nursiyah, siswi SMA Swasta Iskandar Muda, berhasil lolos seleksi menuju tahap Grand Final Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) Nasional V Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 November 2026 di Lampung.

    Keberhasilan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan Aceh Utara sekaligus bukti bahwa pelajar daerah mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya di tingkat nasional.

    Berdasarkan informasi pada poster ucapan selamat dari Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Nursiyah akan melanjutkan perjuangannya pada babak grand final dalam ajang yang diselenggarakan oleh Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII).

    Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi para pelajar lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, memperdalam ilmu agama, serta berani berkompetisi dalam berbagai ajang akademik tingkat nasional.

    Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Dr. Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd., turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas keberhasilan Nursiyah menembus tahap grand final tersebut.

    Prestasi Nursiyah menjadi salah satu kabar positif dari sektor pendidikan Aceh Utara.

    Keberhasilannya tidak hanya membawa kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga membuka peluang untuk memperkenalkan potensi generasi muda daerah di panggung nasional.

    Kini, harapan tertuju pada perjuangan Nursiyah di Lampung. Semoga ia mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Aceh Utara pada Olimpiade Pendidikan Agama Islam Nasional V Tahun 2026.

    Aceh Utara bangkit, pelajarnya berprestasi, dan generasi mudanya siap bersaing di tingkat nasional.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Harga Gabah Aceh Utara Rp7.400 per Kilogram, Selisih hingga Rp900 di Atas HPP

    Harga Gabah Aceh Utara Rp7.400 per Kilogram, Selisih hingga Rp900 di Atas HPP

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Harga Gabah Kering Panen (GKP) di Kabupaten Aceh Utara masih bertahan di kisaran Rp7.300 hingga Rp7.400 per kilogram. Harga tersebut tercatat lebih tinggi Rp800 hingga Rp900 per kilogram dibandingkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi petani karena memberikan peluang memperoleh pendapatan yang lebih baik dari hasil panen.

    Berdasarkan pantauan di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Cot Girek dan Baktiya, Minggu (18/10/2026), harga gabah di tingkat petani masih berada di atas HPP. Dengan selisih tersebut, petani memperoleh harga jual sekitar 12,3 hingga 13,8 persen lebih tinggi dibandingkan patokan HPP.

    Husaini, salah seorang petani di Kecamatan Tanah Jambo Aye, mengatakan harga gabah saat ini berkisar Rp7.300 hingga Rp7.400 per kilogram. Ia berharap harga tersebut dapat terus bertahan agar pendapatan petani tetap terjaga di tengah tingginya biaya produksi pertanian.

    “Harapan kami, harga gabah tetap tinggi dan stabil. Biaya bertani sekarang tidak sedikit, mulai dari pupuk sampai biaya pengolahan lahan. Kalau harga jual bagus, setidaknya hasil panen bisa menutupi biaya produksi dan menjadi modal untuk musim tanam berikutnya,” ujar Husaini.

    Menurutnya, selisih harga yang mencapai Rp800 hingga Rp900 per kilogram di atas HPP cukup berarti bagi petani. Jika harga tetap bertahan, penerimaan dari penjualan gabah dapat membantu petani memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mempersiapkan biaya untuk musim tanam selanjutnya.

    Harapan serupa disampaikan Ishak, petani di Kecamatan Baktiya. Ia menilai harga gabah yang stabil dan tetap berada di atas HPP sangat penting untuk memberikan kepastian bagi petani dalam menjalankan usaha tani.

    Bagi petani, mempertahankan harga gabah di atas HPP menjadi salah satu harapan utama, terutama ketika biaya pupuk, pengolahan lahan, dan kebutuhan produksi lainnya terus menjadi beban. Mereka juga khawatir harga akan turun ketika panen berlangsung serentak dan pasokan gabah meningkat di pasaran.

    Meski harga saat ini lebih tinggi daripada HPP, besarnya keuntungan bersih petani tetap bergantung pada biaya produksi dan hasil panen masing-masing. Karena itu, kestabilan harga menjadi faktor penting agar penerimaan yang diperoleh benar-benar dapat menopang keberlanjutan usaha tani.

    Petani berharap pemerintah dan pihak terkait terus menjaga stabilitas harga serta memastikan hasil panen terserap dengan harga yang layak. Dengan harga gabah yang bertahan Rp800 hingga Rp900 per kilogram di atas HPP, petani Aceh Utara berharap kesejahteraan mereka semakin membaik dan keberlanjutan produksi padi tetap terjaga.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Bocah Perempuan 8 Tahun Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Water Park Blang Aceh Utara

    Bocah Perempuan 8 Tahun Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Water Park Blang Aceh Utara

    ACEH UTARA |PASESATU.COM – Seorang anak perempuan berusia 8 tahun, Nafiza Ulfa, meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang Water Park Blang, Dusun Kuya Raoh, Gampong Lhok Seutuy, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (18/10/2026) sore.

    Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Korban datang ke lokasi wisata bersama ibunya, Mutia, sekitar pukul 15.00 WIB untuk berenang.

    Awalnya, korban berenang di kolam khusus anak-anak dengan kedalaman sekitar 80 sentimeter. Saat itu, ibunya juga berada di kolam untuk mengawasi korban.

    Namun, korban kemudian berpindah ke kolam dewasa yang memiliki kedalaman sekitar satu meter tanpa diketahui ibunya. Di kolam tersebut, korban diduga tenggelam.

    Sejumlah anak yang berada di lokasi mengetahui kejadian itu dan berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, ibu korban segera berupaya menyelamatkan putrinya.

    Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Baktiya bersama pengawas kolam renang untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Namun, setelah diperiksa oleh dokter, korban dinyatakan meninggal dunia.

    Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Gampong Lhok Seutuy untuk diserahkan kepada keluarga.

    Peristiwa ini menjadi perhatian terhadap pentingnya keselamatan anak di kawasan wisata air. Pengawasan orang tua dan kesiapsiagaan petugas kolam renang menjadi aspek penting dalam mencegah kejadian serupa.

    Pengelola tempat wisata air juga perlu memastikan ketersediaan petugas penyelamat, kejelasan penanda kedalaman kolam, serta perlengkapan keselamatan dan penanganan keadaan darurat.***

    Editor: Syahrul Usman

  • Pascabanjir, Lansia dan Siswa Buket Linteung Menanti Program MBG

    Pascabanjir, Lansia dan Siswa Buket Linteung Menanti Program MBG

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Lansia dan siswa di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, masih menantikan realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah diharapkan segera memberikan perhatian terhadap kebutuhan gizi masyarakat di desa yang terdampak parah banjir pada 2025 tersebut.

    Geuchik Buket Linteung, Mansur, mengatakan masyarakat, terutama kelompok lansia dan orang tua siswa, berharap program MBG dapat segera menjangkau desa mereka.

    “Kami berharap program MBG untuk wilayah 3T dapat segera direalisasikan. Apalagi desa kami termasuk wilayah yang mengalami dampak banjir sangat parah pada 2025. Warga dan para orang tua siswa sangat mengharapkan kehadiran program MBG,” ujar Mansur, Minggu (18/10/2026).

    Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah dan lansia perlu mendapat perhatian, terutama dalam proses pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana banjir.

    Mansur berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah konkret agar pelaksanaan program MBG menjangkau masyarakat di wilayah pedesaan, termasuk desa yang menghadapi tantangan akses dan pemulihan pascabencana.

    Ia menegaskan, masyarakat Buket Linteung berharap program tersebut segera terealisasi sehingga siswa dan lansia dapat merasakan manfaatnya sesuai dengan sasaran dan ketentuan yang berlaku.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Rumah Warga Ludes Terbakar di Meunasah Tuha, Forum Keuchik, BPBD, Dinsos Salurkan Bantuan

    Rumah Warga Ludes Terbakar di Meunasah Tuha,  Forum Keuchik, BPBD, Dinsos  Salurkan Bantuan

    ACEH BESAR | PASESATU.COM – Pemerintah Kecamatan Peukan Bada bersama Forum Keuchik, BPBD dan Dinas Sosial  Aceh Besar menyalurkan bantuan masa panik kepada tujuh anggota keluarga korban kebakaran yang menghanguskan rumah mereka di Gampong Meunasah Tuha, pada Jumat (17/10/2026) malam. 

    Kebakaran yang terjadi pada Jumat (17/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB itu menghanguskan satu unit rumah yang ditempati keluarga Zulfikar.

    Akibat musibah tersebut, tujuh anggota keluarga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Peukan Bada, Rusydi, SAg MPd, mengatakan pemerintah kecamatan bersama unsur terkait bergerak melakukan koordinasi dan pemantauan guna memastikan kondisi keluarga korban serta penanganan kebutuhan mendesak pasca kebakaran.

    Menurutnya, bantuan darurat menjadi salah satu langkah awal untuk meringankan beban keluarga yang terdampak musibah, terutama setelah kehilangan tempat tinggal.

    Selain berkoordinasi dengan aparatur gampong, pihak kecamatan juga melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Aceh Besar agar kebutuhan korban dapat ditindaklanjuti melalui penyaluran bantuan yang diperlukan.

    Bantuan sembako darurat turut disalurkan oleh Forum Keuchik Kecamatan Peukan Bada. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar juga menyalurkan bantuan masa panik bagi keluarga korban.

    Rusydi menjelaskan, selain kebutuhan pokok, keluarga korban juga membutuhkan tempat tinggal sementara berupa tenda serta perlengkapan pendukung lainnya.

    “Kebutuhan tersebut menjadi perhatian agar keluarga dapat menjalani masa darurat dengan lebih baik,” ujarnya. 

    Sementara Ketua Forum Keuchik Peukan Bada, Tjut Gunawan, bersama unsur setempat turut terlibat dalam upaya kepedulian terhadap keluarga yang terdampak.

    Penyaluran bantuan tersebut mencerminkan kerja sama antara pemerintah kecamatan, aparatur gampong, Forum Keuchik, dan BPBD dalam merespons musibah yang dialami masyarakat.

    Adapun tujuh anggota keluarga yang terdampak kebakaran tersebut terdiri atas Zulfikar, Nelly Sofita, Muhammad Zamzami Z., Asmaul Husna Z., Muhammad Amran Z., Fatimah Azzahra Z., dan Ahmad Uwais Al Warni Z.

    Pemerintah kecamatan bersama unsur terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan mendesak keluarga korban mendapat perhatian.

    Pemkab Aceh Besar melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Aceh Besar juga telah menyalurkan bantuan masa panik kepada keluarga Zulfikar (47), Jumat (16/10/2026) malam.

    Penyaluran bantuan itu sebagai respons untuk memenuhi kebutuhan mendesak keluarga yang terdampak musibah. 

    Turut hadir pada kesempatan itu Bupati Aceh Besar, Syech Muharram, Kepala Dinas Sosial Aceh Besar, Darwan Asrizal, SE, MT, bersama unsur terkait.***

    Penulis : Hamdani

    Editor   : Syahrul Usman

  • Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Akmal Daud Desak Pemerintah Bertindak

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Akmal Daud Desak Pemerintah Bertindak

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Pegiat sosial Aceh, Akmal Daud, meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait segera mengambil langkah antisipatif untuk melindungi masyarakat dari dampak kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Ia menilai, upaya perlindungan masyarakat tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi juga harus disertai penyampaian informasi kualitas udara, edukasi kesehatan, serta kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

    “Jangan sampai masyarakat harus menunggu jatuh sakit baru mendapatkan perhatian. Pemerintah perlu hadir lebih awal melalui edukasi, pencegahan, dan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau,” kata Akmal Daud dalam keterangannya di Aceh Utara, Sabtu (17/10/2026).

    Menurut Akmal, paparan asap karhutla berpotensi mengganggu kesehatan, terutama ketika kualitas udara memburuk dan masyarakat masih beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) memperkuat langkah pencegahan dan penanganan dampak kabut asap.

    Ia mendorong dinas kesehatan meningkatkan edukasi mengenai risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), memastikan kesiapan puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya, serta memberikan informasi tentang langkah perlindungan yang dapat dilakukan masyarakat.

    Akmal juga meminta pemerintah menyampaikan informasi kualitas udara secara berkala agar warga dapat menyesuaikan aktivitas dan mengurangi paparan asap ketika kondisi udara memburuk.

    “Informasi harus sampai kepada masyarakat hingga ke tingkat desa. Warga perlu mengetahui kapan harus membatasi aktivitas di luar rumah, bagaimana melindungi anak-anak, dan ke mana harus mencari pertolongan jika mengalami gangguan kesehatan,” ujarnya.

    Selain penanganan dampak kesehatan, Akmal menekankan pentingnya pencegahan karhutla melalui pengawasan di wilayah rawan serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara melanggar hukum.

    Menurut dia, penanganan kabut asap membutuhkan koordinasi lintas instansi agar upaya perlindungan masyarakat dan pencegahan kebakaran dapat berjalan beriringan.

    “Yang harus kita utamakan adalah keselamatan manusia. Masyarakat membutuhkan perlindungan dan kepastian bahwa pemerintah serius menangani ancaman ini, bukan hanya ketika keadaan sudah memburuk,” katanya.

    Akmal berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah terkoordinasi untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat kabut asap sekaligus mencegah meluasnya dampak karhutla terhadap masyarakat.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kabut Asap Selimuti Aceh Utara, Disdikbud Imbau Siswa Pakai Masker

    Kabut Asap Selimuti Aceh Utara, Disdikbud Imbau Siswa Pakai Masker

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Utara mengimbau seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan menggunakan masker serta membatasi aktivitas di luar ruangan menyusul kabut asap yang menyelimuti Aceh Utara.

    Kepala Disdikbud Aceh Utara, Dr. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., pada sabtu (17/10/2026), menyampaikan bahwa langkah antisipasi diperlukan untuk melindungi kesehatan warga sekolah tanpa mengabaikan keberlangsungan proses pembelajaran.

    Ia mengimbau sekolah mengurangi kegiatan luar ruangan, seperti olahraga dan upacara, serta mengalihkannya ke dalam ruangan guna meminimalkan paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan.

    Meski demikian, kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka tetap dilaksanakan selama kondisi kabut asap masih dinilai dapat ditoleransi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan yang tinggi.

    Apabila kondisi kabut asap semakin pekat dan membahayakan kesehatan, sekolah dapat mempertimbangkan pengalihan sementara kegiatan belajar menjadi Belajar dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

    Disdikbud Aceh Utara juga meminta kepala satuan pendidikan memantau kondisi lingkungan masing-masing dan berkoordinasi dengan dinas untuk menentukan langkah yang sesuai dengan perkembangan situasi.

    Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga keselamatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan sekaligus memastikan hak siswa untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi.***

    Editor : Syahrul Usman

  • SMAN 1 Tanah Jambo Aye Tertibkan Parkir Siswa, Knalpot Brong Dilarang

    SMAN 1 Tanah Jambo Aye Tertibkan Parkir Siswa, Knalpot Brong Dilarang

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – SMAN 1 Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, menerapkan penataan parkir sepeda motor siswa serta pemeriksaan kendaraan, pakaian, dan rambut untuk meningkatkan kedisiplinan di lingkungan sekolah. Kendaraan siswa diparkir secara teratur berdasarkan merek, sementara penggunaan knalpot brong yang menimbulkan kebisingan tidak mendapat tempat.

    Kepala SMAN 1 Tanah Jambo Aye, Juliana, S.Pd., M.Pd., mengatakan penataan parkir dilakukan untuk menjaga kerapian sekaligus memudahkan siswa menemukan kendaraan mereka saat pulang sekolah.

    “Kalau parkirnya ditata seperti ini, biar kelihatan rapi. Biar ketika ada yang mau mengambil motornya saat pulang sekolah tidak kebingungan,” ujar Juliana, Sabtu (17/10/2026).

    Selain menata area parkir, pihak sekolah juga memperketat pengawasan terhadap kepatuhan siswa pada tata tertib. Setiap pagi, guru piket memeriksa kendaraan, pakaian, dan rambut siswa saat memasuki gerbang sekolah.

    Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan siswa mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk menjaga kerapian penampilan dan menggunakan kendaraan yang tidak mengganggu kenyamanan lingkungan pendidikan.

    Larangan penggunaan knalpot brong menjadi bagian dari upaya menjaga ketenangan sekolah. Suara bising kendaraan dinilai berpotensi mengganggu konsentrasi belajar serta kenyamanan guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

    Penataan parkir dan pemeriksaan rutin itu juga menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa. Melalui kebiasaan memarkir kendaraan secara tertib, menjaga penampilan, dan menaati aturan, sekolah mendorong tumbuhnya sikap disiplin serta tanggung jawab.

    Pihak sekolah berharap kebiasaan tersebut terus dipertahankan agar ketertiban tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Cabai Medan 40 Persen Lebih Mahal dari Cabai Lokal

    Cabai Medan 40 Persen Lebih Mahal dari Cabai Lokal

    ACEH UTARA – Harga cabai merah di Pasar Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, mencapai Rp70.000 per kilogram untuk produk asal Medan, Sumatera Utara. Sementara itu, cabai merah lokal dijual Rp50.000 per kilogram, menciptakan selisih harga hingga Rp20.000 di tengah kebutuhan masyarakat terhadap komoditas pangan tersebut, Sabtu (17/10/2026).

    Perbedaan harga itu menjadi salah satu sorotan perdagangan bahan pangan di pasar setempat. Selain asal pasokan, ukuran cabai, kualitas produk, dan biaya distribusi turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pembentukan harga di tingkat pedagang.

    Nazar, salah seorang pedagang di Pasar Panton Labu, mengatakan cabai merah lokal kini lebih banyak tersedia dibandingkan pekan sebelumnya. Namun, ukuran cabai lokal cenderung lebih kecil dibandingkan produk yang didatangkan dari luar daerah.

    “Alhamdulillah, dalam sepekan ini sudah banyak cabai merah lokal. Hanya saja, ukuran cabai lokal agak kecil-kecil. Kalau bawang merah lokal, kualitasnya sama,” kata Nazar kepada media, Sabtu (17/10/2026).

    Berdasarkan pantauan harga di pasar tersebut, cabai merah lokal dijual Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai merah asal Medan berkisar Rp65.000–Rp70.000 per kilogram. Adapun cabai rawit dipasarkan dengan harga Rp60.000–Rp70.000 per kilogram.

    Selisih harga cabai merah lokal dan produk asal Medan memberikan alternatif bagi konsumen untuk menyesuaikan belanja dengan anggaran rumah tangga. Meski demikian, perbandingan harga tetap perlu mempertimbangkan ukuran dan karakteristik produk yang ditawarkan pedagang.

    Di tengah tersedianya cabai lokal, rantai pasok sayuran di Pasar Panton Labu masih sangat bergantung pada daerah luar Aceh. Nazar memperkirakan lebih dari 90 persen pasokan sayuran yang dijualnya berasal dari Medan, Sumatera Utara.

    “Kalau masalah sayur-sayuran, 90 persen lebih kita masih mengandalkan dari Medan,” ujarnya.

    Ketergantungan tersebut memperlihatkan pentingnya distribusi antardaerah dalam menjaga ketersediaan bahan pangan di pasar Aceh Utara. Gangguan pengiriman maupun perubahan biaya angkut berpotensi memengaruhi harga jual komoditas yang didatangkan dari luar daerah.

    Di sisi lain, peningkatan produksi sayuran lokal berpeluang memperkuat pasokan pasar sekaligus membuka ruang pendapatan bagi petani di Aceh. Namun, upaya tersebut membutuhkan kesinambungan produksi, kualitas hasil panen, serta sistem distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan pedagang dan konsumen.

    Untuk komoditas bawang merah, produk asal Brebes, Jawa Tengah, dijual Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah lokal asal Pidie, Aceh, dipasarkan dengan harga Rp25.000 per kilogram.

    Perubahan harga juga terjadi pada sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Gula pasir naik dari Rp19.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. Sebaliknya, Minyakita kemasan satu liter turun dari Rp19.000 menjadi Rp18.000 per kemasan.

    Sementara itu, minyak goreng curah dijual Rp21.000 per kilogram. Adapun jeruk nipis lokal dari Kecamatan Langkahan dipasarkan Rp10.000 per kilogram dan tomat Rp12.000 per kilogram.

    Variasi harga tersebut membuat konsumen perlu menyesuaikan komposisi belanja, terutama ketika sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan secara bersamaan. Bagi pedagang, perubahan harga dan ketersediaan barang juga menjadi pertimbangan dalam menentukan jumlah stok yang harus disiapkan.

    Dari sisi penjualan, Nazar menilai aktivitas perdagangan masih relatif normal. Namun, permintaan terhadap sejumlah bahan pangan dapat berkurang pada akhir pekan, terutama ketika dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak beroperasi pada hari Minggu mengikuti libur sekolah.

    Perubahan aktivitas pembelian tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pedagang dalam mengatur persediaan. Stok yang terlalu besar berisiko tidak terserap ketika permintaan melemah, sedangkan persediaan yang terbatas dapat menyulitkan pedagang saat pembelian kembali meningkat.

    Pergerakan harga cabai di Pasar Panton Labu pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan perbedaan harga jual antarpedagang, tetapi juga mencerminkan peran pasokan lokal, distribusi antardaerah, dan perubahan permintaan dalam perdagangan pangan.***

    Editor: Syahrul Usman