Penulis: admin

  • Kapolres Aceh Utara Perkuat Sinergi Kamtibmas Lewat Jum’ling di Masjid Raya Pase

    Kapolres Aceh Utara Perkuat Sinergi Kamtibmas Lewat Jum’ling di Masjid Raya Pase

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., mengajak tokoh agama dan masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui program Jumat Keliling (Jum’ling) di Masjid Raya Pase, Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Jumat (16/10/2026).

    Ajakan tersebut disampaikan saat Kapolres melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Imam Besar Masjid Raya Pase serta pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM). Kegiatan ini menjadi bagian dari program prioritas Kapolri bertema Polisi Bersama Masyarakat.

    Kapolres hadir bersama Wakapolres, sejumlah pejabat utama Polres Aceh Utara, Kapolsek Tanah Jambo Aye beserta jajaran, serta personel kepolisian setempat. Pertemuan berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB.

    Dalam pertemuan tersebut, Kapolres mendorong keterlibatan aktif tokoh agama, pengurus masjid, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap aman, damai, dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polsek Tanah Jambo Aye.

    Melalui komunikasi langsung dengan masyarakat, kepolisian juga membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan informasi, aspirasi, maupun persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan. Informasi tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak kepolisian.

    Program Jum’ling menjadi salah satu pendekatan Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan, dialog, dan silaturahmi. Pendekatan ini sekaligus memperkuat kemitraan antara kepolisian, tokoh agama, dan pengurus masjid dalam menjaga ketenteraman lingkungan.

    Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

    Kegiatan berakhir sekitar pukul 14.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Tiga Tahun Kuliah, Dr. Muhammad Johan Raih Doktor Cumlaude dengan IPK 3,86

    Tiga Tahun Kuliah, Dr. Muhammad Johan Raih Doktor Cumlaude dengan IPK 3,86

    BANDUNG | PASESATU.COM – Di tengah tanggung jawab memimpin layanan pendidikan di Kabupaten Aceh Utara, Dr. Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd., berhasil menuntaskan pendidikan doktor (S3) Administrasi Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Ia meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 setelah menyelesaikan studi selama tiga tahun, tepat waktu.

    Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Gymnasium UPI, Bandung, menandai keberhasilan Muhammad Johan menyelesaikan perjalanan akademiknya. Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari upayanya meningkatkan kompetensi di bidang administrasi pendidikan, seiring dengan tanggung jawabnya sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara.

    Pendidikan doktoral yang ditempuhnya diharapkan memperkaya wawasan dan pemahamannya dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan pendidikan. Bekal akademik tersebut juga berpotensi mendukung penguatan tata kelola serta peningkatan kualitas layanan pendidikan di Aceh Utara.

    Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong perbaikan mutu layanan. Karena itu, pengembangan kompetensi bagi pemimpin pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga dengan penerapan ilmu dalam pelaksanaan tugas dan pengambilan kebijakan.

    Keberhasilan Muhammad Johan menyelesaikan studi dalam tiga tahun dengan predikat cumlaude diharapkan turut memotivasi guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesionalisme sesuai bidang masing-masing.

    Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi insan pendidikan Aceh Utara. Lebih dari gelar yang disandang, manfaat utama dari pencapaian tersebut terletak pada kontribusi ilmu dan pengalaman akademik bagi pengembangan pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.***

    Editor : Syahrul Usman

  • “Kapan Kami Dapat MBG?” Pertanyaan Anak-Anak Langkahan yang Tak Lagi Sanggup Dijawab Rusli

    “Kapan Kami Dapat MBG?” Pertanyaan Anak-Anak Langkahan yang Tak Lagi Sanggup Dijawab Rusli
    Ilustrasi karikatur penantian siswa di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari enam dapur yang telah dibangun, baru dua yang beroperasi, sementara 12 sekolah masih menanti kepastian layanan. (Ilustrasi: Pasesatu) 


    ACEH UTARA | PASESATU.COM – “Kapan kami dapat MBG?” Pertanyaan sederhana itu terus datang dari mulut para siswa di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Namun, bagi Rusli, S.Pd., Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Langkahan, pertanyaan tersebut kini semakin berat untuk dijawab.

    Di balik rasa ingin tahu anak-anak itu, tersimpan harapan untuk menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti siswa di sekolah lain. Sayangnya, hingga Jumat (16/10/2026), sejumlah sekolah di Kecamatan Langkahan masih belum tersentuh program tersebut.

    “Saya sudah tidak sanggup lagi menjawab pertanyaan para siswa saat mereka bertanya, kapan kami dapat MBG,” tutur Rusli, yang juga menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu SD negeri di wilayah itu.

    Bagi seorang guru, pertanyaan tersebut semestinya mudah dijawab jika kepastian sudah ada. Namun, ketika program yang dinantikan belum juga hadir, Rusli harus menghadapi kenyataan bahwa harapan anak-anak itu belum dapat ia berikan jawabannya.

    Bukan hanya siswa yang menunggu. Sejumlah orang tua juga mempertanyakan alasan anak-anak mereka belum mendapatkan MBG. Di tengah kebutuhan untuk mendukung asupan gizi dan semangat belajar peserta didik, ketidakpastian tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi pihak sekolah.

    Dua dari Enam Dapur Sudah Beroperasi

    Penantian siswa di Langkahan berlangsung ketika sebagian masyarakat masih berupaya bangkit dari dampak banjir yang melanda wilayah tersebut pada 2025. Pemulihan kehidupan pascabencana bukan hanya tentang memperbaiki rumah dan memulihkan mata pencaharian, tetapi juga memastikan kebutuhan keluarga dan masa depan anak-anak tetap menjadi perhatian.

    Di tengah situasi itu, kehadiran MBG diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk dukungan bagi peserta didik. Namun, harapan tersebut belum dirasakan secara merata.

    Tokoh masyarakat Langkahan, Munawir, mengungkapkan bahwa dari enam dapur MBG yang telah dibangun di wilayah tersebut, baru dua yang beroperasi. Keduanya berada di Desa Simpang Tiga dan Desa Krueng Lingka.

    Kondisi ini memunculkan harapan agar dapur-dapur lainnya segera difungsikan sehingga pelayanan dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan siswa.

    Pembangunan fasilitas menjadi langkah awal, tetapi manfaat program baru benar-benar dirasakan ketika dapur siap beroperasi dan makanan dapat disalurkan kepada para penerima manfaat.

    Bagi sekolah-sekolah yang belum memperoleh layanan, kepastian mengenai kesiapan fasilitas dan jadwal operasional menjadi hal yang dinantikan.

    Belasan Sekolah Masih Menanti

    Berdasarkan keterangan Rusli, terdapat 12 sekolah di Kecamatan Langkahan yang disebut belum menerima program MBG. Sekolah-sekolah tersebut terdiri atas 10 sekolah dasar, tiga sekolah menengah pertama, dan satu sekolah menengah atas.

    Adapun sekolah yang disebut belum menerima program itu meliputi SDN 2, SDN 4, SDN 5, SDN 8, SDN 9, SDN 10, SDN 12, SDN 13, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, dan SMAN 2.

    Bagi para siswa di sekolah-sekolah tersebut, MBG bukan sekadar program yang mereka dengar dari cerita orang lain. Mereka menantikan kesempatan untuk turut merasakan manfaat yang sama.

    Sementara itu, bagi guru, penantian tersebut menghadirkan persoalan yang tidak sederhana. Mereka menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan pertanyaan siswa dan orang tua, meskipun keputusan mengenai pelaksanaan program berada di luar kewenangan sekolah.

    Rusli dan Munawir berharap pemerintah serta Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengambil langkah untuk mempercepat operasional dapur MBG yang belum berjalan.

    Masyarakat juga mengharapkan adanya penjelasan mengenai penyebab keterlambatan, tahapan yang masih harus diselesaikan, serta target waktu agar sekolah-sekolah yang belum terjangkau dapat segera menerima layanan.

    Harapan yang Tak Seharusnya Berlarut

    Ada sesuatu yang menyentuh dari pertanyaan seorang anak tentang kapan ia bisa mendapatkan makanan bergizi gratis. Pertanyaan itu lahir dari harapan sederhana: memperoleh kesempatan yang sama dan merasakan manfaat program yang telah lama dinantikan.

    Namun, ketika pertanyaan yang sama terus berulang tanpa jawaban pasti, harapan tersebut perlahan berubah menjadi penantian yang membebani mereka yang setiap hari mendampingi anak-anak itu belajar.

    Di Langkahan, Rusli menjadi salah satu orang yang merasakan beban tersebut. Sebagai kepala sekolah sekaligus Ketua K3S, ia berada di antara harapan para siswa dan orang tua dengan kenyataan bahwa dirinya belum memiliki kepastian yang dapat disampaikan.

    Karena itu, percepatan pelaksanaan MBG di Langkahan tidak cukup hanya dengan membangun dapur. Kesiapan fasilitas, kelengkapan operasional, dan kepastian penyaluran perlu dituntaskan agar program benar-benar menjangkau siswa yang menjadi sasaran.

    Di tengah perjuangan masyarakat memulihkan kehidupan setelah banjir 2025, kebutuhan anak-anak untuk tumbuh, belajar, dan memperoleh dukungan gizi tidak seharusnya terabaikan.

    Kini, pertanyaan “Kapan kami dapat MBG?” masih menunggu jawaban yang nyata. Bagi anak-anak Langkahan, jawaban itu bukan sekadar janji atau penjelasan, melainkan kepastian kapan program tersebut benar-benar hadir di sekolah mereka.

    Dan bagi Rusli, kepastian itulah yang mungkin dapat membuatnya kembali menjawab pertanyaan anak-anak dengan lebih tenang—bukan karena tak lagi ditanya, melainkan karena akhirnya ada jawaban yang bisa diberikan.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kabut Asap Menebal, Polsek Tanah Jambo Aye Bersama Koramil dan Puskesmas Bagikan Masker

    Kabut Asap Menebal, Polsek Tanah Jambo Aye Bersama Koramil dan Puskesmas Bagikan Masker

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Polsek Tanah Jambo Aye bersama Koramil 14/TJA dan Puskesmas membagikan masker kepada masyarakat dan pengendara sepeda motor di Simpang Empat Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (16/10/2026), sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap yang semakin menebal.

    Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Tanah Jambo Aye, IPTU Hasbi M. Isya, S.AP., tersebut melibatkan Kepala Puskesmas H. Yusriadi, S.Kep., Ns., MKM., staf Puskesmas Tanah Jambo Aye, personel Koramil 14/TJA, personel Polsek Tanah Jambo Aye, serta insan pers media online wilayah Panton Labu.

    Pembagian masker menyasar warga dan pengendara yang melintas di kawasan Simpang Empat Panton Labu. Selain memberikan masker, petugas juga mengingatkan masyarakat agar melindungi diri dari paparan kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Kapolsek bersama unsur Muspika Tanah Jambo Aye mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika udara dipenuhi kabut asap.

    Warga juga diminta menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk guna meminimalkan risiko gangguan saluran pernapasan.

    Selain itu, masyarakat diharapkan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan pernapasan, seperti sesak napas atau batuk yang semakin parah.

    Kegiatan lintas sektor tersebut menjadi bentuk kepedulian aparat, tenaga kesehatan, dan insan pers dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Panton Labu.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Bunda Salma Salurkan Al-Qur’an dan Alat Olahraga untuk SMAN 1 Tanah Jambo Aye

    Bunda Salma Salurkan Al-Qur’an dan Alat Olahraga untuk SMAN 1 Tanah Jambo Aye

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh (PA), Hj. Salmawati atau yang akrab disapa Bunda Salma, menyalurkan bantuan berupa kitab suci Al-Qur’an dan alat olahraga kepada SMA Negeri (SMAN) 1 Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (16/10/2026). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan nilai keagamaan sekaligus pengembangan bakat dan potensi siswa di sekolah.

    Penyerahan bantuan itu berlangsung dalam kegiatan Jumat Berkah yang diisi dengan yasinan dan doa bersama, diikuti ratusan siswa, dewan guru, serta staf tata usaha di halaman sekolah.

    Dalam kesempatan tersebut, Bunda Salma yang bertugas di Komisi III DPRA juga mengapresiasi konsistensi SMAN 1 Tanah Jambo Aye dalam membudayakan kegiatan keagamaan melalui pembacaan Surat Yasin dan doa bersama setiap Jumat pagi.

    Menurutnya, pembiasaan membaca Al-Qur’an dan berdoa bersama merupakan salah satu upaya menanamkan nilai-nilai Islam, memperkuat keimanan, serta membentuk karakter generasi muda agar memiliki akhlak yang baik di tengah tantangan era digital.

    Ia berharap para siswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, menghormati guru dan orang tua, serta mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

    Bantuan Al-Qur’an dan alat olahraga tersebut mencerminkan dukungan terhadap dua aspek penting pendidikan, yakni pembinaan spiritual dan pengembangan kemampuan siswa melalui aktivitas olahraga.

    Kepala SMAN 1 Tanah Jambo Aye, Juliana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Bunda Salma terhadap sekolah yang dipimpinnya.

    Menurut Juliana, kegiatan yasinan dan doa bersama bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, mempererat persaudaraan, serta membiasakan siswa mengawali aktivitas dengan mengingat Allah SWT.

    “Semoga lantunan doa dan Surat Yasin hari ini membawa keberkahan, kedamaian, serta kelancaran bagi seluruh aktivitas pendidikan kita. Kami berharap kegiatan ini dapat terus menumbuhkan keimanan, memperkuat karakter, dan membentuk generasi yang berakhlak mulia,” ujar Juliana.

    Ia juga berharap bantuan Al-Qur’an dan alat olahraga tersebut dapat menambah semangat siswa untuk belajar, beribadah, dan mengembangkan potensi diri.

    Kegiatan Jumat Berkah kemudian ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama dalam suasana penuh keakraban. Melalui dukungan tersebut, diharapkan lingkungan sekolah semakin kondusif dalam membentuk generasi yang berilmu, beriman, berprestasi, dan berakhlak mulia.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kabut Tebal Selimuti Aceh Utara, Kapus Tanah Jambo Aye Imbau Warga Gunakan Masker

    Kabut Tebal Selimuti Aceh Utara, Kapus Tanah Jambo Aye Imbau Warga Gunakan Masker

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kepala UPTD Puskesmas Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, H. Yusriadi, S.Kep., Ns., MKM., mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut tebal dan paparan asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, Kamis (15/10/2026). Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan membatasi kegiatan di luar ruangan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan.

    Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak buruk kualitas udara yang menurun, terutama risiko gangguan saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Paparan partikel debu dan asap di udara dapat memicu gangguan pernapasan, khususnya pada kelompok masyarakat yang rentan.

    Untuk memperluas penyampaian informasi kepada masyarakat, Puskesmas Tanah Jambo Aye mengoptimalkan peran bidan desa dan kader posyandu dalam memberikan edukasi kesehatan hingga ke tingkat gampong.

    Edukasi tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan, seperti bayi, balita, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma atau penyakit pernapasan lainnya.

    Kepala Puskesmas Tanah Jambo Aye, H. Yusriadi, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kabut tebal dan paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan. Ia mengajak warga menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri dan keluarga.

    Lima Langkah Pencegahan yang Perlu Diterapkan

    Ada lima langkah yang dianjurkan untuk mengurangi risiko kesehatan dan menjaga keselamatan selama kabut tebal menyelimuti wilayah Aceh Utara.

    1. Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah

    Masyarakat dianjurkan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara. Warga juga perlu mengurangi waktu berada di luar rumah, terutama ketika kabut dan asap semakin pekat.

    2. Batasi aktivitas di luar ruangan

    Warga diminta mengurangi aktivitas fisik berat dan olahraga di area terbuka selama kondisi udara memburuk. Bayi, balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan sebaiknya membatasi paparan udara luar dan tetap berada di ruangan dengan kualitas udara yang lebih baik.

    3. Tingkatkan kewaspadaan saat berkendara

    Kabut tebal dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Pengendara sepeda motor maupun mobil diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menggunakan lampu kendaraan sesuai kondisi jalan.

    4. Jaga kualitas udara di dalam rumah

    Masyarakat dianjurkan mengurangi masuknya asap ke dalam rumah ketika udara di luar tercemar. Pintu dan jendela dapat ditutup sementara saat kabut atau asap pekat, kemudian ventilasi dibuka kembali ketika kondisi udara luar membaik. Warga juga perlu menghindari aktivitas yang menghasilkan asap di dalam rumah.

    5. Pantau kondisi kesehatan dan segera periksa jika mengalami keluhan

    Masyarakat dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara teratur serta memantau kondisi kesehatan anggota keluarga. Apabila mengalami batuk yang tidak kunjung membaik, iritasi mata, atau keluhan pernapasan, warga disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

    Sementara itu, keluhan berupa sesak napas berat atau kesulitan bernapas memerlukan pertolongan medis segera.

    Puskesmas Tanah Jambo Aye mengajak masyarakat untuk terus mengikuti informasi kesehatan dari tenaga medis dan menerapkan langkah pencegahan sejak dini. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

    Kewaspadaan dan kepedulian bersama diharapkan dapat membantu melindungi masyarakat Aceh Utara dari dampak kabut tebal dan paparan asap, sekaligus menjaga kesehatan keluarga selama kondisi tersebut berlangsung.***

    Editor: Syahrul Usman

  • Kementerian ATR/BPN Perkuat Koordinasi Percepatan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman

    JAKARTA | PASESATU.COM – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mendukung optimalisasi serta percepatan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman, termasuk pencapaian target Program Tiga Juta Rumah.

    Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama tentang Penguatan Koordinasi dan Pengendalian untuk Optimalisasi dan Percepatan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Kegiatan ini melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

    Pembangunan perumahan dan kawasan permukiman merupakan bagian penting dari sasaran pembangunan nasional yang membutuhkan keterpaduan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pengendalian lintas sektor.

    Nota kesepahaman tersebut menjadi landasan bersama untuk memperkuat koordinasi, sinkronisasi, pemantauan, evaluasi, serta pengendalian pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.

    Sejumlah kementerian dan lembaga yang terlibat antara lain Kementerian ATR/BPN, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Bank Tanah, serta Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

    Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR) Kementerian ATR/BPN, Virgo Eresta Jaya, menyampaikan bahwa ATR/BPN memiliki peran dari sisi hulu hingga hilir dalam mendukung percepatan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.

    Dari sisi hulu, Kementerian ATR/BPN berfokus pada penyediaan informasi yang akurat mengenai lahan, zona nilai tanah, serta kesesuaian tata ruang. Informasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan lokasi potensial pembangunan perumahan yang dapat dikembangkan secara legal.

    “Dari sisi hulu, kita fokus menyediakan akurasi informasi lahan, zona nilai tanah, serta kesesuaian tata ruang,” ujar Virgo.

    Menurutnya, ketersediaan informasi pertanahan dan tata ruang yang akurat sangat penting untuk memastikan lokasi pembangunan perumahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Sementara dari sisi hilir, Kementerian ATR/BPN memberikan kemudahan layanan pertanahan, mulai dari legalisasi aset melalui sertifikasi, Hak Tanggungan, hingga pengurusan roya.

    “Di sisi hilir, kita berikan kemudahan total untuk legalisasi aset (sertifikasi), Hak Tanggungan, hingga pengurusan roya,” jelasnya.

    Melalui penguatan koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap pembangunan perumahan dan kawasan permukiman dapat berjalan lebih optimal, terarah, dan sesuai dengan tata ruang, sekaligus mendukung percepatan pencapaian target Program Tiga Juta Rumah.

    Sinergi antarkementerian dan lembaga diharapkan mampu memperkuat kepastian informasi lahan, memperlancar proses legalitas pertanahan, serta mendukung penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kementerian ATR/BPN Percepat Penyusunan RDTR Regional III, Prioritaskan 500 RDTR pada 2026

    MAKASSAR | PASESATU.COM – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk mendukung kepastian tata ruang dan menciptakan iklim investasi yang kondusif, khususnya di kawasan Indonesia timur.

    Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi dan Komitmen Bersama Percepatan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Regional III yang dihadiri 73 kepala daerah tingkat kabupaten/kota dari Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua. Kegiatan tersebut berlangsung di Makassar, Selasa (27/10).

    Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana, mengatakan percepatan penyediaan tata ruang menjadi agenda mendesak seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas pembangunan yang tidak terbatas pada ruang yang tersedia.

    Menurutnya, kebutuhan ruang yang terus meningkat harus diimbangi dengan perencanaan tata ruang yang terarah agar pembangunan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

    Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian ATR/BPN merencanakan penyelesaian 1.703 RDTR pada periode 2026–2028, dengan prioritas penyelesaian 500 RDTR pada 2026.

    Penyusunan RDTR diharapkan dapat memberikan kepastian pemanfaatan ruang, mempermudah proses perizinan, serta meningkatkan daya tarik investasi di daerah. Dokumen tata ruang yang tersedia dan terintegrasi juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pejabat turut memberikan pandangan terkait percepatan penyusunan RDTR dan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

    Mereka di antaranya Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah II Kementerian Dalam Negeri, Heriyandi Roni; Direktur Pemetaan Tematik Badan Informasi Geospasial, Gatot Haryo Pramono; Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Noor Fuad Fitrianto; serta perwakilan Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN.

    Bupati Bone, Andi Ina Kartika Sari, juga hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendukung percepatan perencanaan tata ruang.

    Melalui koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, percepatan penyusunan RDTR diharapkan mampu memperkuat kepastian hukum pemanfaatan ruang, mendorong investasi, serta mendukung pembangunan wilayah yang terencana dan berkelanjutan.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Sebulan Bertugas, Barona Raja Bersama Tim Rujuk 51 ODGJ ke RSUD Cut Meutia

    Sebulan Bertugas, Barona Raja Bersama Tim Rujuk 51 ODGJ ke RSUD Cut Meutia

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Sebanyak 51 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Aceh Utara telah ditangani dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia sejak Mawardi Barona Raja dilantik sebagai Ketua penanganan ODGJ oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah WA, pada 13 September 2026 lalu.

    Hingga Kamis (15/10/2026), Mawardi bersama timnya terus melakukan penanganan dan membantu proses rujukan pasien dari sejumlah kecamatan di Aceh Utara. Upaya tersebut mendapat apresiasi dari warga yang berharap pelayanan terhadap ODGJ dapat terus ditingkatkan.

    Mawardi, yang dikenal dengan sapaan Barona Raja, mengatakan bahwa sejak menerima amanah tersebut, dirinya bersama tim telah menangani dan merujuk puluhan pasien untuk mendapatkan pelayanan medis di RSUD Cut Meutia.

    “Sejak saya dilantik oleh Ayah WA pada 13 September lalu, kami bersama tim sudah menangani dan merujuk sebanyak 51 ODGJ ke RSUD Cut Meutia,” kata Mawardi.

    Berdasarkan data yang disampaikan Mawardi, jumlah rujukan terbanyak berasal dari wilayah kerja Puskesmas Langkahan, yakni 16 orang. Disusul Puskesmas Cempedak sebanyak tujuh orang dan Puskesmas Lhoksukon sebanyak empat orang.

    Selanjutnya, Puskesmas Baktiya Barat dan Puskesmas Blang Geulumpang masing-masing mencatat tiga orang pasien. Sementara itu, Puskesmas Babah Buloh, Baktiya, Samudera, Seunuddon, Simpang Tiga, Paya Bakong, Lhok Beuringen, dan Lapang masing-masing mencatat dua orang.

    Adapun Puskesmas Nisam dan Nibong masing-masing mencatat satu orang pasien rujukan.

    Upaya Mawardi bersama tim mendapat apresiasi dari warga. Penanganan dan rujukan pasien ODGJ dinilai sebagai langkah penting untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan, terutama bagi keluarga yang menghadapi kesulitan dalam menangani anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa.

    Warga berharap upaya tersebut dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, disertai koordinasi dengan pihak puskesmas, keluarga pasien, perangkat gampong, dan tenaga kesehatan agar ODGJ yang membutuhkan perawatan dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi masing-masing.

    Dukungan masyarakat juga dinilai penting untuk mengurangi stigma terhadap ODGJ. Mereka perlu diperlakukan secara manusiawi dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

    Capaian 51 rujukan dalam kurun waktu sekitar satu bulan tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan ODGJ di Aceh Utara. Ke depan, keberlanjutan kerja sama antara tim penanganan, fasilitas kesehatan, keluarga, dan pemerintah diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Berdasarkan data yang disampaikan Mawardi, 51 pasien tersebut berasal dari 15 wilayah kerja puskesmas, dengan rincian sebagai berikut:

    – Puskesmas Langkahan: 16 orang

    – Puskesmas Cempedak: 7 orang

    – Puskesmas Lhoksukon: 4 orang

    – Puskesmas Baktiya Barat: 3 orang

    – Puskesmas Blang Geulumpang: 3 orang

    – Puskesmas Babah Buloh: 2 orang

    – Puskesmas Baktiya: 2 orang

    – Puskesmas Samudera: 2 orang

    – Puskesmas Seunuddon: 2 orang

    – Puskesmas Simpang Tiga: 2 orang

    – Puskesmas Paya Bakong: 2 orang

    – Puskesmas Lhok Beuringen: 2 orang

    – Puskesmas Lapang: 2 orang

    – Puskesmas Nisam: 1 orang

    – Puskesmas Nibong: 1 orang

    Total keseluruhan mencapai 51 orang yang dirujuk ke RSUD Cut Meutia sejak 13 September hingga 15 Oktober 2026.

    Editor : Syahrul Usman

  • Coffee Morning Bersama Jurnalis, Dandim 0103/Aceh Utara Perkuat Sinergi TNI dan Pers

    Coffee Morning Bersama Jurnalis, Dandim 0103/Aceh Utara Perkuat Sinergi TNI dan Pers

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Membangun komunikasi yang terbuka dan memperkuat kemitraan profesional dengan insan pers menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan baik antara TNI dan masyarakat. Semangat tersebut mewarnai kegiatan coffee morning Komandan Kodim (Dandim) 0103/Aceh Utara, Letnan Kolonel Inf. Faisal, S.Sos., M.Si., bersama sejumlah jurnalis di Makodim, Kamis (15/10/2026).

    Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi antara jajaran Kodim 0103/Aceh Utara dan para jurnalis yang bertugas di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya.

    Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi komunikasi, hubungan yang baik antara TNI dan pers memiliki peran strategis. Keduanya memiliki ruang pengabdian yang berbeda, tetapi dapat saling mendukung dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.

    Pers menjalankan fungsi jurnalistik melalui penyampaian informasi kepada publik, sedangkan komunikasi yang terbuka dengan institusi TNI dapat membantu jurnalis memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai kegiatan dan perkembangan di wilayah tugasnya.

    Melalui pertemuan tatap muka tersebut, komunikasi diharapkan tidak hanya terjalin dalam kegiatan seremonial, tetapi juga berkembang menjadi kemitraan yang berkelanjutan, dengan tetap menjunjung tinggi profesionalisme, independensi pers, serta penghormatan terhadap tugas dan fungsi masing-masing pihak.

    Suasana santai sambil menikmati kopi turut memberikan ruang bagi terbangunnya dialog yang lebih cair dan humanis. Pendekatan semacam ini menjadi salah satu cara mempererat hubungan kelembagaan melalui silaturahmi, keterbukaan, dan rasa saling menghormati.

    Bagi insan pers, pertemuan dengan pimpinan satuan TNI juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi profesional, sehingga informasi mengenai kegiatan TNI maupun perkembangan situasi di tengah masyarakat dapat disampaikan kepada publik secara tepat dan bertanggung jawab.

    Sinergi yang sehat antara TNI dan pers diharapkan mampu mendukung terciptanya suasana yang kondusif, memperluas akses informasi yang dibutuhkan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya kepercayaan publik melalui pemberitaan yang berpedoman pada prinsip-prinsip jurnalistik.

    Pertemuan Dandim 0103/Aceh Utara bersama para jurnalis ini menjadi gambaran bahwa silaturahmi dan komunikasi yang baik merupakan fondasi penting dalam membangun kemitraan kelembagaan yang profesional, terbuka, dan berkelanjutan.***

    Editor : Syahrul Usman