ACEH UTARA | PASESATU.COM – Sudah hampir dua pekan warga Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, kehilangan akses jaringan telekomunikasi Telkomsel. Untuk tetap terhubung dengan dunia luar, sebagian warga terpaksa memasang WiFi dengan biaya sekitar Rp200 ribu per bulan.
Gangguan tersebut membuat aktivitas komunikasi warga terganggu. Mereka kesulitan menghubungi keluarga maupun kerabat di luar desa. Akses informasi dan kegiatan ekonomi juga ikut terdampak.
Syaiful, warga Lubok Pusaka, mengatakan gangguan jaringan berlangsung hampir 14 hari hingga Sabtu, 31 Oktober 2026. Selama periode itu, masyarakat tidak dapat mengandalkan layanan telepon seluler untuk berkomunikasi.
“Sudah hampir dua minggu ini di desa kami tidak ada sinyal komunikasi. Alhasil, masyarakat tidak dapat berkomunikasi ke luar,” kata Syaiful kepada wartawan, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Sebagian warga kemudian memilih memasang jaringan internet WiFi sebagai alternatif. Namun, solusi tersebut mengharuskan mereka mengalokasikan biaya tambahan sekitar Rp200 ribu setiap bulan.
Pengeluaran itu menjadi beban tersendiri, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya turut merasakan dampak banjir bandang. Di tengah upaya memulihkan kehidupan setelah bencana, warga masih harus menghadapi persoalan akses komunikasi.
Syaiful berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara turun tangan dengan berkoordinasi bersama pihak terkait untuk memulihkan jaringan telekomunikasi di desanya.
Menurut dia, jaringan komunikasi bukan hanya diperlukan untuk menghubungi keluarga. Bagi masyarakat Lubok Pusaka yang berada di wilayah pedalaman, akses tersebut juga penting untuk memperoleh informasi, menjalankan kegiatan ekonomi, serta menyampaikan kondisi desa kepada pihak luar.
Warga berharap gangguan jaringan itu segera ditangani sehingga mereka tidak terus bergantung pada layanan internet alternatif untuk memenuhi kebutuhan komunikasi sehari-hari.***

Tinggalkan Balasan