Penulis: admin

  • Kapolres Aceh Utara Pimpin Serah Terima Jabatan Kabag, Kasat, dan Kapolsek Jajaran

    Foto Upacara Sertijab di Polres Aceh Utara

    PASE SATU | ACEH UTARA – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat di lingkungan Polres Aceh Utara. Acara berlangsung di Lapangan Tribrata Mako Polres Aceh Utara pada Selasa (18/2/2025) pagi.


    Dalam kegiatan tersebut, hadir Wakapolres Aceh Utara, para kepala bagian (Kabag), kepala satuan (Kasat), kepala kepolisian sektor (Kapolsek) jajaran, serta seluruh personel Polres Aceh Utara. Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Utara beserta pengurus juga turut menyaksikan prosesi sertijab tersebut.


    Mutasi Jabatan Kabag, Kasat, dan Kapolsek di Polres Aceh Utara


    Dalam rotasi ini, jabatan yang diserahterimakan mencakup Kabag Ops, Kabag Log, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat Lantas, Kasat Samapta, serta lima Kapolsek, yaitu Kapolsek Tanah Jambo Aye, Kapolsek Matangkuli, Kapolsek Lhoksukon, Kapolsek Syamtalira Aron, dan Kapolsek Seunuddon.


    Beberapa perubahan jabatan penting dalam sertijab ini antara lain, Jabatan Kabag Ops

    Pejabat lama, Kompol Firdaus Jufrida, S.T., M.Si. sekarang menjabat sebagai Wakapolres Simeulue. Pejabat baru, Kompol Salahiddin, S.H., S.E., M.H. jabatan sebelumnya Pamen di Polda Aceh.


    Jabatan Kabag Log lama, Kompol Dewi Maulidar, S.Sos., M.Si. saat ini di tugaskan menjabat sebagai Kabag Ren di Polres Aceh Timur. Diposisi ini di isi oleh Pejabat baru, Muhammad Nafis Luthfy, S.H., M.H. sebelumnya sebagai Kasubbag Bin Ops Bag Ops Satbrimob Polda Aceh.


    Demikian pergantian dijabatan Kasat Reskrim Polres Aceh Utara. Pejabat lama, AKP Novrizaldi, S.H. sekarang menjabat sebagai Panit 2 Unit 4 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Aceh. Dan diduduki oleh Pejabat baru, AKP Dr. Bustami, S.H., M.H. yang sebelumnya sebagai Kanit 3 Subdit 1 Ditreskrimum Polda Aceh.


    Sedangkan untuk jabatan Kasat Narkoba, Pejabat lama, Iptu Fitra Zumar, S.H. saat ini dipindah tugas menjabat sebagai Ps. Panit 2 Unit 2 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Aceh.

    Dan diganti tugaskan oleh pejabat baru, AKP Erwinsyah Putra, S.H., M.H. Sebelumnya Kasatres Narkoba Polres Subulussalam.



    Jabatan Kasat Lantas Pejabat lama, Iptu Sulaiman saat ini dipindah tugaskan menjabat sebagai Ps Kasat Samapta Polres Subulussalam. Diposisi ini digatikan oleh pejabat baru, AKP Muhammad Jamil, S.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Samapta Polres Subulussalam.


    Jabatan Kasat Samapta, Pejabat lama, AKP Imil Yusni, S.H., M.H. saat ini menjabat sebagai Danki Dalmas 1 Sipasdal Subdit Dalmas Dit Samapta Polda Aceh. Digantikan oleh Pejabat baru, AKP Syahrizal, S.H. yang sebelumnya Kapolsek Lhoksukon.


    Kapolsek Lhoksukon Pejabat lama, AKP Syahrizal, S.H. sekarang menjabat sebagai Kasat Samapta Polres Aceh Utara.

    Pejabat baru, AKP Parlindungan Parhusip, S.H. sebelumnya Kasubbag Ren Prograr Bag Ren Polres Aceh Utara.


    Kapolsek Tanah Jambo Aye Pejabat lama, Iptu Herman Syahputra, S.H. Kini menjabat sebagai Ps Kasubbag Dal Prograr Bag Ren Polres Aceh Utara. Pejabat baru Iptu Agus Alfian Halomoan Lubis sebelumnya Kaurbinopsnal Sat Samapta Polres Langsa.


    Pejabat lama di Posek Matang Kuli, Iptu Hendra Jamiswar, S.H., M.H. sekarang menjabat sebagai Kasikum Polres Aceh Utara.

    Digantikan dengan Pejabat baru, Iptu. Tri Mulyono, sebelumnya Kasi Humas Polres Langsa.


    Kapolsek Syamtalira Aron, Pejabat lama, Iptu Nurdin menjabat sebagai Pama Polres Aceh Utara. Pejabat baru, AKP Muhammad Iskandar, sebelumnya Kasubbag Watpers Bag SDM Polres Langsa.


    Kapolsek Seunuddon, Pejabat lama, Iptu Zainal Madas, menjabat sebagai Pama Polres Aceh Utara. Pejabat baru, Iptu Edy Suparman yang sebelumnya Kaurbin Opsnal Sat Intelkam Polres Aceh Utara.


    Dalam amanatnya, Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti menegaskan bahwa mutasi jabatan dalam tubuh Polri adalah sesuatu yang wajar dan merupakan bagian dari penyegaran organisasi.


    “Mutasi dalam lingkungan Polri merupakan hal yang lumrah dilakukan demi meningkatkan dinamika organisasi dan pelayanan kepada masyarakat. Jabatan yang diberikan adalah amanah serta kepercayaan dari pimpinan, sehingga kita harus mempertahankan dan meningkatkan prestasi serta kinerja sebagai bentuk tanggung jawab,” ujar Kapolres.


    Kapolres juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Polres Aceh Utara. Ia berharap para pejabat yang mendapat promosi di tempat baru dapat terus mengembangkan karier dengan baik.


    “Saya ucapkan selamat dan sukses kepada para pejabat lama yang akan bertugas di tempat baru. Semoga semakin berkembang dalam karier kepolisian dan tetap mengutamakan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.


    Kepada pejabat baru, Kapolres Aceh Utara berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru dan meneruskan program kerja yang telah dirintis pejabat sebelumnya.


    “Segera beradaptasi dengan lingkungan dan melanjutkan keberhasilan yang telah dicapai pejabat lama. Terus tingkatkan kinerja demi kemajuan Polri, khususnya Polres Aceh Utara,” pungkasnya.


    Serah terima jabatan di Polres Aceh Utara ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan Polres Aceh Utara semakin solid dalam menjalankan tugas serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. 

  • Presiden Prabowo Terbitkan PP No. 8/2025, Wajibkan Devisa Hasil Ekspor SDA Disimpan di Dalam Negeri

    Sri Mulyani Menteri Keuangan RI
    Sri Mulyani Menteri Keuangan RI (Foto Dok: Kementerian Keuangan) 



    PASE SATU | JAKARTA – Dalam upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional, Presiden Prabowo Subianto resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025, yang mewajibkan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) disimpan di dalam negeri. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Maret 2025 dan bertujuan untuk meningkatkan likuiditas serta memperkuat sistem keuangan nasional.


    Melalui peraturan baru ini, eksportir di sektor pertambangan (kecuali minyak dan gas bumi), perkebunan, kehutanan, dan perikanan diwajibkan untuk menempatkan 100 persen DHE SDA dalam sistem keuangan nasional selama 12 bulan melalui rekening khusus di bank nasional. Sementara itu, sektor minyak dan gas bumi tetap mengikuti ketentuan PP Nomor 36 Tahun 2023.




    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa penempatan DHE SDA di perbankan nasional saat ini relatif stabil, bahkan telah melampaui batas minimal yang sebelumnya ditetapkan sebesar 30 persen.


    > “Posisi devisa hasil ekspor yang ditempatkan di perbankan kita relatif stabil. Awalnya, batas minimal hanya 30 persen, tetapi data menunjukkan bahwa realisasi DHE SDA mencapai 37 hingga 42 persen. Sekarang, dengan kebijakan 100 persen, komoditas utama seperti batubara, CPO (crude palm oil), dan nikel akan memberikan kontribusi besar terhadap ekspor dan cadangan devisa nasional,” jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/2).




    Menkeu menegaskan bahwa Kementerian Keuangan akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Bank Indonesia untuk memastikan kebijakan ini tidak mengganggu kegiatan eksportir dan produsen.


    Kebutuhan penukaran rupiah, pembayaran dalam valuta asing untuk kewajiban pajak, dividen, pengadaan barang impor, hingga pembayaran utang eksportir, dipastikan tetap dapat dilakukan dengan lancar.


    > “Tidak ada alasan perusahaan mengalami disrupsi keuangan akibat kebijakan retensi 100 persen selama 12 bulan ini,” tegas Sri Mulyani.




    Sri Mulyani juga menekankan bahwa kebijakan ini bukan hal baru di dunia. Sejumlah negara telah menerapkan aturan serupa guna memastikan bahwa kekayaan alam mereka memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian domestik.


    > “Kita ingin memastikan bahwa hasil dari bumi, air, dan sumber daya alam Indonesia benar-benar memberikan manfaat bagi ekonomi nasional. Dengan sistem perbankan dan keuangan yang semakin kuat, kita dapat memberikan layanan yang lebih baik bagi para eksportir,” pungkasnya.




    Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat sistem keuangan nasional, meningkatkan cadangan devisa, serta memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian Indonesia dalam jangka panjang.***


    Sumber : kemenkeu.go.id



  • Kapolda Aceh Hadiri Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Wakili Kapolri

    Prosesi Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang
    Prosesi Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang 



    PASE SATU | KUALA SIMPANG – Kapolda Aceh, Irjen Achmad Kartiko, mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menghadiri prosesi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang periode 2025–2030. Irjen Pol. (Purn) Drs. Armia Pahmi dan Ismail resmi dilantik dalam rapat paripurna DPRK Aceh Tamiang yang digelar di Gedung Utama DPRK, Senin malam (17/2/2025).

    Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), yang sebelumnya juga baru dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.


    Turut hadir dalam acara ini sejumlah pejabat penting, termasuk Dosen Utama Akpol Brigjen Drs. Hudit Wahyudi, Irdam Iskandar Muda Brigjen TNI Yudi Yulistyanto, Mantan Pj. Bupati Aceh Tamiang Drs. Asra, Kapolres Aceh Tamiang, jajaran Forkopimda Plus, serta kepala SKPK dan tamu undangan lainnya.


    Kapolda Aceh hadir mewakili Kapolri sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan baru di Aceh Tamiang. Peralihan dari Pj. Bupati ke pasangan kepala daerah definitif ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan, mendorong pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


    Sebagai informasi, Drs. Armia Pahmi adalah purnawirawan Polri berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) dengan pengalaman panjang di institusi kepolisian. Ia merupakan mantan Wakapolda Aceh dan alumnus Akabri tahun 1990.

  • Pimpin Apel Perdana, Ayahwa Ajak ASN dan Pejabat Perbaharui Diri

    Bupati Aceh Utara H.Ismail A Jalil (Ayah Wa)
    Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil, SE, MM, memimpin apel gabungan perdana ASN 




    PASE SATU | ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil, SE, MM, memimpin apel gabungan perdana ASN dan seluruh pejabat jajaran Pemkab Aceh Utara, Selasa, 18 Februari 2025. Dalam apel yang berlangsung di lapangan Landing depan Kantor Bupati, dia mengajak ASN dan pejabat untuk memperbaharui diri di bawah kepemimpinan Bupati – Wakil Bupati yang baru.


    “Pada kesempatan ini saya mengajak Bapak/Ibu semuanya untuk memperbaru diri, harus baru semuanya, karena sekarang Bupati baru. Simpan yang lama, sekarang kita harus baru,” kata Ayahwa, sapaan akrab H Ismail A Jalil. Penegasan itu mendapat sambutan meriah dari seluruh peserta apel. Sebagian ada yang bertepuk tangan memberi semangat.


    Dari sela-sela barisan sempat juga terdengar ASN berteriak perlahan, “Baju baru juga Pak Bupati!”. Hal itu langsung disambut Ayahwa dengan tambah semangat. “Iya, betul. Baju baru juga, karena kita semua harus baru,” kata Ayahwa.


    Suasana apel bertambah semangat. Biasanya pelaksanaan apel gabungan dilingkup suasana tegang dan terkesan buru-buru, kali ini suasananya berbeda. Beberapa kali peserta apel memberikan tepuk tangan atas beberapa penegasan Ayahwa dalam rencana kerja di bawah kepemimpinannya ke depan. Di antaranya, terkait baju baru. 


    Sudah cukup lama ASN Aceh Utara tidak mendapatkan jatah baju dinas dari anggaran pemerintah, tidak aneh jika semangat baru yang ditawarkan Ayahwa mendapatkan sambutan gempita dari seluruh peserta apel.

     

    Lebih jauh Ayahwa menekankan bahwa semangat baru yang harus dibangun ke depan harus lebih dominan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kita jadikan Kabupaten Aceh Utara ini semakin hebat, pelayanan masyarakat harus kita utamakan. Kita harus cintai daerah ini, apapun itu harus bangga dengan Kabupaten Aceh Utara. Saya minta disiplin ASN agar bisa ditingkatkan lagi. Bersama Sekda, kami akan lakukan pengawasan khusus terhadap disiplin PNS/ASN, terutama para PNS yang telah dipercaya memegang jabatan,” tegas Ayahwa.


    Dikatakan, dirinya bersama Wakil Bupati akan berusaha dengan sebaik-baiknya dalam memimpin Aceh Utara ke depan. Juga akan berupaya membangun sinergitas dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat. 


    Pada kesempatan itu, Ayahwa juga menguraikan visi misi singkat untuk pembangunan Aceh Utara, khususnya pada sektor unggulan, yaitu ekonomi bangkit “Beudoh Beusare”. Mewujudkan kemakmuran secara menyeluruh yaitu kesejahteraan sosial “makmue beurata”.


    Selanjutnya, membangun SDM dan pelayanan kesehatan yang berkualitas yaitu “meurunoe beusihat meuseuninya”. Meningkatkan dan memperluas akses pembangunan infrastruktur serta tata kelola pemerintah yang baik dan akuntabel yaitu “tapeugot tapeubuet”.  


    Pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan yaitu “asoe nanggroe”. Serta penerapan ajaran ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) dan penerapan syariat Islam berdasarkan ukhwah islamiyah, ukhwah wathaniyah, dan ukhwah basyariyah yaitu “meu-agama”.


    Kegiatan apel perdana tersebut turut dihadiri oleh seluruh ASN yang berkantor di kawasan Landing dan Lhoksukon. Juga hadir seluruh pejabat Pemkab Aceh Utara, di antaranya Plh Sekda Fauzan, SSos, MAP, Asisten I Setdakab Dr Fauzan, SSTP, MPA, para Staf Ahli Bupati, para Kepala SKPK, Camat, dan Kabag.


    Pada sesi terakhir arahannya, Ayahwa juga menawarkan yel yel baru untuk mengemangati ASN dan pejabat Aceh Utara. “Kalau saya bilang ‘Aceh Utara’, dijawab ‘Bangkit….Bangkit…Bangkit….” ajak Ayahwa.


       Lalu Ayahwa mencoba yel yel baru tersebut di hadapan hadirin. “Aceh Utara….!!!” teriak Ayahwa seraya mengepalkan tangan kanan ke depan.


    “Bangkit….!! Bangkit…!! Bangkit…!!” sambut seluruh peserta apel dengan riuh gempita dan penuh semangat, sambil turut mengepalkan tangan kanan ke depan dada.


    Pasangan H Ismail A Jalil, SE, MM – Tarmizi, S.I.Kom dilantik menjadi Bupati – Wakil Bupati Aceh Utara oleh Gubernur Aceh H Muzakir Manaf pada Senin, 17 Februari 2025, di gedung DPRK setempat. Keduanya akan memimpin Aceh Utara lima tahun ke depan, yaitu periode tahun 2025 – 2030.***

  • Pemprov Aceh Dorong Sinergi Pemerintah dan Swasta untuk Percepatan Ekonom


    PASE SATU | BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menggelar pertemuan dengan petinggi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat sinergi antara sektor swasta dan pemerintah. 


    Fokus utama pembahasan mencakup sektor energi, pertambangan, perdagangan, dan perhubungan sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi Aceh.


    Pertemuan yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, pada Senin (17/2) ini dihadiri perwakilan perusahaan, instansi pemerintah, serta asosiasi yang berperan dalam pembangunan ekonomi Aceh. 



    Dalam kesempatan itu, Fadhlullah menegaskan komitmen pemerintah Aceh, di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf dan dirinya, untuk mempermudah administrasi perizinan dan investasi sesuai regulasi yang berlaku.


    “Jika ada kendala di lapangan, laporkan kepada kami. Kami siap membantu mempercepat penyelesaian perizinan dan investasi,” tegas Fadhlullah. Ia menambahkan, arahan ini sejalan dengan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah daerah mempermudah administrasi bisnis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di Aceh.


    Selain mempermudah investasi, Fadhlullah mengimbau perusahaan yang beroperasi di Aceh untuk membuka kantor cabang di provinsi ini. Menurutnya, keberadaan kantor cabang di Aceh dapat memperkuat perekonomian daerah serta meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.


    Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur, terutama dalam sektor logistik. Salah satu contoh yang disampaikan adalah transportasi minyak sawit mentah (CPO), yang masih bergantung pada jalur darat, sehingga menyebabkan kemacetan dan menghambat mobilitas masyarakat serta pelaku usaha lainnya.


    Sebagai solusi, Pemprov Aceh mengusulkan pembangunan dua pelabuhan angkutan barang di wilayah barat-selatan dan timur Aceh. Usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo, yang menurut Fadhlullah, menyambut baik rencana ini dan berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh.


    Menutup pertemuan, Fadhlullah mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam membangun Aceh. 



    “Mari kita bekerja bersama, menciptakan solusi, dan memajukan perekonomian Aceh demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.


    Sumber : humas.acehprov.go.id


  • BREAKING NEWS: Pencarian Anak Tenggelam di Krueng Pase Terus Berlanjut

    PASE SATU | ACEH UTARA – Upaya pencarian terhadap M. Farhat (5), seorang anak laki-laki yang hilang di aliran Sungai Krueng Pase, Aceh Utara, masih terus dilakukan hingga hari ini, 18 Februari 2025. M. Farhat dilaporkan hilang sejak 15 Februari 2025, sekitar pukul 17:00 WIB.

    Kronologi Kejadian M. Farhat, yang berasal dari Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, diduga terbawa arus sungai saat bermain di sekitar sungai bersama teman-temannya.

    Kondisi sungai yang deras dan cuaca yang tidak menentu diduga menjadi penyebab utama kejadian ini.

    Upaya Pencarian Tim gabungan yang terdiri dari masyarakat Gampong Meunasah Masjid dan sekitarnya, Tim SAR dari Unit Siaga SAR Bireuen, BPBD Aceh Utara, Satgas Aceh Utara, dan anggota Danramil telah dikerahkan untuk melakukan pencarian. 

    Hingga pukul 11:25 WIB 18 Febuari 2025, M. Farhat masih belum ditemukan.

    Pencarian terus dilakukan dengan menyisir sepanjang aliran sungai kreung Pase . 

    Tim SAR juga menggunakan peralatan khusus untuk membantu proses pencarian. Masyarakat setempat juga ikut terlibat dalam upaya pencarian ini.

    Himbauan pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar sungai Krueng Pase untuk selalu berhati-hati dan mengawasi anak-anak saat bermain di sekitar sungai. 

    Mengingat arus sungai yang deras dan kondisi cuaca yang tidak menentu, sangat penting untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain.

    Pencarian M. Farhat masih terus berlangsung. Pihak keluarga dan masyarakat berharap agar M. Farhat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

    Mari kita semua berdoa agar M. Farhat segera ditemukan dan kembali kepada keluarganya dalam keadaan selamat.

    Laporan | Muliadi

  • Kumpulkan Pejabat Eselon, Wagub Fadhlullah: Kita Satu Perahu, Mari Bekerja Untuk Aceh

    Wakil Gubernur Aceh Fadlullah
    Wakil Gubernur Aceh Fadlullah



    PASESATU.COM | BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengumpulkan seluruh pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Aceh untuk memberikan arahan kerja dalam mengawali periode kepemimpinannya bersama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Pertemuan ini berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, pada Senin (17/2).


    Dalam arahannya, Fadhlullah menekankan pentingnya soliditas dan profesionalisme dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk bekerja secara maksimal dalam melayani masyarakat serta mendeteksi dan mengatasi berbagai permasalahan dengan cepat dan efektif.


    “Saya minta semua permasalahan agar segera dideteksi dan diatasi. Arahan Pak Gubernur kepada saya adalah agar Bapak-Ibu sekalian bekerja sebaik-baiknya,” ujar Fadhlullah.


    Ia juga menegaskan bahwa dirinya dan Gubernur Aceh memberi kesempatan kepada seluruh aparatur untuk bekerja tanpa perlu merasa khawatir akan rotasi jabatan. Yang terpenting, kata Fadhlullah, adalah menunjukkan kinerja yang baik dan berorientasi pada kepentingan rakyat.


    “Pilkada telah usai. Hari ini, kami telah dipercaya oleh rakyat untuk memimpin Aceh selama lima tahun ke depan. Mari kita bekerja dengan baik. Kita satu tim, kita satu perahu untuk membawa Aceh ke arah yang lebih baik,” tegasnya.


    Selain itu, Fadhlullah juga mengingatkan tentang kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dilakukan oleh pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat ketahanan keuangan negara agar pembangunan bisa lebih terukur dan berkelanjutan.


    Dalam pertemuan itu, Fadhlullah turut menyampaikan pesan khusus menjelang bulan suci Ramadhan. Ia menyoroti pentingnya pengendalian harga dan ketersediaan barang dengan meminta dinas terkait untuk memastikan stabilitas pasar guna mencegah gejolak harga yang dapat merugikan masyarakat.


    “Kita harus mengawal kestabilan pasar menjelang Ramadan. Jangan sampai ada gejolak negatif terkait ketersediaan barang dan harga,” katanya.


    Pertemuan ini menjadi momentum awal bagi jajaran Pemerintah Aceh untuk mempererat sinergi dan menyamakan langkah dalam membangun Aceh ke arah yang lebih baik.***


    Sumber : humas.acehprov.go.id

  • Diresmikan pada 2018, Mualem Janjikan Pengembangan KEK Arun untuk Peningkatan Ekonomi

    Muzakir Manaf (Mualem) Saat melakukan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara Periode 2025-2030
    Muzakir Manaf (Mualem) Saat melakukan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara Periode 2025-2030


    PASE SATU | LHOKSUKON – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menekankan pentingnya pemanfaatan penuh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. 


    Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Aceh saat menyampaikan sambutannya  pada pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara yang baru. 


    Mualem menegaskan bahwa sektor gas alam dan industri di kawasan tersebut memiliki potensi besar yang harus segera dimaksimalkan.


    “KEK Arun harus segera dioptimalkan melalui kerja sama dengan investor untuk mempercepat pembangunan dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Mualem.



    Selain itu, Mualem juga menyampaikan rencana pengadaan kapal feri roro yang akan memperlancar jalur perdagangan, khususnya ekspor hasil alam Aceh ke Malaysia. Dengan jalur perdagangan yang lebih efisien, diharapkan perekonomian Aceh Utara dapat berkembang lebih pesat dan membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal.


    Untuk informasi KEK Arun Lhokseumawe diresmikan pada 8 November 2018 lalu oleh Presiden Joko Widodo. 


    Tujuan utama  diresmikan KEK Arun untuk mengembangkan kawasan industri yang dapat menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan perekonomian daerah dan nasional.


    Serta untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang ada, terutama di sektor gas alam dan energi, serta mendukung pengembangan sektor industri lainnya. 


    KEK ini juga bertujuan untuk mendorong perdagangan internasional, meningkatkan ekspor, dan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global. 


    Selain itu, KEK Arun diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi berbasis industri dan teknologi yang berkelanjutan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh. ***


    .Laporan | Syahrul

  • Gubernur Aceh Fasilitasi Izin Tambang Rakyat

    Gubernur Aceh Muzakir Manaf
    Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Foto:Syahrul) 



    PASE SATU | ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan komitmennya untuk mempermudah akses masyarakat Aceh dalam mengelola tambang melalui izin tambang rakyat. 


    Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh rezeki melalui aktivitas pertambangan rakyat.


    “Untuk rakyat, supaya tidak susah mencari rezeki. Seluruh tambang akan saya buat tambang rakyat,” ujar Mualem saat pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya pada Minggu malam, 16 Februari 2025.


    Gubernur menekankan bahwa pemberian izin tambang rakyat ini merupakan solusi untuk membuka lapangan pekerjaan, terutama bagi generasi muda Aceh. Pemerintah Aceh akan langsung menangani perizinan tambang, tanpa perlu berurusan dengan Pemerintah Pusat.


    “Untuk izin tambang, sudah ada dalam aturan Pemerintah Aceh. Jadi tidak perlu lagi ke Jakarta untuk mengurus izin,” tegasnya. Gubernur menambahkan bahwa masyarakat hanya perlu membentuk koperasi dan mengajukan permohonan surat kepada Pemerintah Aceh yang akan dipertimbangkan.


    Mualem juga menjelaskan bahwa perizinan ini mencakup berbagai jenis tambang, seperti tambang emas, bijih besi, dan batu bara. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama dalam kegiatan tambang emas.


    “Tambang emas harus dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan, tanpa menggunakan merkuri atau bahan berbahaya lainnya,” lanjutnya.


    Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri bisa berdampak buruk pada generasi mendatang dan kelangsungan hidup lingkungan. Hal yang sama berlaku untuk tambang lainnya di Aceh.


    “Sesua dengan sumpah kami, untuk mensejahterakan rakyat, bukan malah menyusahkan mereka,” tambah Mualem.


    Dengan langkah ini, Pemerintah Aceh berharap dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan memastikan bahwa kegiatan pertambangan dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan dan kelestarian lingkungan.***


    Laporan | Redaksi


  • Mualem Cabut Aturan Barcode BBM Subsidi di Aceh, Pertamina Menolak! Ada Apa?

    Foto: Arsip Pertamina

    PASE SATU | BANDA ACEH – Pernyataan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) kembali menjadi kontroversi terkait kebijakan energi di Aceh. 


    Kali ini, ia secara resmi mencabut aturan penggunaan barcode BBM subsidi, sebuah kebijakan yang sebelumnya diterapkan di era Pj Gubernur Achmad Marzuki.


    Hal itu sampaikan oleh Gubernur Aceh pada saat menyampaikan sambutannya usia pelaksanaan sumpah jabatan dan pelantikan di gedung DPRA pada Rabu 12 Februari 2025.


    “Kami ingin memastikan bahwa kebijakan pemerintah tidak menyulitkan rakyat, tetapi justru memberi kemudahan dan kesejahteraan. Oleh karena itu, mulai hari ini, penggunaan barcode diseluruh SPBU di Aceh akan dihapuskan”, Tegas Mualem. 



    Namun, langkah Mualem ini langsung ditentang oleh Pertamina, yang berdalih bahwa sistem barcode adalah kebijakan nasional dan harus tetap diberlakukan.


    Sejarah Aturan BBM Subsidi di Aceh: Dari Stiker ke Barcode


    Sistem pengawasan BBM subsidi di Aceh telah mengalami beberapa kali perubahan.


    Era Gubernur Nova Iriansyah: Diterbitkan Surat Edaran (SE) yang mewajibkan pemasangan stiker khusus BBM subsidi untuk memastikan pengguna yang berhak.


    Era Pj Gubernur Achmad Marzuki: SE baru diterbitkan, menggantikan sistem stiker dengan barcode digital sebagai alat kontrol.


    Era Gubernur Mualem: Mencabut kebijakan barcode dan menghapus semua pembatasan distribusi BBM subsidi di Aceh.


    “Zaman Pak Nova dulu ada aturan pakai stiker. Lalu, di era Pj Gubernur Achmad Marzuki, diberlakukan barcode. Sekarang, Mualem ingin menghapus aturan ini, tapi kenapa Pertamina malah menolak?” ujar salah satu tokoh Aceh, Nurzahri, yang dikutip dari  popularitas.com. Senin, (17/02/2025).


    Pertamina Menolak: Alasan atau Kepentingan?


    Keputusan Mualem untuk mengembalikan akses BBM subsidi tanpa barcode mendapat dukungan luas, terutama dari petani, nelayan, dan masyarakat pedesaan. Mereka selama ini merasa kesulitan mendapatkan BBM subsidi karena keterbatasan akses teknologi dan administrasi barcode.


    Namun, Pertamina justru menolak penghapusan barcode, dengan alasan bahwa sistem tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional.


     ”Kalau ini kebijakan nasional, kenapa tidak diterapkan dulu di seluruh Pulau Jawa? Kenapa Aceh selalu jadi kelinci percobaan?” sindir Nurzahri dengan nada tajam.


    Menurutnya, banyak pihak yang tiba-tiba menjadi “buzzer” Pertamina hanya karena tidak suka dengan kepemimpinan Mualem.


     ”Lucunya, banyak orang yang tiba-tiba jadi pembela Pertamina tanpa bayaran, hanya karena calon gubernur yang mereka dukung kalah,” tambahnya.


    Salah satu dampak terbesar dari penghapusan barcode ini adalah kemudahan akses BBM subsidi bagi petani dan nelayan. Sehingga petani dan nelayan akhirnya bisa bernafas.


    “Banyak petani di kampung yang punya traktor atau combine, tapi tidak bisa beli BBM subsidi hanya karena tidak punya barcode. Kebijakan ini sangat membantu mereka,” jelas Nurzahri.


    Bagaimana tidak, saat ini konflik antara Pemprov Aceh dan Pertamina terus memanas. Jika Mualem tetap kukuh dengan keputusannya, Aceh bisa menjadi provinsi pertama di Indonesia yang lepas dari sistem barcode BBM subsidi.


    Masyarakat kini menanti, apakah kebijakan ini akan benar-benar dijalankan atau justru mendapat intervensi dari pemerintah pusat?. ***



    Laporan | Zulmalik