Penulis: admin

  • Dari Medan Perang ke Akmil Magelang! 4 Mantan Panglima GAM Ikut Retret

    Akmi Magelang

    PASE SATU | JAKARTA – Retret kepemimpinan di Akademi Militer (Akmil) Magelang kembali menjadi sorotan. Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran empat mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kini menjabat sebagai kepala daerah. Mereka adalah Muzakir Manaf, Muharram Idris, Sarjani Abdullah, dan Ismail A. Jalil.


    Para peserta retret, termasuk keempat mantan panglima GAM ini, diberikan waktu untuk mempersiapkan kebutuhan mereka sebelum memasuki Akmil.

    “Mulai dari hari ini sampai besok itu memang dari panitia sudah memberikan waktu untuk loading koper ke dalam lokasi retret,” ujar Kapolresta Magelang Kombes Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar dalam gelar pasukan di Alun-alun Kota Magelang, Kamis (20/2/2025).

    Ajudan atau Liaison Officer (LO) masing-masing kepala daerah akan berkoordinasi dengan panitia untuk memastikan semua barang kebutuhan harian peserta telah tersedia sebelum kegiatan dimulai.


    Empat mantan panglima GAM yang kini menjadi kepala daerah hadir dalam retret ini, menunjukkan transformasi mereka dari pejuang gerilya menjadi pemimpin yang membangun daerah masing-masing.

    Sejumlah Kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah yang berasal dari Provinsi Aceh

    1. Muzakir Manaf (Gubernur Aceh 2025–2030)

    Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, adalah mantan Panglima GAM yang kini menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2025–2030.

    • Berlatih militer di Libya (1986) dan pernah menjadi pengawal pribadi Muammar Khadafi.
    • Memimpin gerilya GAM setelah gugurnya Abdullah Syafi’i pada 2002.
    • Menjabat sebagai Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) setelah Perjanjian Helsinki.

    Mualem dilantik sebagai Gubernur Aceh pada 12 Februari 2025 setelah memenangkan Pilkada 2024 bersama pasangannya, Fadlullah.

    2. Muharram Idris (Bupati Aceh Besar 2025–2030)

    Muharram Idris, atau Syech Muharram, adalah mantan Panglima GAM Wilayah Aceh Rayeuk yang kini menjabat sebagai Bupati Aceh Besar 2025–2030.

    • Pernah menjabat sebagai Pelatih Tentara GAM dan Komandan Operasi Daerah IV Aceh Rayeuk.
    • Menjadi Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Rayeuk (2005–2011).
    • Memenangkan Pilkada Aceh Besar bersama Syukuri A. Jalil dan dilantik pada 13 Februari 2025.

    3. Sarjani Abdullah (Bupati Pidie 2025–2030)

    Sarjani Abdullah, dikenal sebagai Awan, merupakan mantan Panglima GAM Wilayah Pidie yang kini kembali menjabat sebagai Bupati Pidie untuk periode kedua (2012–2017 dan 2025–2030).

    • Pernah menjadi Komandan Operasi GAM Wilayah Pidie (1998–2003) dan Panglima GAM Wilayah Pidie (2003–2005).
    • Menjadi Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pidie (2005–2008).
    • Kembali terpilih sebagai Bupati Pidie melalui Partai Aceh dan dilantik pada 18 Februari 2025.

    4. Ismail A. Jalil (Bupati Aceh Utara 2025–2030)

    Ismail A. Jalil, atau Ayah Wa, adalah mantan Komandan Operasi Daerah IV GAM Wilayah Pase yang kini menjabat sebagai Bupati Aceh Utara 2025–2030.

    • Aktif di Pasukan GAM sejak 1996 dan menjadi Komandan Operasi Daerah IV GAM Wilayah Pase.
    • Menang dalam Pilkada Aceh Utara 2024 dengan suara 97% melawan kotak kosong.
    • Dilantik pada 17 Februari 2025 bersama Wakil Bupati Tarmizi (Panyang).


    Untuk diketahui, Retret di Akademi Militer Magelang ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga bertujuan untuk membangun karakter kepemimpinan dan wawasan kebangsaan bagi kepala daerah.

    Akmil Magelang memiliki sejarah panjang sejak berdirinya Militaire Academie (MA) di Yogyakarta pada 1945, hingga akhirnya berkembang menjadi Akademi Militer Nasional (AMN) pada 1957 dan kini menjadi pusat pendidikan perwira TNI AD.

    Kehadiran empat mantan panglima GAM dalam retret ini mencerminkan perjalanan panjang mereka—dari medan pertempuran menuju panggung pemerintahan, membangun Aceh. 


    Dengan latar belakang militer dan kepemimpinan di masa lalu, keempat mantan tokoh GAM ini membawa pengalaman unik dalam memimpin daerah masing-masing. Retret di Akmil Magelang menjadi ajang refleksi dan peningkatan kapasitas kepemimpinan mereka, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam membangun Indonesia yang lebih kuat.***

  • Tiga Warga Aceh Korban TPPO di Laos Dipulangkan, Haji Uma Turut Membantu

    Korban TPPO

    PASE SATU | JAKARTA – Sebanyak tiga warga Aceh yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Laos telah berhasil dipulangkan ke tanah air melalui Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, pada Selasa (18/2/2025).

    Kepulangan mereka difasilitasi oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI) asal Aceh, H. Sudirman atau yang lebih dikenal sebagai Haji Uma. Informasi ini disampaikan melalui rilis resmi kepada media pada Kamis (20/2/2025).

    Ketiga korban tersebut masing-masing berinisial:

    • HP (26) dan RM (19), keduanya berasal dari Bireuen
    • AS (27), asal Lhokseumawe

    Menurut Haji Uma, kasus ini pertama kali terungkap setelah keluarga korban melaporkan kondisi mereka yang terjebak dalam jaringan penipuan daring (scamming) di Laos. Ketiganya telah bekerja di Laos selama sekitar lima bulan dan mengalami eksploitasi serta tindak kekerasan.

    Mereka akhirnya berhasil melarikan diri dari tempat kerja setelah paspor yang sebelumnya ditahan oleh perusahaan dikembalikan kepada mereka menyusul adanya razia dari otoritas setempat. Ketiganya kemudian mencari perlindungan di kantor Imigrasi Laos.

    Menanggapi laporan dari keluarga korban, Haji Uma langsung berkoordinasi dengan:

    • Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)
    • Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Laos

    Berkat upaya ini, pihak KBRI berhasil menjalin komunikasi dengan otoritas Imigrasi Laos, sehingga proses pemulangan korban dapat segera dilakukan.

    “Alhamdulillah, setelah koordinasi dengan Kemenlu dan KBRI di Laos, mereka bergerak cepat untuk melakukan langkah perlindungan terhadap korban. Akhirnya, ketiganya dapat dipulangkan dan tiba di Bandara Kualanamu pada Selasa lalu,” ungkap Haji Uma.

    Setibanya di Indonesia, para korban langsung difasilitasi untuk kembali ke kampung halaman mereka di Aceh dengan menggunakan armada minibus, yang biayanya ditanggung oleh Haji Uma.


    Haji Uma mengungkapkan bahwa modus yang digunakan dalam kasus ini tidak jauh berbeda dengan kasus-kasus TPPO sebelumnya. Para korban awalnya mendapat tawaran kerja di Laos melalui link di media sosial.

    Mereka dijanjikan gaji besar dan pekerjaan yang layak, sehingga tertarik untuk berangkat setelah mengurus paspor. Namun, sesampainya di Laos, mereka justru dipaksa bekerja sebagai scammer dan mengalami perlakuan tidak manusiawi.


    Di akhir pernyataannya, Haji Uma kembali mengingatkan masyarakat Aceh agar lebih berhati-hati dalam menerima tawaran kerja di luar negeri.

    “Saya meminta masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai ajakan kerja di luar negeri. Jangan mudah tergiur iming-iming gaji besar tanpa melakukan verifikasi yang jelas, agar tidak ada lagi korban TPPO di masa depan,” tutupnya.***

  • Kuota Beasiswa Kelapa Sawit 2025 Naik Drastis! 4.000 Penerima Siap Dapat Pendidikan Gratis

    Biasiswa BPDPKS
    Ilustrasi, Biasiswa BPDPKS

    PASE SATU | JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), menargetkan peningkatan jumlah penerima beasiswa di sektor perkebunan kelapa sawit. Pada tahun 2025, kuota beasiswa ditingkatkan menjadi 4.000 penerima, naik dari 3.000 penerima pada tahun sebelumnya.

    Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman, mengatakan bahwa peningkatan ini merupakan bagian dari rencana strategis pengembangan SDM di sektor perkebunan. “Pada 2025, total peserta pengembangan SDM perkebunan ditargetkan mencapai 27.000 orang, terdiri dari 4.000 penerima beasiswa, 15.000 peserta pelatihan kelapa sawit, 3.000 peserta pelatihan perkebunan kakao, serta 5.000 tenaga kerja perkebunan kelapa sawit lainnya,” ujar Eddy.

    Menurutnya, animo masyarakat terhadap program beasiswa ini terus meningkat, sehingga BPDPKS bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan berupaya memperluas kuota penerimaan guna mendukung regenerasi tenaga kerja di industri kelapa sawit.

    Untuk meningkatkan efektivitas program ini, BPDPKS juga berencana menambah jumlah lembaga pendidikan penyelenggara beasiswa, serta mengadakan berbagai fasilitasi, penyuluhan, dan pendampingan bagi pekebun. Langkah ini bertujuan untuk memastikan lulusan program beasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri kelapa sawit nasional.


    Meski demikian, Eddy mengakui bahwa masih terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan program pengembangan SDM perkebunan. Salah satunya adalah durasi proses seleksi pendidikan dan penerbitan rekomendasi teknis (Rekomtek) yang cukup panjang, karena harus melalui tahapan berjenjang dari Dinas Daerah hingga Ditjen Perkebunan Kementan.

    “Tantangan lainnya adalah keterbatasan jumlah lembaga pendidikan dan program studi yang memiliki kurikulum khusus kelapa sawit pada 2024,” jelasnya.

    Sebagai solusi, BPDPKS telah berkoordinasi dengan Kementan untuk mempercepat proses seleksi dan menyesuaikan jadwal penerimaan beasiswa dengan kalender akademik lembaga pendidikan mitra.

    Peningkatan kuota beasiswa ini diharapkan dapat memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit dengan mencetak tenaga kerja profesional dan berkompeten. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen BPDPKS dan Kementan dalam menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit nasional serta meningkatkan daya saing SDM di tingkat global.***

  • Besok, 961 Kepala Daerah Dilantik Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan

    Presiden RI
    Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto

    PASE SATU | JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan melantik sebanyak 961 kepala daerah terpilih pada Kamis (20/2/2025) pagi di Istana Kepresidenan Jakarta.

    Acara ini menandai momen bersejarah dalam tata kelola pemerintahan daerah, karena untuk pertama kalinya pelantikan dilakukan secara serentak di lokasi yang sama.

    Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan secara langsung mengambil sumpah jabatan para kepala daerah yang terpilih melalui Pilkada Serentak.

    “Presiden Republik Indonesia akan melantik para kepala daerah hasil Pilkada Serentak di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 20 Februari 2025,” ujar Yusuf dalam pernyataannya pada Rabu (19/2/2025) malam.

    Selain prosesi pelantikan, Presiden Prabowo juga dijadwalkan memberikan amanat kepada para kepala daerah yang baru dilantik.

    Sebelum acara pelantikan, para kepala daerah akan mengikuti prosesi kirab dari Monumen Nasional menuju Istana Merdeka Jakarta. Tradisi ini menjadi simbol komitmen para pemimpin daerah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk masyarakat.

    Pelantikan serentak ini mencerminkan era baru dalam sistem pemerintahan daerah Indonesia, dengan harapan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah guna mendorong pembangunan nasional yang lebih efektif dan berkelanjutan.***

  • Berikut Kronologi Penangkapan 45 Ton Bawah Merah dan Perairan Bekas di Perairan Jambo Aye

    Bawang Merah Selundupan
    Petugas Bea Cukai Aceh menggagalkan penyelundupan 1.768 karung bawang merah seberat 45 ton dan 28 karung pakaian bekas dari Thailand.(Foto:bisnis.com) 

    PASE SATU | ACEH – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh berhasil menggagalkan penyelundupan 45 ton bawang merah serta 28 karung pakaian bekas di perairan Jamboaye, Aceh Utara. Operasi ini merupakan hasil kerja sama tim gabungan dalam rangka memperketat pengawasan terhadap barang ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia.

    Kronologi Penangkapan

    Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh, Leni Rahmasari, mengungkapkan bahwa operasi penindakan ini berawal dari informasi intelijen mengenai dugaan penyelundupan bawang merah dari Thailand menggunakan kapal nelayan. Informasi tersebut diterima oleh Tim Satgas Patroli Laut BC-30001 pada Selasa, 11 Februari 2025.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, tim bergerak ke lokasi yang dicurigai dan pada Rabu, 12 Februari 2025, sekitar pukul 04.45 WIB, berhasil mengamankan kapal KM RB di perairan Jamboaye, Aceh Utara.

    “Kapal tersebut membawa 1.768 karung bawang merah serta 28 karung pakaian bekas tanpa manifes,” ujar Leni, Rabu (19/2/2025).

    Selain barang bukti, petugas juga mengamankan enam awak kapal berinisial MSF (nahkoda), ND, ZK, HS, SB, dan MN, serta menyita beberapa barang tambahan seperti telepon seluler dan bendera Thailand.

    Para pelaku diduga melanggar Pasal 7A ayat (2) dan Pasal 102 huruf a Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, yang telah diperbarui dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006. Aturan ini mengatur tentang pengangkutan barang impor yang tidak tercantum dalam manifes, yang dapat dikenakan sanksi berat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    Saat ini, kapal KM RB GT 43 telah diamankan di Pelabuhan Krueng Geukeuh, Lhokseumawe, sementara seluruh barang hasil sitaan disimpan di Tempat Penimbunan Pabean (TPP) KPPBC TMP C Banda Aceh. Para awak kapal juga telah dibawa ke Kanwil DJBC Aceh untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Leni menegaskan bahwa Bea Cukai akan terus memperketat pengawasan di wilayah perairan Aceh guna mencegah masuknya barang ilegal yang berpotensi merugikan negara serta masyarakat.

    “Bea Cukai berkomitmen untuk memberantas praktik penyelundupan dan memastikan stabilitas ekonomi serta keamanan di wilayah perairan Indonesia,” pungkasnya.

    Dengan operasi ini, diharapkan pengawasan terhadap jalur perdagangan ilegal semakin diperketat, sehingga dapat melindungi industri dalam negeri dari dampak negatif perdagangan barang selundupan.***

  • ICW Soroti Potensi Risiko Korupsi pada Peluncuran BPI Danantara

    Gedung Danantara

    PASE SATU |  JAKARTA – Peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Wana Alamsyah, mengungkapkan kekhawatirannya terkait peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), yang direncanakan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2024. BPI Danantara, lembaga yang akan bertanggung jawab mengelola investasi strategis negara, menjadi sorotan karena potensi risiko yang ditimbulkan terhadap pengawasan dan penegakan hukum.

    Alamsyah menilai bahwa pembentukan BPI Danantara dapat mengurangi kewenangan lembaga penegak hukum seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena keduanya tidak akan memiliki hak untuk mengaudit atau melakukan tindakan hukum terhadap Danantara. Hal ini, menurut Alamsyah, berisiko membuka celah bagi praktik korupsi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaan BPI Danantara.

    “BPK dan KPK tidak diberikan kewenangan untuk melakukan audit atau penegakan hukum terhadap Danantara. Ini berpotensi meningkatkan korupsi di BUMN yang berada di bawah pengelolaan Danantara,” jelas Alamsyah dalam diskusi yang diadakan di kantor ICW pada Senin, 17 Februari 2025.

    Pengawasan BPI Danantara Berdasarkan Permintaan DPR

    BPI Danantara kini memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang (UU) BUMN yang baru, yang telah disahkan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 4 Februari 2024. Berdasarkan UU tersebut, pemeriksaan laporan keuangan BUMN dilakukan oleh akuntan publik yang ditunjuk melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk perusahaan persero, sementara bagi perusahaan umum (Perum), akuntan publik ditetapkan oleh Menteri.

    BPK dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hanya dapat memeriksa perusahaan yang dikelola oleh Danantara jika ada permintaan dari DPR atau jika pemeriksaan tersebut diminta untuk tujuan tertentu.

    Menurut UU BUMN yang baru, Presiden diberikan kewenangan untuk mengelola BUMN dan memberikan mandat atas saham seri A atau golden share milik pemerintah kepada Menteri BUMN. Sementara itu, saham seri B atau saham biasa akan dikelola oleh BPI Danantara. Menteri Keuangan, yang berperan sebagai pengawas BPI Danantara, memiliki tanggung jawab untuk mengatur skema penyertaan modal negara bagi BUMN serta menjadi bagian dari komite penyelamatan BUMN.

    Reformasi Pengelolaan BUMN: Pemisahan Fungsi Regulator dan Operator

    Ketua Komisi VI DPR, Anggia Ermarini, dikutip Tempo.co menjelaskan bahwa terdapat sepuluh perubahan penting dalam UU BUMN yang baru. Salah satunya adalah pemisahan fungsi regulator dan operator dalam pengelolaan BUMN. Dalam kebijakan baru ini, pengelolaan BUMN tidak lagi berada di bawah Kementerian BUMN, melainkan dialihkan kepada BPI Danantara, sementara Kementerian BUMN berfungsi sebagai pembuat kebijakan dan pengawas.

    Selain itu, Pasal 3M dalam UU BUMN yang baru menyebutkan bahwa Danantara akan memiliki Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana. Menteri BUMN, yang juga merupakan Ketua Dewan Pengawas Danantara, akan dibantu oleh perwakilan Kementerian Keuangan dan pejabat negara yang ditunjuk oleh Presiden. Sebagai Ketua Dewan Pengawas, Menteri BUMN memiliki wewenang untuk memberhentikan sementara anggota Badan Pelaksana Danantara.

    Korupsi Semakin Sulit Ditegakkan dengan Keberadaan Danantara

    Alamsyah menyoroti bahwa meskipun tanpa kehadiran BPI Danantara, praktik korupsi di BUMN sudah terjadi. Berdasarkan pemantauan ICW dari 2016 hingga 2021, tercatat 119 kasus korupsi yang melibatkan BUMN, dengan kerugian negara yang mencapai lebih dari Rp 40 triliun. Kehadiran Danantara, menurutnya, berpotensi menyulitkan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti kasus-kasus korupsi tersebut.

    “Keberadaan Danantara membuka celah besar bagi kelompok tertentu untuk menyalahgunakan dana negara demi kepentingan pribadi,” ungkap Alamsyah.

    Anggota Komisi XI DPR, Harris Turino, juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap model pengawasan yang diusulkan dalam kebijakan ini. Menurutnya, modal awal BUMN berasal dari dana negara, dan seharusnya BPK diberikan hak untuk memeriksa pengelolaan serta penggunaan dana tersebut demi menjaga transparansi dan akuntabilitas.

    Dampak Kebijakan Baru terhadap Penerimaan Negara dari Dividen BUMN

    Harris juga menekankan bahwa kebijakan baru ini bisa berdampak pada penerimaan negara yang berasal dari dividen BUMN. Pemerintah selama ini mengandalkan pendapatan signifikan dari setoran dividen BUMN, yang pada tahun ini diperkirakan akan mencapai sekitar Rp 80 triliun. Perubahan dalam pengelolaan dan pengawasan BUMN berpotensi mempengaruhi proyeksi penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.***

    Sumber: tempo.co

  • Prabowo Subianto Umumkan Peluncuran BPI Danantara pada 24 Februari 2025: Pengelolaan Investasi Strategis untuk Perekonomian Indonesia

    Danantara
    Pengunjung beraktivitas di kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Jakarta, Selasa (19/11/2024)./ JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

    PASE SATU | JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan diluncurkan pada Senin, 24 Februari 2025. BPI Danantara dibentuk dengan tujuan utama untuk memperkuat pengelolaan kekayaan negara dan meningkatkan investasi strategis di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan aset negara, khususnya melalui konsolidasi BUMN dan meningkatkan efisiensi operasionalnya.

    “Saya pastikan, pada tanggal 24 Februari, kami akan meluncurkan BPI Danantara. Ini akan menjadi pusat pengelolaan investasi yang mengonsolidasi aset-aset negara yang dimiliki oleh BUMN. Semua ini untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan ekonomi Indonesia,” ungkap Prabowo Subianto di Istana Negara pada Senin (17/2/2025).

    Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menjelaskan bahwa BPI Danantara diperkirakan akan mengelola dana dengan total nilai lebih dari US$900 miliar atau sekitar Rp14.715 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.350 per dolar AS). “Danantara akan mengelola lebih dari US$900 miliar dalam aset negara,” kata Prabowo. Dana awal BPI Danantara diproyeksikan mencapai sekitar US$20 miliar.

    Prabowo menambahkan bahwa Indonesia akan memulai sekitar 15 hingga 20 proyek besar yang masing-masing bernilai miliaran dolar, yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. “Saya yakin Indonesia akan maju dengan kecepatan penuh. Proyek-proyek ini akan mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi kami yang sebesar 8%,” lanjut Presiden Prabowo.

    Visi dan Misi BPI Danantara: Pengelolaan Aset Negara yang Lebih Efisien

    BPI Danantara dibentuk berdasarkan amandemen Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disahkan oleh DPR RI pada 4 Februari 2025. Menurut dokumen draf rancangan undang-undang, BPI Danantara akan berfungsi sebagai badan hukum yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia, yang bertujuan untuk mengelola dan mengoptimalkan investasi serta operasional perusahaan BUMN secara lebih terintegrasi dan efisien.

    Salah satu fungsi utama dari BPI Danantara adalah mengelola dividen yang diperoleh dari perusahaan-perusahaan BUMN. Badan ini juga memiliki kewenangan untuk mengelola dana dari Holding Investasi, Holding Operasional, dan perusahaan BUMN lainnya. BPI Danantara juga berhak untuk menyetujui pengurangan atau penambahan modal pada BUMN yang didasarkan pada pengelolaan dividen.

    “Danantara akan bertanggung jawab dalam mengelola dividen yang diperoleh dari BUMN dan melakukan pengelolaan investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara,” kata Erick Thohir, Menteri BUMN, pada konferensi pers di gedung DPR pada 4 Februari 2025. Menurut Erick, pembentukan BPI Danantara akan mengoptimalkan pengelolaan aset BUMN sehingga lebih efisien dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

    Struktur Organisasi BPI Danantara: Kewenangan dan Tugas Dewan Pengawas serta Badan Pelaksana

    Dalam struktur organisasi BPI Danantara, terdapat tiga komponen utama: Dewan Pengawas, Dewan Penasehat, dan Badan Pelaksana. Dewan Pengawas akan dipimpin oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, yang merangkap sebagai anggota bersama perwakilan Kementerian Keuangan dan pejabat negara yang ditunjuk langsung oleh Presiden.

    Tugas Dewan Pengawas BPI Danantara adalah melakukan pengawasan terhadap jalannya operasional Danantara yang dilaksanakan oleh Badan Pelaksana. Dewan Pengawas memiliki kewenangan untuk menyetujui rencana kerja dan anggaran tahunan serta mengevaluasi pencapaian kinerja Badan Pelaksana. Dewan ini juga akan menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Presiden.

    Badan Pelaksana BPI Danantara akan diisi oleh profesional yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang investasi, ekonomi, dan manajemen perusahaan. Badan Pelaksana bertugas untuk merumuskan kebijakan dan menjalankan pengelolaan operasional BPI Danantara. Setiap anggota Badan Pelaksana diangkat oleh Presiden dan memiliki masa jabatan selama lima tahun dengan kemungkinan perpanjangan satu kali.

    Mengoptimalkan Pengelolaan Investasi dan Menjamin Keberlanjutan Ekonomi

    Salah satu tujuan utama pembentukan BPI Danantara adalah untuk memastikan bahwa BUMN di Indonesia dapat beroperasi dengan lebih profesional dan berdaya saing tinggi di tingkat global. Dalam beberapa tahun ke depan, BPI Danantara diharapkan dapat memainkan peran penting dalam menciptakan investasi yang lebih berkelanjutan dan meningkatkan kontribusi BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

    Erick Thohir menjelaskan, “Dengan pembentukan BPI Danantara, kami akan mendorong transformasi BUMN menjadi entitas bisnis yang lebih efisien, fokus, dan mampu bersaing di pasar global. Ini adalah langkah besar untuk meningkatkan daya saing Indonesia di dunia internasional.”

    Isu Pergantian Pengelola BPI Danantara: Antara Kontroversi dan Strategi Bisnis

    Belakangan ini, muncul rumor mengenai kemungkinan pergantian pengelola BPI Danantara, khususnya posisi Kepala BPI Danantara yang saat ini dijabat oleh Muliaman D. Hadad. Beberapa pihak menyebutkan bahwa Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menjadi kandidat utama untuk menggantikan Muliaman.

    Namun, Herry Gunawan, Direktur NEXT Indonesia, menilai bahwa pergantian pengelola di tahap awal ini belum tepat dilakukan. “Kepemimpinan yang ada saat ini bahkan belum diberi kesempatan untuk menunjukkan hasil kerjanya. Jika pergantian ini terjadi, kita perlu memikirkan dengan matang alasan di balik keputusan tersebut,” ujar Herry.

    Selain itu, ada beberapa nama lain yang beredar sebagai calon pengisi posisi strategis di Danantara, seperti Kaharudin Djenod, Wakil Kepala BPI Danantara, dan Pandu Sjahrir, Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Tbk. Mereka diperkirakan akan memiliki peran penting dalam pengelolaan investasi BPI Danantara.

    Menuju Perekonomian yang Lebih Maju dan Berkelanjutan

    BPI Danantara hadir sebagai terobosan penting dalam memperkuat pengelolaan ekonomi Indonesia. Dengan visi yang jelas dan struktur yang lebih efisien, BPI Danantara akan menjadi pendorong utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi. Melalui pengelolaan aset negara yang lebih efektif dan pemanfaatan potensi investasi yang lebih optimal, BPI Danantara diharapkan dapat mendukung Indonesia menuju masa depan ekonomi yang lebih kuat, stabil, dan berkelanjutan.***

    Sumber : bisnis.com

  • Ayahwa – Panyang Paparkan Program 100 Hari Kerja dalam Rapat Perdana

    Rapat perdana Bupati Aceh Utara



    PASE SATU | ACEH UTARA -  Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil, SE, MM, didampingi oleh Wakil Bupati Tarmizi, S.I.Kom, melakukan rapat perdana dengan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Asisten Setdakab, Staf Ahli Bupati, para Kabag dan Camat, pada Selasa, 18 Februari 2025.



    Pada kesempatan itu Ayahwa, sapaan akrab H Ismail A Jalil, memaparkan sejumlah program prioritas yang hendak dituntaskan dalam masa tiga bulan ke depan, atau kerap disebut Program 100 Hari kerja. 



    Ayahwa meminta seluruh pejabat dan pimpinan OPD agar fokus menyelesaikan kegiatan prioritas tersebut, karena hal itu akan menjadi pokok atensi pihaknya dalam 100 hari pertama memimpin Aceh Utara.



    “Saya minta dukungan penuh dari seluruh OPD, baik secara teknis, aturan dan seluruh regulasinya agar dipelajari dengan tepat dan cepat. Mohon agar menjadi perhatian kita semua,” tegas Ayahwa dalam rapat yang berlangsung di Oproom Kantor Bupati di Landing Kecamatan Lhoksukon. 



    Lebih lanjut, Ayahwa meminta agar semua stakeholder memperkuat team work birokrasi, dengan membangun kekompakan, konsolidasi, dan koordinasi. 



    Ke depan, mulai awal Maret bahkan sudah memasuki bulan Ramadhan. 



    Ayahwa bersama Wakil Bupati berencana akan melaksanakan safari Ramadhan untuk merekat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. 



    Untuk itu, Ayahwa meminta agar segera dibentuk Tim Safari Ramadhan Pemkab Aceh Utara yang melibatkan semua unsur OPD dan stakeholder terkait.



    Ayahwa juga memasukkan kegiatan gotong royong untuk membersihkan lingkungan masjid dan meunasah dalam prioritas 100 hari kerja. 



    Kegiatan itu mencakup masjid-masjid Kecamatan, maupun masjid Kemukiman, serta seluruh meunasah. Gotong royong massal juga akan dilakukan untuk membersihkan kawasan Kota Lhoksukon, Kota Pantonlabu dan pasar Krueng Mane.



    Lebih lanjut Ayahwa meminta agar dibentuk Tim untuk melakukan inventarisasi dan re-vitalisasi aset-aset daerah, baik yang ada di Kabupaten maupun di Kecamatan dan gampong. 



    Semua aset yang selama ini terkesan telantar atau tidak dimanfaatkan, maka ke depan harus dioptimalkan dan bermanfaat untuk kemaslahatan daerah, baik secara ekonomi, sosial, keagamaan, maupun untuk kepentingan publik yang lebih luas.



    Sementara untuk bidang kesehatan, Ayahwa meletakkan skala prioritas terkait pelayanan di Rumah Sakit Umum dan Puskesmas. Juga diminta untuk membentuk Poskestren di dayah-dayah.



    Kepada Dinas Pendidikan, Ayahwa berpesan agar mengontrol kualitas pendidikan di semua tingkatan sekolah. Apalagi dua bulan lagi akan berlangsung ujian akhir. “Jajaki kurikulumnya, dan terapkan muatan lokal dalam kurikulum sekolah di Aceh Utara. 



    Di antaraya pendidikan agama dan pendidikan adat. Kita sudah punya qanun tentang muatan lokal.”



    Untuk sektor pertanian dan perkebunan, Ayahwa meminta untuk mengawal distribusi pupuk bersubsidi yang selama ini kerap dikeluhkan oleh petani. Agar meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait. “Dan kawal harga gabah kering petani harus berharga Rp.6.500/Kg, sesuai perintah Bapak Presiden.”



    Ayahwa juga menaruh perhatian terhadap retribusi daerah dari pos galian C.  “Tertibkan semua objek galian C dan optimalkan perolehan PAD dari sektor galian C, maupun sumber-sumber lain yang sesuai dengan aturan dan ketentuan yang sudah ada.”



    Untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Ayahwa meminta agar dilakukan inventarisasi semua jalan yang rusak. 


    Jalan tersebut harus segera direhab dengan memanfaatkan semua alat berat milik Pemkab Aceh Utara secara optimal.



    Selanjutnya untuk Dinas Perumahaan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), diminta berkoordinasi dengan Dinas Sosial P3A dan lembaga Baitul Mal, untuk melakukan investigasi ke lapangan guna mendata rumah masyarakat miskin secara benar. 



    Jika data yang valid sudah ada, maka data tersebut segera dikunci, sehingga kita bisa membangun rumah sesuai anggaran yang ada dengan skema yang baik, prioritas dan tepat sasaran.



    Untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Ayahwa meminta menggiatkan pembuatan KTP keliling, yang akan menjadi salah satu prioritas kerja 100 hari. Ke depan, kata Ayahwa, pembuataan KTP dan dokumen kependudukan harus bisa dilakukan di setiap kecamatan, sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan.



    Pada kesempatan rapat tersebut Ayahwa didampingi oleh Wabup Tarmizi, S.I.Kom, dan Plh Sekda Fauzan, SSos, MAP. Menyahuti pemaparan Ayahwa, Wabup Tarmizi meminta semua stakeholder terkait dan OPD untuk menjaga kekompakan dan solid.



     “Kebersamaan kita dalam membangun Aceh Utara perlu kita tingkatkan demi kebangkitan Aceh Utara dalam segala bidang,” ajak Tarmizi alias Bang Panyang.***

  • IRT di Lhoksukon ditemukan Meninggal Dunia, diduga Akibat Meminum Insektisida

    Minum Racun
    Ilustrasi


    PASE SATU | ACEH UTARA – Seorang ibu rumah tangga sebut saja R berusia 23 tahun ditemukan meninggal dunia di depan pintu rumahnya Gampong Babah Geudubang Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara pada Rabu (19/2/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa, diduga akibat menenggak insektisida.


    Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K melalui Kapolsek Lhoksukon AKP Parlindungan Parhusip menyampaikan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh adiknya, Eva (20).


    “Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan bekas bungkusan insektisida jenis ‘LANNATE 25 WP’ beserta sendok makan yang tergeletak di tanah dekat korban,” ungkap AKP Parlindungan Parhusip.


    Lebih lanjut, pihak kepolisian menduga bahwa kematian korban dipicu oleh pertengkaran dengan suaminya. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini.


    “Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan motif serta penyebab kematian korban,” tambah AKP Parlindungan.***

  • Saksikan Film “Made in Bali”: Drama Romantis dengan Nuansa Budaya Pulau Dewata

    Film Made In Bali


    PASE SATU | JAKARTA  – “Made in Bali” adalah film drama romantis Indonesia yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 20 Februari 2025. Film ini disutradarai oleh Johar Prayudhi dan menampilkan aktor serta aktris muda berbakat seperti Rayn Wijaya, Bulan Sutena, dan Vonny Felicia.

    Sinopsis

    Cerita berpusat pada Made (Rayn Wijaya), seorang dalang muda wayang kulit Bali yang sejak kecil bersahabat dengan Niluh (Vonny Felicia), gadis berdarah campuran Bali dan Jepang. Kedekatan mereka diuji ketika Made dijodohkan dengan Putu (Bulan Sutena), putri seorang perajin wayang kulit. Dilema pun muncul saat Made harus memilih antara cinta sejatinya dengan Niluh atau memenuhi harapan keluarganya bersama Putu.


    Pemeran Utama

    • Rayn Wijaya sebagai Made: Untuk mendalami perannya sebagai dalang, Rayn belajar seni mendalang dan bahkan menambah berat badannya demi peran ini.

    • Bulan Sutena sebagai Putu: Ini merupakan debut film romantis pertama bagi Bulan Sutena.

    • Vonny Felicia sebagai Niluh: Memerankan sahabat masa kecil Made yang memiliki darah Bali dan Jepang.


    Produksi dan Latar Belakang

    “Made in Bali” diproduksi oleh Josh Pictures dan mengambil latar di Bali, menonjolkan keindahan alam serta kekayaan budaya Pulau Dewata. Film ini tidak hanya menyajikan kisah cinta segitiga, tetapi juga memperkenalkan penonton pada tradisi wayang kulit Bali dan nilai-nilai budaya setempat.


    Chemistry Antar Pemain

    Untuk membangun chemistry yang kuat, khususnya antara Rayn Wijaya dan Bulan Sutena, keduanya sering bernyanyi bersama sebelum pengambilan gambar dan Bulan mengajarkan Rayn bahasa Bali. Hal ini membantu mereka menciptakan hubungan yang natural di layar.


    Tanggal Rilis

    “Made in Bali” akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 20 Februari 2025. Film ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam industri perfilman Indonesia dengan mengangkat tema cinta yang dibalut budaya lokal.

    Dengan kombinasi cerita yang menyentuh, penampilan para aktor berbakat, dan latar Bali yang memukau, “Made in Bali” menjadi salah satu film yang patut ditunggu oleh pecinta film tanah air.***