Penulis: admin

  • Pascabanjir, Puskesmas Tanah Jambo Aye Overload, H. Yusri Minta Penambahan Ruang dan Rehabilitasi

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – UPTD Puskesmas Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, menghadapi persoalan kelebihan kapasitas pelayanan (overload) pascabanjir. Kondisi tersebut mendorong perlunya perhatian terhadap pemulihan fasilitas kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

    Kepala UPTD Puskesmas Tanah Jambo Aye, H. Yusriadi, S.Kep., Ns., MKM, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko penyakit setelah banjir.

    Ia mengingatkan warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan air bersih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan.

    Pascabanjir, masyarakat perlu mewaspadai sejumlah penyakit, seperti diare, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan. Karena itu, kebersihan lingkungan dan sanitasi harus menjadi perhatian bersama, terutama di kawasan yang masih menyisakan lumpur maupun genangan air.

    Di tengah kondisi pelayanan yang mengalami kelebihan kapasitas, masyarakat diharapkan mengikuti arahan petugas kesehatan dan memanfaatkan layanan sesuai kebutuhan medis. Namun, pasien dengan gejala berat atau kondisi darurat tetap harus segera mendapatkan pertolongan medis.

    Selain menyampaikan imbauan kesehatan, H. Yusriadi pada Rabu (14/10/2026) meminta perhatian pemerintah dan instansi terkait untuk menambah ruang pelayanan serta merehabilitasi fasilitas Puskesmas yang terdampak banjir.

    Menurutnya, kebutuhan ruang dan perbaikan sarana prasarana menjadi hal penting untuk mendukung kelancaran pelayanan kesehatan, terutama ketika masyarakat membutuhkan penanganan medis setelah bencana.

    Pemulihan fasilitas kesehatan merupakan bagian penting dari upaya penanganan dampak banjir di Aceh Utara. Ketersediaan ruang yang memadai dan fasilitas yang layak diharapkan dapat menunjang kinerja tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berobat.

    Dengan demikian, penanganan kondisi UPTD Puskesmas Tanah Jambo Aye memerlukan perhatian berkelanjutan, baik melalui upaya pencegahan penyakit oleh masyarakat maupun langkah nyata pemerintah dalam memenuhi kebutuhan ruang dan memperbaiki fasilitas kesehatan pascabanjir.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Tahap II Pemilihan Imum Mukim Jambo Aye Kota, Baru Satu Pendaftar Bernama Nurdin

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Pendaftaran calon Imum Mukim Jambo Aye Kota, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, memasuki tahap II. Namun, hingga Rabu (14/10/2026), jumlah pendaftar pada tahap lanjutan tersebut baru tercatat satu orang, yakni Nurdin.

    Berdasarkan pengumuman Panitia Pemilihan Imum Mukim (P2IM) Kemukiman Jambo Aye Kota, pendaftaran calon tahap II dibuka selama tujuh hari kerja, terhitung mulai 13 hingga 19 Oktober 2026.

    Panitia membuka kesempatan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai calon Imum Mukim Jambo Aye Kota. Tahap II ini menjadi kesempatan bagi warga yang berminat untuk ikut dalam proses pemilihan pimpinan kemukiman tersebut.

    Dalam pengumuman itu, calon diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya warga negara Indonesia, berdomisili sekurang-kurangnya lima tahun di kemukiman yang bersangkutan, berusia minimal 40 tahun, telah berumah tangga, sehat jasmani dan rohani, serta mampu membaca Al-Qur’an.

    Calon juga harus memenuhi persyaratan administrasi, seperti surat keterangan berkelakuan baik, surat keterangan domisili dari geuchik, ijazah terakhir yang dilegalisasi, surat keterangan sehat dari dokter pemerintah, serta dukungan tiga orang geuchik kampung.

    Panitia menetapkan biaya kontribusi calon sebesar Rp1.500.000. Sementara itu, surat permohonan dan surat pernyataan yang dipersyaratkan harus menggunakan meterai Rp10.000.

    Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan proses pendaftaran, panitia mencantumkan kontak Yusrizal, SE, melalui nomor 085275426464.

    Dengan masih tersedianya waktu pendaftaran hingga 19 Oktober 2026, masyarakat yang memenuhi persyaratan diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berpartisipasi dalam proses pemilihan Imum Mukim Jambo Aye Kota.

    Catatan: Jumlah pendaftar satu orang, yakni Nurdin, berdasarkan informasi yang disampaikan. Untuk memastikan perkembangan terbaru, data pendaftaran dapat dikonfirmasi kembali kepada Panitia Pemilihan Imum Mukim Jambo Aye Kota.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Aklamasi! M. Yusuf Pimpin PGRI Tanah Jambo Aye, Perkuat Soliditas Guru dan Mutu Pendidikan

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Semangat kebersamaan dan pengabdian untuk memajukan dunia pendidikan mewarnai Konferensi ke-23 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pengurus Cabang (PC) Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Dalam konferensi yang berlangsung di Aula K3S Tanah Jambo Aye, Rabu (14/10/2026), M. Yusuf M. Amin, S.Pd., M.Pd., terpilih secara aklamasi sebagai ketua untuk periode 2026–2031.

    Terpilihnya M. Yusuf secara aklamasi menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan tenaga pendidik sekaligus mendorong peran PGRI sebagai wadah perjuangan, pengembangan profesionalisme, dan peningkatan kualitas pendidikan di Kecamatan Tanah Jambo Aye.

    Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu melanjutkan semangat pengabdian para guru, mempererat komunikasi antartenaga pendidik, serta membangun organisasi yang solid dalam menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan.

    Konferensi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Tgk. Hamdani, S.Pd., dari SD Negeri 14 Tanah Jambo Aye. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PGRI, dan Himne Aceh yang dipandu oleh Kepala SD Negeri 24 Tanah Jambo Aye, Yuliana, S.Pd.

    Sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Dr. H. Jamaluddin, S.Pd., M.Pd., diwakili oleh Wakil Ketua I Pengurus Daerah (PD) PGRI Kabupaten Aceh Utara, Muliadi, S.Pd., yang akrab disapa Syeh Muliadi. Ia memimpin jalannya sidang pemilihan ketua yang berlangsung secara aklamasi.

    Konferensi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II PD PGRI Kabupaten Aceh Utara, Zaini, S.Pd., jajaran pengurus PD PGRI, para kepala sekolah dan madrasah dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, serta perwakilan guru.

    Dalam rangkaian konferensi, Ketua PGRI PC Tanah Jambo Aye periode sebelumnya, Muhammad Nur, S.Pd., menyampaikan laporan kepengurusan sebagai bagian dari evaluasi dan kesinambungan organisasi.

    Ajak Guru Bersatu dan Utamakan Musyawarah

    Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, M. Yusuf M. Amin mengajak seluruh anggota PGRI PC Tanah Jambo Aye untuk menjaga persatuan, memperkuat kekompakan, dan bersama-sama membesarkan organisasi guru tersebut.

    Menurutnya, soliditas organisasi merupakan modal penting agar PGRI dapat menjalankan perannya secara optimal, baik dalam memperjuangkan aspirasi guru maupun mendukung peningkatan mutu pendidikan.

    “Setiap keperluan organisasi, kita lebih mengutamakan musyawarah dan mufakat untuk penyelesaian,” kata M. Yusuf.

    Ia berharap seluruh anggota dapat mengesampingkan perbedaan demi kepentingan bersama serta menjadikan musyawarah sebagai landasan dalam mengambil keputusan organisasi.

    Kepengurusan periode 2026–2031 diharapkan tidak hanya memperkuat eksistensi PGRI, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, peningkatan kompetensi guru, dan terciptanya lingkungan belajar yang lebih berkualitas bagi generasi penerus bangsa.

    Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, PGRI PC Tanah Jambo Aye diharapkan terus menjadi mitra strategis dalam membangun pendidikan yang lebih maju, bermutu, dan berorientasi pada masa depan peserta didik.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Pascabanjir, SDN 2 Tanah Jambo Aye Bangkit: Siswa Kembali Belajar di Ruang Kelas yang Lebih Layak

    Pascabanjir, SDN 2 Tanah Jambo Aye Bangkit: Siswa Kembali Belajar di Ruang Kelas yang Lebih Layak

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah pascabanjir membawa harapan baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Utara. Salah satu satuan pendidikan yang menjadi perhatian dalam pemulihan tersebut adalah SD Negeri 2 Kecamatan Tanah Jambo Aye.

    Setelah menghadapi dampak banjir yang mengganggu aktivitas belajar mengajar, pemulihan sarana pendidikan menjadi langkah penting untuk memastikan para siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran dalam lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman.

    Kepala SDN 2 Tanah Jambo Aye, Asniati, M.Pd., memimpin satuan pendidikan tersebut dalam upaya menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di tengah proses pemulihan pascabencana.

    Banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh sebelumnya berdampak pada berbagai fasilitas pendidikan. Sebagian sekolah terdampak harus menghadapi keterbatasan ruang belajar, kerusakan sarana, hingga kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.

    Karena itu, rehabilitasi dan revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan, melainkan juga memulihkan semangat belajar siswa serta mendukung guru agar dapat menjalankan tugasnya secara optimal.

    Ketersediaan ruang kelas yang layak diharapkan mampu mengurangi kendala pembelajaran akibat keterbatasan fasilitas. Dengan dukungan sarana yang memadai, kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih tertib dan efektif.

    Selain kondisi ruang kelas, kebersihan lingkungan sekolah, ketersediaan sanitasi, serta kelayakan meja dan kursi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung perkembangan peserta didik.

    Pemulihan Pendidikan Harus Berkelanjutan

    Meski perbaikan infrastruktur menjadi langkah penting, pemulihan pendidikan pascabanjir tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal, dipelihara dengan baik, serta memenuhi kebutuhan siswa dan tenaga pendidik.

    Perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak yang mengalami bencana juga diperlukan agar mereka dapat kembali belajar dengan rasa aman dan percaya diri.

    Pemulihan sekolah di SDN 2 Tanah Jambo Aye diharapkan menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk mengembalikan kualitas layanan pendidikan di Aceh Utara setelah bencana banjir.

    Dengan fasilitas yang semakin layak dan dukungan semua pihak, hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang aman dan berkualitas harus tetap menjadi prioritas.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kantor Pertanahan Aceh Utara Gelar Penyelesaian Sengketa, Kedepankan Kepastian Hukum dan Keadilan

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Utara melaksanakan kegiatan Gelar Akhir Penyelesaian Sengketa Pertanahan sebagai upaya memperkuat penanganan konflik pertanahan serta memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak atas tanah bagi masyarakat.

    Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Utara, Mirza Fadhli, S.H.

    Gelar akhir ini menjadi bagian penting dalam proses penyelesaian sengketa pertanahan dengan mengedepankan ketelitian, objektivitas, transparansi, serta kesesuaian terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Melalui forum tersebut, berbagai aspek terkait penanganan sengketa dibahas untuk merumuskan langkah penyelesaian yang berkeadilan, dengan tetap memperhatikan hak dan kepentingan seluruh pihak yang terlibat.

    Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Utara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penanganan sengketa pertanahan secara profesional dan transparan.

    Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum, memberikan perlindungan terhadap hak atas tanah masyarakat, serta mendorong penyelesaian persoalan pertanahan secara objektif dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

    Melalui kegiatan tersebut, Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Utara terus berupaya menghadirkan pelayanan pertanahan yang profesional, tepercaya, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Didukung Penuh DPC se-Aceh, T. A. Khalid Resmi Ditetapkan sebagai Ketua HKTI Aceh

    Didukung Penuh DPC se-Aceh, T. A. Khalid Resmi Ditetapkan sebagai Ketua HKTI Aceh

    BANDA ACEH | PASESATU.COM — Dukungan penuh dari perwakilan pengurus kabupaten/kota mewarnai Musyawarah Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Aceh. Dalam forum yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Selasa (13/10/2026), T. A. Khalid ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Aceh.

    Pimpinan sidang menetapkan T. A. Khalid setelah seluruh DPC HKTI kabupaten/kota yang hadir memberikan dukungan penuh.

    Musda tersebut turut dihadiri jajaran DPN HKTI, Ketua Harian DPN HKTI Mayor Jenderal TNI (Purn.) Bachtiar Utomo, dan Ketua Caretaker DPD HKTI Aceh, Ananda Bahri.

    Setelah Musda, agenda organisasi dijadwalkan berlanjut ke pelantikan pengurus DPD HKTI Aceh yang akan dipimpin langsung Ketua Umum DPN HKTI, Sudaryono.

    Kepengurusan baru juga merencanakan penanaman padi perdana di Desa Lam Tui, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan tersebut akan melibatkan Dpc HKTI se-Aceh,jajaran pengurus baru, penyuluh pertanian, unsur terkait, dan para petani.

    Menurut Khalid, pengurusan yang baru langsung bekerja, seperti kegiatan penanaman pohon.

    “Kita langsung kerja, hari ini juga kita langsung melakukan penanaman pohon”, tegas Khalid.

    Khalid juga menambahkan, dengan dukungan peserta Musda dan rencana kegiatan lapangan tersebut, HKTI Aceh diharapkan memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan pertanian dan kesejahteraan petani.

    “Dengan dukungan penuh peserta Musda diharapkan bisa memperkuat konsolidasi organisasi sehingga bisa berkontribusi penuh terhadap pembangunan pertanian”, ucapnya.***

  • Dari Banjir Bandang 2025 ke Banjir 2026, Perjuangan Penyintas Buket Linteung Belum Usai

    Dok banjir pada 2025.

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Banjir bandang yang melanda pada 26 November 2025 belum genap setahun berlalu ketika warga Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, kembali menghadapi bencana serupa pada 12 Oktober 2026. Di tengah banjir yang belum surut, perjuangan warga untuk memenuhi kebutuhan keluarga kembali diuji.

    Salah satu kisah memilukan datang dari Lisa, penyintas banjir asal Dusun Teungoh, Desa Buket Linteung. Dalam kondisi sedang mengandung, ia harus menerobos genangan air setinggi pinggang orang dewasa demi mencapai Kantor Cabang Pembantu (KCP) Panton Labu untuk mengambil bantuan banjir.

    Perjalanan tersebut bukan perkara mudah. Di tengah air yang masih menggenangi wilayahnya, setiap langkah menyimpan risiko. Namun, kebutuhan keluarga membuat Lisa tetap berusaha mencapai lokasi penyaluran bantuan.

    Kisah Lisa menjadi gambaran perjuangan penyintas banjir yang bukan hanya harus menghadapi bencana berulang, tetapi juga kesulitan menjangkau bantuan ketika akses di sekitar tempat tinggal mereka masih terendam.

    Saat ditemui awak media di KCP Panton Labu, Selasa (13/10/2026), Lisa menceritakan pengalamannya. Dalam kondisi sedang mengandung, ia berusaha menempuh perjalanan berbahaya karena kebutuhan keluarga tidak bisa menunggu hingga banjir benar-benar surut.

    Di balik langkahnya menembus air, tersimpan harapan untuk membawa pulang bantuan yang dapat meringankan beban keluarganya setelah banjir kembali mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Banjir Berulang, Perjuangan Warga Kembali Terulang

    Bagi masyarakat Desa Buket Linteung, banjir pada 12 Oktober 2026 menjadi ujian baru setelah banjir bandang pada 26 November 2025. Dalam rentang waktu yang belum genap setahun, warga kembali berhadapan dengan genangan yang menghambat mobilitas dan menyulitkan pemenuhan kebutuhan rumah tangga.

    Bagi penyintas banjir, bencana bukan sekadar air yang menggenangi rumah dan jalan. Ada kebutuhan keluarga yang harus tetap dipenuhi, aktivitas ekonomi yang terganggu, serta kekhawatiran ketika hujan kembali turun dan permukaan air meningkat.

    Dalam situasi seperti itu, bantuan menjadi salah satu penopang bagi keluarga untuk melewati masa sulit. Namun, pengalaman Lisa memperlihatkan bahwa tersedianya bantuan belum tentu membuat seluruh penyintas dapat menjangkaunya dengan mudah.

    Ketika jalan masih digenangi air, perjalanan menuju tempat penyaluran bantuan dapat berubah menjadi tantangan berat, terlebih bagi warga yang memiliki keterbatasan fisik atau membutuhkan perlindungan khusus.

    Bantuan Kedua, Harapan di Tengah Kesulitan

    Di tengah keadaan yang belum sepenuhnya pulih, Lisa menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang diterimanya. Bantuan tersebut merupakan bantuan banjir untuk kedua kalinya.

    Bagi Lisa dan keluarganya, bantuan itu bukan sekadar paket kebutuhan, melainkan harapan untuk tetap bertahan melewati hari-hari sulit setelah banjir mengganggu kehidupan mereka.

    Rasa syukur tersebut hadir berdampingan dengan kenyataan bahwa perjalanan untuk memperoleh bantuan masih menyimpan risiko. Bantuan telah tersedia, tetapi akses untuk menjangkaunya menjadi persoalan tersendiri bagi warga yang tempat tinggal dan lingkungannya masih digenangi air.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan penyaluran bantuan tidak cukup diukur dari jumlah penerima. Kemudahan akses dan keselamatan penyintas juga perlu menjadi perhatian agar bantuan benar-benar dapat dijangkau oleh mereka yang membutuhkan.

    Bagaimana dengan Lansia dan Warga yang Tidak Mampu Berjalan Jauh?

    Perjuangan Lisa memunculkan pertanyaan penting tentang keselamatan penyintas dalam proses penyaluran bantuan. Jika seorang ibu hamil harus menerobos air setinggi pinggang demi memperoleh bantuan, bagaimana dengan warga lanjut usia, anak-anak, orang sakit, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses lebih sulit?

    Tidak semua warga memiliki kekuatan fisik untuk melewati genangan. Sebagian mungkin tidak memiliki kendaraan atau pendamping yang dapat membantu mereka mencapai lokasi penyaluran bantuan.

    Karena itu, kelompok rentan membutuhkan perhatian khusus dalam penanganan bencana. Bantuan yang tersedia di suatu lokasi belum tentu dapat dijangkau dengan aman oleh seluruh warga, terutama ketika akses jalan dan permukiman masih terendam.

    Jika kondisi lapangan memungkinkan, penyaluran langsung ke wilayah terdampak atau penyediaan titik layanan yang lebih dekat dapat dipertimbangkan untuk mengurangi risiko perjalanan, khususnya bagi ibu hamil, lansia, orang sakit, dan penyandang disabilitas.

    Pelayanan Bantuan Dibuka hingga Pukul 21.00 WIB

    Kepala KCP Panton Labu menyampaikan bahwa pelayanan penyaluran bantuan banjir berlangsung hingga Jumat, 16 Oktober 2026. Pelayanan dibuka sampai pukul 21.00 WIB untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada penyintas mengambil bantuan.

    Perpanjangan waktu pelayanan tersebut diharapkan membantu warga, terutama mereka yang datang dari wilayah jauh dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai lokasi.

    Namun, bagi warga seperti Lisa, persoalan tidak hanya berkaitan dengan jam pelayanan. Selama jalan dan permukiman masih digenangi air, perjalanan menuju lokasi tetap menjadi tantangan.

    Jam pelayanan yang lebih panjang memang memberikan kelonggaran waktu, tetapi tidak dengan sendirinya menghilangkan risiko perjalanan. Oleh karena itu, kemudahan akses dan keselamatan warga juga perlu diperhatikan dalam proses penyaluran bantuan.

    Penyintas Membutuhkan Bantuan dan Perlindungan

    Banjir bandang pada 26 November 2025 dan banjir yang kembali menerjang Buket Linteung pada 12 Oktober 2026 menjadi pengingat bahwa masyarakat harus menghadapi kembali situasi darurat dalam rentang waktu yang relatif berdekatan.

    Pengalaman tersebut menegaskan pentingnya penanganan bencana yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan selama masa darurat, tetapi juga memperhatikan pemulihan masyarakat dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir berikutnya.

    Penyintas membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Pada saat yang sama, mereka juga memerlukan akses yang aman, informasi yang jelas, serta mekanisme pelayanan yang mempertimbangkan kondisi masyarakat di lapangan.

    Bagi keluarga yang berulang kali menghadapi banjir, pemulihan bukan sekadar menunggu air surut. Mereka harus kembali menata kehidupan, memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan menghadapi ketidakpastian ketika bencana datang lagi.

    Kisah Lisa memperlihatkan sisi kemanusiaan dari persoalan tersebut. Di tengah banjir yang kembali datang, seorang ibu hamil harus menembus genangan demi membawa pulang bantuan untuk keluarganya.

    Di Buket Linteung, air mungkin akan surut, tetapi perjuangan para penyintas tidak serta-merta berakhir. Pengalaman menghadapi banjir berulang menjadi pengingat akan pentingnya penanganan yang berkelanjutan, termasuk memastikan kelompok rentan tidak harus menghadapi risiko tambahan ketika mencari pertolongan.

    Sebab, bantuan semestinya menjadi tangan yang menguatkan, bukan membuat penyintas kembali mempertaruhkan keselamatan. Setelah menghadapi banjir berulang, masyarakat Buket Linteung membutuhkan bukan hanya bantuan untuk bertahan hari ini, tetapi juga perlindungan dan kemudahan akses agar dapat menghadapi hari esok dengan lebih aman.***

    Editor : Syahrul Usman

  • ATR/BPN Dekat Hadir di 47 Kantor Pertanahan se-Jawa dan Bali, Layani Konsultasi hingga Roya

    ATR/BPN Dekat Hadir di 47 Kantor Pertanahan se-Jawa dan Bali, Layani Konsultasi hingga Roya

    JAKARTA | PASESATU.COM  – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus berupaya mendekatkan pelayanan pertanahan kepada masyarakat melalui program ATR/BPN Dekat. Program ini merupakan transformasi dari Layanan Rakyat untuk Sertipikasi Tanah (LARASITA) yang sebelumnya menjadi salah satu inovasi pelayanan pertanahan bagi masyarakat.

    Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi Kementerian ATR/BPN, layanan ATR/BPN Dekat kini hadir di 47 Kantor Pertanahan yang tersebar di wilayah Jawa dan Bali.

    Program tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pertanahan tanpa harus menghadapi kendala jarak dan keterbatasan akses pelayanan.

    Melalui ATR/BPN Dekat, masyarakat dapat memperoleh sejumlah layanan, mulai dari konsultasi pertanahan, pengaduan masalah pertanahan, pengecekan status tanah, pendaftaran tanah pertama kali, hingga perubahan data sertipikat.

    Selain itu, layanan ini juga mencakup pengurusan hak tanggungan dan roya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Lima Jenis Layanan ATR/BPN Dekat

    Dalam informasi yang disampaikan Kementerian ATR/BPN, terdapat lima kelompok layanan utama yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

    Pertama, konsultasi pertanahan dan layanan pengaduan pertanahan. Layanan ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkonsultasi mengenai persoalan pertanahan sekaligus menyampaikan pengaduan terkait permasalahan yang dihadapi.

    Kedua, pengecekan status tanah. Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai status bidang tanah sesuai dengan prosedur dan ketentuan pelayanan yang berlaku.

    Ketiga, pendaftaran tanah pertama kali. Layanan tersebut berkaitan dengan proses pendaftaran bidang tanah yang belum terdaftar, dengan tetap memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan hukum pertanahan.

    Keempat, perubahan data sertipikat, termasuk perubahan nama dan alamat. Layanan ini diperlukan ketika terdapat perubahan data yang harus disesuaikan dengan dokumen kepemilikan tanah.

    Kelima, layanan hak tanggungan dan roya. Hak tanggungan berkaitan dengan penjaminan hak atas tanah untuk pelunasan utang, sedangkan roya merupakan proses pencoretan catatan hak tanggungan dari buku tanah dan sertipikat setelah hak tanggungan tersebut hapus sesuai ketentuan.

    Dengan tersedianya berbagai layanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses informasi dan pelayanan pertanahan secara lebih mudah.

    Sebaran Layanan di Jawa Barat

    Di Provinsi Jawa Barat, layanan ATR/BPN Dekat tersedia di 11 kabupaten/kota dengan alokasi satu unit mobil pelayanan pada setiap wilayah yang tercantum dalam infografis.

    Wilayah tersebut meliputi Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kota Banjar.

    Kehadiran layanan ini di sejumlah wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan pertanahan kepada masyarakat di berbagai daerah.

    Masyarakat tetap perlu memastikan jadwal operasional dan jenis layanan yang tersedia melalui Kantor Pertanahan setempat sebelum mendatangi lokasi pelayanan.

    Jawa Tengah Miliki 16 Unit Mobil Pelayanan

    Di Provinsi Jawa Tengah, infografis ATR/BPN mencantumkan 16 unit mobil pelayanan yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

    Wilayah yang tercantum meliputi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Batang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Cilacap, Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Kendal.

    Kabupaten Kendal tercatat memperoleh alokasi dua unit mobil pelayanan, sedangkan wilayah lainnya masing-masing memperoleh satu unit.

    Sebaran tersebut menunjukkan bahwa layanan ATR/BPN Dekat tidak hanya menjangkau kota-kota besar, tetapi juga sejumlah kabupaten yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Jawa Tengah.

    Jawa Timur Tercatat Memiliki 14 Unit

    Sementara itu, di Provinsi Jawa Timur, layanan ATR/BPN Dekat tercatat tersedia di 14 kabupaten/kota, masing-masing dengan alokasi satu unit mobil pelayanan.

    Daerah tersebut meliputi Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Sampang.

    Keberadaan unit pelayanan di berbagai daerah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan informasi serta mengakses layanan pertanahan secara lebih dekat.

    Adapun infografis yang menjadi acuan berita ini menampilkan rincian wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Data tersebut belum mencakup seluruh wilayah yang disebutkan dalam program ATR/BPN Dekat di Jawa dan Bali.

    Masyarakat Diimbau Memanfaatkan Layanan

    Kementerian ATR/BPN mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan ATR/BPN Dekat sesuai kebutuhan. Program ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pelayanan pertanahan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

    Meski demikian, masyarakat tetap perlu menyiapkan dokumen persyaratan sesuai jenis layanan yang dibutuhkan. Persyaratan administrasi, tahapan pengurusan, serta penyelesaian setiap layanan dapat berbeda berdasarkan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

    Untuk memastikan informasi terbaru mengenai jadwal, lokasi, serta persyaratan pelayanan, masyarakat dapat menghubungi Kantor Pertanahan setempat atau memantau kanal informasi resmi Kementerian ATR/BPN.

    Melalui pengembangan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat, ATR/BPN diharapkan dapat terus meningkatkan kemudahan akses pelayanan sekaligus mendukung tertib administrasi pertanahan di Indonesia.***

    Editor : Syahrul Usman

  • DKP Aceh Dorong Mahasiswa Teknik Industri USK Dampingi UMKM Perikanan

    DKP Aceh Dorong Mahasiswa Teknik Industri USK Dampingi UMKM Perikanan

    BANDA ACEH | PASESATU.COM — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh bersama Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Syiah Kuala (USK) mendorong penguatan hilirisasi industri pengolahan hasil perikanan melalui inovasi produk, penerapan mekanisasi, dan pemanfaatan teknologi tepat guna.

    Upaya tersebut mengemuka dalam kegiatan kuliah tamu yang diikuti mahasiswa Teknik Industri USK di Museum Mesin Kuno Industri (Mektri), kawasan Pelanggahan, Banda Aceh, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara Program Studi S1 Teknik Industri USK dan DKP Aceh sekaligus pengayaan materi perkuliahan mengenai perancangan produk dan wawasan industri.

    Dalam kegiatan tersebut, Fitriani, S.Pi., M.Si., dari DKP Aceh memaparkan peluang pengembangan produk perikanan lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi melalui pengolahan, diversifikasi produk, peningkatan mutu, pengemasan, serta efisiensi proses produksi.

    Potensi perikanan Aceh, baik dari sektor perikanan tangkap maupun budidaya, dapat dikembangkan menjadi beragam produk olahan, seperti keumamah, bakso ikan, nugget, dan produk siap masak lainnya. Pengembangan produk tersebut perlu didukung proses produksi yang efisien, standar mutu yang konsisten, serta penggunaan peralatan yang sesuai dengan skala dan kebutuhan usaha.

    Fitriani menilai, ilmu Teknik Industri memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan industri pengolahan perikanan, mulai dari perancangan produk, pemilihan peralatan, optimalisasi kapasitas produksi, hingga pengendalian kualitas dan efisiensi biaya.

    Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya mengembangkan pengetahuan di lingkungan akademik, tetapi turut mengambil peran dalam mendampingi pelaku usaha di tengah masyarakat, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengolahan hasil perikanan.

    “Mahasiswa memiliki peluang besar untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan untuk membantu pelaku usaha mengenal dan menggunakan peralatan yang tepat, meningkatkan efisiensi proses produksi, serta menjaga kualitas dan keamanan produk. Mekanisasi tidak harus selalu menggunakan teknologi yang mahal, tetapi perlu disesuaikan dengan skala usaha, kemampuan pelaku usaha, dan kebutuhan produksi,” ujarnya.

    Menurut Fitriani, pendampingan berbasis kebutuhan tersebut diharapkan membantu UMKM perikanan meningkatkan produktivitas, menjaga konsistensi mutu, dan memperkuat daya saing produk. Keterlibatan mahasiswa juga berpotensi membuka ruang penerapan hasil penelitian dan pengembangan teknologi yang lebih sesuai dengan kebutuhan nyata pelaku usaha.

    Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Teknik Industri USK, Suhendrianto, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan kuliah tamu tersebut diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih konkret antara perguruan tinggi dan DKP Aceh.

    Kolaborasi ke depan diarahkan pada penguatan hilirisasi industri pengolahan ikan yang kompetitif dan berkelanjutan melalui penelitian terapan bersama mahasiswa, akademisi, dan praktisi.

    “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pengayaan materi perkuliahan, tetapi dapat berlanjut menjadi kolaborasi nyata melalui penelitian terapan yang melibatkan mahasiswa, akademisi, dan praktisi. Dengan begitu, ilmu Teknik Industri dapat memberikan kontribusi langsung dalam mendukung mekanisasi, meningkatkan efisiensi produksi, dan memperkuat daya saing UMKM pengolahan ikan di Aceh,” ujar Suhendrianto.

    Bagi Program Studi Teknik Industri USK, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan terwujudnya kampus berdampak, yakni perguruan tinggi yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam konteks sektor perikanan, kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui pendampingan teknologi, perbaikan proses produksi, dan pengembangan produk yang menjawab kebutuhan masyarakat pesisir serta UMKM perikanan di Aceh.

    Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita, khususnya agenda penguatan kemandirian dan ketahanan pangan serta hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

    Melalui kolaborasi berkelanjutan, potensi kelautan dan perikanan Aceh diharapkan tidak hanya menjadi sumber bahan baku, tetapi juga berkembang menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Banjir Kembali Rendam Empat Dusun di Buket Linteung, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter

    Banjir Kembali Rendam Empat Dusun di Buket Linteung, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Banjir kembali merendam empat dusun di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter pada Senin (12/10/2026). Geuchik Buket Linteung, Mansur, mengimbau warga agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, terutama jika ketinggian air terus meningkat.

    Empat dusun yang terdampak banjir tersebut meliputi Dusun Pateung, Dusun Teungoh, Dusun Kareung, dan Dusun Leubok Muku. Hingga berita ini ditulis, tidak ada laporan warga yang mengungsi akibat banjir tersebut. Sebagian warga diketahui telah menempati hunian sementara (huntara).

    Mansur mengatakan, sejumlah warga masih mendirikan gubuk di lokasi tempat tinggal mereka semula. Meski demikian, warga tersebut telah memiliki huntara yang dapat digunakan sebagai tempat tinggal sementara.

    Ia mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan ancaman banjir, khususnya bagi warga yang masih bertahan di lokasi lama meskipun kawasan tersebut kembali terendam.

    “Bagi warga yang mendirikan gubuk di tempat semula, kami selalu mengimbau agar berhati-hati. Jangan menganggap sepele kondisi ini,” kata Mansur, Senin (12/10/2026).

    Mansur juga meminta warga untuk terus memantau perkembangan ketinggian air dan mengambil langkah penyelamatan apabila kondisi banjir semakin memburuk.

    Banjir yang kembali melanda empat dusun tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan genangan. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan air serta meminimalkan risiko terhadap keselamatan warga.***

    Editor: Syahrul Usman