Penulis: admin

  • Kadisdikbud Aceh Utara Hadiri Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Landing

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara, Dr. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Landing, Kamis (22/10/2026).

    Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi santri dalam perjalanan sejarah bangsa, sekaligus mengapresiasi peran pesantren dalam membangun kehidupan masyarakat.

    Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk memperkuat semangat keagamaan, menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, serta mendorong generasi muda agar terus berkontribusi positif bagi kemajuan daerah dan bangsa.

    Kehadiran Kadisdikbud Aceh Utara dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan pendidikan pesantren dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki semangat kebangsaan.

    Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan pengabdian para santri diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam mewujudkan masa depan Aceh Utara yang lebih baik.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Keuchik Pante Rambong Hermanto Raih Suara Indonesia Awards 2026, Dedikasi untuk Desa Berbuah Apresiasi

    Keuchik Pante Rambong Hermanto Raih Suara Indonesia Awards 2026, Dedikasi untuk Desa Berbuah Apresiasi

    ACEH TIMUR | PASESATU.COM – Pengabdian dalam membangun desa dan melayani masyarakat mengantarkan Keuchik Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Hermanto, meraih Anugerah Apresiasi Suara Indonesia Awards 2026 dalam kategori Tokoh Inspiratif Penggerak Pelayanan Publik dan Pembangunan Desa.

    Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara penganugerahan yang berlangsung di Kota Batu, Kamis (22/10/2026). Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas kiprah Hermanto dalam memperkuat pelayanan publik, menjalankan pemerintahan gampong, serta mendorong pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.

    Bagi Gampong Pante Rambong, penghargaan ini bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga pengakuan atas arti penting pengabdian di tingkat desa. Dari lingkungan gampong, kerja nyata seorang pemimpin dapat menghadirkan perubahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Penghargaan tersebut sekaligus membawa nama Kecamatan Pante Bidari dan Kabupaten Aceh Timur ke panggung apresiasi tingkat nasional. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para pemimpin desa lainnya untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan membangun kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata.

    Penghargaan yang diraih Hermanto bukanlah akhir dari perjalanan pengabdian. Sebaliknya, apresiasi ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui pelayanan yang transparan, responsif, dan berkeadilan.

    Pemerintahan gampong memiliki peran penting karena menjadi bagian terdekat dari kehidupan masyarakat. Berbagai kebutuhan warga, mulai dari pelayanan administrasi hingga pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi, membutuhkan perhatian serta pengelolaan yang tepat.

    Karena itu, penghargaan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen untuk menghadirkan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi warga, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memajukan gampong.

    Pada akhirnya, keberhasilan seorang pemimpin desa tidak hanya diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. 

    Anugerah Suara Indonesia Awards 2026 menjadi momentum bagi Hermanto untuk terus memperkuat pengabdian, memperluas pemberdayaan warga, dan membawa Gampong Pante Rambong menuju pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan bersama.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi

    SLEMAN | PASESATU.COM – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memfinalisasi penjenjangan kinerja organisasi yang nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam sistem pengelolaan kinerja seluruh jajaran. Penyusunannya memperhatikan keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, dan evaluasi kinerja agar pelaksanaan tugasnya selaras di setiap jenjang organisasi.

    “Hasil yang saya harapkan adalah penjenjangan kinerja yang implementatif, terukur, dan selaras. Ketika kegiatan ini selesai, kita juga harus memiliki kesepahaman mengenai bagaimana hasilnya nanti dapat memperkuat manajemen kinerja kementerian,” ujar Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, Andi Tenri Abeng saat membuka kegiatan Review dan Finalisasi Hasil Penyusunan Penjenjangan Kinerja Kementerian ATR/BPN, di Pendopo Sasana Widya Bhumi, Politektik Agraria STPN, Sleman, D.I. Yogyakarta, Kamis (22/10/2026)

    Penjenjangan kinerja organisasi merupakan wujud rekayasa ulang Sistem Kendali Mutu Program Pertanahan (SKMPP) atau reengineering SKMPP, yang dibuat sebagai bagian dari pengembangan sistem informasi untuk pengukuran kinerja. Hal ini dijalankan Kementerian ATR/BPN untuk menindaklanjuti arah kebijakan dan rekomendasi evaluasi yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

    Bukan sekadar menindaklanjuti rekomendasi KemenPAN-RB, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian ATR/BPN memperbaiki tata kelola kinerja sekaligus menunjukkan perkembangan tindak lanjut yang telah dilakukan dalam rangka evaluasi kinerja tahun 2026. Andi Tanri Abeng juga menegaskan, hasil finalisasi penjenjangan kinerja nantinya perlu menjadi acuan bersama bagi seluruh satuan kerja, baik di pusat hingga ke daerah.

    “Kegiatan ini adalah untuk melangkah ke depan, lebih baik lagi. Jadi, hasil yang disepakati harus digunakan sebagai acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran, penetapan PK (Perjanjian Kinerja) dan pengukuran capaian, serta evaluasi kinerja pada seluruh jenjang organisasi,” tegas Andi Tenri Abeng.

    Dari perspektif KemenPAN-RB, penjenjangan kinerja dan penguatan sistem informasi adalah bagian penting dalam penerapan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Plt. Asisten Deputi Perumusan dan Koordinasi Kebijakan Penerapan Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPAN-RB, Gita Aurora, menilai pengembangan sistem yang dilakukan Kementerian ATR/BPN akan mendukung pengelolaan kinerja yang lebih baik.

    “Kegiatan ini adalah salah satu bentuk penguatan dalam implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang berfokus kepada sistem informasi untuk pengukuran kinerja yang dikembangkan oleh Kementerian ATR/BPN melalui reengineering SKMPP,” ungkap Gita Aurora.

    Pada kegiatan yang berlangsung secara daring dan luring tersebut, hadir menyampaikan sambutan, Inspektur Wilayah IV, Agust Yulian; Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Bahrun Munawir; dan Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad. Turut hadir menyampaikan laporan kegiatan, Kepala Bagian Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Kinerja, Sandra Maria Stephanie Hutabarat.

    Adapun peserta dalam kegiatan yang berlangsung pada 22-23 Oktober 2026 ini meliputi perwakilan jajaran dari Inspektorat Jenderal; Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Manajemen Risiko (ORTALA-MR); serta seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian ATR/BPN, baik pusat, Kantor Wilayah BPN Provinsi, maupun Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kacabdin Aceh Utara Ajak Orang Tua Berperan Aktif Sukseskan TKA, Ini Delapan Langkah Penting

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Dr. Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd., mengajak para orang tua untuk berperan aktif mendukung anak dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

    Dukungan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membantu anak mempersiapkan diri menghadapi TKA, baik dari sisi kesehatan fisik, kesiapan mental, penguasaan materi maupun kepercayaan diri.

    Melalui edukasi yang disampaikan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Johan menekankan bahwa keberhasilan anak tidak hanya bergantung pada proses belajar di sekolah, tetapi juga membutuhkan perhatian, pendampingan, serta motivasi dari orang tua di rumah.

    Ada delapan langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak menghadapi TKA secara lebih optimal.

    Pertama, menjaga kesehatan fisik anak, dengan memastikan waktu tidur yang cukup, memberikan makanan bergizi seimbang, mengajak anak berolahraga ringan, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

    Kedua, memperhatikan kesehatan mental anak. Orang tua diharapkan memberikan semangat, menghindari tekanan berlebihan, membantu anak mengelola stres, serta menciptakan komunikasi yang membuat anak merasa didengar dan dihargai.

    Ketiga, mendukung persiapan materi pembelajaran, antara lain menyediakan buku dan sumber belajar yang relevan, membantu menyusun jadwal belajar, memantau perkembangan anak, serta mendampingi ketika menghadapi materi yang sulit dipahami.

    Keempat, memberikan motivasi dan doa. Kata-kata positif, penghargaan terhadap usaha anak, serta keyakinan bahwa proses belajar merupakan bagian penting dari keberhasilan dapat membantu membangun kepercayaan diri mereka.

    Kelima, mengatur waktu secara bijak dengan menyeimbangkan waktu belajar dan istirahat, membatasi penggunaan gawai yang tidak diperlukan, serta memberi ruang bagi anak untuk bersosialisasi dan menjalankan hobi yang sehat.

    Keenam, menanamkan sikap positif, seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, dan rasa percaya diri. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi anak, tidak hanya saat menghadapi ujian, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

    Ketujuh, mendampingi dan memantau perkembangan belajar. Orang tua perlu menanyakan kemajuan belajar anak secara rutin, memberikan apresiasi atas usaha yang dilakukan, serta menjalin komunikasi dengan guru dan wali kelas.

    Kedelapan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yakni menyediakan tempat belajar yang nyaman dan tenang, menghindari konflik di rumah, serta menghadirkan suasana keluarga yang penuh kasih sayang dan dukungan positif.

    Pesan edukasi tersebut menegaskan bahwa persiapan menghadapi TKA bukan semata-mata tentang nilai atau hasil ujian. Kesiapan mental, kebiasaan belajar yang baik, dan dukungan emosional keluarga juga memiliki peran penting dalam perjalanan pendidikan anak.

    Melalui keterlibatan aktif orang tua, diharapkan peserta didik dapat menghadapi TKA dengan lebih tenang, percaya diri, dan siap menunjukkan kemampuan akademiknya.

    “Bersama orang tua, anak lebih siap menghadapi TKA.” Dukungan kecil dari keluarga dapat memberikan dampak besar bagi masa depan anak.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kapolsek Tanah Jambo Aye Sambangi Warga Panton Labu, Ajak Bersama Jaga Kamtibmas

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kapolsek Tanah Jambo Aye, IPTU Hasbi M. Insya, S.A.P., bersama Wakapolsek dan dua personel kepolisian menyambangi masyarakat Gampong Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (22/10/2026) pagi.

    Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 08.45 WIB hingga 10.00 WIB tersebut merupakan bagian dari Program Quick Win Kapolri bertema “Polisi Peduli Pengangguran” dalam program “Polisi Bersama Masyarakat”.

    Melalui kegiatan tersebut, Kapolsek Tanah Jambo Aye membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara kepolisian dan warga.

    Dalam kesempatan itu, Kapolsek mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Tanah Jambo Aye.

    Warga juga diimbau agar senantiasa menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

    Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

    Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk menyerap aspirasi warga, memperoleh informasi mengenai perkembangan situasi kamtibmas, serta mendeteksi secara dini berbagai potensi permasalahan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

    Pendekatan secara humanis dan dialogis diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri sekaligus mendorong keterlibatan aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

    Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat, upaya pencegahan gangguan kamtibmas diharapkan dapat berjalan lebih efektif melalui kerja sama dan kepedulian bersama.

    Selama pelaksanaan kegiatan, situasi dilaporkan berlangsung aman dan lancar.**

    Editor : Syahrul Usman

  • MKKS SMP se-Aceh Utara Resmi Dibuka, Disdikbud Dorong Digitalisasi dan Kepemimpinan Inovatif Kepala Sekolah

    MKKS SMP se-Aceh Utara Resmi Dibuka, Disdikbud Dorong Digitalisasi dan Kepemimpinan Inovatif Kepala Sekolah

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Utara resmi membuka kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Kabupaten Aceh Utara, Rabu (21/10/2026), bertempat di SMP Negeri 2 Nisam Antara.

    Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Dr. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., dengan mengusung tema “Kita Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Digitalisasi Menuju Aceh Utara Bangkit.”

    Musyawarah kerja ini menjadi wadah bagi para kepala sekolah untuk memperkuat koordinasi, bertukar gagasan, serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

    Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdikbud Aceh Utara, Herman, M.Pd., turut mendampingi kegiatan MKKS tersebut. Ia berharap pertemuan ini dapat memperkuat sinergi antarkepala sekolah dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang lebih baik.

    Selain meningkatkan mutu pembelajaran, kegiatan MKKS juga diarahkan untuk mendorong lahirnya kepala sekolah yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memanfaatkan digitalisasi untuk mendukung pengelolaan sekolah dan proses pembelajaran.

    Transformasi pendidikan berbasis digital dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan efektivitas pelayanan pendidikan, memperkuat administrasi sekolah, serta memperluas akses terhadap berbagai sumber belajar.

    Melalui kegiatan tersebut, para kepala sekolah diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu menjadi pemimpin perubahan yang mendorong kreativitas guru, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menciptakan lingkungan sekolah yang berkualitas.

    MKKS SMP se-Kabupaten Aceh Utara diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan, sejalan dengan semangat Aceh Utara Bangkit.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kadisdikbud Aceh Utara Dr. Jamaluddin Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah di Hari Santri Nasional 2026

    Kadisdikbud Aceh Utara Dr. Jamaluddin Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah di Hari Santri Nasional 2026

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Dalam semangat memperingati Hari Santri Nasional 2026, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Utara, Dr. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober.

    Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman, akhlakul karimah, serta semangat menuntut ilmu demi masa depan bangsa.

    Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Hari Santri Nasional 2026 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan ilmu pengetahuan, iman, ketakwaan, dan akhlak mulia sebagai fondasi dalam membangun generasi penerus bangsa.

    Santri bukan hanya mereka yang belajar di pondok pesantren, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga adab, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam ajaran Islam, menuntut ilmu merupakan jalan menuju kebaikan. Karena itu, semangat Hari Santri hendaknya tidak berhenti pada seremoni atau penggunaan pakaian khas santri, melainkan diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an dan sunah Rasulullah Muhammad SAW.

    Generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari kecerdasan dan kemajuan teknologi, tetapi juga dari keluhuran budi pekerti masyarakatnya.

    Peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi pengingat bahwa ulama dan santri memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, merawat kerukunan, serta menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

    Melalui momentum ini, diharapkan seluruh masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Aceh Utara, semakin mencintai ilmu, memuliakan guru, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam perkataan maupun perbuatan.

    Selamat Hari Santri Nasional 2026. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada para ulama, guru, santri, dan seluruh generasi penerus bangsa agar mampu mengamalkan ilmu untuk kemaslahatan umat, agama, dan negara.

    Santri kuat dalam iman, mulia dalam akhlak, luas dalam ilmu, serta teguh mengabdi untuk negeri.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Sayuti Achmad Sambangi Lima Kabupaten di Barat Selatan Aceh, Bawa Gagasan Pembaruan PWI

    Kunjungan silaturahmi Sayuti Achmad bersama rombongan disambut dalam suasana penuh keakraban oleh rekan-rekan wartawan PWI Nagan Raya. Kebersamaan ini menjadi momentum untuk bertukar gagasan, menyerap aspirasi, serta memperkuat solidaritas demi mewujudkan PWI Aceh yang lebih maju, solid, dan semakin peduli terhadap anggotanya di daerah. Dok Ist

    BANDA ACEH | PASESATU.COM – Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026–2031, Sayuti Achmad, melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah daerah di wilayah pantai barat selatan Aceh. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dengan para wartawan sekaligus menyerap aspirasi terkait arah organisasi ke depan.

    Perjalanan dimulai dari Banda Aceh pada Selasa, 20 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, Sayuti bersama rombongan menyambangi sejumlah pengurus dan anggota PWI di wilayah barat selatan.

    Sayuti mengatakan, kunjungan itu dilakukan untuk menjaga kedekatan dengan rekan-rekan seprofesi yang berada di daerah.

    “Tujuan kami bersilaturahmi dengan teman-teman dan sahabat di kawasan pantai barat selatan,” ujar Sayuti.

    Dari pertemuan yang berlangsung di beberapa kabupaten, ia mengaku menerima beragam masukan mengenai harapan anggota terhadap kepemimpinan PWI Aceh mendatang. Menurutnya, para wartawan daerah menginginkan organisasi yang semakin berkembang, dengan kebijakan yang mengutamakan kepentingan anggota secara menyeluruh.

    Ia menyampaikan bahwa aspirasi yang diterimanya menekankan pentingnya perubahan agar PWI Aceh semakin maju dan tidak berorientasi pada kepentingan pribadi.

    Dalam kesempatan tersebut, Sayuti turut memaparkan sejumlah gagasan yang ingin diterapkan apabila mendapat amanah memimpin PWI Aceh. Salah satu usulannya adalah membebaskan anggota dari biaya perpanjangan kartu keanggotaan, dengan pembiayaan ditanggung oleh PWI Aceh.

    “Perpanjangan kartu anggota nantinya tidak perlu dipungut biaya karena akan ditanggung PWI Aceh,” katanya.

    Selain itu, ia berkomitmen untuk menghindari pola pembiayaan kegiatan organisasi yang memberatkan anggota. Sayuti menilai, kegiatan PWI seharusnya dapat berjalan tanpa membebani wartawan melalui permintaan donasi.

    “Prinsipnya, jangan sampai ada sistem donasi yang justru menjadi beban bagi anggota,” tegasnya.

    Aspirasi lain yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah harapan agar pimpinan PWI Aceh tetap menjaga komunikasi dengan anggota di kabupaten dan kota. Kehadiran pengurus, menurut mereka, sebaiknya tidak hanya terlihat menjelang pelaksanaan konferensi organisasi, tetapi juga dalam kegiatan dan kebutuhan anggota sehari-hari.

    Menanggapi hal itu, Sayuti menyatakan sependapat. Ia juga menegaskan pentingnya memberikan ruang partisipasi bagi wartawan dari berbagai daerah dalam agenda berskala nasional.

    Menurutnya, anggota dari daerah perlu mendapat kesempatan terlibat dalam kegiatan seperti Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).

    Gagasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upayanya membangun PWI Aceh yang lebih terbuka, merangkul anggota di seluruh wilayah, dan memberi perhatian terhadap kebutuhan wartawan daerah.

    Hingga Rabu, 21 Oktober 2026, rombongan Sayuti telah mengunjungi lima kabupaten di kawasan pantai barat selatan Aceh, yakni Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), dan Aceh Selatan.

    Dalam perjalanan tersebut, Sayuti didampingi sejumlah pendukung, dua mantan Ketua PWI Aceh, serta calon Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Aceh.

    Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Sayuti memperkenalkan gagasan dan menjalin komunikasi dengan anggota menjelang pemilihan Ketua PWI Aceh periode 2026–2031.***

  • Sambut Hari Pangan Sedunia 2026, Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara Gelar Gerakan Pangan Murah

    Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Mirza Gunawan, S.T., M.A.P.,
    Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Mirza Gunawan, S.T., M.A.P.,Dok UG

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Pertanian dan Pangan akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperingati Hari Pangan Sedunia 2026.

    Gerakan Pangan Murah tersebut akan berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara. Sejumlah komoditas yang disediakan meliputi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram serta minyak goreng Minyakita seharga Rp15.000 per liter.

    Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Mirza Gunawan, S.T., M.A.P., menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

    Sambut Hari Pangan Sedunia 2026, Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara Gelar Gerakan Pangan Murah

    Program ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan bahan pangan, terutama komoditas yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat, seperti beras dan minyak goreng.

    Pelaksanaan GPM Serentak di Aceh Utara bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 yang mengusung tema “Innovate Today. Nourish Tomorrow”, yang menekankan pentingnya inovasi saat ini untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan pada masa mendatang.

    Masyarakat yang ingin berbelanja dapat mendatangi halaman Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (22/10/2026).

    Berikut rincian komoditas dan harga yang diumumkan:

    • Beras SPHP: Rp60.000 per kemasan 5 kilogram.
    • Minyak goreng Minyakita: Rp15.000 per liter.
    • Lokasi: Halaman Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara.
    • Jadwal: Kamis, 22 Oktober 2026.
    Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok.***

  • Tanggul Jebol Sejak 2025, Sejumlah Gampong di Lhoksukon Kembali Terendam Banjir

    Anggota DPRK Aceh Utara, Marzuki, bersama aparatur gampong meninjau lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gampong Meunasah Dayah LT, Kecamatan Lhoksukon, Rabu (21/10/2026). Banjir diduga diperparah oleh tanggul sungai sepanjang sekitar 15 meter yang jebol sejak 2025 dan hingga kini belum diperbaiki. Foto: Syahrul/pasesatu

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Banjir kembali merendam sejumlah gampong di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (21/10/2026). Luapan air menggenangi permukiman warga dan badan jalan lintas Lhoksukon–Cot Girek. Kondisi ini diduga diperparah oleh tanggul sungai sepanjang sekitar 15 meter yang jebol sejak banjir pada 2025 dan belum diperbaiki.

    Sejumlah gampong yang terdampak cukup parah meliputi Meunasah Dayah LT, Krueng, Teungoh, dan Buloh LT. Di Gampong Meunasah Dayah LT, ketinggian air di dalam rumah warga dilaporkan mencapai 50 sentimeter hingga satu meter. Sebagian warga bahkan telah mengungsi untuk menghindari dampak banjir.

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara dari Partai PAS Aceh, Marzuki, meninjau lokasi banjir bersama aparatur gampong. Ia menyampaikan keprihatinan atas banjir yang berulang setiap kali hujan turun.

    “Setiap tahun, saat hujan turun, masyarakat di beberapa desa di sini selalu terdampak genangan. Kami sudah turun langsung ke lapangan dan melihat kondisinya cukup memprihatinkan,” ujar Marzuki saat diwawancarai di lokasi, Rabu (21/10/2026).

    Menurut Marzuki, kerusakan tanggul sepanjang sekitar 15 meter tersebut perlu segera ditangani karena berpotensi memperparah luapan air ke permukiman warga. Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius dan mengupayakan perbaikan permanen untuk mengurangi risiko banjir berulang.

    Sementara itu, Kepala Dusun Gampong Meunasah Dayah LT, Ali Basyah, mengatakan kerusakan tanggul tersebut telah berlangsung sejak tahun lalu. Hingga banjir kembali terjadi, menurut dia, belum ada perbaikan yang dilakukan.

    “Setiap kali hujan turun di wilayah hulu, desa kami kembali terendam. Tanggul sudah jebol sejak setahun lalu dan belum diperbaiki. Ketinggian air di rumah warga berkisar setengah meter hingga satu meter, bahkan ada yang sudah mengungsi,” kata Ali.

    Ali menambahkan, warga bersama aparatur gampong telah berulang kali menyampaikan laporan mengenai kerusakan tanggul kepada pihak kecamatan dan kabupaten. Namun, menurut keterangannya, hingga kini belum ada tindakan perbaikan yang terlihat.

    Warga dan pihak legislatif berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan untuk mencegah banjir kembali meluas, terutama di gampong-gampong yang terdampak. Perbaikan tanggul dinilai penting untuk mengurangi risiko genangan apabila hujan kembali meningkatkan debit air sungai.

    Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak pemerintah daerah atau instansi teknis terkait mengenai penyebab belum diperbaikinya tanggul tersebut maupun rencana penanganan selanjutnya.***