BIREUEN | PASESATU.COM – Suasana haru menyelimuti rumah duka Nasriati (40), warga Dusun Lhok Rawa, Gampong Bugak Masjid, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, saat jenazahnya tiba dari Malaysia, Kamis (22/10/2026). Tangis keluarga pecah ketika almarhumah akhirnya kembali ke kampung halaman setelah meninggal dunia di negeri jiran.
Pemulangan jenazah tersebut difasilitasi Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman, S.Sos., M.Sos., yang akrab disapa Haji Uma, bersama Group Aceh Bersatu (GAB) dan komunitas Koper. Bantuan itu dilakukan untuk memastikan almarhumah dapat kembali ke tanah kelahirannya dan dimakamkan secara layak oleh keluarga.
Nasriati mengembuskan napas terakhir di Hospital Tengku Permaisuri Norashikin, Kajang, Selangor, Malaysia, pada Selasa (20/10/2026). Almarhumah dilaporkan meninggal dunia akibat pneumonia atau peradangan paru-paru. Selama berada di Malaysia, ia bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Haji Uma mengatakan, upaya pemulangan dilakukan setelah pihak keluarga melalui Geuchik Gampong Bugak Masjid menyampaikan permohonan bantuan kepadanya.
“Begitu menerima laporan dari pihak keluarga, saya langsung berkoordinasi dengan tim penghubung di Malaysia untuk memastikan semua proses berjalan lancar,” ujar Haji Uma.
Menurutnya, keluarga yang sedang berduka tidak seharusnya menghadapi sendiri kesulitan mengurus pemulangan jenazah, terlebih ketika musibah terjadi di luar negeri.
“Kita tidak boleh membiarkan keluarga di Aceh berjuang sendirian menghadapi situasi seperti ini. Tugas kita adalah memastikan jenazah dapat segera kembali dan dimakamkan dengan layak di kampung halaman,” katanya.
Jenazah Nasriati dipulangkan menggunakan pesawat Malaysia Airlines MH 860 dan tiba di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, sekitar pukul 15.30 WIB, Kamis (22/10/2026).
Setibanya di Kualanamu, proses pengurusan administrasi turut dibantu Fajri, staf penghubung Haji Uma. Sementara itu, Abdul Rafar yang berada di Aceh ikut membantu pendampingan kepulangan jenazah. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Bireuen menggunakan ambulans carteran yang difasilitasi Haji Uma.
Haji Uma menjelaskan, biaya pemulangan jenazah hingga Bandara Kualanamu mencapai Rp18,4 juta. Dari jumlah tersebut, keluarga menanggung Rp11,85 juta, sedangkan Group Koper membantu sebesar Rp6,55 juta. Adapun biaya kargo bandara dan ambulans dari Kualanamu menuju Bireuen ditanggung langsung oleh Haji Uma.
“Ini bukan soal biaya, tapi soal kemanusiaan dan kepedulian. Warga Aceh di perantauan adalah bagian dari kita semua. Ketika mereka mengalami musibah, kita wajib hadir membantu,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah serta mengapresiasi GAB, Koper, dan komunitas Aceh di Malaysia yang telah membantu proses pemulangan tersebut.
Di tengah suasana duka, keluarga almarhumah turut menyampaikan terima kasih kepada Haji Uma, Wakil Ketua GAB Ibnu Malik, Bendahara GAB Ida Goeltom, perwakilan Koper, Bang Padu, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan jenazah.
“Kami dari pihak keluarga almarhumah tidak bisa membalas kebaikan Haji Uma, Wakil Ketua GAB Ibnu Malik, serta semua pihak di Malaysia dan Aceh yang telah membantu proses pemulangan jenazah keluarga kami. Hanya Allah yang dapat membalas kebaikan saudara-saudara semua,” ujar Nurhayati, adik ipar almarhumah, dengan haru.
Haji Uma menegaskan, membantu warga Aceh yang tertimpa musibah di perantauan merupakan tanggung jawab moral yang akan terus diupayakannya selama mengemban amanah sebagai wakil daerah.
“Bagi saya, membantu warga Aceh di perantauan yang tertimpa musibah bukan hanya tugas sosial, tetapi juga panggilan hati. Selama saya diberi amanah oleh masyarakat, saya akan terus berupaya hadir dalam setiap kesulitan mereka,” tutupnya.
Kepulangan Nasriati menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap warga Aceh di perantauan. Meski tak dapat menghapus kesedihan keluarga, bantuan berbagai pihak setidaknya meringankan beban mereka dalam membawa almarhumah kembali ke kampung halaman.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah, menerima amal ibadahnya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.***
Editor : Syahrul Usman








