PASE SATU | YOGYAKARTA – Sebanyak 13 anak usia 15 tahun dan dua orang pelatih sekolah sepak bola asal Aceh Timur telah menyelesaikan kegiatan pelatihan sepak bola mulai dari fisik, teknik maupun mental selama dua minggu di PSS Development Centre yang merupakan wadah pembinaan pemain sepakbola muda milik salah satu klub peserta Liga 1 PSS Sleman di Sleman, Yogyakarta. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi modal bagi mereka untuk meniti karier, khususnya di bidang olahraga sepak bola.
Senior Manager Communications Medco E&P Leony Lervyn mengatakan, program pelatihan sepakbola anak-anak dan pelatih yang kedua kalinya ini adalah salah satu bentuk komitmen PT Medco E&P Malaka sebagai perusahaan untuk memberikan kontribusi pada masyarakat di Aceh Timur, terutama anak yang menjadi generasi penerus bangsa.
‘’Kami percaya bahwa sepak bola tidak hanya dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kemampuan fisik mereka, tetapi juga dapat membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran pentingnya kerja sama, disiplin, dan sportivitas,’’ ujar Leony dalam sambutan penutupan kegiatan pelatihan sepak bola ini di Sleman, Senin (17/02.2025) malam.
Sebanyak 13 pemain dan 2 pelatih tersebut sebelumya telah lulus seleksi yang diselenggarakan di Aceh Timur. Seleksi diikuti oleh beberapa sekolah sepak bola di daerah operasi Medco E&P Malaka tersebut.
Sementara itu, Kepala PSS Development Center, Anang Hadi Saputra, mengungkapkan Program ini tidak hanya memberikan pelatihan teknik dan mental para pelatih dan pemain, namun juga berbagai aturan terbaru dalam olahraga sepak bola nasional. ‘’ Kami juga mengajak mereka nonton langsung di stadion pertandingan antara PSS Sleman melawan Bali United. Hal ini supaya mereka tahu atmosfer saat pertandingan profesional di level nasional,’’ terang Anang.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Timur, Syahril, S. STP, M.AP pada acara yang sama, berpesan agar anak-anak yang ikut pelatihan ini setelah pulang terus meningkatkan kemampuannya. Dia berharap mereka dapat ikut berjuang dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat propinsi yang akan diselenggarakan tahun depan. ‘’Adik-adik harus terus berlatih karena untuk dapat ikut dalam tim sepakbola di POPDA nanti, tetap dilakukan seleksi,’’jelas Syahril.
Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Timur Agussalem, SH yang ikut dalam pemulangan peserta di Sleman mengatakan,’’Kami mengetahui keberadaan Medco E&P Malaka di Aceh Timur selama ini memberikan kontribusi positif. Bahkan sebelum berproduksipun, Perusahaan sudah membangun rumah sakit. Terkait dengan program pelatihan sepakbola kerjasama antara MedcoEnergi dengan PSS Sleman, kami berharap program ini dapat benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta,’’ tegasnya.
Dalam acara ini Sekretaris Umum Askab PSSI Aceh Timur, Hasbi, mengatakan kegiatan ini sangat membantu PSSI dalam mencari bibit-bibit unggul pemain daerah. ‘’Medco telah melakukan kegiatan ini sebanyak dua kali. Hal ini membantu kami dalam menemukan talenta-talenta muda di Aceh Timur,’’ ujarnya.
Salah satu peserta Ibqar merasa bahagia dan tidak pernah membayangkan dapat berlatih di Markas PSS Sleman. Dia mengaku setiap hari selain berlatih juga mendapatkan teman baru dari provinsi lain.‘’Saya sangat beruntung dapat berlatih di Sleman sehingga mendapatkan ilmu, diantaranya paham tentang aturan dan posisi dalam bermain sepak bola,’’ ujarnya.
Pada pelatihan kali ini, tim anak-anak Aceh Timur, keluar sebagai juara Mini Turnamen Super Elija yang digelar oleh PSS Sleman. Mini Turnamen Super Elja diikuti oleh empat tim U14, yakni PSS Medco Aceh Timur, Sleman Timur FA, Bintang Putra Melati, dan Seyegan FC. Setelah melalui pertandingan yang penuh semangat dan sportivitas tinggi, tim PSS Medco Aceh Timur keluar sebagai juara turnamen. ***
Sumber : Rilis
Pemerintah Aceh Utara Resmi Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Lhoksukon
Kabar Gembira! Libur Sekolah Ramadan dan Idulfitri 2025 Lebih Panjang, Berikut Jadwalnya
![]() |
| Ilustrasi Libur Sekolah |
- 27-28 Februari & 3-5 Maret 2025: Pembelajaran mandiri di rumah dan lingkungan sekitar.
- 6-25 Maret 2025: Sekolah tetap berlangsung, tetapi dengan kegiatan yang menyesuaikan suasana Ramadan, seperti pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, serta kegiatan sosial dan keagamaan lainnya.
- 26-28 Maret & 2-4 serta 7-8 April 2025: Libur Idulfitri untuk memberikan waktu bagi peserta didik merayakan hari raya bersama keluarga.
- 9 April 2025: Kegiatan pembelajaran kembali normal di sekolah/madrasah.
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan Aceh, Warga Diminta Waspada
![]() |
| Ilustrasi Gelombang Tinggi (Foto: AI) |
PASE SATU | ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi gelombang laut tinggi hingga 2,5 meter di perairan Sabang hingga Simeulue, Provinsi Aceh. Masyarakat, terutama nelayan dan pelaku pelayaran, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Informasi ini berlaku mulai 18 Februari pukul 07.00 WIB hingga 21 Februari 2025 pukul 07.00 WIB,” ujar Prakirawan BMKG, Khairul Akbar, di Banda Aceh, Selasa.
BMKG memprediksi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter akan terjadi di beberapa wilayah, termasuk perairan Sabang – Banda Aceh, Aceh Besar – Meulaboh, Aceh Barat Daya – Simeulue, Aceh Singkil – Pulau Banyak, serta perairan selatan Simeulue.
Khairul menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh belokan angin (shearline) dan pola siklonik di Samudera Hindia barat Aceh.
“Angin diperkirakan bertiup dari timur laut hingga timur dengan kecepatan antara 4-20 knot,” tambahnya.
Tingginya gelombang ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal tongkang.
“Perahu nelayan berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan gelombang setinggi 1,25 meter, sementara kapal tongkang berisiko jika angin mencapai 16 knot dengan gelombang setinggi 1,5 meter,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas di laut.***
Sumber : antaranews
Kapolres Aceh Utara Pimpin Serah Terima Jabatan Kabag, Kasat, dan Kapolsek Jajaran
PASE SATU | ACEH UTARA – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat di lingkungan Polres Aceh Utara. Acara berlangsung di Lapangan Tribrata Mako Polres Aceh Utara pada Selasa (18/2/2025) pagi.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Wakapolres Aceh Utara, para kepala bagian (Kabag), kepala satuan (Kasat), kepala kepolisian sektor (Kapolsek) jajaran, serta seluruh personel Polres Aceh Utara. Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Utara beserta pengurus juga turut menyaksikan prosesi sertijab tersebut.
Mutasi Jabatan Kabag, Kasat, dan Kapolsek di Polres Aceh Utara
Dalam rotasi ini, jabatan yang diserahterimakan mencakup Kabag Ops, Kabag Log, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat Lantas, Kasat Samapta, serta lima Kapolsek, yaitu Kapolsek Tanah Jambo Aye, Kapolsek Matangkuli, Kapolsek Lhoksukon, Kapolsek Syamtalira Aron, dan Kapolsek Seunuddon.
Beberapa perubahan jabatan penting dalam sertijab ini antara lain, Jabatan Kabag Ops
Pejabat lama, Kompol Firdaus Jufrida, S.T., M.Si. sekarang menjabat sebagai Wakapolres Simeulue. Pejabat baru, Kompol Salahiddin, S.H., S.E., M.H. jabatan sebelumnya Pamen di Polda Aceh.
Jabatan Kabag Log lama, Kompol Dewi Maulidar, S.Sos., M.Si. saat ini di tugaskan menjabat sebagai Kabag Ren di Polres Aceh Timur. Diposisi ini di isi oleh Pejabat baru, Muhammad Nafis Luthfy, S.H., M.H. sebelumnya sebagai Kasubbag Bin Ops Bag Ops Satbrimob Polda Aceh.
Demikian pergantian dijabatan Kasat Reskrim Polres Aceh Utara. Pejabat lama, AKP Novrizaldi, S.H. sekarang menjabat sebagai Panit 2 Unit 4 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Aceh. Dan diduduki oleh Pejabat baru, AKP Dr. Bustami, S.H., M.H. yang sebelumnya sebagai Kanit 3 Subdit 1 Ditreskrimum Polda Aceh.
Sedangkan untuk jabatan Kasat Narkoba, Pejabat lama, Iptu Fitra Zumar, S.H. saat ini dipindah tugas menjabat sebagai Ps. Panit 2 Unit 2 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Aceh.
Dan diganti tugaskan oleh pejabat baru, AKP Erwinsyah Putra, S.H., M.H. Sebelumnya Kasatres Narkoba Polres Subulussalam.

Jabatan Kasat Lantas Pejabat lama, Iptu Sulaiman saat ini dipindah tugaskan menjabat sebagai Ps Kasat Samapta Polres Subulussalam. Diposisi ini digatikan oleh pejabat baru, AKP Muhammad Jamil, S.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Samapta Polres Subulussalam.
Jabatan Kasat Samapta, Pejabat lama, AKP Imil Yusni, S.H., M.H. saat ini menjabat sebagai Danki Dalmas 1 Sipasdal Subdit Dalmas Dit Samapta Polda Aceh. Digantikan oleh Pejabat baru, AKP Syahrizal, S.H. yang sebelumnya Kapolsek Lhoksukon.
Kapolsek Lhoksukon Pejabat lama, AKP Syahrizal, S.H. sekarang menjabat sebagai Kasat Samapta Polres Aceh Utara.
Pejabat baru, AKP Parlindungan Parhusip, S.H. sebelumnya Kasubbag Ren Prograr Bag Ren Polres Aceh Utara.
Kapolsek Tanah Jambo Aye Pejabat lama, Iptu Herman Syahputra, S.H. Kini menjabat sebagai Ps Kasubbag Dal Prograr Bag Ren Polres Aceh Utara. Pejabat baru Iptu Agus Alfian Halomoan Lubis sebelumnya Kaurbinopsnal Sat Samapta Polres Langsa.
Pejabat lama di Posek Matang Kuli, Iptu Hendra Jamiswar, S.H., M.H. sekarang menjabat sebagai Kasikum Polres Aceh Utara.
Digantikan dengan Pejabat baru, Iptu. Tri Mulyono, sebelumnya Kasi Humas Polres Langsa.
Kapolsek Syamtalira Aron, Pejabat lama, Iptu Nurdin menjabat sebagai Pama Polres Aceh Utara. Pejabat baru, AKP Muhammad Iskandar, sebelumnya Kasubbag Watpers Bag SDM Polres Langsa.
Kapolsek Seunuddon, Pejabat lama, Iptu Zainal Madas, menjabat sebagai Pama Polres Aceh Utara. Pejabat baru, Iptu Edy Suparman yang sebelumnya Kaurbin Opsnal Sat Intelkam Polres Aceh Utara.
Dalam amanatnya, Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti menegaskan bahwa mutasi jabatan dalam tubuh Polri adalah sesuatu yang wajar dan merupakan bagian dari penyegaran organisasi.
“Mutasi dalam lingkungan Polri merupakan hal yang lumrah dilakukan demi meningkatkan dinamika organisasi dan pelayanan kepada masyarakat. Jabatan yang diberikan adalah amanah serta kepercayaan dari pimpinan, sehingga kita harus mempertahankan dan meningkatkan prestasi serta kinerja sebagai bentuk tanggung jawab,” ujar Kapolres.
Kapolres juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Polres Aceh Utara. Ia berharap para pejabat yang mendapat promosi di tempat baru dapat terus mengembangkan karier dengan baik.
“Saya ucapkan selamat dan sukses kepada para pejabat lama yang akan bertugas di tempat baru. Semoga semakin berkembang dalam karier kepolisian dan tetap mengutamakan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Kepada pejabat baru, Kapolres Aceh Utara berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru dan meneruskan program kerja yang telah dirintis pejabat sebelumnya.
“Segera beradaptasi dengan lingkungan dan melanjutkan keberhasilan yang telah dicapai pejabat lama. Terus tingkatkan kinerja demi kemajuan Polri, khususnya Polres Aceh Utara,” pungkasnya.
Serah terima jabatan di Polres Aceh Utara ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan Polres Aceh Utara semakin solid dalam menjalankan tugas serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Presiden Prabowo Terbitkan PP No. 8/2025, Wajibkan Devisa Hasil Ekspor SDA Disimpan di Dalam Negeri
![]() |
| Sri Mulyani Menteri Keuangan RI (Foto Dok: Kementerian Keuangan) |
PASE SATU | JAKARTA – Dalam upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional, Presiden Prabowo Subianto resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025, yang mewajibkan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) disimpan di dalam negeri. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Maret 2025 dan bertujuan untuk meningkatkan likuiditas serta memperkuat sistem keuangan nasional.
Melalui peraturan baru ini, eksportir di sektor pertambangan (kecuali minyak dan gas bumi), perkebunan, kehutanan, dan perikanan diwajibkan untuk menempatkan 100 persen DHE SDA dalam sistem keuangan nasional selama 12 bulan melalui rekening khusus di bank nasional. Sementara itu, sektor minyak dan gas bumi tetap mengikuti ketentuan PP Nomor 36 Tahun 2023.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa penempatan DHE SDA di perbankan nasional saat ini relatif stabil, bahkan telah melampaui batas minimal yang sebelumnya ditetapkan sebesar 30 persen.
> “Posisi devisa hasil ekspor yang ditempatkan di perbankan kita relatif stabil. Awalnya, batas minimal hanya 30 persen, tetapi data menunjukkan bahwa realisasi DHE SDA mencapai 37 hingga 42 persen. Sekarang, dengan kebijakan 100 persen, komoditas utama seperti batubara, CPO (crude palm oil), dan nikel akan memberikan kontribusi besar terhadap ekspor dan cadangan devisa nasional,” jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/2).
Menkeu menegaskan bahwa Kementerian Keuangan akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Bank Indonesia untuk memastikan kebijakan ini tidak mengganggu kegiatan eksportir dan produsen.
Kebutuhan penukaran rupiah, pembayaran dalam valuta asing untuk kewajiban pajak, dividen, pengadaan barang impor, hingga pembayaran utang eksportir, dipastikan tetap dapat dilakukan dengan lancar.
> “Tidak ada alasan perusahaan mengalami disrupsi keuangan akibat kebijakan retensi 100 persen selama 12 bulan ini,” tegas Sri Mulyani.
Sri Mulyani juga menekankan bahwa kebijakan ini bukan hal baru di dunia. Sejumlah negara telah menerapkan aturan serupa guna memastikan bahwa kekayaan alam mereka memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian domestik.
> “Kita ingin memastikan bahwa hasil dari bumi, air, dan sumber daya alam Indonesia benar-benar memberikan manfaat bagi ekonomi nasional. Dengan sistem perbankan dan keuangan yang semakin kuat, kita dapat memberikan layanan yang lebih baik bagi para eksportir,” pungkasnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat sistem keuangan nasional, meningkatkan cadangan devisa, serta memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian Indonesia dalam jangka panjang.***
Sumber : kemenkeu.go.id
Kapolda Aceh Hadiri Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Wakili Kapolri
![]() |
| Prosesi Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang |
PASE SATU | KUALA SIMPANG – Kapolda Aceh, Irjen Achmad Kartiko, mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menghadiri prosesi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang periode 2025–2030. Irjen Pol. (Purn) Drs. Armia Pahmi dan Ismail resmi dilantik dalam rapat paripurna DPRK Aceh Tamiang yang digelar di Gedung Utama DPRK, Senin malam (17/2/2025).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), yang sebelumnya juga baru dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Turut hadir dalam acara ini sejumlah pejabat penting, termasuk Dosen Utama Akpol Brigjen Drs. Hudit Wahyudi, Irdam Iskandar Muda Brigjen TNI Yudi Yulistyanto, Mantan Pj. Bupati Aceh Tamiang Drs. Asra, Kapolres Aceh Tamiang, jajaran Forkopimda Plus, serta kepala SKPK dan tamu undangan lainnya.
Kapolda Aceh hadir mewakili Kapolri sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan baru di Aceh Tamiang. Peralihan dari Pj. Bupati ke pasangan kepala daerah definitif ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan, mendorong pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai informasi, Drs. Armia Pahmi adalah purnawirawan Polri berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) dengan pengalaman panjang di institusi kepolisian. Ia merupakan mantan Wakapolda Aceh dan alumnus Akabri tahun 1990.
Pimpin Apel Perdana, Ayahwa Ajak ASN dan Pejabat Perbaharui Diri
![]() |
| Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil, SE, MM, memimpin apel gabungan perdana ASN |
PASE SATU | ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil, SE, MM, memimpin apel gabungan perdana ASN dan seluruh pejabat jajaran Pemkab Aceh Utara, Selasa, 18 Februari 2025. Dalam apel yang berlangsung di lapangan Landing depan Kantor Bupati, dia mengajak ASN dan pejabat untuk memperbaharui diri di bawah kepemimpinan Bupati – Wakil Bupati yang baru.
“Pada kesempatan ini saya mengajak Bapak/Ibu semuanya untuk memperbaru diri, harus baru semuanya, karena sekarang Bupati baru. Simpan yang lama, sekarang kita harus baru,” kata Ayahwa, sapaan akrab H Ismail A Jalil. Penegasan itu mendapat sambutan meriah dari seluruh peserta apel. Sebagian ada yang bertepuk tangan memberi semangat.
Dari sela-sela barisan sempat juga terdengar ASN berteriak perlahan, “Baju baru juga Pak Bupati!”. Hal itu langsung disambut Ayahwa dengan tambah semangat. “Iya, betul. Baju baru juga, karena kita semua harus baru,” kata Ayahwa.
Suasana apel bertambah semangat. Biasanya pelaksanaan apel gabungan dilingkup suasana tegang dan terkesan buru-buru, kali ini suasananya berbeda. Beberapa kali peserta apel memberikan tepuk tangan atas beberapa penegasan Ayahwa dalam rencana kerja di bawah kepemimpinannya ke depan. Di antaranya, terkait baju baru.
Sudah cukup lama ASN Aceh Utara tidak mendapatkan jatah baju dinas dari anggaran pemerintah, tidak aneh jika semangat baru yang ditawarkan Ayahwa mendapatkan sambutan gempita dari seluruh peserta apel.
Lebih jauh Ayahwa menekankan bahwa semangat baru yang harus dibangun ke depan harus lebih dominan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kita jadikan Kabupaten Aceh Utara ini semakin hebat, pelayanan masyarakat harus kita utamakan. Kita harus cintai daerah ini, apapun itu harus bangga dengan Kabupaten Aceh Utara. Saya minta disiplin ASN agar bisa ditingkatkan lagi. Bersama Sekda, kami akan lakukan pengawasan khusus terhadap disiplin PNS/ASN, terutama para PNS yang telah dipercaya memegang jabatan,” tegas Ayahwa.
Dikatakan, dirinya bersama Wakil Bupati akan berusaha dengan sebaik-baiknya dalam memimpin Aceh Utara ke depan. Juga akan berupaya membangun sinergitas dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat.
Pada kesempatan itu, Ayahwa juga menguraikan visi misi singkat untuk pembangunan Aceh Utara, khususnya pada sektor unggulan, yaitu ekonomi bangkit “Beudoh Beusare”. Mewujudkan kemakmuran secara menyeluruh yaitu kesejahteraan sosial “makmue beurata”.
Selanjutnya, membangun SDM dan pelayanan kesehatan yang berkualitas yaitu “meurunoe beusihat meuseuninya”. Meningkatkan dan memperluas akses pembangunan infrastruktur serta tata kelola pemerintah yang baik dan akuntabel yaitu “tapeugot tapeubuet”.
Pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan yaitu “asoe nanggroe”. Serta penerapan ajaran ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) dan penerapan syariat Islam berdasarkan ukhwah islamiyah, ukhwah wathaniyah, dan ukhwah basyariyah yaitu “meu-agama”.
Kegiatan apel perdana tersebut turut dihadiri oleh seluruh ASN yang berkantor di kawasan Landing dan Lhoksukon. Juga hadir seluruh pejabat Pemkab Aceh Utara, di antaranya Plh Sekda Fauzan, SSos, MAP, Asisten I Setdakab Dr Fauzan, SSTP, MPA, para Staf Ahli Bupati, para Kepala SKPK, Camat, dan Kabag.
Pada sesi terakhir arahannya, Ayahwa juga menawarkan yel yel baru untuk mengemangati ASN dan pejabat Aceh Utara. “Kalau saya bilang ‘Aceh Utara’, dijawab ‘Bangkit….Bangkit…Bangkit….” ajak Ayahwa.
Lalu Ayahwa mencoba yel yel baru tersebut di hadapan hadirin. “Aceh Utara….!!!” teriak Ayahwa seraya mengepalkan tangan kanan ke depan.
“Bangkit….!! Bangkit…!! Bangkit…!!” sambut seluruh peserta apel dengan riuh gempita dan penuh semangat, sambil turut mengepalkan tangan kanan ke depan dada.
Pasangan H Ismail A Jalil, SE, MM – Tarmizi, S.I.Kom dilantik menjadi Bupati – Wakil Bupati Aceh Utara oleh Gubernur Aceh H Muzakir Manaf pada Senin, 17 Februari 2025, di gedung DPRK setempat. Keduanya akan memimpin Aceh Utara lima tahun ke depan, yaitu periode tahun 2025 – 2030.***
Pemprov Aceh Dorong Sinergi Pemerintah dan Swasta untuk Percepatan Ekonom
PASE SATU | BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menggelar pertemuan dengan petinggi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat sinergi antara sektor swasta dan pemerintah.
Fokus utama pembahasan mencakup sektor energi, pertambangan, perdagangan, dan perhubungan sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi Aceh.
Pertemuan yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, pada Senin (17/2) ini dihadiri perwakilan perusahaan, instansi pemerintah, serta asosiasi yang berperan dalam pembangunan ekonomi Aceh.
Dalam kesempatan itu, Fadhlullah menegaskan komitmen pemerintah Aceh, di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf dan dirinya, untuk mempermudah administrasi perizinan dan investasi sesuai regulasi yang berlaku.
“Jika ada kendala di lapangan, laporkan kepada kami. Kami siap membantu mempercepat penyelesaian perizinan dan investasi,” tegas Fadhlullah. Ia menambahkan, arahan ini sejalan dengan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah daerah mempermudah administrasi bisnis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di Aceh.
Selain mempermudah investasi, Fadhlullah mengimbau perusahaan yang beroperasi di Aceh untuk membuka kantor cabang di provinsi ini. Menurutnya, keberadaan kantor cabang di Aceh dapat memperkuat perekonomian daerah serta meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur, terutama dalam sektor logistik. Salah satu contoh yang disampaikan adalah transportasi minyak sawit mentah (CPO), yang masih bergantung pada jalur darat, sehingga menyebabkan kemacetan dan menghambat mobilitas masyarakat serta pelaku usaha lainnya.
Sebagai solusi, Pemprov Aceh mengusulkan pembangunan dua pelabuhan angkutan barang di wilayah barat-selatan dan timur Aceh. Usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo, yang menurut Fadhlullah, menyambut baik rencana ini dan berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh.
Menutup pertemuan, Fadhlullah mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam membangun Aceh.
“Mari kita bekerja bersama, menciptakan solusi, dan memajukan perekonomian Aceh demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Sumber : humas.acehprov.go.id
BREAKING NEWS: Pencarian Anak Tenggelam di Krueng Pase Terus Berlanjut
PASE SATU | ACEH UTARA – Upaya pencarian terhadap M. Farhat (5), seorang anak laki-laki yang hilang di aliran Sungai Krueng Pase, Aceh Utara, masih terus dilakukan hingga hari ini, 18 Februari 2025. M. Farhat dilaporkan hilang sejak 15 Februari 2025, sekitar pukul 17:00 WIB.
Kronologi Kejadian M. Farhat, yang berasal dari Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, diduga terbawa arus sungai saat bermain di sekitar sungai bersama teman-temannya.
Kondisi sungai yang deras dan cuaca yang tidak menentu diduga menjadi penyebab utama kejadian ini.
Upaya Pencarian Tim gabungan yang terdiri dari masyarakat Gampong Meunasah Masjid dan sekitarnya, Tim SAR dari Unit Siaga SAR Bireuen, BPBD Aceh Utara, Satgas Aceh Utara, dan anggota Danramil telah dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Hingga pukul 11:25 WIB 18 Febuari 2025, M. Farhat masih belum ditemukan.
Pencarian terus dilakukan dengan menyisir sepanjang aliran sungai kreung Pase .
Tim SAR juga menggunakan peralatan khusus untuk membantu proses pencarian. Masyarakat setempat juga ikut terlibat dalam upaya pencarian ini.
Himbauan pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar sungai Krueng Pase untuk selalu berhati-hati dan mengawasi anak-anak saat bermain di sekitar sungai.
Mengingat arus sungai yang deras dan kondisi cuaca yang tidak menentu, sangat penting untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain.
Pencarian M. Farhat masih terus berlangsung. Pihak keluarga dan masyarakat berharap agar M. Farhat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Mari kita semua berdoa agar M. Farhat segera ditemukan dan kembali kepada keluarganya dalam keadaan selamat.
Laporan | Muliadi




