Blog

  • Operasi Keselamatan Seulawah di Aceh Utara, 17 Sopir Angkutan Umum Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya

    Tes Urine
    Sejumlah sopir angkutan umum menjalani tes urine untuk memastikan mereka bebas dari narkoba. (Foto: Cut Islamanda) 

    PASE SATU | ACEH UTARA – Sebagai langkah preventif untuk meningkatkan keselamatan berkendara, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Utara menggelar tes urine bagi sopir angkutan umum dalam Operasi Keselamatan Seulawah 2025.

    Razia yang berlangsung di depan Pos Lantas Terminal Kecamatan Lhoksukon pada Kamis (20/2/2025) ini dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti.

    Kegiatan ini bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, seperti PT Jasa Raharja Perwakilan Lhokseumawe, Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Utara, Satpol PP, Rumah Sakit Zahra, serta tim Dokkes Kepolisian Aceh Utara.

    Dalam operasi ini, sebanyak 17 sopir angkutan umum menjalani tes urine untuk memastikan mereka bebas dari narkoba. Pemeriksaan ini menjadi langkah penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi yang mengonsumsi zat terlarang.

    Hasil dari tes urine cukup menggembirakan—seluruh sopir yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba.

    Kasat Lantas Polres Aceh Utara, AKP M Jamil, mengungkapkan bahwa tes urine ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman dan bebas dari penyalahgunaan zat berbahaya.

    “Kami ingin memastikan bahwa pengemudi angkutan umum tidak berada di bawah pengaruh narkoba atau zat adiktif lainnya yang dapat membahayakan keselamatan di jalan raya. Alhamdulillah, dari hasil tes urine yang kami lakukan hari ini, semuanya negatif,” ujar AKP M Jamil.

    Selain tes urine, para sopir juga menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi kondisi tubuh mereka setelah berkendara dalam waktu lama. Pemeriksaan ini dilakukan oleh tim medis dari Rumah Sakit Zahra dan Dokkes Polres Aceh Utara.

    Direktur RS Zahra, dr. Yudi Harisanoza, menjelaskan bahwa sebagian besar sopir mengeluhkan kelelahan, pusing, dan kurang fit, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti:

    • Kurangnya waktu istirahat setelah berkendara dalam durasi panjang
    •  Paparan panas matahari secara terus-menerus
    • Dehidrasi akibat kurang minum air putih
    •  Hipoglikemia (gula darah rendah) yang menyebabkan lemas

    “Kami memberikan vitamin serta obat-obatan sesuai hasil pemeriksaan. Kami juga menyarankan agar mereka tidak memaksakan diri berkendara saat tubuh lelah, serta rutin mengonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi, terutama di cuaca panas seperti sekarang ini,” kata dr. Yudi.

    Meski razia ini dilakukan secara ketat, petugas tidak memberikan sanksi tilang bagi pelanggar. Sebaliknya, mereka diberikan sosialisasi tentang pentingnya keselamatan berkendara, terutama terkait pemakaian helm baik bagi pengemudi maupun penumpang sepeda motor.

    “Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan. Oleh karena itu, kami juga membagikan helm gratis kepada pengendara motor sebagai bentuk edukasi dan dukungan bagi mereka,” ungkap AKP M Jamil.

    Penanggung Jawab PT Jasa Raharja Aceh Utara, Khairil Fuadi, menyebutkan bahwa pihaknya turut serta dalam razia ini dengan memberikan sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kelayakan kendaraan umum (ramp check).

    “Kami ingin memastikan kendaraan angkutan umum dalam kondisi layak jalan serta sopirnya dalam keadaan sehat dan bebas narkoba. Ini merupakan langkah penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas,” jelas Khairil.

    Operasi Keselamatan Seulawah ini digelar sejak 10 hingga 23 Februari 2025, dengan tujuan meningkatkan kesadaran para pengemudi serta mengurangi risiko kecelakaan, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

    Dengan adanya tes urine dan pemeriksaan kesehatan ini, diharapkan keselamatan transportasi umum di Aceh Utara semakin meningkat, sehingga para sopir dan penumpang dapat bepergian dengan lebih aman dan nyaman.***

  • Ini Dugaan Sementara, Motif di Balik Aksi Bunuh Diri Seorang Wanita di Aceh Utara

    Kasat Reskrim
    Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Boestani (Foto: Cut Islamanda) 

    PASE SATU | ACEH UTARA – Seorang wanita berinisial R (23) ditemukan tewas setelah diduga menenggak racun serangga. Kepolisian Resor (Polres) Aceh Utara masih terus menyelidiki motif di balik insiden tragis ini.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Aceh Utara, AKP Boestani, mengungkapkan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, peristiwa tersebut kemungkinan dipicu oleh konflik rumah tangga antara korban dan suaminya.

    Menurut informasi yang telah dikumpulkan, salah satu faktor yang diduga memicu insiden ini adalah tekanan ekonomi dalam keluarga. Ketidakstabilan finansial diyakini menyebabkan ketegangan dalam hubungan suami istri, yang diperparah dengan rasa curiga berlebihan terhadap pasangan.

    “Hingga saat ini, kami telah meminta keterangan dari enam saksi terkait kejadian ini,” ujar AKP Boestani pada Kamis, 20 Februari 2025.

    Beberapa saksi yang telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian antara lain suami korban, adik kandungnya, kepala desa (keuchik) yang membawa korban ke Puskesmas, serta sejumlah tetangga.

    AKP Boestani juga menyebutkan bahwa menurut pengakuan adik korban, R memang sempat mengungkapkan niatnya untuk mengakhiri hidup. Namun, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini guna memastikan seluruh aspek terkait.

    “Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menghindari kesalahpahaman di antara keluarga dan pihak lainnya,” tambahnya.

    Menanggapi kejadian ini, AKP Boestani mengimbau masyarakat agar tidak mengambil keputusan ekstrem saat menghadapi tekanan hidup. Menurutnya, setiap masalah pasti memiliki solusi jika diselesaikan dengan pendekatan yang tepat.

    “Bagi siapa saja yang mengalami konflik dalam rumah tangga, sebaiknya segera mencari bantuan dengan melapor ke pihak berwenang, seperti Polsek, Bhabinkamtibmas, atau petugas penyuluh. Mereka siap membantu dan memberikan solusi,” tegasnya.

    Kepolisian juga menekankan pentingnya dukungan keluarga serta lingkungan sekitar dalam mencegah tindakan nekat akibat tekanan mental dan emosional. Diharapkan, masyarakat lebih terbuka dalam mencari pertolongan saat menghadapi masalah, baik melalui keluarga, teman, maupun pihak berwenang.

    Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta-fakta lain yang mungkin berkaitan. Polisi juga terus mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar mereka.***

  • Pemerintah Tindak Tegas Pengusaha yang Jual Bahan Pokok di Atas HET, Ancam Segel dan Bekukan Izin.

    PASE SATU | JAKARTA – Pemerintah mengambil langkah tegas untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri. 

    Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan menindak pengusaha yang menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

    “Perusahaan yang melanggar akan kami segel dan izinnya kami bekukan,” tegas Menteri Amran dalam kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/2/2024).

    Langkah ini diambil untuk memastikan harga pangan tetap stabil, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa khawatir akan lonjakan harga. 

    Pemerintah juga telah menggelar operasi pasar untuk menekan harga komoditas utama seperti minyak goreng, bawang putih, gula pasir, dan daging kerbau.

    Pengawasan terhadap HET akan dilakukan secara ketat dengan dukungan Satgas Pangan dan aparat penegak hukum. 

    Menteri Amran menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan di tengah kebutuhan masyarakat.

    “Ini adalah peringatan keras bagi para pengusaha. Jangan coba-coba mempermainkan harga. Kami akan tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

    Pemerintah berharap, dengan langkah tegas ini, stabilitas harga bahan pokok dapat terjaga dan masyarakat dapat merayakan Ramadan dan Idulfitri dengan tenang.***

  • Pemkab Aceh Utara Apresiasi CSR PT PGE untuk Beasiswa dan Rumah Dhuafa

    Csr pge

    PASE SATU | ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengapresiasi penyaluran bantuan dari manajemen PT Pema Global Energi (PGE) untuk beasiswa pendidikan dan pembangunan rumah layak huni bagi dhuafa.

    Penyerahan bantuan bersumber dari dana CSR (Corporate Social Responsiblity) itu berlangsung di aula Kantor Bupati Aceh Utara di Landing Kecamatan Lhoksukon, Kamis, 20 Februari 2025. Beasiswa dimaksud diberikan untuk siswa SD, SMP dan SMA, serta beasiswa  kuliah untuk penyusunan skripsi bagi yang kurang mampu. 

    Para siswa tersebut berasal dari sekolah-sekolah di sekitar kawasan operasional PT PGE, meliputi Kecamatan Syamtalira Aron, Nibong, Tanah Luas, Matang Kuli, Paya Bakong, Pirak Timu, Langkahan, dan Baktiya.

    Selain bantuan beasiswa, juga ada bantuan rumah layak huni sebanyak 5 unit untuk warga kurang mampu. Pembangunan rumah bantuan tersebut itu bermitra dengan Lembaga  Peduli Dhuafa (LPD).

    Bupati Aceh Utara diwakili Plh Sekretaris Daerah Fauzan, SSos, MAP, dalam sambutannya antara lain mengatakan Pemkab Aceh Utara sangat berterimakasih dengan adanya bantuan beasiswa dan rumah layak huni dari manajemen PT PGE. “Dengan berbagai program yang sama dari pihak manapun, harapan nantinya jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Aceh utara dapat berkurang,” ungkapnya.

    Dengan terpenuhinya beberapa rumah layak huni, maka terciptanya ketertiban masyarakat, meningkatnya kesehatan masyarakat, meningkatnya kesejahteraan masyarakat, berjalannya fungsi keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. 

    Selain itu, melalui bantuan beasiswa diharapkan dapat membantu anak-anak menyelesaikan pendidikan. Dengan beasiswa juga diharapkan dapat menghasilkan sumber daya insani yang mampu berperan dalam memutus mata rantai kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan meningkatkan motivasi belajar bagi siswa dan mahasiswa untuk berprestasi. 

    Selain Plh Sekda Fauzan, SSos, MAP, kegiatan itu juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Aceh Utara Iskandar, SSTP, MSP, pejabat dari Muspika kecamatan terkait, pejabat BPMA (Badan Pengelola Migas Aceh), Forum CSR Aceh Utara, Ketua Forum Geusyik, Act Relation Manager PGE Agus Salim, Advisor kehumasan PGE Bustami Syarbini, dan Ketua Lembaga Peduli Dhuafa Musfendi.

    Bantuan rumah layak huni tersebut diserahkan untuk warga kurang mampu berjumlah 5 unit, tersebar dalam kawasan operasional PT PGE.

    Sedangkan bantuan beasiswa, masing-masing untuk siswa SD sebanyak 150 orang dengan nilai Rp.1,5 juta per orang. Untuk siswa SMP 20 orang (Rp.2 juta per orang), siswa SMA 20 orang (Rp.2,5 juta per orang).

    Berikutnya beasiswa kuliah untuk mahasiswa S-1 sebanyak 10 orang diperuntukkan bagi yang sedang menyusun skripsi senilai Rp.5 juta per orang. 

    “Kami harapkan agar bantuan ini, khususnya bantuan beasiswa, betul-betul dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan. Misalnya untuk membeli buku dan perlengkapan sekolah siswa, dan bagi yang kuliah untuk bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu,” minta Fauzan.

  • Dari Medan Perang ke Akmil Magelang! 4 Mantan Panglima GAM Ikut Retret

    Akmi Magelang

    PASE SATU | JAKARTA – Retret kepemimpinan di Akademi Militer (Akmil) Magelang kembali menjadi sorotan. Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran empat mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kini menjabat sebagai kepala daerah. Mereka adalah Muzakir Manaf, Muharram Idris, Sarjani Abdullah, dan Ismail A. Jalil.


    Para peserta retret, termasuk keempat mantan panglima GAM ini, diberikan waktu untuk mempersiapkan kebutuhan mereka sebelum memasuki Akmil.

    “Mulai dari hari ini sampai besok itu memang dari panitia sudah memberikan waktu untuk loading koper ke dalam lokasi retret,” ujar Kapolresta Magelang Kombes Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar dalam gelar pasukan di Alun-alun Kota Magelang, Kamis (20/2/2025).

    Ajudan atau Liaison Officer (LO) masing-masing kepala daerah akan berkoordinasi dengan panitia untuk memastikan semua barang kebutuhan harian peserta telah tersedia sebelum kegiatan dimulai.


    Empat mantan panglima GAM yang kini menjadi kepala daerah hadir dalam retret ini, menunjukkan transformasi mereka dari pejuang gerilya menjadi pemimpin yang membangun daerah masing-masing.

    Sejumlah Kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah yang berasal dari Provinsi Aceh

    1. Muzakir Manaf (Gubernur Aceh 2025–2030)

    Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, adalah mantan Panglima GAM yang kini menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2025–2030.

    • Berlatih militer di Libya (1986) dan pernah menjadi pengawal pribadi Muammar Khadafi.
    • Memimpin gerilya GAM setelah gugurnya Abdullah Syafi’i pada 2002.
    • Menjabat sebagai Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) setelah Perjanjian Helsinki.

    Mualem dilantik sebagai Gubernur Aceh pada 12 Februari 2025 setelah memenangkan Pilkada 2024 bersama pasangannya, Fadlullah.

    2. Muharram Idris (Bupati Aceh Besar 2025–2030)

    Muharram Idris, atau Syech Muharram, adalah mantan Panglima GAM Wilayah Aceh Rayeuk yang kini menjabat sebagai Bupati Aceh Besar 2025–2030.

    • Pernah menjabat sebagai Pelatih Tentara GAM dan Komandan Operasi Daerah IV Aceh Rayeuk.
    • Menjadi Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Rayeuk (2005–2011).
    • Memenangkan Pilkada Aceh Besar bersama Syukuri A. Jalil dan dilantik pada 13 Februari 2025.

    3. Sarjani Abdullah (Bupati Pidie 2025–2030)

    Sarjani Abdullah, dikenal sebagai Awan, merupakan mantan Panglima GAM Wilayah Pidie yang kini kembali menjabat sebagai Bupati Pidie untuk periode kedua (2012–2017 dan 2025–2030).

    • Pernah menjadi Komandan Operasi GAM Wilayah Pidie (1998–2003) dan Panglima GAM Wilayah Pidie (2003–2005).
    • Menjadi Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pidie (2005–2008).
    • Kembali terpilih sebagai Bupati Pidie melalui Partai Aceh dan dilantik pada 18 Februari 2025.

    4. Ismail A. Jalil (Bupati Aceh Utara 2025–2030)

    Ismail A. Jalil, atau Ayah Wa, adalah mantan Komandan Operasi Daerah IV GAM Wilayah Pase yang kini menjabat sebagai Bupati Aceh Utara 2025–2030.

    • Aktif di Pasukan GAM sejak 1996 dan menjadi Komandan Operasi Daerah IV GAM Wilayah Pase.
    • Menang dalam Pilkada Aceh Utara 2024 dengan suara 97% melawan kotak kosong.
    • Dilantik pada 17 Februari 2025 bersama Wakil Bupati Tarmizi (Panyang).


    Untuk diketahui, Retret di Akademi Militer Magelang ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga bertujuan untuk membangun karakter kepemimpinan dan wawasan kebangsaan bagi kepala daerah.

    Akmil Magelang memiliki sejarah panjang sejak berdirinya Militaire Academie (MA) di Yogyakarta pada 1945, hingga akhirnya berkembang menjadi Akademi Militer Nasional (AMN) pada 1957 dan kini menjadi pusat pendidikan perwira TNI AD.

    Kehadiran empat mantan panglima GAM dalam retret ini mencerminkan perjalanan panjang mereka—dari medan pertempuran menuju panggung pemerintahan, membangun Aceh. 


    Dengan latar belakang militer dan kepemimpinan di masa lalu, keempat mantan tokoh GAM ini membawa pengalaman unik dalam memimpin daerah masing-masing. Retret di Akmil Magelang menjadi ajang refleksi dan peningkatan kapasitas kepemimpinan mereka, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam membangun Indonesia yang lebih kuat.***

  • Tiga Warga Aceh Korban TPPO di Laos Dipulangkan, Haji Uma Turut Membantu

    Korban TPPO

    PASE SATU | JAKARTA – Sebanyak tiga warga Aceh yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Laos telah berhasil dipulangkan ke tanah air melalui Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, pada Selasa (18/2/2025).

    Kepulangan mereka difasilitasi oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI) asal Aceh, H. Sudirman atau yang lebih dikenal sebagai Haji Uma. Informasi ini disampaikan melalui rilis resmi kepada media pada Kamis (20/2/2025).

    Ketiga korban tersebut masing-masing berinisial:

    • HP (26) dan RM (19), keduanya berasal dari Bireuen
    • AS (27), asal Lhokseumawe

    Menurut Haji Uma, kasus ini pertama kali terungkap setelah keluarga korban melaporkan kondisi mereka yang terjebak dalam jaringan penipuan daring (scamming) di Laos. Ketiganya telah bekerja di Laos selama sekitar lima bulan dan mengalami eksploitasi serta tindak kekerasan.

    Mereka akhirnya berhasil melarikan diri dari tempat kerja setelah paspor yang sebelumnya ditahan oleh perusahaan dikembalikan kepada mereka menyusul adanya razia dari otoritas setempat. Ketiganya kemudian mencari perlindungan di kantor Imigrasi Laos.

    Menanggapi laporan dari keluarga korban, Haji Uma langsung berkoordinasi dengan:

    • Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)
    • Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Laos

    Berkat upaya ini, pihak KBRI berhasil menjalin komunikasi dengan otoritas Imigrasi Laos, sehingga proses pemulangan korban dapat segera dilakukan.

    “Alhamdulillah, setelah koordinasi dengan Kemenlu dan KBRI di Laos, mereka bergerak cepat untuk melakukan langkah perlindungan terhadap korban. Akhirnya, ketiganya dapat dipulangkan dan tiba di Bandara Kualanamu pada Selasa lalu,” ungkap Haji Uma.

    Setibanya di Indonesia, para korban langsung difasilitasi untuk kembali ke kampung halaman mereka di Aceh dengan menggunakan armada minibus, yang biayanya ditanggung oleh Haji Uma.


    Haji Uma mengungkapkan bahwa modus yang digunakan dalam kasus ini tidak jauh berbeda dengan kasus-kasus TPPO sebelumnya. Para korban awalnya mendapat tawaran kerja di Laos melalui link di media sosial.

    Mereka dijanjikan gaji besar dan pekerjaan yang layak, sehingga tertarik untuk berangkat setelah mengurus paspor. Namun, sesampainya di Laos, mereka justru dipaksa bekerja sebagai scammer dan mengalami perlakuan tidak manusiawi.


    Di akhir pernyataannya, Haji Uma kembali mengingatkan masyarakat Aceh agar lebih berhati-hati dalam menerima tawaran kerja di luar negeri.

    “Saya meminta masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai ajakan kerja di luar negeri. Jangan mudah tergiur iming-iming gaji besar tanpa melakukan verifikasi yang jelas, agar tidak ada lagi korban TPPO di masa depan,” tutupnya.***

  • Kuota Beasiswa Kelapa Sawit 2025 Naik Drastis! 4.000 Penerima Siap Dapat Pendidikan Gratis

    Biasiswa BPDPKS
    Ilustrasi, Biasiswa BPDPKS

    PASE SATU | JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), menargetkan peningkatan jumlah penerima beasiswa di sektor perkebunan kelapa sawit. Pada tahun 2025, kuota beasiswa ditingkatkan menjadi 4.000 penerima, naik dari 3.000 penerima pada tahun sebelumnya.

    Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman, mengatakan bahwa peningkatan ini merupakan bagian dari rencana strategis pengembangan SDM di sektor perkebunan. “Pada 2025, total peserta pengembangan SDM perkebunan ditargetkan mencapai 27.000 orang, terdiri dari 4.000 penerima beasiswa, 15.000 peserta pelatihan kelapa sawit, 3.000 peserta pelatihan perkebunan kakao, serta 5.000 tenaga kerja perkebunan kelapa sawit lainnya,” ujar Eddy.

    Menurutnya, animo masyarakat terhadap program beasiswa ini terus meningkat, sehingga BPDPKS bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan berupaya memperluas kuota penerimaan guna mendukung regenerasi tenaga kerja di industri kelapa sawit.

    Untuk meningkatkan efektivitas program ini, BPDPKS juga berencana menambah jumlah lembaga pendidikan penyelenggara beasiswa, serta mengadakan berbagai fasilitasi, penyuluhan, dan pendampingan bagi pekebun. Langkah ini bertujuan untuk memastikan lulusan program beasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri kelapa sawit nasional.


    Meski demikian, Eddy mengakui bahwa masih terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan program pengembangan SDM perkebunan. Salah satunya adalah durasi proses seleksi pendidikan dan penerbitan rekomendasi teknis (Rekomtek) yang cukup panjang, karena harus melalui tahapan berjenjang dari Dinas Daerah hingga Ditjen Perkebunan Kementan.

    “Tantangan lainnya adalah keterbatasan jumlah lembaga pendidikan dan program studi yang memiliki kurikulum khusus kelapa sawit pada 2024,” jelasnya.

    Sebagai solusi, BPDPKS telah berkoordinasi dengan Kementan untuk mempercepat proses seleksi dan menyesuaikan jadwal penerimaan beasiswa dengan kalender akademik lembaga pendidikan mitra.

    Peningkatan kuota beasiswa ini diharapkan dapat memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit dengan mencetak tenaga kerja profesional dan berkompeten. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen BPDPKS dan Kementan dalam menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit nasional serta meningkatkan daya saing SDM di tingkat global.***

  • Besok, 961 Kepala Daerah Dilantik Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan

    Presiden RI
    Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto

    PASE SATU | JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan melantik sebanyak 961 kepala daerah terpilih pada Kamis (20/2/2025) pagi di Istana Kepresidenan Jakarta.

    Acara ini menandai momen bersejarah dalam tata kelola pemerintahan daerah, karena untuk pertama kalinya pelantikan dilakukan secara serentak di lokasi yang sama.

    Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan secara langsung mengambil sumpah jabatan para kepala daerah yang terpilih melalui Pilkada Serentak.

    “Presiden Republik Indonesia akan melantik para kepala daerah hasil Pilkada Serentak di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 20 Februari 2025,” ujar Yusuf dalam pernyataannya pada Rabu (19/2/2025) malam.

    Selain prosesi pelantikan, Presiden Prabowo juga dijadwalkan memberikan amanat kepada para kepala daerah yang baru dilantik.

    Sebelum acara pelantikan, para kepala daerah akan mengikuti prosesi kirab dari Monumen Nasional menuju Istana Merdeka Jakarta. Tradisi ini menjadi simbol komitmen para pemimpin daerah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk masyarakat.

    Pelantikan serentak ini mencerminkan era baru dalam sistem pemerintahan daerah Indonesia, dengan harapan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah guna mendorong pembangunan nasional yang lebih efektif dan berkelanjutan.***

  • Berikut Kronologi Penangkapan 45 Ton Bawah Merah dan Perairan Bekas di Perairan Jambo Aye

    Bawang Merah Selundupan
    Petugas Bea Cukai Aceh menggagalkan penyelundupan 1.768 karung bawang merah seberat 45 ton dan 28 karung pakaian bekas dari Thailand.(Foto:bisnis.com) 

    PASE SATU | ACEH – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh berhasil menggagalkan penyelundupan 45 ton bawang merah serta 28 karung pakaian bekas di perairan Jamboaye, Aceh Utara. Operasi ini merupakan hasil kerja sama tim gabungan dalam rangka memperketat pengawasan terhadap barang ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia.

    Kronologi Penangkapan

    Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh, Leni Rahmasari, mengungkapkan bahwa operasi penindakan ini berawal dari informasi intelijen mengenai dugaan penyelundupan bawang merah dari Thailand menggunakan kapal nelayan. Informasi tersebut diterima oleh Tim Satgas Patroli Laut BC-30001 pada Selasa, 11 Februari 2025.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, tim bergerak ke lokasi yang dicurigai dan pada Rabu, 12 Februari 2025, sekitar pukul 04.45 WIB, berhasil mengamankan kapal KM RB di perairan Jamboaye, Aceh Utara.

    “Kapal tersebut membawa 1.768 karung bawang merah serta 28 karung pakaian bekas tanpa manifes,” ujar Leni, Rabu (19/2/2025).

    Selain barang bukti, petugas juga mengamankan enam awak kapal berinisial MSF (nahkoda), ND, ZK, HS, SB, dan MN, serta menyita beberapa barang tambahan seperti telepon seluler dan bendera Thailand.

    Para pelaku diduga melanggar Pasal 7A ayat (2) dan Pasal 102 huruf a Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, yang telah diperbarui dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006. Aturan ini mengatur tentang pengangkutan barang impor yang tidak tercantum dalam manifes, yang dapat dikenakan sanksi berat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    Saat ini, kapal KM RB GT 43 telah diamankan di Pelabuhan Krueng Geukeuh, Lhokseumawe, sementara seluruh barang hasil sitaan disimpan di Tempat Penimbunan Pabean (TPP) KPPBC TMP C Banda Aceh. Para awak kapal juga telah dibawa ke Kanwil DJBC Aceh untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Leni menegaskan bahwa Bea Cukai akan terus memperketat pengawasan di wilayah perairan Aceh guna mencegah masuknya barang ilegal yang berpotensi merugikan negara serta masyarakat.

    “Bea Cukai berkomitmen untuk memberantas praktik penyelundupan dan memastikan stabilitas ekonomi serta keamanan di wilayah perairan Indonesia,” pungkasnya.

    Dengan operasi ini, diharapkan pengawasan terhadap jalur perdagangan ilegal semakin diperketat, sehingga dapat melindungi industri dalam negeri dari dampak negatif perdagangan barang selundupan.***

  • ICW Soroti Potensi Risiko Korupsi pada Peluncuran BPI Danantara

    Gedung Danantara

    PASE SATU |  JAKARTA – Peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Wana Alamsyah, mengungkapkan kekhawatirannya terkait peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), yang direncanakan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2024. BPI Danantara, lembaga yang akan bertanggung jawab mengelola investasi strategis negara, menjadi sorotan karena potensi risiko yang ditimbulkan terhadap pengawasan dan penegakan hukum.

    Alamsyah menilai bahwa pembentukan BPI Danantara dapat mengurangi kewenangan lembaga penegak hukum seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena keduanya tidak akan memiliki hak untuk mengaudit atau melakukan tindakan hukum terhadap Danantara. Hal ini, menurut Alamsyah, berisiko membuka celah bagi praktik korupsi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaan BPI Danantara.

    “BPK dan KPK tidak diberikan kewenangan untuk melakukan audit atau penegakan hukum terhadap Danantara. Ini berpotensi meningkatkan korupsi di BUMN yang berada di bawah pengelolaan Danantara,” jelas Alamsyah dalam diskusi yang diadakan di kantor ICW pada Senin, 17 Februari 2025.

    Pengawasan BPI Danantara Berdasarkan Permintaan DPR

    BPI Danantara kini memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang (UU) BUMN yang baru, yang telah disahkan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 4 Februari 2024. Berdasarkan UU tersebut, pemeriksaan laporan keuangan BUMN dilakukan oleh akuntan publik yang ditunjuk melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk perusahaan persero, sementara bagi perusahaan umum (Perum), akuntan publik ditetapkan oleh Menteri.

    BPK dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hanya dapat memeriksa perusahaan yang dikelola oleh Danantara jika ada permintaan dari DPR atau jika pemeriksaan tersebut diminta untuk tujuan tertentu.

    Menurut UU BUMN yang baru, Presiden diberikan kewenangan untuk mengelola BUMN dan memberikan mandat atas saham seri A atau golden share milik pemerintah kepada Menteri BUMN. Sementara itu, saham seri B atau saham biasa akan dikelola oleh BPI Danantara. Menteri Keuangan, yang berperan sebagai pengawas BPI Danantara, memiliki tanggung jawab untuk mengatur skema penyertaan modal negara bagi BUMN serta menjadi bagian dari komite penyelamatan BUMN.

    Reformasi Pengelolaan BUMN: Pemisahan Fungsi Regulator dan Operator

    Ketua Komisi VI DPR, Anggia Ermarini, dikutip Tempo.co menjelaskan bahwa terdapat sepuluh perubahan penting dalam UU BUMN yang baru. Salah satunya adalah pemisahan fungsi regulator dan operator dalam pengelolaan BUMN. Dalam kebijakan baru ini, pengelolaan BUMN tidak lagi berada di bawah Kementerian BUMN, melainkan dialihkan kepada BPI Danantara, sementara Kementerian BUMN berfungsi sebagai pembuat kebijakan dan pengawas.

    Selain itu, Pasal 3M dalam UU BUMN yang baru menyebutkan bahwa Danantara akan memiliki Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana. Menteri BUMN, yang juga merupakan Ketua Dewan Pengawas Danantara, akan dibantu oleh perwakilan Kementerian Keuangan dan pejabat negara yang ditunjuk oleh Presiden. Sebagai Ketua Dewan Pengawas, Menteri BUMN memiliki wewenang untuk memberhentikan sementara anggota Badan Pelaksana Danantara.

    Korupsi Semakin Sulit Ditegakkan dengan Keberadaan Danantara

    Alamsyah menyoroti bahwa meskipun tanpa kehadiran BPI Danantara, praktik korupsi di BUMN sudah terjadi. Berdasarkan pemantauan ICW dari 2016 hingga 2021, tercatat 119 kasus korupsi yang melibatkan BUMN, dengan kerugian negara yang mencapai lebih dari Rp 40 triliun. Kehadiran Danantara, menurutnya, berpotensi menyulitkan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti kasus-kasus korupsi tersebut.

    “Keberadaan Danantara membuka celah besar bagi kelompok tertentu untuk menyalahgunakan dana negara demi kepentingan pribadi,” ungkap Alamsyah.

    Anggota Komisi XI DPR, Harris Turino, juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap model pengawasan yang diusulkan dalam kebijakan ini. Menurutnya, modal awal BUMN berasal dari dana negara, dan seharusnya BPK diberikan hak untuk memeriksa pengelolaan serta penggunaan dana tersebut demi menjaga transparansi dan akuntabilitas.

    Dampak Kebijakan Baru terhadap Penerimaan Negara dari Dividen BUMN

    Harris juga menekankan bahwa kebijakan baru ini bisa berdampak pada penerimaan negara yang berasal dari dividen BUMN. Pemerintah selama ini mengandalkan pendapatan signifikan dari setoran dividen BUMN, yang pada tahun ini diperkirakan akan mencapai sekitar Rp 80 triliun. Perubahan dalam pengelolaan dan pengawasan BUMN berpotensi mempengaruhi proyeksi penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.***

    Sumber: tempo.co