BIREUEN | PASESATU.COM – Jalan penghubung Desa Matang Pasi dan Desa Matang Reuled, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, dipenuhi lubang dan kerap tergenang air saat hujan. Kondisi tersebut membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pelajar dari tingkat TK hingga SMA yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Geuchik Matang Pasi bersama masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Bireuen dan instansi terkait segera memperbaiki serta mengaspal jalan tersebut agar aktivitas transportasi warga dan perjalanan anak-anak menuju sekolah dapat berlangsung dengan aman.
“Kami memohon kepada pemerintah agar jalan ini segera diperbaiki dan diaspal. Setiap hari anak-anak sekolah melintas di sini. Kalau hujan, lubang jalan tertutup air sehingga sangat berbahaya,” ujar Geuchik Matang Pasi bersama masyarakat kepada media Pasesatu, Rabu (14/10/2026).
Warga menilai kerusakan jalan tersebut perlu segera ditangani karena menjadi akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk untuk keperluan pendidikan.
Saat hujan turun, genangan air menutupi lubang-lubang di badan jalan sehingga pengendara kesulitan memperkirakan kedalaman lubang. Kondisi ini meningkatkan risiko terjatuh, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang melintas di jalur tersebut.
Bahaya tersebut juga dirasakan langsung oleh para pelajar. Salah seorang siswa mengaku kesulitan mengenali kondisi jalan ketika lubang tertutup genangan air.
“Saya kira tidak ada lubang di jalan itu karena tertutup air. Ternyata ada lubang, sehingga kami khawatir terjatuh saat melintas,” ungkap seorang siswa.
Jalan tersebut setiap hari digunakan oleh anak-anak sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA. Selain itu, jalur tersebut juga menjadi akses masyarakat yang beraktivitas di wilayah Kecamatan Peudada.
Masyarakat Desa Matang Pasi dan Desa Matang Reuled berharap pemerintah segera turun ke lapangan untuk meninjau kondisi jalan dan mengambil langkah perbaikan. Mereka meminta pengaspalan dilakukan agar akses penghubung antardesa tersebut lebih aman dan nyaman dilalui.
Warga berharap aspirasi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah sehingga kerusakan jalan tidak terus menimbulkan kekhawatiran dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak yang setiap hari menempuh perjalanan menuju sekolah.***
Editor : Syahrul Usman

Tinggalkan Balasan