Penulis: admin

  • Upaya Pencegahan Pekerja Migran Ilegal, Imigrasi Banda Aceh Tunda Keberangkatan Puluhan Penumpang ke Malaysia

    Pemeriksaan imigrasi di Bandara SIM, Aceh Besar. ANTARA/HO-Dok Kantor Imigrasi Banda Aceh

    PASE SATU | ACEH – Kantor Imigrasi Banda Aceh mengambil langkah tegas dalam upaya pencegahan pekerja migran ilegal dengan menunda keberangkatan 54 calon penumpang pesawat yang hendak menuju Malaysia melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Tindakan ini dilakukan dalam periode 1 Januari hingga 20 Februari 2025.

    Kepala Kantor Imigrasi Banda Aceh, Gindo Ginting, menjelaskan bahwa penundaan ini didasari oleh kecurigaan petugas imigrasi terhadap indikasi bahwa para penumpang tersebut berencana bekerja di luar negeri secara nonprosedural. 

    “Modus yang sering kami temukan adalah alasan kunjungan keluarga atau wisata, namun setelah pendalaman lebih lanjut, mereka tidak dapat memberikan bukti dan penjelasan yang meyakinkan,” ujar Gindo Ginting.

    Langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana penyelundupan manusia (TPPM). “Kami tidak ingin para calon pekerja migran ini menjadi korban eksploitasi di luar negeri,” tegasnya. 

    Penundaan keberangkatan ini bertujuan untuk melindungi mereka dan memastikan bahwa proses migrasi tenaga kerja dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

    Baca Juga:

    Gindo Ginting menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak terkait dalam memastikan hanya pekerja migran yang sah yang dapat berangkat ke luar negeri. “Ini adalah langkah preventif kami untuk melindungi warga negara Indonesia dari potensi tindak kejahatan lintas negara,” tambahnya.

    Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri, terutama yang tidak memiliki kejelasan asal-usul. “Pastikan semua dokumen persyaratan kerja lengkap, sah, dan sesuai prosedur. 

    Jangan mudah tergiur dengan iming-iming gaji besar tanpa memastikan legalitasnya,” pesan Gindo Ginting.

    Dengan langkah ini, Kantor Imigrasi Banda Aceh berharap dapat meminimalisir risiko TPPO dan TPPM, serta melindungi hak-hak warga negara Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri.***

    Sumber: Antaranews

  • Komisi II DPRK Aceh Singkil Kecewa Terhadap PT Nafasindo dalam RDP Terkait Kewajiban Plasma

    Rapat Paripurna
    Rapat Komisi II DPRK Aceh Singkil

     ”Kami ingin melihat bukti nyata. Perusahaan mengklaim sudah merealisasikan lahan plasma dalam pola kemitraan sebesar 20 persen. Tunjukkan lokasi dan desa mana yang dimaksud,”

    PASE SATU | ACEH SINGKIL – Komisi II DPRK Aceh Singkil menyampaikan kekecewaannya terhadap PT Nafasindo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar untuk membahas kewajiban perusahaan terkait plasma. Konflik ini berhubungan dengan hak masyarakat yang belum mendapat jaminan atas pemenuhan kewajiban plasma oleh perusahaan.

    RDP yang berlangsung di Gedung Aula DPRK setempat, pada Kamis, 20 Februari 2025, dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Asmudin Hutabarat, Kepala Bidang Pertanahan Aceh Singkil, tokoh masyarakat, serta kelompok tani. Namun, PT Nafasindo hanya mengirimkan dua staf, Kiki dan Rahmat, yang tidak memiliki kewenangan untuk memberikan solusi konkret, sementara yang diharapkan adalah perwakilan pimpinan perusahaan.

    Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil, Wartono, yang memimpin rapat tersebut, mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam atas ketidakhadiran perwakilan perusahaan yang berwenang mengambil keputusan. “Kami merasa tidak dihargai. Mengapa hanya staf yang hadir, sementara keputusan yang kami harapkan tidak bisa diambil oleh mereka?” ujar Wartono.

    Baca Juga : 

    Wartono menambahkan bahwa DPRK Aceh Singkil akan terus memanggil perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) yang beroperasi di wilayah mereka untuk memastikan kewajiban plasma dan hak masyarakat lainnya dipenuhi. “Kami akan memperjuangkan hak masyarakat. Semua dokumen terkait sengketa lahan sudah ada di meja kami dan akan dibahas lebih lanjut,” jelasnya.

    Namun, meskipun RDP tersebut digelar, tidak tercapai kesepakatan yang diharapkan. PT Nafasindo tidak dapat memberikan jawaban memadai terkait pembangunan kebun plasma yang seharusnya menjadi bagian dari kewajiban mereka.

    Wartono menegaskan bahwa perusahaan harus memenuhi kewajibannya untuk menyediakan 20 persen lahan plasma dari total luas HGU sebelum perpanjangan izin diberikan. “Kami ingin melihat bukti nyata. Perusahaan mengklaim sudah merealisasikan lahan plasma dalam pola kemitraan sebesar 20 persen. Tunjukkan lokasi dan desa mana yang dimaksud,” tegas Wartono.

    Anggota DPRK Aceh Singkil, Warman, juga menyoroti masalah ini dengan serius. Ia mengingatkan PT Nafasindo bahwa perusahaan tidak boleh mengambil hasil produksi dari wilayah HGU yang izinnya belum dikeluarkan, terutama dari area seluas 3.007 hektar. “Sebelum izin HGU dikeluarkan, perusahaan tidak boleh mengambil hasil di wilayah tersebut,” ujar Warman.

    Sebagai langkah selanjutnya, Warman menyatakan bahwa pihaknya akan mengirimkan surat kepada Kementerian Pertanahan Pusat untuk meminta agar izin HGU PT Nafasindo tidak diperpanjang. “Berdasarkan laporan masyarakat, banyak hal yang perlu ditinjau ulang. Jika perusahaan tetap mengambil hasil dari lokasi tersebut, berarti mereka tidak mematuhi hasil kesepakatan RDP hari ini,” tegas Warman.

    Warman menambahkan bahwa pihaknya juga akan segera menyurati Gubernur Aceh dan Kementerian Pertanahan Pusat untuk memastikan masalah ini ditindaklanjuti dengan serius dan tidak ada pihak yang diabaikan.

    Konflik ini semakin memanas, dan Komisi II DPRK Aceh Singkil bertekad untuk terus memperjuangkan hak-hak masyarakat agar perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka memenuhi kewajiban plasma secara adil.***

  • Perubahan Dramatis di Pasar Minyak Sawit India: Pembatalan Pesanan dan Pergeseran ke Minyak Kedelai

    Pemanen Sawit

    “Beberapa pembeli di India, terutama yang memiliki kilang minyak di pantai timur, memilih untuk menjual kembali kontrak minyak sawit mereka kepada pemasok. Keputusan ini diambil karena margin penyulingan minyak sawit yang tidak menguntungkan di India, ditambah dengan harga CPO yang tinggi di pasar internasional”

    PASE SATU | MUMBAI – Pasar minyak sawit India mengalami gejolak signifikan. Beberapa perusahaan penyulingan di India dilaporkan telah membatalkan pesanan minyak sawit mentah (CPO) dengan total volume mencapai 70.000 metrik ton.

    Pembatalan ini mempengaruhi pengiriman yang dijadwalkan antara Maret dan Juni. Faktor utama di balik keputusan ini adalah lonjakan harga CPO di Malaysia, yang menjadi patokan global, serta margin keuntungan penyulingan yang negatif di India.

    Dalam tiga hari terakhir, para pelaku industri penyulingan di India mengambil langkah drastis dengan membatalkan pesanan. Pada hari Kamis saja, sekitar 40.000 ton CPO dibatalkan. Keputusan ini diambil setelah harga kontrak berjangka minyak sawit di Malaysia melonjak lebih dari 11% dalam empat minggu terakhir.

    Baca Juga:

    India, sebagai negara pengimpor minyak sawit terbesar di dunia, tentu saja memiliki dampak besar pada pasar global. Pembatalan pesanan ini berpotensi menahan laju kenaikan harga minyak sawit di Malaysia. Namun, di sisi lain, hal ini dapat mendorong kenaikan harga minyak kedelai karena beberapa perusahaan penyulingan beralih ke alternatif tersebut.

    Menurut sumber-sumber perdagangan yang tidak ingin disebutkan namanya, beberapa pembeli di India, terutama yang memiliki kilang minyak di pantai timur, memilih untuk menjual kembali kontrak minyak sawit mereka kepada pemasok. Keputusan ini diambil karena margin penyulingan minyak sawit yang tidak menguntungkan di India, ditambah dengan harga CPO yang tinggi di pasar internasional.

    Biasanya, pembeli di Asia lebih memilih minyak sawit karena harganya yang relatif murah dan waktu pengiriman yang cepat. Namun, kenaikan harga baru-baru ini telah mengubah dinamika pasar, dengan harga minyak sawit kini lebih tinggi daripada minyak kedelai di pasar global.

    “Masuknya minyak kedelai ke India pada Februari dan Maret, dengan harga yang sedikit lebih rendah dari minyak sawit, telah mendorong sejumlah penyuling untuk membatalkan pembelian minyak sawit mereka dan beralih ke minyak kedelai,” kata Sandeep Bajoria, CEO Sunvin Group, sebuah perusahaan pialang minyak nabati.

    Seorang pedagang dari sebuah perusahaan perdagangan global di Mumbai menambahkan bahwa pembatalan kontrak dilakukan atas kesepakatan bersama antara pembeli dan penjual. Pembeli bersedia menerima harga yang sedikit lebih rendah dari harga pasar saat ini sebagai kompensasi atas pembatalan tersebut.

    Saat ini, harga penawaran CPO untuk pengiriman Maret di India mencapai sekitar $1.210 per ton (CIF), meningkat signifikan dari sekitar $1.120 hingga $1.130 per ton pada bulan sebelumnya.

    Data menunjukkan bahwa impor minyak sawit India pada Januari 2024 mengalami penurunan tajam, yaitu 45% dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi 275.241 metrik ton. Ini adalah angka impor terendah dalam hampir 14 tahun terakhir. 

    Penurunan ini disebabkan oleh peralihan para penyuling ke minyak kedelai yang lebih murah, yang sebagian besar diimpor dari Argentina dan Brasil.

    Selain itu, spekulasi di pasar mengenai kemungkinan kenaikan bea impor minyak sawit oleh pemerintah India juga menjadi faktor pendorong pembatalan kontrak. 

    Beberapa penyuling memilih untuk mengamankan keuntungan mereka dengan membatalkan kontrak di tengah ketidakpastian ini.

    Poin-poin Utama:

    • Pembatalan pesanan CPO oleh perusahaan penyulingan India sebanyak 70.000 metrik ton.
    • Lonjakan harga minyak sawit di Malaysia dan margin penyulingan negatif di India menjadi penyebab utama.
    • Pergeseran ke minyak kedelai sebagai alternatif yang lebih murah.
    • Penurunan impor minyak sawit India ke level terendah dalam 14 tahun.
    • Spekulasi kenaikan bea impor juga mempengaruhi keputusan pembatalan kontrak.

    Semoga versi ini memberikan sudut pandang yang lebih luas dan informasi yang lebih komprehensif.***

    Sumber: www.reuters.com

  • Jalin Kedekatan dengan Masyarakat, Polres Aceh Utara Gelar Program “Jumat Berbagi Kasih” di Masjid Baitul Mabrur

    Sosial

    “Melalui program ini, kami berupaya menciptakan suasana yang harmonis dan aman di lingkungan masyarakat. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan memperkuat komunikasi dan interaksi langsung dengan warga,”

    PASE SATU | LHOKSUKON – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali mewarnai wilayah Aceh Utara. Polres Aceh Utara melanjutkan program rutin “Jumat Berbagi Kasih” pada hari Jumat, 21 Februari 2025. 

    Kali ini, Masjid Baitul Mabrur yang terletak di Gampong Matang Lawang, Kecamatan Baktiya, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan yang penuh makna ini.

    Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., ini diawali dengan pelaksanaan Shalat Jumat berjamaah bersama warga setempat. Usai ibadah, ratusan paket nasi kotak dibagikan kepada para jamaah sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian Polres Aceh Utara terhadap masyarakat.

    Baca Juga: 

    AKP Bambang, Kasi Humas Polres Aceh Utara, menjelaskan bahwa program “Jumat Berbagi Kasih” merupakan bentuk nyata dari upaya kepolisian untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. “Kami ingin membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, AKP Bambang menambahkan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Dengan berinteraksi langsung dan menunjukkan kepedulian, diharapkan masyarakat merasa lebih nyaman dan aman dengan kehadiran polisi di tengah-tengah mereka.

    “Melalui program ini, kami berupaya menciptakan suasana yang harmonis dan aman di lingkungan masyarakat. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan memperkuat komunikasi dan interaksi langsung dengan warga,” jelas AKP Bambang.

    Kegiatan “Jumat Berbagi Kasih” ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara Polres Aceh Utara dan masyarakat. Dengan demikian, tercipta sinergi yang kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Aceh Utara.***

  • Hasto Kristiyanto Ditahan KPK: Pemerintah Tegaskan Tidak Akan Intervensi

    Menko Hukum dan Ham
    Menko Hukum dan Imipas Yusril Ihza Mahendra meminta publik menghormati proses hukum yang berjalan atas Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di KPK. (ANTARA FOTO/FAUZAN)

    “Kami tidak memiliki wewenang untuk mencampuri proses hukum yang sedang dijalankan oleh KPK. Sebagai lembaga independen, KPK harus diberikan ruang untuk melaksanakan tugasnya secara profesional dan transparan,”

    PASE SATU | JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, menekankan pentingnya menghormati proses hukum yang tengah berlangsung terhadap Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Yusril, pemerintah tidak akan terlibat dalam perkara ini.

    “Kami tidak memiliki wewenang untuk mencampuri proses hukum yang sedang dijalankan oleh KPK. Sebagai lembaga independen, KPK harus diberikan ruang untuk melaksanakan tugasnya secara profesional dan transparan,” ujar Yusril dalam keterangannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2).

    Baca Juga:

    Yusril juga menegaskan bahwa setiap individu berhak mendapatkan pembelaan hukum. Ia menambahkan bahwa dalam sistem peradilan yang adil, setiap tersangka memiliki hak untuk didampingi pengacara guna memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku.

    “Setiap warga negara yang menghadapi masalah hukum memiliki hak untuk membela diri. Tim kuasa hukum yang mendampingi juga harus diberikan kesempatan yang sama untuk menjalankan tugasnya dengan baik,” lanjutnya.

    Pada hari yang sama, KPK mengumumkan penahanan resmi terhadap Hasto setelah sebelumnya menetapkannya sebagai tersangka bersama dengan pengacara PDIP, Donny Tri Istiqomah, sejak akhir tahun lalu.

    Keduanya diduga terlibat dalam kasus dugaan suap yang berkaitan dengan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. Kasus ini terkait dengan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024, termasuk kasus Harun Masiku, yang hingga kini masih dalam status buron.***

    Sumber: CNN Indonesia

  • BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Aceh dan Sejumlah Wilayah Lainnya pada 21 Februari 2025

    Cuaca
    Ilustrasi

    PASE SATU | ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada Jumat (21/2/2025). Sejumlah wilayah, termasuk Aceh, diperkirakan akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang.

    Melalui akun resmi @infobmkg, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana, agar tetap waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem ini. Beberapa potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi meliputi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

    BMKG memetakan wilayah yang akan terdampak hujan dengan

    intensitas sedang hingga sangat lebat pada dua hari ke depan. Berikut daftar wilayah yang masuk dalam peringatan dini tersebut:

    Hujan Sedang – Lebat:

    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • DKI Jakarta
    • DI Yogyakarta
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Lampung
    • Maluku
    • Papua
    • Riau
    • Sulawesi Barat
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Barat
    • Sumatera Selatan
    • Jambi

    Hujan Lebat – Sangat Lebat:

    • Aceh
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Kalimantan Tengah
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua Barat
    • Sulawesi Utara
    • Sumatera Utara

    Angin Kencang:

    • Sulawesi Utara

    Sebagai salah satu wilayah yang masuk dalam peringatan dini hujan lebat-sangat lebat pada Jumat, 21 Februari 2025, masyarakat Aceh diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. 

    Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah dengan topografi berbukit dan daerah pesisir yang rentan terhadap abrasi.

    Pemerintah daerah serta instansi terkait diharapkan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak cuaca ekstrem ini. Warga juga diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru dari BMKG serta mengikuti arahan dari otoritas setempat jika terjadi kondisi darurat.

    Dengan potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda Aceh dan sejumlah daerah lainnya, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan bersiap menghadapi kemungkinan bencana yang dapat terjadi. 

    BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala. Pastikan untuk selalu mendapatkan informasi resmi dari sumber terpercaya agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.***

  • Operasi Keselamatan Seulawah di Aceh Utara, 17 Sopir Angkutan Umum Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya

    Tes Urine
    Sejumlah sopir angkutan umum menjalani tes urine untuk memastikan mereka bebas dari narkoba. (Foto: Cut Islamanda) 

    PASE SATU | ACEH UTARA – Sebagai langkah preventif untuk meningkatkan keselamatan berkendara, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Utara menggelar tes urine bagi sopir angkutan umum dalam Operasi Keselamatan Seulawah 2025.

    Razia yang berlangsung di depan Pos Lantas Terminal Kecamatan Lhoksukon pada Kamis (20/2/2025) ini dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti.

    Kegiatan ini bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, seperti PT Jasa Raharja Perwakilan Lhokseumawe, Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Utara, Satpol PP, Rumah Sakit Zahra, serta tim Dokkes Kepolisian Aceh Utara.

    Dalam operasi ini, sebanyak 17 sopir angkutan umum menjalani tes urine untuk memastikan mereka bebas dari narkoba. Pemeriksaan ini menjadi langkah penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi yang mengonsumsi zat terlarang.

    Hasil dari tes urine cukup menggembirakan—seluruh sopir yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba.

    Kasat Lantas Polres Aceh Utara, AKP M Jamil, mengungkapkan bahwa tes urine ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman dan bebas dari penyalahgunaan zat berbahaya.

    “Kami ingin memastikan bahwa pengemudi angkutan umum tidak berada di bawah pengaruh narkoba atau zat adiktif lainnya yang dapat membahayakan keselamatan di jalan raya. Alhamdulillah, dari hasil tes urine yang kami lakukan hari ini, semuanya negatif,” ujar AKP M Jamil.

    Selain tes urine, para sopir juga menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi kondisi tubuh mereka setelah berkendara dalam waktu lama. Pemeriksaan ini dilakukan oleh tim medis dari Rumah Sakit Zahra dan Dokkes Polres Aceh Utara.

    Direktur RS Zahra, dr. Yudi Harisanoza, menjelaskan bahwa sebagian besar sopir mengeluhkan kelelahan, pusing, dan kurang fit, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti:

    • Kurangnya waktu istirahat setelah berkendara dalam durasi panjang
    •  Paparan panas matahari secara terus-menerus
    • Dehidrasi akibat kurang minum air putih
    •  Hipoglikemia (gula darah rendah) yang menyebabkan lemas

    “Kami memberikan vitamin serta obat-obatan sesuai hasil pemeriksaan. Kami juga menyarankan agar mereka tidak memaksakan diri berkendara saat tubuh lelah, serta rutin mengonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi, terutama di cuaca panas seperti sekarang ini,” kata dr. Yudi.

    Meski razia ini dilakukan secara ketat, petugas tidak memberikan sanksi tilang bagi pelanggar. Sebaliknya, mereka diberikan sosialisasi tentang pentingnya keselamatan berkendara, terutama terkait pemakaian helm baik bagi pengemudi maupun penumpang sepeda motor.

    “Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan. Oleh karena itu, kami juga membagikan helm gratis kepada pengendara motor sebagai bentuk edukasi dan dukungan bagi mereka,” ungkap AKP M Jamil.

    Penanggung Jawab PT Jasa Raharja Aceh Utara, Khairil Fuadi, menyebutkan bahwa pihaknya turut serta dalam razia ini dengan memberikan sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kelayakan kendaraan umum (ramp check).

    “Kami ingin memastikan kendaraan angkutan umum dalam kondisi layak jalan serta sopirnya dalam keadaan sehat dan bebas narkoba. Ini merupakan langkah penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas,” jelas Khairil.

    Operasi Keselamatan Seulawah ini digelar sejak 10 hingga 23 Februari 2025, dengan tujuan meningkatkan kesadaran para pengemudi serta mengurangi risiko kecelakaan, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

    Dengan adanya tes urine dan pemeriksaan kesehatan ini, diharapkan keselamatan transportasi umum di Aceh Utara semakin meningkat, sehingga para sopir dan penumpang dapat bepergian dengan lebih aman dan nyaman.***

  • Ini Dugaan Sementara, Motif di Balik Aksi Bunuh Diri Seorang Wanita di Aceh Utara

    Kasat Reskrim
    Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Boestani (Foto: Cut Islamanda) 

    PASE SATU | ACEH UTARA – Seorang wanita berinisial R (23) ditemukan tewas setelah diduga menenggak racun serangga. Kepolisian Resor (Polres) Aceh Utara masih terus menyelidiki motif di balik insiden tragis ini.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Aceh Utara, AKP Boestani, mengungkapkan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, peristiwa tersebut kemungkinan dipicu oleh konflik rumah tangga antara korban dan suaminya.

    Menurut informasi yang telah dikumpulkan, salah satu faktor yang diduga memicu insiden ini adalah tekanan ekonomi dalam keluarga. Ketidakstabilan finansial diyakini menyebabkan ketegangan dalam hubungan suami istri, yang diperparah dengan rasa curiga berlebihan terhadap pasangan.

    “Hingga saat ini, kami telah meminta keterangan dari enam saksi terkait kejadian ini,” ujar AKP Boestani pada Kamis, 20 Februari 2025.

    Beberapa saksi yang telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian antara lain suami korban, adik kandungnya, kepala desa (keuchik) yang membawa korban ke Puskesmas, serta sejumlah tetangga.

    AKP Boestani juga menyebutkan bahwa menurut pengakuan adik korban, R memang sempat mengungkapkan niatnya untuk mengakhiri hidup. Namun, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini guna memastikan seluruh aspek terkait.

    “Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menghindari kesalahpahaman di antara keluarga dan pihak lainnya,” tambahnya.

    Menanggapi kejadian ini, AKP Boestani mengimbau masyarakat agar tidak mengambil keputusan ekstrem saat menghadapi tekanan hidup. Menurutnya, setiap masalah pasti memiliki solusi jika diselesaikan dengan pendekatan yang tepat.

    “Bagi siapa saja yang mengalami konflik dalam rumah tangga, sebaiknya segera mencari bantuan dengan melapor ke pihak berwenang, seperti Polsek, Bhabinkamtibmas, atau petugas penyuluh. Mereka siap membantu dan memberikan solusi,” tegasnya.

    Kepolisian juga menekankan pentingnya dukungan keluarga serta lingkungan sekitar dalam mencegah tindakan nekat akibat tekanan mental dan emosional. Diharapkan, masyarakat lebih terbuka dalam mencari pertolongan saat menghadapi masalah, baik melalui keluarga, teman, maupun pihak berwenang.

    Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta-fakta lain yang mungkin berkaitan. Polisi juga terus mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar mereka.***

  • Pemerintah Tindak Tegas Pengusaha yang Jual Bahan Pokok di Atas HET, Ancam Segel dan Bekukan Izin.

    PASE SATU | JAKARTA – Pemerintah mengambil langkah tegas untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri. 

    Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan menindak pengusaha yang menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

    “Perusahaan yang melanggar akan kami segel dan izinnya kami bekukan,” tegas Menteri Amran dalam kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/2/2024).

    Langkah ini diambil untuk memastikan harga pangan tetap stabil, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa khawatir akan lonjakan harga. 

    Pemerintah juga telah menggelar operasi pasar untuk menekan harga komoditas utama seperti minyak goreng, bawang putih, gula pasir, dan daging kerbau.

    Pengawasan terhadap HET akan dilakukan secara ketat dengan dukungan Satgas Pangan dan aparat penegak hukum. 

    Menteri Amran menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan di tengah kebutuhan masyarakat.

    “Ini adalah peringatan keras bagi para pengusaha. Jangan coba-coba mempermainkan harga. Kami akan tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

    Pemerintah berharap, dengan langkah tegas ini, stabilitas harga bahan pokok dapat terjaga dan masyarakat dapat merayakan Ramadan dan Idulfitri dengan tenang.***

  • Pemkab Aceh Utara Apresiasi CSR PT PGE untuk Beasiswa dan Rumah Dhuafa

    Csr pge

    PASE SATU | ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengapresiasi penyaluran bantuan dari manajemen PT Pema Global Energi (PGE) untuk beasiswa pendidikan dan pembangunan rumah layak huni bagi dhuafa.

    Penyerahan bantuan bersumber dari dana CSR (Corporate Social Responsiblity) itu berlangsung di aula Kantor Bupati Aceh Utara di Landing Kecamatan Lhoksukon, Kamis, 20 Februari 2025. Beasiswa dimaksud diberikan untuk siswa SD, SMP dan SMA, serta beasiswa  kuliah untuk penyusunan skripsi bagi yang kurang mampu. 

    Para siswa tersebut berasal dari sekolah-sekolah di sekitar kawasan operasional PT PGE, meliputi Kecamatan Syamtalira Aron, Nibong, Tanah Luas, Matang Kuli, Paya Bakong, Pirak Timu, Langkahan, dan Baktiya.

    Selain bantuan beasiswa, juga ada bantuan rumah layak huni sebanyak 5 unit untuk warga kurang mampu. Pembangunan rumah bantuan tersebut itu bermitra dengan Lembaga  Peduli Dhuafa (LPD).

    Bupati Aceh Utara diwakili Plh Sekretaris Daerah Fauzan, SSos, MAP, dalam sambutannya antara lain mengatakan Pemkab Aceh Utara sangat berterimakasih dengan adanya bantuan beasiswa dan rumah layak huni dari manajemen PT PGE. “Dengan berbagai program yang sama dari pihak manapun, harapan nantinya jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Aceh utara dapat berkurang,” ungkapnya.

    Dengan terpenuhinya beberapa rumah layak huni, maka terciptanya ketertiban masyarakat, meningkatnya kesehatan masyarakat, meningkatnya kesejahteraan masyarakat, berjalannya fungsi keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. 

    Selain itu, melalui bantuan beasiswa diharapkan dapat membantu anak-anak menyelesaikan pendidikan. Dengan beasiswa juga diharapkan dapat menghasilkan sumber daya insani yang mampu berperan dalam memutus mata rantai kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan meningkatkan motivasi belajar bagi siswa dan mahasiswa untuk berprestasi. 

    Selain Plh Sekda Fauzan, SSos, MAP, kegiatan itu juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Aceh Utara Iskandar, SSTP, MSP, pejabat dari Muspika kecamatan terkait, pejabat BPMA (Badan Pengelola Migas Aceh), Forum CSR Aceh Utara, Ketua Forum Geusyik, Act Relation Manager PGE Agus Salim, Advisor kehumasan PGE Bustami Syarbini, dan Ketua Lembaga Peduli Dhuafa Musfendi.

    Bantuan rumah layak huni tersebut diserahkan untuk warga kurang mampu berjumlah 5 unit, tersebar dalam kawasan operasional PT PGE.

    Sedangkan bantuan beasiswa, masing-masing untuk siswa SD sebanyak 150 orang dengan nilai Rp.1,5 juta per orang. Untuk siswa SMP 20 orang (Rp.2 juta per orang), siswa SMA 20 orang (Rp.2,5 juta per orang).

    Berikutnya beasiswa kuliah untuk mahasiswa S-1 sebanyak 10 orang diperuntukkan bagi yang sedang menyusun skripsi senilai Rp.5 juta per orang. 

    “Kami harapkan agar bantuan ini, khususnya bantuan beasiswa, betul-betul dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan. Misalnya untuk membeli buku dan perlengkapan sekolah siswa, dan bagi yang kuliah untuk bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu,” minta Fauzan.