Penulis: admin

  • Aceh Utara Gemakan Syiar Al-Qur’an, MTQ ke-35 Kecamatan Tanah Luas Resmi Dibuka

    MTQ Kecamatan Tanag Luas

    “Kegiatan ini sebagai ajang seleksi untuk mencari bibit-bibit unggul untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di hati masyarakat dan anak-anak”

    PASE SATU | ACEH UTARA – Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-35 tingkat Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, resmi dibuka dan siap menggema di wilayah tersebut. 

    Acara tahunan yang dinanti-nantikan ini berlangsung di Kantor Camat Tanah Luas pada tanggal 24 Februari 2024.

    MTQ tingkat kecamatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga merupakan wadah untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. 

    Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggung untuk mencari dan mengasah bakat-bakat qari dan qariah terbaik yang nantinya akan mewakili Kecamatan Tanah Luas di kancah MTQ tingkat kabupaten, Provinsi, bahkan nasional.

    Camat Tanah Luas, Baktiar, SE, dalam sambutannya menyampaikan bahwa MTQ ini adalah agenda rutin tahunan yang memiliki tujuan mulia. “Kami berharap, melalui MTQ ini, semakin banyak generasi muda yang mencintai dan mendalami Al-Qur’an,” ujarnya.

    Selain itu, Baktiar, SE, juga menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang seleksi untuk mencari bibit-bibit unggul untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di hati masyarakat dan anak-anak di Tanah Luas.

     ”Para peserta yang tampil di sini adalah yang terbaik dari yang terbaik. Kami yakin, dari sini akan lahir qari dan qariah yang akan mengharumkan nama Kecamatan Tanah Luas di tingkat kabupaten,” tambahnya.

    MTQ ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan meningkatkan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. 

    Baca Juga :

    Dengan semangat kebersamaan, Kecamatan Tanah Luas siap menyambut dan menyukseskan gelaran MTQ yang penuh berkah ini.

    Sebanyak Ratusan peserta dari berbagai gampong di kecamatan Tanah Luas mengikuti berbagai cabang perlombaan, antara lain:

     Tartil, Tilawah, Qiraah Sabaah, Tahfidz, Syarhil, Fahmil, Khattil, MMQ (Musabaqah Menulis Al-Qur’an).

    Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Kapolsek Tanah luas, para tokoh masyarakat, alim ulama, serta para peserta dan pendamping. Masyarakat setempat antusias menyaksikan setiap rangkaian acara dan memberikan dukungan kepada para peserta.

    Drs Tgk H.Hamdani A.Jalil. MA, selaku ketua LPTQ Tanah Luas dan ketua Panitia, menyampaikan tujuan dari MTQ ini adalah untuk mempersiapkan duta-duta yang akan mewakili Kecamatan Tanah Luas pada MTQ Kabupaten Aceh Utara tahun 2025. 

    Target yang dicanangkan adalah meraih posisi 3 besar, sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh Sekda dan Kadis Syariat Islam dalam rapat koordinasi. 

    Selain itu, beliau juga mengumumkan bahwa Insya Allah, MTQ ke-36 tahun 2026 akan diselenggarakan di Tanah Luas, yang telah ditetapkan sebagai tuan rumah.

    “2026 tanah luas ditetapkan sebagai tuan rumah calon keluar masalah” Ujar Drs Tgk H.Hamdani A.Jalil. MA.***

    Laporan | Muliadi, A.Ma

  • Drama Politik Aceh, Ketegangan Memuncak, Perdamaian Mengejutkan!

    Dok Ist

    “Perselisihan yang dipicu oleh pengangkatan Alhudri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh”

    PASE SATU | BANDA ACEH – Ketegangan yang sempat memanas antara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk Zulfadhli dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah akhirnya berujung pada sebuah rekonsiliasi yang dramatis, membuka babak baru bagi politik Aceh.

    Perselisihan yang dipicu oleh pengangkatan Alhudri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh sempat mengguncang panggung politik daerah. Ketua DPRA menilai keputusan tersebut bermasalah secara hukum, memicu ketegangan yang dengan cepat menyebar luas ke publik.

    Namun, dalam sebuah pertemuan, Sekjen DPP Partai Aceh, Kamaruddin Abu Bakar alias Abu Razak, turun tangan sebagai penengah. Mediasi yang berlangsung di kediaman Abu Razak pada Senin, 24 Februari 2025, menjadi titik balik yang mengejutkan banyak pihak.

    Baca Juga:

    Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh berpengaruh Aceh, termasuk Sulaiman Abda, Juanda Jamal, Hendri, Tgk Anwar, dan Tgk M. Yunus. Dalam suasana yang sempat menegangkan, Abu Razak dengan tegas menyampaikan pesan penting tentang persatuan.

    “Perpecahan hanya akan melemahkan kita! Sekarang saatnya bersatu untuk Aceh yang lebih maju,” serunya dengan penuh semangat.


    Kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan ini tidak hanya menandai berakhirnya ketegangan politik, tetapi juga menunjukkan bahwa komunikasi yang baik dan niat tulus dapat menyelesaikan konflik yang tampak mustahil. Dengan hubungan yang kembali harmonis antara DPRA dan Pemerintah Aceh, masyarakat pun berharap masa depan yang lebih stabil dan sejahtera bagi daerah mereka.

    Drama politik ini menjadi bukti bahwa perbedaan bukanlah akhir, tetapi awal dari persatuan yang lebih kuat!***

  • Polres Aceh Utara dan Bhayangkari Launching Penguatan Program P2L

    Swasembada Pangan

    “Pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi”

    PASE SATU | ACEH UTARA – Polres Aceh Utara beserta Bhayangkari Cabang Aceh Utara melaksanakan kegiatan Launching penguatan program pekarangan pangan lestari melalui pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan di Pekarangan Mapolres Aceh Utara, Senin (24/2/2025).

    Kegiatan ini mengikuti, Launching penguatan Program Pekarangan Pangan Lestari serentak secara Nasional oleh Mabes Polri, yang disiarkan langsung melalui Video Conference (Vicon) dari Akpol Semarang Jawa Tengah.

    Di Polres Aceh Utara kegiatan tersebut dipimpin Kapolres AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K dihadiri pengurus Bhayangkari Cabang Aceh Utara para PJU Polres dan Perwakilan dari dinas Pertanian Aceh Utara.

    Baca Juga :

    Kasi Humas Polres Aceh Utara AKP Bambang menjelaskan,program pekarangan pangan lestari menawarkan solusi konkret menghadapi tantangan ketahanan pangan sebuah gerakan nasional yang mengubah paradigma masyarakat.

    Menurutnya,P2L membuktikan bahwa setiap warga bisa menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan, dengan cara menanam pangan yang tumbuh subur di halaman, sehingga tidak ada lagi istilah pekarangan kosong. Semuanya hijau, produktif, dan memberikan manfaat nyata.

    “Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi,” ungkap AKP Bambang.

    Dengan memanfaatkan lahan kecil di sekitar Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Bhayangkari Cabang Aceh Utara, Bhayangkari mencoba menanam sayur mayur diantaranya cabe, pakcoy, rampai dan terong yang harapannya dapat menjadi sumber pangan yang bermanfaat dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat. (rilis) ***

  • Legenda Sidalupa: Kisah Rakyat Aceh Barat yang Sarat Pesan Moral

    Cerita Rakyat

    “Dikisahkan, hiduplah seorang pemuda bernama Sidalupa yang dikenal rajin, jujur, dan penuh bakti kepada ibunya”

    PASE SATU | ACEH BARAT – Di balik keindahan alam dan kekayaan budaya Aceh Barat, terdapat banyak cerita rakyat yang mengandung nilai moral dan pelajaran hidup. 

    Salah satunya adalah kisah legendaris Sidalupa, yang berasal dari daerah Meulaboh. Cerita ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi pengingat akan pentingnya kejujuran, kesetiaan, dan tanggung jawab. Seperti dikutip dari cerita rakyat, (warisan Budaya Aceh Barat), Senin, (24/02/25).

    Asal usul cerita Sidalupa, bermula di sebuah desa kecil di Aceh Barat. Dikisahkan, hiduplah seorang pemuda bernama Sidalupa yang dikenal rajin, jujur, dan penuh bakti kepada ibunya. Mereka hidup dalam kesederhanaan, namun Sidalupa tak pernah mengeluh dan selalu berusaha membantu ibunya memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Keinginan untuk mengubah nasib keluarganya membuat Sidalupa memutuskan untuk merantau. Sebelum berangkat, ibunya memberikan nasihat yang penuh makna: jaga kejujuran, hormati orang lain, dan jangan pernah melupakan asal-usulmu. Dengan janji yang terpatri di hati, Sidalupa pun meninggalkan desanya demi mencari kehidupan yang lebih baik.

    Perjalanan Sukses yang Berujung Petaka

    Setelah beberapa waktu di perantauan, usaha keras Sidalupa membuahkan hasil. Ia meraih kesuksesan dan hidup dalam kemewahan. Sayangnya, kesuksesan tersebut membuat Sidalupa lupa diri. Ia mulai melupakan pesan ibunya, menjadi sombong, dan bahkan berhenti mengirimkan kabar kepada sang ibu.

    Suatu hari, nasib buruk menimpa Sidalupa. Ia jatuh sakit parah, dan semua tabib yang didatangkan tak mampu menyembuhkannya. Seorang tabib bijak akhirnya mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk sembuh adalah dengan mendapatkan restu dan maaf dari ibunya.

    Penyesalan di Akhir Kehidupan Sidalupa

    Menyadari kesalahan besar yang telah ia lakukan, Sidalupa segera kembali ke desanya. Namun, takdir berkata lain. Saat ia tiba, ibunya telah meninggal dunia. Penyesalan mendalam menghantui Sidalupa seumur hidupnya karena telah mengabaikan ibunya dan melupakan nasihat yang dulu diberikan.

    Baca Juga :

    Kisah ini menjadi peringatan yang kuat tentang bagaimana kesombongan dan melupakan orang tua dapat membawa kehancuran. Hingga saat ini, cerita Sidalupa sering diceritakan oleh para orang tua di Aceh Barat sebagai pelajaran moral bagi generasi muda.

    Pesan Moral dari Cerita Rakyat Sidalupa

    Kisah Sidalupa mengandung berbagai pesan moral yang relevan hingga saat ini, di antaranya:

    1. Jangan pernah melupakan orang tua, terutama ibu yang selalu mendoakan anaknya dalam setiap langkah hidup.
    2. Kesombongan membawa kehancuran; tetaplah rendah hati meskipun telah meraih kesuksesan.
    3. Menepati janji dan menjaga nilai-nilai moral adalah kunci utama untuk menjalani kehidupan yang baik dan bermakna.

    Warisan Budaya Aceh Barat yang Tetap Hidup

    Cerita rakyat Sidalupa bukan hanya sekadar legenda, tetapi juga bagian dari warisan budaya Aceh Barat yang sarat akan nilai kehidupan. Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya kesetiaan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap orang tua.

    Apakah Anda tertarik untuk mengetahui lebih banyak cerita rakyat dari Aceh dan wilayah Nusantara lainnya? Cerita-cerita ini bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai luhur yang patut kita lestarikan.***

    Laporan : Zulmalik

  • Sekda Aceh Utara Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi Secara Virtual

    Sekda Aceh Utara
    Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara, Dr. A. Murthala, M.Si, Mengikuti Rakornas secara Virtual (Foto: Romi Pasla) 

    “Upaya nasional untuk mengurangi dampak inflasi terhadap perekonomian masyarakat”

    PASE SATU | ACEH UTARA  – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara, Dr. A. Murthala, M.Si, secara aktif menghadiri dan berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2025 secara virtual. 

    Didampingi oleh Plt. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, Samsul Rizal, ST., M.Si, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Aceh Utara, Sekda turut serta dalam diskusi dan penyusunan strategi pengendalian inflasi. 

    Acara ini digelar melalui platform Zoom Meeting bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Aceh Utara pada Senin, 24 Februari 2025.

    Rakornas tahun ini mengangkat tema “Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Tahun 2025” dengan tujuan menyelaraskan strategi pengendalian inflasi di tingkat daerah. Acara ini diikuti oleh berbagai pemerintah daerah di seluruh Indonesia yang memiliki komitmen dalam menangani permasalahan inflasi.

    Baca Juga:

    Sebagai perwakilan utama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Sekda menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya nasional untuk mengurangi dampak inflasi terhadap perekonomian masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, Dr. A. Murthala menyoroti pentingnya implementasi kebijakan yang dirumuskan dalam Rakornas agar segera diterapkan di tingkat daerah guna menjaga stabilitas ekonomi lokal.

    Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta peran aktif Sekda Aceh Utara, diharapkan pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Utara, Sebut Sekda Aceh Utara. ***

  • Gelombang Pengungsi Rohingya di Aceh, Krisis Kemanusiaan atau Ancaman Baru?

    Pengungsi Rohingya
    Sejumlah imigran etnis Rohingya beristirahat usai terdampar di Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh, Selasa, 14 November 2023. Sebanyak 196 orang imigran etnis Rohingya yang terdiri dari 61 orang laki-laki, 69 orang perempuan dan 59 orang anak-anak menaiki perahu dan terdampar di pantai Desa Blang Raya. ANTARA FOTO/Joni Saputra

    “Salah satu yang utama adalah kondisi politik di Myanmar yang tidak stabil, menyebabkan etnis Rohingya mengalami diskriminasi dan kekerasan “

    PASE SATU | JAKARTA – Keberadaan warga Rohingya di Aceh terus menjadi perhatian utama. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Novianto Sulaksono, mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi Rohingya di provinsi tersebut telah mencapai sekitar 1.104 orang yang tersebar di empat lokasi penampungan.

    “Saat ini, terdapat empat kamp penampungan utama di Aceh. Di Kantor Imigrasi Lhokseumawe menampung 93 orang, di Aceh Timur sebanyak 376 orang, di Desa Kulee Pidie sebanyak 59 orang, dan di Desa Mina Raya Pidie mencapai 576 orang. Ini merupakan data terbaru yang kami miliki,” ungkap Novianto dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI pada Senin (24/2/2025).

    Aceh menjadi tujuan utama pengungsi Rohingya karena beberapa faktor. Salah satu yang utama adalah kondisi politik di Myanmar yang tidak stabil, menyebabkan etnis Rohingya mengalami diskriminasi dan kekerasan. Selain itu, secara geografis, Aceh adalah wilayah terdekat yang dapat dijangkau oleh mereka.

    Baca Juga:

    “Aceh juga dipilih karena mayoritas penduduknya beragama Islam, sehingga mereka merasa lebih nyaman dan aman. Selain itu, kondisi kamp pengungsian di Cox’s Bazar, Bangladesh, yang semakin memburuk, mendorong mereka untuk mencari tempat perlindungan baru,” jelas Novianto.

    Meskipun banyak masyarakat Aceh yang menunjukkan solidaritas terhadap pengungsi Rohingya, tidak sedikit pula yang merasa khawatir dengan terus bertambahnya jumlah mereka. Dalam beberapa kesempatan, terjadi demonstrasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan LSM, yang menyoroti dampak sosial dari keberadaan pengungsi.

    “Masyarakat mulai merasa resah karena beberapa pengungsi tidak menaati aturan syariat Islam yang berlaku di Aceh. Selain itu, muncul pula misinformasi yang memperburuk sentimen masyarakat terhadap keberadaan Rohingya,” tambah Novianto.

    Tantangan utama dalam menangani pengungsi Rohingya di Aceh adalah kurangnya kejelasan dalam alokasi anggaran serta koordinasi antarinstansi. Menurut Novianto, diperlukan kebijakan yang lebih tegas untuk menangani persoalan ini, mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016.

    “Kami berharap ada kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab dalam penanganan pengungsi serta bagaimana skema anggarannya. Ini penting agar pengelolaan pengungsi dapat dilakukan secara efektif,” katanya.


    Beberapa permasalahan yang dihadapi di kamp penampungan antara lain pelecehan di antara sesama pengungsi, kaburnya beberapa pengungsi ke Malaysia melalui jaringan perdagangan manusia (TPPO), serta penolakan dari warga sekitar terhadap rencana penambahan jumlah pengungsi.

    Untuk mengatasi permasalahan ini, berbagai opsi sedang dipertimbangkan, termasuk pemulangan sukarela ke negara asal, penempatan ke negara ketiga, atau mencari lokasi khusus, seperti sebuah pulau, untuk dijadikan tempat penampungan bagi para pengungsi Rohingya.

    “Kami berharap ada solusi yang tepat agar masyarakat Aceh tetap merasa nyaman, sementara pengungsi Rohingya juga mendapatkan perlindungan yang layak,” pungkas Novianto.


    Keberadaan pengungsi Rohingya di Aceh merupakan isu kemanusiaan yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat internasional. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan solusi terbaik dapat ditemukan demi kebaikan bersama.***

  • Akhir Penantian! Gaji Tenaga Kontrak Aceh Cair 25 Februari

    Wakil Gubernur Aceh
    Dok Pemerintah Aceh

    “Pencairan gaji ini menjadi prioritas utama pemerintah untuk meringankan beban para tenaga kontrak”

    PASE SATU | ACEH – Pemerintah Aceh memastikan bahwa pencairan gaji bagi tenaga kontrak akan dimulai pada Selasa, 25 Februari 2025. Ribuan tenaga kontrak yang telah lama menunggu kini mendapatkan kepastian terkait pembayaran hak mereka.

    Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah Dek Fadh, menegaskan bahwa pencairan gaji ini menjadi prioritas utama pemerintah untuk meringankan beban para tenaga kontrak. Selain itu, langkah perbaikan sistem penggajian sedang dilakukan guna mencegah keterlambatan di masa mendatang.

    Baca Juga : 

    Dengan kepastian pencairan ini, Pemerintah Aceh mengharapkan seluruh tenaga kontrak tetap fokus menjalankan tugas mereka. Kejelasan pembayaran gaji ini juga diharapkan dapat menghilangkan keresahan dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.***

  • Peresmian Danantara, Prabowo Luncurkan Pengelolaan Anggaran Rp15.978 Triliun untuk Investasi Nasional

    Peresmian Danantara

    “Danantara diproyeksikan untuk mengelola aset negara dengan nilai mencapai US$980 miliar, atau setara dengan Rp15.978 triliun”

    PASE SATU | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada hari Senin (24/2), di Istana Merdeka. Peluncuran ini menandai langkah penting dalam upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Peluncuran Danantara hari ini memiliki arti penting karena Danantara bukan sekadar badan pengelolaan investasi. Tapi jadi instrumen pembangunan nasional,” ujar Prabowo saat peluncuran di Istana Merdeka, Senin (24/2/2025) dikutip CNN Indonesia. 


    Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, serta Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2025 tentang pengangkatan Dewas dan Badan Pelaksana Danantara.

    Baca Juga :

    Danantara diproyeksikan untuk mengelola aset negara dengan nilai mencapai US$980 miliar, atau setara dengan Rp15.978 triliun. Badan ini dibentuk sebagai hasil dari pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi undang-undang oleh Rapat Paripurna DPR pada Selasa (4/2/2025).

    Fokus Investasi dan Pengelolaan Anggaran

    Danantara akan berperan penting dalam mengkonsolidasikan pengelolaan BUMN, mengoptimalkan dividen, dan mengarahkan investasi ke sektor-sektor strategis. Dalam forum World Government Summit di Dubai, Prabowo menjelaskan bahwa Danantara akan memfokuskan investasi pada proyek-proyek berkelanjutan, seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir, dan produksi pangan.

    Pemerintah menargetkan bahwa investasi ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dengan target pertumbuhan mencapai 8 persen. Untuk mencapai target ini, pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel menjadi prioritas utama.

    Pengelolaan Anggaran dan Kewenangan Danantara

    Sebagai langkah awal, tujuh BUMN strategis akan berada di bawah naungan Danantara, yaitu PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan MIND ID (Mining Industry Indonesia).

    Berdasarkan Pasal 3E ayat (1) dalam UU BUMN, Danantara memiliki kewenangan penting dalam pengelolaan anggaran dan investasi, antara lain:

    • Mengelola dividen dari Holding Investasi, Holding Operasional, dan BUMN.
    • Menyetujui penambahan/pengurangan modal BUMN yang bersumber dari pengelolaan dividen.
    • Menyetujui restrukturisasi BUMN, termasuk merger, akuisisi, dan pemisahan usaha.
    • Membentuk holding investasi, holding operasional, dan BUMN baru.
    • Menyetujui penghapusan tagihan aset BUMN.
    • Mengkonsultasikan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) holding investasi dan operasional kepada DPR RI.

    Kewenangan ini menunjukkan peran penting Danantara dalam mengelola anggaran negara secara efektif dan efisien, serta memastikan bahwa investasi yang dilakukan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.

    Dengan adanya Danantara, diharapkan pengelolaan aset negara dapat lebih optimal, investasi dapat diarahkan ke sektor-sektor strategis, dan pertumbuhan ekonomi nasional dapat tercapai sesuai target.***

  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Berikan Pembekalan Kepala Daerah di Akmil Magelang

    Menteri Pertahanan

    “Pemerintah Daerah, serta TNI dan Polri merupakan fondasi utama dalam membangun Sistem Pertahanan Negara yang tangguh demi menjaga kedaulatan NKRI”

    PASE SATU | JAWA TENGAH – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan pembekalan strategis kepada para Kepala Daerah dalam kegiatan yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada Sabtu (22/2).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Retreat Pembekalan Kepala Daerah 2025, yang memasuki hari kedua. Dalam sesi ini, Menhan Sjafrie menyampaikan materi mengenai Asta Cita serta sistem pertahanan negara. Beberapa aspek utama yang dibahas meliputi kebijakan pertahanan nasional, kesiapan daerah dalam mendukung pertahanan negara, serta ancaman non-militer yang semakin kompleks di era modern.

    “Saya berkesempatan untuk memberikan pembekalan kepada para Kepala Daerah terpilih periode 2025-2030 di Akmil Magelang. Sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta TNI dan Polri merupakan fondasi utama dalam membangun Sistem Pertahanan Negara yang tangguh demi menjaga kedaulatan NKRI,” ungkap Menhan Sjafrie.


    Baca Juga:

    Dalam kunjungannya ke Akmil Magelang, Menhan Sjafrie turut didampingi oleh Kabaranahan Kemhan, Marsdya TNI Yusuf Jauhari. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menghadapi tantangan pertahanan negara yang semakin dinamis.

    Dengan pembekalan ini, para Kepala Daerah diharapkan dapat memahami peran strategis mereka dalam mendukung ketahanan nasional, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.***

  • Terbongkar! Pria Aceh Selundupkan 33 Kg Sabu dalam Modifikasi Dinding Mobil

    Ilustrasi
    Gambar ilustrasi 

    “Pelaku mencoba mengelabui petugas dengan menyembunyikan sabu-sabu di dinding mobil yang telah dimodifikasi khusus”


    PASE SATU | MEDAN – Upaya penyelundupan narkoba dalam jumlah besar berhasil digagalkan oleh Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan. 

    Seorang pria berinisial MN (32), warga Aceh, ditangkap di kawasan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat (21/2/2025) karena kedapatan membawa 33 kilogram sabu-sabu yang disembunyikan di dinding mobilnya.

    Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Teddy Marbun, melalui Kasat Narkoba AKBP Tommi Aruan, mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil dari penyelidikan intensif yang dilakukan oleh pihaknya. 

    “Pelaku mencoba mengelabui petugas dengan menyembunyikan sabu-sabu di dinding mobil yang telah dimodifikasi khusus. Namun, berkat kejelian anggota kami, upaya tersebut berhasil digagalkan,” ujar AKBP Tommi Aruan, dikutip detik.com pada Minggu  (23/2/2025).

    Baca Juga :

    Menurut AKBP Tommi Aruan, sabu-sabu tersebut rencananya akan diedarkan di Jakarta.

    “Barang haram ini dibawa dari Aceh dan hendak diedarkan di wilayah Jakarta. Kami masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih besar,” tambahnya.

    Penangkapan ini menunjukkan komitmen Polrestabes Medan dalam memberantas peredaran narkoba di wilayahnya. 

    Pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus untuk menangkap pelaku lain yang terlibat.

    “Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan terus memburu pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini,” tegas AKBP Tommi Aruan.***