BANDA ACEH | PASESATU.COM – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan pemerintah akan menyelidiki insiden penembakan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka.
Yusril menyampakeprihatinan atas peristiwa yang terjadi pada Rabu (4/11/2026) tersebut. Pemerintah, kata dia, berkomitmen mengungkap pihak yang bertanggung jawab sekaligus memastikan proses penegakan hukum berjalan.
“Kami sangat prihatin dengan insiden di Tiro, Kabupaten Pidie, dengan tewasnya satu orang. Kita betul-betul sangat prihatin dengan keadaan ini,” ujar Yusril di Darussalam, Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).
Pernyataan itu disampaikan menyusul insiden penertiban dan penurunan bendera Bulan Bintang yang dikibarkan dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Desa Pulo Keunari.
Yusril menegaskan, penyelidikan diperlukan untuk memastikan bagaimana peristiwa tersebut berlangsung, termasuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang menimbulkan korban jiwa.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta mendoakan warga yang masih menjalani perawatan medis agar segera pulih.
Menurut Yusril, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan aparat terkait. Penanganan persoalan serupa ke depan perlu dilakukan secara lebih baik agar tidak kembali berujung pada kekerasan maupun jatuhnya korban.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas, Yusril mengaku telah berkomunikasi dengan Panglima TNI dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Ia juga berencana bertemu Pangdam Iskandar Muda guna membahas lebih lanjut persoalan tersebut.
Selain penegakan hukum atas insiden penembakan, Yusril mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk mencari penyelesaian terhadap polemik bendera melalui dialog dan komunikasi.
Ia menyebut persoalan bendera Aceh telah beberapa kali dibicarakan bersama Gubernur Aceh, Wakil Gubernur, serta anggota DPR Aceh. Pembahasan tersebut juga mencakup sejumlah persoalan lain, termasuk kawasan Blang Padang dan dana otonomi khusus.
Terakhir, persoalan tersebut kembali dibahas dalam rapat koordinasi bidang politik dan keamanan pada 2 November 2026.
Yusril juga mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh informasi mengenai pertemuan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membicarakan penyelesaian persoalan bendera.
Menurutnya, Presiden Prabowo memiliki keinginan agar polemik tersebut segera menemukan jalan keluar. Bahkan, pembicaraan mengenai persoalan bendera dan insiden penembakan di Pidie turut dilakukan bersama Wali Nanggroe Aceh.
Pemerintah pusat, lanjut Yusril, sedang menghimpun berbagai masukan sekaligus mengkaji aspek hukum bersama Menteri Dalam Negeri dan Menko Polkam.
Ia berharap penyelesaian melalui dialog dan pendekatan hukum dapat menjaga perdamaian serta mencegah terulangnya konflik di Aceh.
Sementara itu, berdasarkan keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat, aparat TNI dan Polri sebelumnya telah melakukan komunikasi serta mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera Bulan Bintang tidak dikibarkan.
Namun, upaya tersebut disebut belum menghasilkan kesepakatan karena panitia tetap mempertahankan rencana pengibaran bendera.
Dalam proses penertiban di Desa Pulo Keunari, TNI AD menyebut terjadi pelemparan batu dan kayu ke arah personel. Sejumlah orang juga dilaporkan membawa senjata tajam.
Pihak TNI menyatakan telah berupaya mengendalikan situasi menggunakan perlengkapan pengendalian massa. Namun, karena situasi dinilai membahayakan keselamatan personel, aparat kemudian melakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan menggunakan tembakan peringatan amunisi hampa dan dilanjutkan amunisi karet.
Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan bendera Bulan Bintang dari lokasi kegiatan.
Akibat peristiwa tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI juga mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazahnya dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) dini hari.
TNI AD menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga situasi keamanan di wilayah tersebut.
Pemerintah diharapkan dapat mengusut tuntas insiden penembakan sekaligus mendorong penyelesaian polemik bendera melalui mekanisme hukum dan dialog agar perdamaian Aceh tetap terpelihara.***
Sumber : JPNN.COM

Tinggalkan Balasan