Blog

  • Enam Desa di Lhoksukon dan Cot Girek Kembali Terendam Banjir akibat Tanggul Jebol

    Enam Desa di Lhoksukon dan Cot Girek Kembali Terendam Banjir akibat Tanggul Jebol

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Banjir kembali merendam sejumlah desa di Kabupaten Aceh Utara setelah hujan deras mengguyur wilayah itu pada Jumat sore, 30 Oktober 2026. Air mulai memasuki permukiman warga pada malam hari, sekitar pukul 23.00 WIB.

    Banjir melanda Desa Meunasah Dayah LT (Batu VI), Krueng LT (Batu V), Teungoeh LT, Buloh LT, dan Geulumpang LT di Kecamatan Lhoksukon. Genangan juga terjadi di Desa U Baro, Kecamatan Cot Girek.

    Salah satu Warga Desa Teungoeh LT, mengatakan air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 23.30 WIB. Ketinggian air di sekitar rumah penduduk mencapai 50 hingga 60 sentimeter.

    “Dalam bulan ini sudah dua kali kami merasakan banjir, yaitu pada Rabu, 21 Oktober 2026, dan sekarang,” kata warga.

    Menurut dia, banjir tidak hanya dipicu tingginya debit air Krueng Peuto. Kondisi tanggul yang jebol dan bocor di sejumlah titik turut menyebabkan air meluap ke permukiman.

    Kerusakan tanggul terjadi di Desa Teungoeh LT, Meunasah Dayah LT, dan Krueng LT. Persoalan tersebut disebut telah berlangsung sejak 2025, tetapi hingga banjir kembali terjadi belum ada perbaikan.

    Genangan juga menutup sebagian ruas jalan lintas Kecamatan Cot Girek-Lhoksukon. Ketinggian air di badan jalan berkisar 10 hingga 20 sentimeter, terutama di Desa Krueng LT, Dayah LT, dan Teungoeh LT.

    Sementara itu, banjir di Desa Geulumpang LT, Kecamatan Lhoksukon, dan Desa U Baro, Kecamatan Cot Girek, terjadi di kawasan yang tidak memiliki tanggul penahan air.

    Banjir yang kembali terjadi dalam bulan yang sama memperlihatkan persoalan genangan di kawasan tersebut belum tertangani. Warga masih menghadapi ancaman luapan air setiap kali hujan deras mengguyur wilayah hulu dan meningkatkan debit Krueng Peuto.

  • Tanggul Krueng Peuto Belum Diperbaiki, Dua Desa di Lhoksukon Kembali Terendam Banjir

    Video Kiriman Warga

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Utara pada Jumat sore (30/10/2026) menyebabkan banjir kembali merendam permukiman warga di Desa Meunasah Dayah LT (Batu VI) dan Desa Krueng LT (Batu V), Kecamatan Lhoksukon.

    Air mulai menggenangi permukiman sekitar pukul 23.00 WIB. Banjir tersebut diduga berkaitan dengan jebolnya tanggul Krueng Peuto sejak 2025 yang hingga kini belum diperbaiki.

    Selain merendam rumah warga banjir juga merendam jalan lintas kecamatan Cot Girek Lhoksukon dengan ketinggian air di badan jalan sekitar 10 cm hingga 20 cm.

    Kedua desa tersebut sebelumnya juga sempat dilanda banjir pada Rabu (21/10/2026). Saat banjir terjadi pada hari itu, Kepala Dusun Blang Desa Dayah LT, Ali Basyah, mengungkapkan bahwa kerusakan tanggul telah berlangsung sejak tahun lalu tanpa penanganan perbaikan.

    Tanggul Krueng Peuto Belum Diperbaiki, Dua Desa di Lhoksukon Kembali Terendam Banjir
    Dok Kiriman warga, Jumat 30 Oktober 2026 

    “Setiap kali hujan turun di wilayah hulu, desa kami kembali terendam. Tanggul sudah jebol sejak setahun lalu dan belum diperbaiki. Ketinggian air di rumah warga berkisar setengah meter hingga satu meter, bahkan ada yang sudah mengungsi,” kata Ali, Rabu (21/10/2026).

    Ali saat itu juga menyampaikan bahwa warga bersama aparatur gampong telah berulang kali melaporkan kerusakan tanggul kepada pihak kecamatan dan pemerintah kabupaten. Namun, menurut dia, belum ada tindakan perbaikan yang terlihat.

    Banjir yang kembali terjadi pada Jumat malam memperlihatkan bahwa kawasan tersebut masih menghadapi ancaman genangan ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu.***

  • Ayah Wa Minta Seluruh Dinas Bersinergi Benahi Empat Kawasan Terpencil di Aceh Utara

    Ayah Wa Minta Seluruh Dinas Bersinergi Benahi Empat Kawasan Terpencil di Aceh Utara

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM., yang akrab disapa Ayah Wa, meminta seluruh dinas dan instansi terkait untuk bersinergi dalam membenahi desa-desa yang masuk kategori Komunitas Adat Terpencil (KAT).

    Permintaan tersebut disampaikan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara, Dayan Albar, SSTP., MAP., saat membuka kegiatan Semiloka Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Oproom Kantor Bupati Aceh Utara, Jumat sore (30/10/2026).

    Dalam arahannya, Dayan Albar menegaskan bahwa penanganan kawasan terpencil membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga sektor swasta, perguruan tinggi, perbankan, LSM hingga tokoh masyarakat.

    Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mengidentifikasi sekaligus mengintervensi berbagai kebutuhan dasar masyarakat di kawasan KAT. Bahkan, upaya tersebut diharapkan dapat menjadi proyek percontohan dalam penanganan persoalan masyarakat di wilayah terpencil.

    Oleh karena itu, seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) yang hadir, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Bappeda, perbankan, BUMN dan unsur perguruan tinggi, diminta segera merumuskan langkah-langkah strategis dan program konkret sesuai kebutuhan masyarakat.

    “Semua pihak diharapkan dapat berkontribusi dan mengambil peran masing-masing agar penanganan kawasan KAT ini bisa berjalan secara terpadu,” demikian arahan yang disampaikan Sekda Dayan Albar.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Aceh Utara, Fakhrurradhi, SH., MH., dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemetaan dan pembahasan kawasan KAT kali ini mencakup empat titik lokasi.

    Keempat lokasi tersebut yakni Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan; Desa Gunci dan Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang; serta Desa Bukit Makarti, Kecamatan Tanah Luas.

    Menurut Fakhrurradhi, keempat lokasi tersebut dipilih sebagai representasi keterwakilan wilayah barat, tengah dan timur Kabupaten Aceh Utara.

    Kegiatan semiloka dipandu Musfendi, SE., serta difasilitasi oleh LSM Peduli Duafa. Sejumlah narasumber turut dihadirkan, di antaranya perwakilan Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial RI, perwakilan masyarakat dan tokoh adat dari empat lokasi KAT, serta Ahli KAT, Dr. Sabirin, S.Sos.I., M.Si.

    Sementara itu, Musfendi kepada media ini seusai kegiatan menyampaikan bahwa semiloka tersebut telah berhasil merumuskan sejumlah kebijakan strategis untuk penanganan kawasan KAT.

    Rumusan kebijakan tersebut mencakup program jangka pendek, menengah hingga jangka panjang yang diharapkan menjadi landasan bagi seluruh pihak dalam mempercepat pembenahan kawasan terpencil di Aceh Utara.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Ayah Wa Ancam Copot Pejabat yang Baru Dilantik Jika Gagal Tunjukkan Prestasi dalam Tiga Bulan

    Ayah Wa Ancam Copot Pejabat yang Baru Dilantik Jika Gagal Tunjukkan Prestasi dalam Tiga Bulan

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil, yang dikenal dengan sapaan Ayah Wa, memberi waktu tiga bulan kepada pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik untuk membuktikan kinerja mereka. Jika tidak menunjukkan perubahan dan prestasi, jabatan mereka terancam dicopot.

    Peringatan itu disampaikan Ismail saat melantik 10 pejabat eselon II di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Jumat, 30 Oktober 2026. Ia menegaskan, para pejabat tersebut harus segera bekerja dan memperlihatkan hasil, bukan sekadar menduduki jabatan struktural.

    Menurut Ayah Wa, proses pemilihan pejabat telah mempertimbangkan rekam jejak dan kinerja selama dua tahun masa kepemimpinannya. Namun, penilaian tersebut bukan jaminan bahwa mereka akan terus bertahan di posisi masing-masing.

    Ia mengaku tidak ingin kembali menghabiskan waktu untuk melakukan pergantian pejabat akibat buruknya kinerja birokrasi.

    “Saya sudah capek dan letih selama dua tahun kerja saya mutasi pejabat yang tidak beres, ganti lagi. Kalau mereka yang saya lantik ini juga dalam tiga bulan pertama belum menunjukkan perubahan dan prestasi, saya kasih satu kali lagi. Kalau tidak, saya akan copot,” kata Ayah wa.

    Selain menuntut percepatan kinerja, Bupati meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah meninggalkan pola kerja lamban dan ego sektoral. Ia menginginkan koordinasi antardinas berjalan lebih efektif agar program pemerintah daerah dapat terlaksana sesuai target.

    Perhatian khusus juga diarahkan pada penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Perubahan. Dengan waktu pelaksanaan anggaran yang semakin terbatas, setiap perangkat daerah diminta mempercepat realisasi program tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.

    Pelantikan 10 pejabat tersebut didasarkan pada Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 821.22/152/2026 tertanggal 29 Oktober 2026.

    Berikut nama pejabat yang dilantik:

    1. Samsul Bahri, SKM., M.K.N. – Kepala Dinas Kesehatan.
    2. Mirza Gunawan, ST., M.A.P., CPSp., CCMS. – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.
    3. M. Yunus, S.H.I. – Kepala Dinas Pendidikan Dayah.
    4. Mansur, S.E. – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.
    5. Samsul Rizal, ST., M.Si. – Kepala Badan Pendapatan Daerah.
    6. Muhammad Saleh, S.H. – Kepala Dinas Pertanahan.
    7. Fauzi Saputra, S.IP. – Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.
    8. Fatwah Maulana – Kepala Dinas Perhubungan.
    9. Siti Aisyah, S.P. – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan.
    10. Abdurrahman, SKM., M.Si. – Direktur RSUD Cut Meutia.

    Tiga bulan ke depan menjadi periode pembuktian bagi para pejabat tersebut. Pemerintah daerah dituntut tidak hanya melakukan penyegaran birokrasi, tetapi juga memastikan pergantian pejabat menghasilkan perubahan nyata dalam pelayanan publik dan pelaksanaan pembangunan di Aceh Utara.***

  • Kafilah Kecamatan Ingin Jaya Raih Juara 1 Fahmil Quran Putra MTQ Kabupaten Aceh Besar

    Kafilah Kecamatan Ingin Jaya Raih Juara 1 Fahmil Quran Putra MTQ Kabupaten Aceh Besar

    ACEH BESAR | PASESATU.COM — Prestasi membanggakan ditorehkan oleh kafilah Kecamatan Ingin Jaya. Tim Fahmil Quran Putra sukses keluar sebagai Juara 1 dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Aceh Besar yang berlangsung dari tanggal 24 hingga 31 Oktober 2026. 

    Puncak kemenangan tersebut diraih pada Rabu pagi, 28 Oktober 2026, bertempat di Aula Dayah Daruzzahidin Aceh Besar dengan disaksikan langsung oleh ratusan penonton yang memadati ruangan.

    Berdasarkan hasil rekapitulasi penilaian akhir babak final, tim Ingin Jaya tampil memukau dan memimpin perolehan nilai tertinggi yakni 1175, mengungguli kecamatan lainnya seperti Kuta Baro (1125), Peukan Bada (1050), dan Indrapuri (525).

    Tim Fahmil Quran Putra Ingin Jaya yang tampil merupakan para santri dari Dayah Insan Qurani ini diperkuat oleh Muhammad Hafizh Azzawir, Muhammad Hafizh dan Muhammad Akif. 

    Camat Ingin Jaya, Al Mubarak Akbar, S.STP, MM, yang hadir mendampingi langsung jalannya lomba bersama Sekretaris Camat Drs. Darmawan yang juga selaku Ketua Kafilah, menyampaikan rasa syukur, apresiasi, serta kebanggaan yang mendalam atas pencapaian luar biasa ini.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, terkhusus kepada pelatih Ustadz-ustadzah dari Dayah Insan Qurani dan pendamping yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran dalam membimbing anak-anak kita hingga meraih hasil terbaik hari ini,” ujar Al Mubarak penuh bangga.

    Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kafilah MTQ Kecamatan Ingin Jaya, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda Islam di Aceh Besar untuk terus mendalami, mencintai, dan mengamalkan isi kandungan Al-Quran.Editor : Syahrul Usman

  • Kadisdikbud Aceh Utara Pimpin Rapat Kerja di SD Persiapan 13 Langkahan, Disambut Hangat K3S Rusli, S.Pd

    Kadisdikbud Aceh Utara Pimpin Rapat Kerja di SD Persiapan 13 Langkahan, Disambut Hangat K3S Rusli, S.Pd

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Dr. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., memimpin rapat kerja yang berlangsung di SD Persiapan 13 Langkahan, Jumat (30/10/2026).

    Amatan Media, kehadiran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara tersebut disambut hangat oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Langkahan, Rusli, S.Pd.

    Penyambutan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Kehadiran pimpinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di tengah jajaran pendidikan Kecamatan Langkahan menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antara dinas dan pihak sekolah.

    Rapat kerja tersebut juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi, membahas berbagai hal terkait penyelenggaraan pendidikan, serta mendorong peningkatan mutu pendidikan di wilayah Kecamatan Langkahan.

    Melalui koordinasi dan kerja sama yang baik, diharapkan berbagai tantangan dunia pendidikan dapat dibahas bersama dan dicarikan solusi demi memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik bagi peserta didik di Aceh Utara.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Kapolres Aceh Utara Serap Aspirasi Warga Melalui Program Jumat Keliling di Cot Girek

    Kapolres Aceh Utara Serap Aspirasi Warga Melalui Program Jumat Keliling di Cot Girek

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Jumat Keliling di Masjid Baitul Ridha, Desa Batu XII, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (30/10/2026).

    Dalam kegiatan itu, Kapolres bersama pejabat utama (PJU), Kapolsek Cot Girek Iptu Ade Syahputra, S.H., M.H, dan sejumlah personel Polres Aceh Utara melaksanakan salat Jumat berjamaah sekaligus bersilaturahmi dengan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan masyarakat setempat.

    Usai salat Jumat, Trie Aprianto berdialog langsung dengan para jamaah untuk mendengarkan aspirasi, masukan, serta berbagai informasi mengenai kondisi keamanan di Desa Batu XII dan wilayah sekitarnya.

    Melalui Kasi Humas Polres Aceh Utara, AKP Bambang, Kapolres menyampaikan bahwa program Jumat Keliling merupakan salah satu upaya kepolisian mendekatkan diri dengan masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang komunikasi untuk mengetahui persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

    Menurutnya, informasi dan masukan warga menjadi bahan perhatian kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

    Ia menegaskan, pemeliharaan keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

    Karena itu, masyarakat diharapkan terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan.

    Program Jumat Keliling tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri melalui silaturahmi dan komunikasi langsung dengan masyarakat.

    Polres Aceh Utara berharap kegiatan serupa dapat memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.***

  • Pembersihan Irigasi Jambo Aye Ditargetkan Rampung Februari, Bupati Minta Petani Bersabar

    Pembersihan Irigasi Jambo Aye Ditargetkan Rampung Februari, Bupati Minta Petani Bersabar

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, menjelaskan bahwa penutupan aliran air irigasi Jambo Aye dilakukan untuk mendukung pekerjaan pembersihan dan perbaikan saluran yang ditargetkan rampung pada Februari mendatang.

    Penutupan tersebut dilakukan secara bertahap berdasarkan rute pengerjaan, bukan serentak di seluruh jaringan irigasi. Dengan sistem itu, petani yang berada di jalur saluran yang belum dibersihkan masih dapat memanfaatkan aliran air untuk mengairi persawahan.

    Sementara itu, petani yang berada di wilayah saluran yang sedang menjalani pembersihan diminta menunggu hingga pekerjaan di jalur tersebut selesai.

    Ayah Wa mengatakan, pembersihan dan perbaikan jaringan irigasi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi saluran agar distribusi air ke areal persawahan berjalan maksimal.

    Menurutnya, pekerjaan tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh karena endapan lumpur yang terus menumpuk dapat menghambat aliran air dan menyebabkan jaringan irigasi tidak berfungsi secara efektif.

    Ia meminta masyarakat, khususnya petani di kawasan Jambo Aye, memahami kondisi tersebut dan bersabar selama proses pembenahan berlangsung.

    Bupati juga mengingatkan bahwa curah hujan pada November dan Desember diperkirakan tinggi. Kondisi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan petani sebagai alternatif sumber air apabila ingin mulai menggarap sawah ketika jaringan irigasi masih dalam proses pengerjaan.

    Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap petani dapat menyesuaikan aktivitas pertanian dengan kondisi saluran irigasi selama masa perbaikan.

    Ayah Wa menegaskan, pembenahan jaringan irigasi merupakan pekerjaan jangka panjang yang perlu mendapat dukungan masyarakat. Dengan saluran yang bersih dan aliran air yang lancar, kebutuhan pengairan lahan pertanian di wilayah Jambo Aye diharapkan dapat terpenuhi secara berkelanjutan.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Ayah Wa Lantik Abdurrahman Jadi Direktur RSUD Cut Mutia, Harapan Baru Pelayanan Kesehatan Aceh Utara

    Ayah Wa Lantik Abdurrahman Jadi Direktur RSUD Cut Mutia, Harapan Baru Pelayanan Kesehatan Aceh Utara

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kepemimpinan RSUD Cut Mutia Kabupaten Aceh Utara resmi berganti. Abdurrahman, SKM., M.Si., dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut setelah dilantik langsung oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, Jumat (30/10/2026).

    Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Utara dan dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

    Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah penataan kepemimpinan di lingkungan pemerintahan daerah, khususnya dalam memperkuat sektor pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

    Dengan amanah baru tersebut, Abdurrahman diharapkan mampu membawa semangat pembaruan dalam pengelolaan RSUD Cut Mutia, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan medis, profesionalisme tenaga kesehatan, serta kenyamanan pasien.

    Rumah sakit daerah memiliki peran strategis sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, peningkatan mutu layanan, kedisiplinan, dan respons cepat terhadap kebutuhan pasien menjadi tantangan penting bagi kepemimpinan yang baru.

    Semangat “Melayani dengan Hati untuk Kesehatan Masyarakat” diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pelayanan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan pasien.

    Ucapan selamat dan sukses pun disampaikan kepada Abdurrahman atas kepercayaan yang diberikan. Ia diharapkan senantiasa amanah, diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas, serta mampu membawa RSUD Cut Mutia semakin baik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Aceh Utara.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Ayah Wa Lantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Aceh Utara

    Ayah Wa Lantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Aceh Utara

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Bupati Aceh Utara, Ismail Ajalil, yang akrab disapa Ayah Wa, melantik 10 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Jum’at (30/10/2026). Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Bupati Aceh Utara.

    Sepuluh pejabat tersebut mengisi sejumlah posisi strategis, mulai dari kepala dinas, kepala badan, asisten sekretariat daerah hingga direktur rumah sakit umum daerah.

    Berikut daftar nama pejabat yang dilantik beserta jabatan barunya:

    1. Samsul Bahri, SKM., M.K.N. – Kepala Dinas Kesehatan.
    2. Mirza Gunawan, ST., M.A.P., CPSp., CCMS. – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.
    3. M. Yunus, S.H.I. – Kepala Dinas Pendidikan Dayah.
    4. Mansur, S.E. – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.
    5. Samsul Rizal, ST., M.Si. – Kepala Badan Pendapatan Daerah.
    6. Muhammad Saleh, S.H. – Kepala Dinas Pertanahan.
    7. Fauzi Saputra, S.IP. – Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.
    8. Fatwah Maulana – Kepala Dinas Perhubungan.
    9. Siti Aisyah, S.P. – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan.
    10. Abdurrahman, SKM., M.Si. – Direktur RSUD Cut Meutia.

    Pengangkatan para pejabat tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 821.2/152/2026 tertanggal 29 Oktober 2026.

    Proses pengisian jabatan juga memperhatikan rekomendasi hasil seleksi terbuka dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui surat Nomor 54123/R.02.03/SD/2026 tertanggal 20 Oktober 2026.

    Keputusan pengangkatan dan pemberhentian para pejabat tersebut berlaku sejak tanggal pelantikan.***