Blog

  • Polisi Amankan Terduga Pencuri Motor Kurir SPX di Tanah Jambo Aye

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Seorang pria berinisial DS diamankan polisi karena diduga mencuri sepeda motor milik kurir paket SPX di Gampong Rawang Itek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan selama lebih dari sebulan.

    Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye Iptu Hasbi M. Insya mengatakan, DS merupakan warga Kecamatan Tanah Jambo Aye. Ia diamankan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dengan bantuan masyarakat setelah sebelumnya diketahui meninggalkan wilayah tersebut.

    “Setelah menerima laporan, personel melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk mengumpulkan rekaman CCTV dan meminta keterangan sejumlah pihak. Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi terduga pelaku,” kata Hasbi, Sabtu (31/10/2026).

    Pencurian itu terjadi pada Selasa, 22 September 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat kejadian, korban yang bekerja sebagai kurir SPX memarkirkan sepeda motor Honda Supra 125 di area belakang kantor SPX Tanah Jambo Aye.

    Korban diduga lupa mencabut kunci kontak ketika meninggalkan kendaraannya. Namun, saat kembali ke tempat parkir, sepeda motor tersebut sudah tidak ditemukan.

    Rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi memperlihatkan seorang pria membawa kabur kendaraan itu. Rekaman tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk bagi polisi untuk mengungkap kasus pencurian.

    Setelah identitas terduga pelaku diketahui, polisi melakukan pencarian hingga akhirnya berhasil mengamankan DS. Ia kemudian dibawa ke Polsek Tanah Jambo Aye untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

    Dalam pemeriksaan awal, DS mengakui perbuatannya. Kepada penyidik, ia menyebut sepeda motor milik korban diduga berada di wilayah Banda Aceh.

    Polisi masih melakukan pengembangan untuk mencari dan mengamankan kendaraan tersebut sebagai barang bukti. Akibat pencurian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 7 juta.

    Dalam penanganan perkara ini, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dan melanjutkan proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    Kapolsek Tanah Jambo Aye mengingatkan masyarakat agar lebih waspada ketika memarkirkan kendaraan. Ia meminta warga memastikan kunci kontak telah dicabut dan kendaraan ditempatkan di lokasi yang aman.

    Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui atau menemukan dugaan tindak pidana di lingkungan masing-masing.***

  • Kaleidoskop Oktober 2026: Lima Kabar Pilihan dari Aceh Utara

    Kaleidoskop Oktober 2026: Lima Kabar Pilihan dari Aceh Utara

    PASESATU.COM – Berbagai peristiwa di Kabupaten Aceh Utara mewarnai pemberitaan PASESATU.COM sepanjang Oktober 2026. Mulai dari kabut asap, persoalan bantuan sosial, kegiatan pendidikan, hingga rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

    Sejumlah berita tersebut menjadi perhatian pembaca dan masuk dalam jajaran artikel populer di portal berita PASESATU.COM.

    Berikut lima berita yang menjadi sorotan sepanjang Oktober 2026:

    1. Kabut Asap Selimuti Aceh Utara, Disdikbud Imbau Siswa Pakai Masker

    Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Aceh Utara menjadi perhatian masyarakat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengimbau para siswa menggunakan masker sebagai langkah antisipasi dampak paparan asap.

    2. Kadinsos Aceh Utara: Warga Belum Terima Bantuan Diminta Bersabar

    Persoalan penyaluran bantuan sosial turut menjadi perhatian publik. Kepala Dinas Sosial Aceh Utara meminta masyarakat yang belum menerima bantuan untuk bersabar serta mengingatkan agar tidak melakukan pungutan liar.

    3. Bunda Salma Salurkan Al-Qur’an dan Alat Olahraga untuk SMAN 1 Tanah Jambo Aye

    Kegiatan sosial di bidang pendidikan juga mendapat perhatian. Bunda Salma menyalurkan bantuan berupa Al-Qur’an dan perlengkapan olahraga kepada siswa SMAN 1 Tanah Jambo Aye.

    4. Ayah Wa Lantik Abdurrahman Jadi Direktur RSUD Cut Mutia

    Pelantikan Abdurrahman sebagai Direktur RSUD Cut Mutia menjadi salah satu agenda pemerintahan yang disorot. Penunjukan tersebut diharapkan membawa perubahan dalam peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

    5. Ayah Wa Lantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Aceh Utara

    Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga melakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan 10 pejabat pimpinan tinggi pratama. Langkah tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi pemerintahan daerah.

    PASESATU.COM terus menghadirkan informasi aktual, berimbang, dan terpercaya seputar Aceh Utara, Aceh, serta berbagai peristiwa nasional.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Bea Cukai Sita 10,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Perairan Aceh Utara

    Petugas Patroli Laut BC 30004 mengawasi kapal kayu KM Suvanna GT 76 saat pengungkapan kasus penyelundupan rokok tanpa pita cukai di Dermaga bekas PT ASEAN Aceh Fertilizer (AAF), Aceh Utara, Aceh, Sabtu (31/10/2026). Dalam operasi tersebut, tim patroli Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh menyita 1.086 karton rokok ilegal merek HD atau sekitar 10,85 juta batang dengan nilai taksiran mencapai Rp33 miliar. Petugas juga mengamankan lima orang awak kapal berinisial W, R, E, FA, dan EK. ANTARA FOTO/Rahmad/agr

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Sebuah kapal kayu bernama KM Suvanna GT 76 yang diduga membawa lebih dari 10 juta batang rokok ilegal diamankan petugas Bea Cukai di perairan Tanjung Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (30/10/2026).

    Kapal tersebut diketahui mengangkut sekitar 1.086 karton rokok merek HD tanpa pita cukai. Jumlah keseluruhan barang yang ditemukan diperkirakan mencapai 10.850.000 batang.

    Penindakan dilakukan oleh Tim Patroli Laut BC 30004 melalui operasi gabungan yang melibatkan Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe, serta Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Lhokseumawe.

    Saat pemeriksaan berlangsung, petugas turut mengamankan lima orang awak kapal berinisial W, R, E, FA, dan EK. Mereka dibawa untuk menjalani pemeriksaan awal guna mendalami asal-usul muatan serta tujuan pengiriman rokok tersebut.

    Selain kapal dan muatan rokok, petugas menyita lima paspor milik awak kapal, lima telepon genggam, satu telepon satelit, serta dokumen manifest kapal.

    Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Leni Rahmasari, mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil koordinasi sejumlah unit Bea Cukai dalam memperketat pengawasan jalur laut di wilayah Aceh.

    Menurut dia, patroli perairan menjadi salah satu upaya untuk mencegah masuknya barang ilegal sekaligus menjaga penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai.

    “Pengawasan laut menjadi salah satu langkah penting Bea Cukai dalam mencegah masuk dan beredarnya barang-barang ilegal,” ujar Leni, Sabtu (31/10/2026). 

    Ia mengatakan koordinasi antarsatuan kerja akan terus diperkuat untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang yang tidak memenuhi ketentuan.

    Setelah penindakan, kapal beserta lima awak dan seluruh barang bukti dibawa ke Dermaga PSO Bea Cukai Lhokseumawe. Seluruhnya kini menjalani pemeriksaan awal sebelum diproses lebih lanjut oleh petugas.

    Bea Cukai menyatakan pengawasan di wilayah perairan Aceh akan terus ditingkatkan melalui patroli laut dan kerja sama antarsatuan kerja.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Ayah Wa Rencanakan Enam Pos Damkar, Langkahan Masuk Prioritas

    Peresmian pos damkar langkahan
    Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil atau Ayah Wa menyaksikan prosesi tepung tawar (peusijuk) dalam rangkaian peresmian Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Area Langkahan di halaman Kantor Camat Langkahan, Kamis (17/7/2025) lalu, Foto dok ist. 

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara merencanakan pembangunan enam pos pemadam kebakaran (Damkar) untuk memperluas jangkauan pelayanan dan mempercepat penanganan kebakaran di sejumlah wilayah. Kecamatan Langkahan menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam rencana tersebut.

    Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa mengatakan, pemerintah daerah telah menerima bantuan satu unit mobil pemadam kebakaran dari pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Selain itu, pemerintah kabupaten juga merencanakan pengadaan satu unit armada baru pada 2027.

    “Alhamdulillah, kemarin ada bantuan dari pemerintah pusat, dari Bapak Mendagri, Bapak Tito. Kemudian, pada 2027 kita juga akan membeli satu unit lagi,” kata Ayah Wa saat diwawancarai, Sabtu (31/10/2026).

    Menurut dia, armada tersebut akan didistribusikan untuk mendukung pelayanan pemadam kebakaran di sejumlah wilayah Aceh Utara. Pemerintah daerah berencana membangun enam pos Damkar, masing-masing di Langkahan, Simpang Kramat, wilayah barat Aceh Utara, Sawang, dan wilayah tengah, dengan satu lokasi lainnya di Baktiya. 

    Rencana penambahan pos tersebut disiapkan untuk memperluas jangkauan pelayanan, terutama di kawasan yang selama ini membutuhkan waktu tempuh lebih lama untuk mendapatkan penanganan kebakaran.

    Ayah Wa menjelaskan, banjir yang melanda Aceh Utara sebelumnya turut merendam berbagai fasilitas pemerintah, termasuk sarana pemadam kebakaran. Kondisi itu berdampak terhadap kesiapan pelayanan Damkar di sejumlah wilayah.

    Terkait bantuan mobil pemadam dari pemerintah pusat, ia mengatakan kendaraan tersebut sudah tiba di Aceh Utara. Namun, penyerahan secara resmi masih menunggu kehadiran Menteri Dalam Negeri.

    “Mobilnya sudah sampai, tinggal penyerahan yang belum. Kemungkinan nanti kalau ada acara di sini, Pak Mendagri hadir dan menyerahkannya langsung,” ujarnya.

    Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara meresmikan Pos Damkar Area Langkahan pada Kamis, 17 Juli 2025. Peresmian yang berlangsung di halaman Kantor Camat Langkahan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan geografis.

    Namun, armada dan petugas Damkar yang sebelumnya ditempatkan di Langkahan kini telah ditarik kembali ke Pos Damkar Kecamatan Baktiya.

    Dengan rencana penambahan armada dan pembangunan enam pos tersebut, pemerintah daerah berharap jangkauan pelayanan pemadam kebakaran di Aceh Utara dapat ditingkatkan.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Pegawai Lapas Lhoksukon Raih Juara 3 Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris di MTQ Aceh Besar

    Pegawai Lapas Lhoksukon Raih Juara 3 Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris di MTQ Aceh Besar

    ACEH BESAR | PASESATU.COM – Muhammad Zaky, pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon, meraih juara ketiga cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris Putra dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXV tingkat Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 31 Oktober 2026.

    Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin. Ia menyampaikan rasa bangga atas pencapaian yang diraih salah satu pegawainya tersebut.

    Menurut Muhidfuddin, keberhasilan Zaky menunjukkan bahwa pegawai pemasyarakatan tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas pembinaan dan pengamanan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di bidang keagamaan dan intelektual.

    “Kami keluarga besar Lapas Lhoksukon merasa sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih Muhammad Zaky. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi pegawai lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan memberikan teladan yang baik bagi masyarakat, khususnya warga binaan,” kata Muhidfuddin.

    Cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris menuntut peserta memiliki pemahaman terhadap kandungan dan penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, peserta juga harus menguasai kemampuan berbahasa Inggris untuk menyampaikan penjelasan secara baik.

    Muhidfuddin berharap prestasi tersebut dapat mendorong tumbuhnya semangat syiar Islam dan kecintaan terhadap Al-Qur’an di lingkungan Lapas Lhoksukon.

    Ia juga berharap pencapaian Muhammad Zaky dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pegawai untuk terus mengasah kemampuan, baik dalam pelaksanaan tugas kedinasan maupun di luar lingkungan pekerjaan.***

  • Hampir 14 Hari Tanpa Sinyal, Warga Lubok Pusaka Terpaksa Berlangganan WiFi

    Hampir 14 Hari Tanpa Sinyal, Warga Lubok Pusaka Terpaksa Berlangganan WiFi

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Sudah hampir dua pekan warga Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, kehilangan akses jaringan telekomunikasi Telkomsel. Untuk tetap terhubung dengan dunia luar, sebagian warga terpaksa memasang WiFi dengan biaya sekitar Rp200 ribu per bulan.

    Gangguan tersebut membuat aktivitas komunikasi warga terganggu. Mereka kesulitan menghubungi keluarga maupun kerabat di luar desa. Akses informasi dan kegiatan ekonomi juga ikut terdampak.

    Syaiful, warga Lubok Pusaka, mengatakan gangguan jaringan berlangsung hampir 14 hari hingga Sabtu, 31 Oktober 2026. Selama periode itu, masyarakat tidak dapat mengandalkan layanan telepon seluler untuk berkomunikasi.

    “Sudah hampir dua minggu ini di desa kami tidak ada sinyal komunikasi. Alhasil, masyarakat tidak dapat berkomunikasi ke luar,” kata Syaiful kepada wartawan, Sabtu, 31 Oktober 2026.

    Sebagian warga kemudian memilih memasang jaringan internet WiFi sebagai alternatif. Namun, solusi tersebut mengharuskan mereka mengalokasikan biaya tambahan sekitar Rp200 ribu setiap bulan.

    Pengeluaran itu menjadi beban tersendiri, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya turut merasakan dampak banjir bandang. Di tengah upaya memulihkan kehidupan setelah bencana, warga masih harus menghadapi persoalan akses komunikasi.

    Syaiful berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara turun tangan dengan berkoordinasi bersama pihak terkait untuk memulihkan jaringan telekomunikasi di desanya.

    Menurut dia, jaringan komunikasi bukan hanya diperlukan untuk menghubungi keluarga. Bagi masyarakat Lubok Pusaka yang berada di wilayah pedalaman, akses tersebut juga penting untuk memperoleh informasi, menjalankan kegiatan ekonomi, serta menyampaikan kondisi desa kepada pihak luar.

    Warga berharap gangguan jaringan itu segera ditangani sehingga mereka tidak terus bergantung pada layanan internet alternatif untuk memenuhi kebutuhan komunikasi sehari-hari.***

  • Pegiat Sosial Aceh Akmal Daud Harapkan 100 Hari Kerja Pejabat Baru, Pelayanan Kesehatan Aceh Utara Semakin Berkualitas

    Pegiat Sosial Aceh Akmal Daud Harapkan 100 Hari Kerja Pejabat Baru, Pelayanan Kesehatan Aceh Utara Semakin Berkualitas

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Pegiat Sosial Aceh, Akmal Daud, menyampaikan harapan dan sejumlah catatan menyusul pelantikan pejabat baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, khususnya Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Cut Meutia.

    Akmal Daud berharap, pejabat yang baru dilantik mampu menunjukkan kinerja nyata sejak 100 hari pertama masa kerja, terutama dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

    Menurutnya, jabatan yang diberikan bukan sekadar amanah struktural, melainkan tanggung jawab besar untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

    Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam setiap bidang pekerjaan. Seluruh jajaran diharapkan mengedepankan keterbukaan, profesionalisme, serta mengutamakan kepentingan masyarakat demi kemajuan Kabupaten Aceh Utara.

    Secara khusus, Akmal berharap Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Samsul Bahri, SKM., M.K.M., dapat membangun koordinasi dan merangkul seluruh elemen kesehatan hingga ke tingkat desa, termasuk para kader kesehatan.

    Menurutnya, peran kader di desa sangat penting dalam mendukung berbagai program kesehatan masyarakat, terutama penanganan stunting, pemantauan tumbuh kembang anak, serta upaya pencegahan berbagai persoalan kesehatan lainnya.

    Sementara itu, Direktur RSUD Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara, Abdurrahman, SKM., M.Si., juga diharapkan mampu memperkuat manajemen rumah sakit, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan medis yang cepat, ramah, dan maksimal.

    “Harapan kita, dalam 100 hari pertama sudah terlihat perubahan dan langkah nyata. Namun, bekerja ekstra, transparan, dan profesional bukan hanya untuk memenuhi target 100 hari, melainkan harus menjadi komitmen selama menjabat,” ujar Akmal Daud, Sabtu (31/10/2026).

    Ia menegaskan, keberhasilan seorang pejabat tidak cukup diukur dari program dan janji kerja, tetapi harus dibuktikan melalui perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

    “Rakyat membutuhkan pelayanan yang baik, bukan sekadar janji. Semoga pejabat yang baru dilantik mampu membawa perubahan positif dan menjadikan pelayanan kesehatan di Aceh Utara semakin baik,” tutupnya.***

    Editor : Syahrul Usman

  • SMAN 2 Tanah Jambo Aye Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah, Siapkan Siswa Hadapi TKA 2026

    SMAN 2 Tanah Jambo Aye Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah, Siapkan Siswa Hadapi TKA 2026

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang II Tahun 2026, SMAN 2 Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, memperkuat sinergi antara pihak sekolah dan orang tua siswa guna memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan ujian berjalan lancar, tertib, dan sukses.

    Pelaksanaan TKA Gelombang II untuk jenjang SMA/SMK sederajat dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 5 November 2026 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

    Mengusung semangat “Orang Tua dan Sekolah Bergerak Bersama: Bersinergi, Bersatu Komitmen untuk Kelancaran dan Kesuksesan Pelaksanaan TKA 2026”, SMAN 2 Tanah Jambo Aye menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung kesiapan peserta didik menghadapi pelaksanaan TKA.

    Kepala SMAN 2 Tanah Jambo Aye, Fitri Yeni, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan TKA tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, khususnya dalam mempersiapkan kondisi fisik, mental, kedisiplinan, serta motivasi belajar siswa.

    Sinergi antara guru dan orang tua diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif sehingga peserta didik dapat mengikuti TKA dengan tenang, percaya diri, dan sungguh-sungguh.

    Selain persiapan akademik, perhatian orang tua terhadap waktu istirahat, kehadiran tepat waktu, serta kesiapan anak mengikuti ujian juga menjadi bagian penting dalam menunjang kelancaran pelaksanaan TKA.

    Melalui komitmen bersama tersebut, SMAN 2 Tanah Jambo Aye berharap pelaksanaan TKA Tahun 2026 dapat berlangsung tanpa kendala serta memberikan gambaran objektif mengenai capaian kemampuan akademik peserta didik.

    Amatan Media, Jumat (30/10/2026), semangat kebersamaan antara orang tua dan sekolah menjadi pesan penting bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru di lingkungan sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga sebagai mitra utama dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.

    Dengan demikian, TKA 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pendidikan sekaligus mendorong lahirnya generasi muda Aceh Utara yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki daya saing.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Dari Sisa Banjir, Khadijah Merawat Harapan untuk Anak-anaknya

    Dari Sisa Banjir, Khadijah Merawat Harapan untuk Anak-anaknya

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Bagi sebagian orang, barang-barang yang terseret arus banjir mungkin hanya tumpukan rongsokan yang tak lagi berguna. Namun, bagi Khadijah, benda-benda itu menyimpan harapan. Dari besi tua, plastik, kardus, hingga peralatan rumah tangga bekas, ia berusaha mengumpulkan sedikit demi sedikit rezeki untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

    Banjir memang telah berlalu. Bantuan untuk korban juga sudah diterima. Namun, bagi Khadijah, perjuangan untuk kembali menjalani kehidupan belum selesai. Lumpur mungkin mulai mengering, tetapi kebutuhan keluarga terus berjalan.

    Di tengah keterbatasan itulah Khadijah memilih untuk tidak berdiam diri. Ia menyusuri sisa-sisa material yang terbawa banjir, mengumpulkan barang yang masih memiliki nilai jual, lalu memilahnya untuk dijual kembali.

    Hasilnya mungkin tidak seberapa. Namun, setiap rupiah yang diperoleh memiliki arti besar bagi keluarganya. Ada uang jajan anak yang harus disiapkan, kebutuhan sehari-hari yang perlu dipenuhi, serta biaya agar anak-anaknya tetap bisa pergi mengaji.

    “Alhamdulillah, bantuan banjir sudah kami dapat. Namun, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kami tetap harus berusaha sendiri. Hasil dari mengumpulkan barang bekas ini setidaknya bisa membantu kebutuhan hidup, uang jajan anak sekolah, dan keperluan pergi mengaji,” tuturnya, Sabtu (31/10/2026). 

    Bagi Khadijah, pekerjaan itu bukan semata-mata tentang mencari uang. Ada tanggung jawab seorang ibu yang ingin memastikan anak-anaknya tetap menjalani kehidupan seperti biasa, meski keluarga mereka baru saja melewati musibah.

    Ia tidak ingin keadaan menjadi alasan bagi anak-anaknya untuk kehilangan kesempatan belajar. Sekolah harus tetap berjalan, begitu pula kegiatan mengaji. Sebab, di tengah keadaan yang serba terbatas, pendidikan dan masa depan anak-anak tetap menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan.

    Di balik langkah sederhana mengumpulkan barang bekas, tersimpan keteguhan seorang ibu. Ia tidak menunggu keadaan sepenuhnya pulih untuk kembali berusaha. Apa yang masih bisa dimanfaatkan, itulah yang dikerjakannya.

    Khadijah juga berharap masyarakat tidak buru-buru membuang barang-barang bekas yang tersisa setelah banjir. Besi tua, peralatan rumah tangga yang rusak, plastik, kardus, dan benda lainnya yang masih memiliki nilai jual, menurut dia, bisa dikumpulkan atau diberikan kepada warga yang membutuhkan.

    “Harapan saya kepada warga lainnya, kalau ada barang-barang bekas sisa banjir yang tidak terpakai, jangan dibuang percuma. Siapa tahu masih bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai jual. Bagi kami, barang yang dianggap tidak berguna oleh orang lain bisa menjadi sedikit rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.

    Harapan Khadijah sederhana. Ia ingin barang-barang yang tidak lagi digunakan orang lain dapat membantu warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah banjir. Baginya, kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dalam bantuan besar. Memberikan barang yang sudah tidak terpakai pun bisa menjadi bentuk pertolongan yang berarti.

    Kisah Khadijah memperlihatkan bahwa pemulihan pascabanjir bukan hanya tentang memperbaiki rumah yang rusak atau membersihkan lumpur yang tertinggal. Lebih dari itu, ada keluarga-keluarga yang harus kembali membangun penghidupan dari keadaan yang serba terbatas.

    Bantuan memang dapat meringankan beban sesaat. Namun, kesempatan untuk bekerja, memperoleh penghasilan, dan mendapatkan dukungan dari sesama juga menjadi bagian penting agar masyarakat bisa bangkit.

    Dari tumpukan barang bekas yang terseret arus, Khadijah mengajarkan arti keteguhan. Ia tidak melihat rongsokan sebagai akhir dari sebuah musibah, melainkan sebagai peluang kecil untuk kembali melangkah.

    Sebab, bagi seorang ibu, perjuangan tidak berhenti ketika banjir surut. Selama anak-anak masih membutuhkan biaya sekolah, uang jajan, dan bekal untuk pergi mengaji, selama itu pula ia akan mencari jalan.

    Dan bagi Khadijah, di antara barang-barang yang ditinggalkan banjir, masih ada sesuatu yang jauh lebih berharga daripada uang: harapan agar anak-anaknya tetap memiliki masa depan.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Pasokan Terbatas, Harga Cabai di Panton Labu Tembus Rp60 Ribu per Kilogram

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Harga cabai merah di Pasar Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, mencapai Rp60.000 per kilogram pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kenaikan harga tersebut dipengaruhi terbatasnya pasokan dari Medan, Sumatera Utara, serta minimnya hasil panen petani lokal.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga cabai merah di pasar tersebut berkisar Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Adapun cabai rawit dijual dengan harga Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

    Terbatasnya pasokan dari luar daerah telah berlangsung selama dua pekan terakhir. Kiriman cabai dari Medan belum mampu memenuhi kebutuhan pedagang di Panton Labu. Sementara itu, pasokan dari petani lokal juga belum mencukupi permintaan pasar.

    Maimun, salah seorang pedagang, mengatakan kondisi tersebut membuat ketersediaan cabai di pasar terbatas. Situasi semakin sulit karena wilayah Aceh Utara mulai memasuki musim hujan yang berpotensi mengganggu produksi dan distribusi komoditas tersebut.

    “Sudah dua minggu barang dari Medan tidak mencapai target, sedangkan pasokan dari petani lokal sangat terbatas, apalagi sekarang sudah musim hujan,” kata Maimun, Sabtu, 31 Oktober 2026.

    Keterbatasan pasokan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan. Pedagang kesulitan memenuhi permintaan konsumen, sedangkan masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli kebutuhan dapur.

    Jika distribusi dari luar daerah dan hasil panen petani lokal belum kembali normal, harga cabai di Pasar Panton Labu berpotensi bertahan tinggi. Pergerakan harga selanjutnya akan bergantung pada ketersediaan pasokan dan kondisi cuaca.***

    Editor : Syahrul Usman