Penulis: admin

  • 353 Kilo Sabu Jaringan Timur Tengah Dikendalikan Napi di Lhokseumawe

    PASESATU.COM | ACEH UTARA – Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 353 kg narkotika jenis sabu yang diduga merupakan jaringan internasional Timur Tengah-Malaysia di Aceh. Pengungkapan ini bermula ketika kepolisian mendapat informasi akan ada penyelundupan sabu dalam jumlah besar dari Malaysia menuju Aceh.

    “Berdasarkan informasi masyarakat diperoleh info intelijen akan ada penyelundupan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar (ratusan kg) dengan menggunakan kapal ikan melalui jalur laut dari Malaysia menuju perairan Bireuen, Aceh,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar melalui keterangan tertulis, Kamis (11/2).

    Setelah mendapat informasi tersebut, Polri membentuk tim gabungan yang terdiri dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Ditresnarkoba Polda Aceh, dan Polres Bireuen. Tim gabungan ini melakukan proses penyelidikan selama satu bulan.

    Selanjutnya, pada Rabu (27/1) sekitar pukul 06.00 WIB, tim melakukan pengintaian di lokasi yang dicurigai sebagai tempat pendaratan kapal di Pelabuhan Rakyat Desa Matang Bangka, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh. Ketika kapal akan memasuki kuala, para pelaku kabur dengan cara melompat dan berenang melarikan diri.

    Meski begitu, petugas kepolisian berhasil menangkap mereka. Tiga orang ditangkap dalam peristiwa itu, yakni KM (37) sebagai orang kapal, MD (23) sebagai kapten kapal, dan ES (35) sebagai pengendali.

    “Anggota tim menemukan banyak karung yang berisi narkotika jenis sabu yang dikemas dalam 343 kotak Tupperware, alat komunikasi HP satelit, 3 unit HP GSM, dokumen kapal, dan 1 unit kapal ikan Tuah Sampurna,” papar Krisno.

    “Selanjutnya, tim gabungan melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan para tersangka yang melarikan diri tersebut,” tambahnya.

    Kemudian, penangkapan tersebut dikembangkan. Tim gabungan berhasil mengamankan MA (36) yang diduga berperan sebagai pengendali. MA merupakan napi di Lapas Lhokseumawe.

    Tim gabungan kemudian juga berhasil menangkap beberapa pelaku lain yang berperan sebagai penerima di Desa Blang Mee, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen; dan Desa Meusanah Tambo, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, pada Selasa (2/2). Para penerima tersebut berinisial SI (50), SN (53), KR (23), IZ (40), MR (25), SY (63), dan SB (41).

    Dari ketujuh tersangka itu, polisi menyita 120,96 gram sabu, 1 neraca digital merek Scale, 1 unit HP merek Nokia warna putih, 6,66 kg sabu, 1 unit HP merk Xiaomi, dan 1 unit becak motor.

    Akibat perbuatannya itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Subsider Pasal 113 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 lebih subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Krisno menyebut potensi warga yang terselamatkan sebanyak 1.765.000 jiwa. [detik]

  • Jamur Tiram Hasil Budidaya Kodim Aceh Utara, Sasar pasar Modern di Kota Lhokseumawe

    PASESATU.COM | ACEH UTARA – Komando Distrik Militer (Kodim) 0103/Aceh Utara terus mengembangkan budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) di lahan demlot Desa Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

    Budidaya Jamur Tiram yang dikembangkan oleh Kodim tersebut telah berapa kali panen dan saat ini kuwalahan memenuhi permintaan pasar.

    Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto SAP melalui pesan singkat whatsapp, Kamis (11/02/2021) mengatakan agar budidaya jamur tiram dapat dikembangkan maupun diikuti oleh kelompok tani di tempat lain sehingga dapat membantu meningkatkan perekomomian masyarakat.

    “Selain pasar tradisional, kami juga memasok jamur tiram ke beberapa swalayan dan mall disekitar Kota Lhokseumawe. Untuk pemenuhan kebutuhan pasar, kami masih bergantung pada permintaan pasar,” ungkap Letkol Arm Oke Kistiyanto SAP.

    Lebih lanjut Letkol Arm Oke Kistiyanto SAP mengatakan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan budidaya jamur ini bisa belajar ke lahan demlot Kodim Atau ke Kelompok Tani Lhee Sagoe Atjeh desa Asan Kareung Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe yang merupakan bina dari Kodim Aceh Utara.

    Ia juga mengatakan, bahwa dalam berbudidaya jamur tidaklah terlalu sulit akan tetapi yang paling penting dan paling utama adalah harus mempunyai niat serta semangat yang tinggi terlebih dahulu.

    “Situasi saat ini justru bersyukur, karena dampak pandemi COVID-19 tidak ada pengaruhnya pada usaha budidaya jamur tersebut. Justru permintaan jamur tiram meningkat,” pungkasnya.

  • Gedung Baru DPRK Aceh Utara Menunggu Fasilitas Pendukung Sebelum Ditempati

    LHOKSUKON – Menanggapi terkait belum ditempatinya gedung DPRK Aceh utara yang baru di Landeng yang rencananya akan ditempati pada akhir tahun 2020 lalu, dan juga Kritikan dari DPK-KNPI Lhoksukon. Ketua DPRK Aceh Utara Arafat  Ali, senin (01/02/2021)  menganggap itu adalah sebuah motivasi yang di berikan kepada kami untuk segera berkantor di gedung baru.

    “Itu adalah sebuah motivasi kepada kita DPRK agar secepatnya berkantor Di gedung baru. Dan kami juga tidak ingkar janji tapi kesiapan dari pihak tehknis belum ada. ken tidak mungkin kita pulang sekarang tapi listriknya belum ada “, sebut Arafat.

    Dirinya menambahkan, Sekitar bulan januari kemarin kita dari Pimpinan dewan, komisi IV,  sekretariat dewan dan juga dinas terkait sudah mengunjungi kantor baru di landing untuk pengecekan kesiapan penempatan.

    Namun kesiapannya belum matang , karena belum tersedianya AC dan Listrik , tetapi kami dari pimpinan dewan sudah mengintruksikan untuk segera melakukan pemindahan barang-barang ke gedung baru secara pelan-pelan dan juga kita sudah meminta kepada dinas terkait untuk mempercepat melakukan proses tender.

    Dan proses pemindahan barang secara pelan -pelan akan kita lakukan setelah  dilakukanya pelantikan Wakil Ketua III DPRK Aceh Utara, yang sedang kita tunggu SK , karena saat pelantikan kita memerluakan ruanggan untuk paripurna, sebut Arafat.

    “Sebelumnya kami pikir dalam anggaran tahun 2020 lalu tercover penyediaan AC dan listrik rupanya anggarannya tidak memenuhi. Dan juga kita sudah memeritahkan sekwan untuk mengecek AC – AC yang masih bisa di gunakan untuk dibawa kegedung baru guna menutupi kekurangannya. Makanya di tahun 2021 ini dilanjutkan proses penyedian AC dan Listrik, dan insya allah dalam bulan ini kita akan melakukan pemindahan barang secara pelan -pelan”, jelas Arafat.

    Sementara itu untuk kepastian kapan akan ditempatinya gedung DPRK yang baru , Arafat mengatakan bahwa semua tergantung kepada kesiapan dinas terkait untuk penyediaan AC dan Listrik.

    Dirinya mengharapkan kepada dinas terkait untuk cepat melakukan proses tender dan kalau bisa bulan februari ini sudah dilakukan proses tender agar gedung baru tersebut langsung bisa ditempati.

    Selama ini keterlambatan tersebut bukan kesalahan kami DPRK , tapi kesalahan dari dinas terkait. Jangan sampai ini di ulur lagi, karena ini menjadi beban moral bagi kami DPRK, jangan sampai dianggap kami ingkar janji lagi. (Syahrul)

  • Pengendara Vario Meninggal Dunia Tertabrak L300 Dekat SPBU Lhoksukon


    PASESATU.COM | ACEH UTARA – Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia tertabrak mopen L300, Rabu dini hari (10/2/2021) di Jalan lintas Banda Aceh – Medan dekat SPBU Gampong Menasah Ranto Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

    Korban meninggal bernama T Marwanda (26) warga Gampong Meunasah Trieng MU Kecamatan Lhoksukon.

    Dilaporkan, pengemudi L300 Rizal Fahmi (24) warga Gampong Alue Ie Puteh Kecamatan Baktiya, Aceh Utara selamat dan tidak mengalami luka dalam peristiwa itu.

    Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Lantas Iptu Adek Taufik menyampaikan kronologis kecelakaan bermula saat korban keluar dari sebuah warung mie kemudian menaiki sepeda motornya dan berangkat menuju ke arah timur (arah medan).

    “Pada waktu bersamaan dari arah berlawanan melaju L300 dengan kecepatan tinggi dan langsung terjadi tabrakan, sehingga mengakibatkan pengendara sepmor meninggal di tempat” ujar Kasat Lantas.

    Ia menjelaskan, pada saat kejadian, posisi korban akan memutar sepeda motornya dari balik truk yang tengah berhenti, dan posisi mobil L300 tengah melaju menyalip truk tersebut.

    “Kini kasus kecelakaan ini sudah ditangani unit laka Sat Lantas Polres Aceh Utara,” ujar Iptu Adek Taufik.

    Kendaraan yang terlibat kecelakaan yakni sepmor Honda Vario BL 5998 KA dengan kondisi rusak parah dan Mobil Mitsubishi Colt L300 BK 1060 GC telah diamankan pihak Sat Lantas Polres Aceh Utara.

  • Mantan Geuchik Buloh LT Ditangkap Polisi Ini Kasusnya

     


    PASESATU.COM | ACEH UTARA
    - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Utara mengamankan Tgk. BA di salah satu gampong dalam Kabupaten Aceh Utara, Selasa malam, 9 Februari 2021.

    Pria tersebut merupakan mantan Geuchik Gampong Meunasah Buloh LT, Kecamatan Lhoksukon yang diduga telah melakukan pemalsuan tanda tangan Tuha Peut terkait pencairan Anggaran Pembangunan Belanja Gampong (APBG) 2019.

    “Ya, benar. Semalam, pukul 22.00 WIB kita telah mengamankan mantan Geuchik Meunasah Buloh LT yang berinisial Tgk. BA,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto, melalui Kasat Reskrim AKP Fauzi saat dihubungi mediaaceh.co, Rabu 10 Februari 2021.

    Fauzi menyebutkan, mantan geuchik tersebut diamankan berdasarkan laporan dari perangkat gampong berinisial HB (32) pada 13 September 2019 lalu. Dalam kasus yang menjeratnya, Tgk. BA disangkakan Pasal 263 ayat 1 KUHP.

    “Kasus ini sudah tahap II. Tadi, Rabu (10/2) tersangka BA bersama barang bukti dokumen dugaan pemalsuan tanda tangan pencairan APBG 2019 telah kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Aceh Utara,” pungkas AKP Fauzi.

    Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi, MH. saat dihubungi mediaaceh.co, handphonenya dalam keadaan tidak aktif.


    sumber : mediaaceh.co

  • Wakil Bupati Aceh Utara Gagal Divaksin Ada Apa Ya !!!


    LHOKSUKON  
    – Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf menghadiri kegiatan penyuntikan perdana vaksin Covid-19 dalam rangka pencanangan vaksinasi di RSUD Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara, Rabu,(10/02/2021).

    Kegiatan penyuntikan perdana vaksin Covid-19 di RSUD Cut Meutia juga turut dihadiri para pejabat Forkopimda Aceh Utara, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara Pipuk Firman Priyadi, MH. Pada kesempatan itu, Kajari mendapat suntikan perdana vaksin Covid-19. Sedangkan Wakil Bupati Fauzi Yusuf belum dapat dilakukan vaksinasi karena kondisi kesehatan kurang mendukung, di antaranya tensi darahnya berada di atas 130.

    “Nanti akan dilakukan ulang pada tahap kedua, setelah 14 hari dari sekarang, jadi semua yang tidak bisa divaksin pada hari ini nanti akan divaksin ulang pada tahap kedua,” jelas Fauzi Yusuf.

    Kegiatan vaksinasi perdana itu juga turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Dr A Murtala, MSi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara Amir Syarifuddin, SKM, Direktur RSUD Cut Meutia Drg Nurhaida Hadi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Drs Amir Hamzah, Kabag Humas Setdakab Aceh Utara Andree Prayuda, SSTP, MAP,  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhoksukon Zulfikar, para pejabat jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD Cut Meutia, serta pejabat terkait lainnya.

    Wabup Fauzi Yusuf mengatakan, selain di RSUD Cut Meutia, Pemkab Aceh Utara juga melakukan vaksinasi (penyuntikan) perdana vaksin Covid-19 di 36 titik lainnya, meliputi seluruh Puskesmas, rumah sakit dan klinik yang berada di daerah ini. Dengan jumlah vaksin yang telah diterima oleh Pemkab Aceh Utara ditargetkan seluruh tenaga kesehatan dapat divaksin pada tahap pertama ini.

    Sebelumnya, pada 2 Februari 2021 Dinas Kesehatan Aceh Utara telah menerima 5.645 vaksin Sinovac untuk penangkal virus Covid-19. Vaksin tersebut dikirim oleh Dinas Kesehatan Aceh. Selanjutnya pada 8 Februari 2021 vaksin tersebut disebar ke Puskesmas-Puskesmas atau atau lokasi pelaksanaan vaksinasi.

    “Pada hari ini dilakukan vaksinasi perdana secara serentak di semua Puskesmas, tersebar di 36 titik dalam wilayah Aceh Utara,” ungkap Wabup Fauzi Yusuf.

    Sementara itu, vaksinasi di lingkungan RSUD Cut Meutia pada hari pertama ditargetkan dapat terlayani 310 tenaga kesehatan. “Ada 1.003 tenaga kesehatan yang akan divaksin di RSUD Cut Meutia, pada hari ini target 310 orang,” kata Jalaluddin, SKM, juru bicara RSUD Cut Meutia, seraya menambahkan kegiatan vaksinasi di RS itu direncanakan selesai dalam lima hari ke depan.

    Lebih jauh Jalaluddin mengatakan saat ini RSUD Cut Meutia merawat tiga pasien suspect Covid-19. Jumlah ini menurun jauh dibanding waktu-waktu sebelumnya. Diharapkan, penularan Covid-19 akan terus menurun dengan dimulainya kegiatan vaksinasi atau penyuntikan perdana vaksin Covid-19 pada 10 Februari 2021. 

  • Tim Gabungan TNI – POLRI berhasil Amankan Kayu Hasil Ilegal logging

    PASESATU.COM| ACEH UTARA - Personil Koramil 29 / Langkahan dibantu Personil Polsek Langkahan berhasil mengamankan kayu Ilegal Logging sebanyak satu ton dan satu Truck Colt Diesel, pada rabu (10/02/2021) dini hari di desa Geudumbak Kecamatan Langkah Aceh Utara.

    Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Arm Oke Kristiyanto, S.A.P , dalam rilis persnya , Rabu (10/02/2021) menyampaikan bahwa penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat kepada Anggota Babinsa Koramil 29/LKH Kodim 0103/Aut bahwasanya pada Selasa malam tanggal 09 Feb 2021 akan ada mobil Truck Colt diesel yang bermuatan kayu ilegal melintasi jalan penghubung antar Kecamatan langkahan Kab. Aceh Utara dan Pante Bidari Kab. Aceh timur.

    “berdasarkan informasi tersebut Prajurit Kodim 0103/Aceh Utara dibantu Anggota Polsek Langkahan berangkat ke lokasi dan berhasil mengamankan sekitar -+ 1 Ton Kayu illegal logging dan 1 unit Mobil Truck Colt Diesel di Ds. Gedumbak Kecamatan Langkahan Aceh Utara”, Ucap Dandim

    Di ungkapkan Dandim, keberhasilan Anggota Tim Gabungan TNI – POLRI pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.43 wib merupakan hasil kerja sama prajurit dibantu Anggota Kepolisian Polsek Langkahan dalam mengamankan sekitar 1 Ton kayu illegal logging dan 1 unit Mobil Truck Colt Diesel.

    “Diduga kuat, kayu ini hasil pembalakan liar diwilayah Kecamatan Langkahan,”ujarnya.
    “Adapun jenis kayu yang diamankan oleh tim operasi gabungan TNI Polri adalah jenis kayu Meranti, Kayu Kruweng dan Kayu Damar yang diduga hasil illegal logging,”jelas Letkol Oke.

    Kayu yang sudah diolah dengan berbagai ukuran tersebut ditemukan di dalam mobil Truck Colt Diesel yang ditinggal Kabur Oleh pemiliknya pada saat tim Operasi Gabungan Melaksanakan Penangkapan.

    “Oleh tim gabungan, kayu Illegal Logging dan 1 Unit Mibil Truck Colt Diesel ini akan di bawa untuk di amankan sebagai barang bukti penyelidikan lebih lanjut,”terangnya.

    “Alhamdulillah saat ini kayu sudah diamankan oleh Tim Gabungan TNI Polri untuk di Proses penyelidikan lebih lanjut,” ucap Letkol Oke.

    Hutan kita saat ini, lanjutnya, sudah banyak yang gundul akibat para penebang liar yang bisa mengakibatkan Bencana Banjir dan Longsor akibat minimnya pohon sehingga membutuhkan kepedulian kita bersama untuk menjaga dan melestarikannya sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

    Selain itu, Letnan Kolonel Arm Oke Kistiyanto S.A.P Alumni Akmil 2002 tersebut juga mengajak dan menghimbau seluruh kemponen masyarakat untuk bersama-sama bersinergi menjaga hutan dengan melaporkannya kepada aparat terkait apabila menemukan pembalakan liar sehingga instansi terkait bisa melakukan pencegahan atau penindakan dengan penegakan hukum tehadap oknum pelaku illegal logging.

    “Mari kita jaga dan selamatkan hutan dan lingkungan untuk anak cucu kita ke depan,” harapnya.

    Sementara itu Danramil 29/Lkh Kapten Inf Fahrizal mengungkapkan, keberhasilan Tim Gabungan mengamankan sejumlah kayu yang diduga hasil pembalakan liar berkat kerja sama semua pihak.

    “TNI tetap konsisten terhadap pemberantasan illegal logging dengan harapan terpeliharanya kelestarian hutan sekaligus melindungi keseimbangan alam,” pungkasnya. 

  • Besok Seluruh Tenaga Kesehatan Aceh Utara Akan Di Vaksinisasi Secara serentak





    LHOKSUKON – Kepolisian Resor Aceh Utara mengawal pendistribusian vaksin Covid-19 ke rumah sakit serta ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) untuk dapat dilakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan (Nakes) secara serentak.

    Vaksinasi secara serentak di adakan di RSU Cut Meutia Aceh Utara dan 34 puskesmas dalam 27 kecamatan di Aceh Utara pada Rabu (10/2/2021) besok. Karena itu, dipastikan semua vaksin dapat terdistribusikan semua.

    Dalam Pendistribusian vaksin dilakukan menggunakan delapan armada unit ambulans dari Dinas Kesehatan dan juga dari puskesmas. Melibatkan dua petugas tiap ambulans dengan dikawal Polres Aceh Utara dan Lhokseumawe.

    Sebelumnya, Tim Dinas Kesehatan Aceh pada Senin (1/2/2021) lalu, mendistribusikan sebanyak 5.645 Vaksin Sinovac ke Dinas Kesehatan Aceh Utara untuk tahap pertama.

    Vaksin tersebut diterima secara simbolis Sekda Aceh Utara, Dr A Murtala MSi, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin SKM, di halaman Kantor Dinas Kesehatan Aceh Utara di kawasan Desa Alue Mudem, Kecamatan Lhoksukon.

    Selain vaksin, tim Dinas Kesehatan Aceh juga mendistribusikan (Anti Diphtheriae Difteri) sejumlah vaksin yakni 5.645, kemudian safety box 113 box, alkohol swab 5.645, serta alat pelindung diri (APD) empat item sebanyak 100 piece.

    “Jadi vaksinasi untuk Aceh Utara akan kita lakukan secara serentak besok (Rabu) di puskesmas dan juga di RS,” ujar ujar Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin, SKM, Selasa (9/2/2021).

    Dikatakan Amir, hari ini, semua vaksin sesuai yang diterima dari Dinkes Aceh akan kita distribusikan semua ke puskesmas dan RS.

    “Untuk RSU Cut Meutia Aceh Utara dan RSU Pupuk Iskandar Muda (PIM) akan diberikan vaksin sesuai dengan jumlah tenaga kesehatan yang di dua RS itu,”ujar Amir.

    Amir juga menyebutkan, untuk puskesmas akan diberikan 85 persen dari jumlah total Nakes.

    “Jadi untuk Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan divaksin di RSU Cut Meutia Aceh Utara yang kita jadwalkan pada Rabu besok,” pungkasnya.

  • Seluruh Tenaga Kesehatan Aceh Utara akan dilakukan Vaksinisasi





    LHOKSUKON | ANN - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara laksanakan Vaksinasi perdana pada sejumlah tenaga kesehatan di Kabupaten setempat. Hal tersebut sebagai mana diperintahkan oleh Pemerintah Provinsi Aceh dalam rapat yang digelar secara Virtual.

    Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin, Senin (8/2), mengatakan, dinas kesehatan Aceh Utara sedang melakukan gladi atau persiapan untuk Vaksinasi yang djrencanakan akan di gelar besok di Rumah Sakit Umum Cut Mutia, Buket Rata, Lhokseumawe.

    “Hal itu sesuai dengan hasil Zoom meeting bersama Sekretaris Pemerintah Aceh dr. Taqwallah, M.Kes, tentang agenda penyuntikan Vaksinasi untuk tenaga kesehatan yang bertugas di sejumlah Puskesmas di Aceh Utara” tuturnya.

    Dikatakan, untuk penyuntikan perdana kita lakukan Besok (Hari ini-Red) di Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) pada jam 9 pagi.” Ada sekitar 6100 Tenaga Nakes yang akan kita suntik. Sementara Vaksin yang kita terima adalah 5.855.

    Setelah kita lakukan penyuntikan perdana di RSUCM, Vaksin akan kita distribusikan ke suruh Puskesmas di Aceh Utara. Distribusi Vaksin mendapatkan pengawalan ketat dari TNI Polri.

    “Vaksin akan kita distribusikan ke 34 titik, diantara 32 puskesmas dua rumah sakit, diantaranya, RSUCM dan Rumah Sakit PT. Pupuk Iskandar Muda” demikian jelas Kadinkes Aceh Utara Amir Syarifuddin. 

  • Aqila Balita Penderita Gizi Buruk Asal Aceh Utara, dibantu Haji Uma dan YARA



    LHOKSUKON | ANN – H. Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma Anggota DPD RI bersama Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) membantu Aqila Fitriana, Balita usia 20 bulan penderita gizi buruk asal Gampong Ampeh Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara, dirujuk ke RSU dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, (9/2).

    Aqila Fitriana, anak dari keluarga kurang mampu pasangan Amiruddin (35) dan Deliana (30), menderita gizi buruk sejak 2 hari kelahiran, awalnya Aqila menderita infeksi saluran kencing, rahang tidak berfungsi hingga mengalami gizi buruk. Aqila terpaksa makan dan minum lewat selang Nasogastric Tube (NGT) yang dipasang melalui hidungnya

    Keprihatinan terhadap Aqila yang menderita gizi buruk selama ini ramai dibicarakan di media sosial, termasuk para dermawan ikut membantu meringankan beban jangka pendek Aqila, namun untuk kepastian tindaklanjut pengobatan Aqila ke rumah sakit rujukan RSU dr. Zainoel Abidin belum ada yang menangani

    Melihat kondisi Aqila, Haji Uma bersama YARA langsung membantu pengurusan berkas rujukan dan menyerahkan biaya perjalanan pasien ke RSU dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Selain itu Haji Uma dan YARA juga membantu biaya makan pendamping Aqila selama menjalani pengobatan di RSU dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, sementara biaya pengobatan nantinya akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan

    “InsyaAllah Aqila akan menjalani pengobatan di RSU dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, kemarin saudara Iskandar Ketua YARA Aceh Utara bersama Timnya, sudah mengurus administrasi rujukan untuk diberangkatkan hari ini” Ungkap Haji Uma

    Sementara Safaruddin, SH Ketua YARA mengatakan selain membantu kebutuhan biaya pendamping pasien, juga akan mengutus relawannya untuk melakukan pendampingan pasien dalam mendapatkan pelayan kesehatan yang lebih baik nantinya

    “Kita sudah perintahkan relawan YARA baik di Kabupaten Aceh Utara maupun di Banda Aceh untuk mendampingi adik Aqila secara estafet dalam mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang lebih baik selama menjalani pengobatan di RSU dr. Zainoel Abidin Banda Aceh” Ungkap Safaruddin, SH Ketua YARA

    Safaruddin, SH menambahkan, setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan, hal itu berdasarkan Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.