Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Sejumlah warga di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, mengeluhkan terhentinya aliran air bersih dari PDAM Tirta Pase pasca-banjir yang melanda wilayah tersebut. Kondisi ini dinilai menambah beban masyarakat yang masih berupaya memulihkan diri dari dampak bencana.
Di Komplek Desa Sama Kurok, Minggu malam (8/2), warga terpaksa mencari air secara mandiri. Salah satunya T. Muhammad, yang terlihat mengangkut air menggunakan ember untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Menurut warga, air PDAM telah tidak mengalir selama beberapa hari terakhir tanpa pemberitahuan yang jelas.
“Kami baru saja membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir, tapi air malah mati. Padahal air sangat dibutuhkan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Ironi Pasca-Banjir
Warga menilai kondisi ini ironis, mengingat pasokan air seharusnya melimpah setelah banjir. Namun, aliran air bersih justru terhenti pada saat kebutuhan meningkat, terutama untuk sanitasi dan kesehatan lingkungan.
Beberapa warga mengaku tidak mendapat informasi resmi terkait penyebab maupun perkiraan waktu normalisasi layanan. Hal ini memicu keresahan, terutama di kawasan padat penduduk.
Dampak Ekonomi Warga
Gangguan air bersih juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat kecil. Abdurrahman, seorang pedagang nasi di wilayah tersebut, mengaku harus membeli air dari pihak lain agar usahanya tetap berjalan.
“Kalau tidak beli air, kami tidak bisa masak. Biaya operasional jadi bertambah, sementara penghasilan tidak seberapa,” katanya.
Ia berharap PDAM dapat segera mengambil langkah konkret agar layanan kembali normal, mengingat pelanggan tetap membayar tagihan air setiap bulan.
Tuntutan Transparansi dan Tanggung Jawab
Masyarakat mempertanyakan tanggung jawab PDAM Tirta Pase dalam memastikan layanan dasar tetap berjalan, khususnya saat kondisi darurat pasca-bencana. Warga meminta penjelasan terbuka terkait penyebab gangguan, serta kepastian kapan air kembali mengalir.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM Tirta Pase belum memberikan keterangan resmi terkait penghentian aliran air di Kecamatan Tanah Jambo Aye. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Warga berharap pemerintah daerah turut turun tangan untuk memastikan akses air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat dapat segera dipulihkan, terutama bagi wilayah terdampak banjir. (*)
Tinggalkan Balasan