ACEH UTARA | PASESATU.COM – DPRK Aceh Utara
melalui Badan Legislasi (Banleg) melaksanakan Konsultasi Publik
Pengelolaan Pertanian Pasca Banjir sebagai bagian dari upaya menyerap
aspirasi dan masukan dari berbagai unsur dalam rangka percepatan
pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut
berlangsung di Ruang Paripurna DPRK Aceh Utara, Senin (9/2/2026), dan
dihadiri oleh unsur DPRK, pemerintah daerah, akademisi, tokoh adat,
tokoh mukim, penyuluh pertanian, serta perwakilan organisasi masyarakat
sipil. Forum ini menjadi wadah strategis dalam menghimpun berbagai
pandangan dan rekomendasi guna mendukung perumusan kebijakan yang tepat
dan berkelanjutan.
Ketua Badan
Legislasi DPRK Aceh Utara, Mawardi M., S.E. (Tgk. Adek), menyampaikan
bahwa DPRK Aceh Utara berkomitmen untuk mendorong langkah-langkah
strategis dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian yang terdampak
bencana banjir. Beliau menegaskan bahwa kebijakan pemulihan harus
disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan serta didukung oleh kajian
teknis yang komprehensif, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat. DPRK Aceh Utara juga terus memperkuat koordinasi dengan
pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait dalam mendukung
keberlangsungan sektor pertanian sebagai bagian dari ketahanan pangan
daerah.
Dalam konsultasi
publik tersebut, berbagai masukan disampaikan terkait kondisi lahan
pertanian pascabanjir yang memerlukan penanganan secara tepat, termasuk
pentingnya analisis kondisi tanah dan penyesuaian metode budidaya sesuai
dengan karakteristik lahan. Pendekatan berbasis data dan kajian ilmiah
dinilai penting dalam mendukung keberhasilan pemulihan serta menjaga
produktivitas pertanian masyarakat. Selain itu, pendampingan kepada
petani juga menjadi perhatian sebagai bagian dari upaya memastikan
kegiatan pertanian dapat kembali berjalan secara optimal.
Forum tersebut juga
membahas kondisi infrastruktur pendukung pertanian, khususnya sistem
irigasi yang memerlukan penanganan agar dapat berfungsi secara maksimal.
Perbaikan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam
mendukung percepatan pemulihan lahan pertanian serta memberikan
kepastian bagi petani dalam melanjutkan aktivitas pertanian. Berbagai
langkah dan alternatif solusi turut menjadi bagian dari pembahasan guna
mendukung pemulihan sektor pertanian secara bertahap dan berkelanjutan.
Selain itu, forum
turut mendorong pemanfaatan inovasi di bidang pertanian, termasuk
penggunaan varietas tanaman yang adaptif terhadap kondisi lahan
pascabanjir. Inovasi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan
produktivitas lahan serta memperkuat ketahanan sektor pertanian di
tengah tantangan pascabencana. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen
bersama dalam mendukung keberlangsungan sektor pertanian dan
kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan
ini, DPRK Aceh Utara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses
pemulihan sektor pertanian melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan
pengawasan. DPRK Aceh Utara berharap sinergi antara pemerintah daerah
dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna mempercepat
pemulihan sektor pertanian serta mendukung peningkatan kesejahteraan
masyarakat di Kabupaten Aceh Utara.
Penulis : Redaksi | Editor : Syahrul
Tinggalkan Balasan