Kadinkes Aceh Utara Dukung Program Satu Perawat Satu Desa, 852 Gampong Jadi Sasaran

Ditulis oleh

di

ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Aceh Utara, Samsul Bahri, menyatakan dukungan penuh terhadap program unggulan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di bawah kepemimpinan Bupati H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., atau yang akrab disapa Ayah Wa, yakni program Satu Perawat Satu Desa.

Program tersebut direncanakan menjangkau seluruh 852 gampong di Kabupaten Aceh Utara dengan menempatkan satu tenaga perawat di setiap desa. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan dasar sekaligus mendekatkan akses layanan kepada masyarakat hingga ke tingkat gampong.

Samsul Bahri menjelaskan, keberadaan perawat di setiap desa diharapkan dapat membantu penanganan awal masalah kesehatan, memantau kondisi kesehatan masyarakat, serta meningkatkan upaya pencegahan penyakit di lingkungan gampong.

Terkait pembiayaan, gaji atau honorarium tenaga perawat direncanakan bersumber dari dana desa atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG), sehingga pemerintah gampong turut berperan dalam mendukung keberlangsungan program tersebut.

Saat ini, program Satu Perawat Satu Desa masih memasuki tahap seleksi. Perawat yang dinyatakan lulus nantinya akan ditempatkan di desa masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam proses perekrutan, prioritas diberikan kepada putra-putri daerah setempat yang memiliki ijazah di bidang kesehatan. Selain memperkuat pelayanan kesehatan, kebijakan ini juga diharapkan membuka peluang kerja bagi tenaga kesehatan lokal.

Dinas Kesehatan Aceh Utara menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan program melalui pembinaan, pengawasan, serta penguatan standar pelayanan agar tenaga perawat yang ditempatkan dapat bekerja secara profesional.

Hal tersebut disampaikan Samsul Bahri pada Selasa (3/11/2026).

Program Satu Perawat Satu Desa menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di Aceh Utara. Namun, keberhasilannya tidak cukup hanya dengan menempatkan tenaga perawat di 852 gampong.

Ketersediaan anggaran yang berkelanjutan, kejelasan status dan tanggung jawab tenaga perawat, serta pengawasan kualitas pelayanan menjadi faktor penting yang harus dipastikan. Dengan demikian, program unggulan pemerintah daerah ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi target penempatan tenaga kesehatan.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *