Tag: Aceh Utara

  • SMA Negeri 4 Tanah Jambo Aye Siapkan Berbagai Antisipasi, 45 Siswa Ikuti TKA Gelombang II

    SMA Negeri 4 Tanah Jambo Aye Siapkan Berbagai Antisipasi, 45 Siswa Ikuti TKA Gelombang II

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — SMA Negeri 4 Tanah Jambo Aye (TJA), Kabupaten Aceh Utara, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang II mulai Senin, 2 November hingga Kamis, 5 November 2026. Sebanyak 45 siswa mengikuti pelaksanaan ujian tersebut yang dibagi dalam dua sesi.

    Kepala SMA Negeri 4 Tanah Jambo Aye, Indra Jaya Wiguna, S.Pd.I., menjelaskan bahwa dari total 45 peserta, sebanyak 23 siswa mengikuti sesi pertama, sedangkan 22 siswa lainnya mengikuti sesi kedua.

    Dalam menghadapi pelaksanaan TKA, pihak sekolah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengatasi berbagai kendala teknis yang berpotensi mengganggu kelancaran ujian.

    Salah satu kendala yang diantisipasi adalah kemungkinan terjadinya pemadaman listrik. Untuk itu, pihak sekolah telah menyurati PLN serta menyediakan genset sebagai sumber listrik cadangan.

    Selain itu, persoalan jaringan internet juga menjadi perhatian. Sekolah menyiapkan kartu jaringan IM3 sebagai alternatif koneksi apabila jaringan WiFi mengalami gangguan.

    Sementara untuk mengatasi keterbatasan perangkat komputer, pihak sekolah mengambil langkah dengan meminjamkan laptop milik para guru agar seluruh peserta dapat mengikuti ujian sesuai jadwal.

    Berbagai persiapan tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan pihak sekolah dalam memastikan pelaksanaan TKA Gelombang II berjalan lancar, tertib, dan tanpa kendala berarti.

    Kepala sekolah berharap seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan baik serta memperoleh hasil yang maksimal.***

  • Bupati Ismail A. Jalil Tunjuk Muzakir, S.E. sebagai Plt Camat Tanah Jambo Aye

    Bupati Ismail A. Jalil Tunjuk Muzakir, S.E. sebagai Plt Camat Tanah Jambo Aye

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayahwa, menunjuk Camat Lapang, Muzakir, S.E., sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tanah Jambo Aye, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

    Penunjukan tersebut dilakukan untuk memastikan kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat kecamatan, menyusul promosi pejabat sebelumnya, Fauzi Saputra, S.IP., yang telah dilantik sebagai pejabat definitif Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara pada akhir Oktober 2026.

    Dengan amanah baru tersebut, Muzakir kini mengemban tanggung jawab memimpin dua wilayah sekaligus, yakni Kecamatan Lapang dan Kecamatan Tanah Jambo Aye, sampai ditetapkannya pejabat camat definitif.

    Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam menjaga stabilitas birokrasi serta memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan yang berpotensi menghambat jalannya roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

    Kecamatan Tanah Jambo Aye sendiri merupakan salah satu wilayah administratif yang cukup luas di Kabupaten Aceh Utara, dengan 47 gampong yang terbagi dalam empat kemukiman. Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi dan pengawasan pemerintahan yang berkesinambungan agar pelayanan masyarakat tetap berjalan maksimal.

    Sebagai Plt Camat, Muzakir diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, memperkuat koordinasi bersama para mukim, keuchik, aparatur gampong, serta seluruh unsur pemerintahan di wilayah tersebut.

    Selain menjaga kelancaran pelayanan administrasi, ia juga diharapkan dapat mengawal pelaksanaan program pembangunan daerah dan memastikan berbagai kebutuhan masyarakat mendapat perhatian pemerintah kecamatan.

    Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menegaskan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Penunjukan pelaksana tugas ini diharapkan mampu menjaga efektivitas pemerintahan sekaligus memastikan masyarakat di Kecamatan Lapang dan Tanah Jambo Aye tetap mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya.***

  • Kadinkes Aceh Utara Dukung Program Satu Perawat Satu Desa, 852 Gampong Jadi Sasaran

    Kadinkes Aceh Utara Dukung Program Satu Perawat Satu Desa, 852 Gampong Jadi Sasaran

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Aceh Utara, Samsul Bahri, menyatakan dukungan penuh terhadap program unggulan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di bawah kepemimpinan Bupati H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., atau yang akrab disapa Ayah Wa, yakni program Satu Perawat Satu Desa.

    Program tersebut direncanakan menjangkau seluruh 852 gampong di Kabupaten Aceh Utara dengan menempatkan satu tenaga perawat di setiap desa. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan dasar sekaligus mendekatkan akses layanan kepada masyarakat hingga ke tingkat gampong.

    Samsul Bahri menjelaskan, keberadaan perawat di setiap desa diharapkan dapat membantu penanganan awal masalah kesehatan, memantau kondisi kesehatan masyarakat, serta meningkatkan upaya pencegahan penyakit di lingkungan gampong.

    Terkait pembiayaan, gaji atau honorarium tenaga perawat direncanakan bersumber dari dana desa atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG), sehingga pemerintah gampong turut berperan dalam mendukung keberlangsungan program tersebut.

    Saat ini, program Satu Perawat Satu Desa masih memasuki tahap seleksi. Perawat yang dinyatakan lulus nantinya akan ditempatkan di desa masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku.

    Dalam proses perekrutan, prioritas diberikan kepada putra-putri daerah setempat yang memiliki ijazah di bidang kesehatan. Selain memperkuat pelayanan kesehatan, kebijakan ini juga diharapkan membuka peluang kerja bagi tenaga kesehatan lokal.

    Dinas Kesehatan Aceh Utara menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan program melalui pembinaan, pengawasan, serta penguatan standar pelayanan agar tenaga perawat yang ditempatkan dapat bekerja secara profesional.

    Hal tersebut disampaikan Samsul Bahri pada Selasa (3/11/2026).

    Program Satu Perawat Satu Desa menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di Aceh Utara. Namun, keberhasilannya tidak cukup hanya dengan menempatkan tenaga perawat di 852 gampong.

    Ketersediaan anggaran yang berkelanjutan, kejelasan status dan tanggung jawab tenaga perawat, serta pengawasan kualitas pelayanan menjadi faktor penting yang harus dipastikan. Dengan demikian, program unggulan pemerintah daerah ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi target penempatan tenaga kesehatan.***