Puluhan Tahun Berlumpur, Jalan Desa Blang Seunong Hambat Akses Siswa ke Sekolah

Ditulis oleh

di

Puluhan Tahun Berlumpur, Jalan Desa Blang Seunong Hambat Akses Siswa ke Sekolah
Kondisi jalan berlumpur di Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, menyulitkan pengendara sepeda motor melintas, terutama saat musim hujan. Kerusakan jalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini turut menghambat akses siswa dan guru menuju sekolah. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan.

ACEH TIMUR | PASESATU.COM — Jalan berlumpur di Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, telah menyulitkan mobilitas masyarakat selama puluhan tahun. Saat musim hujan, siswa dan guru harus menghadapi jalan berlumpur dan kubangan air untuk mencapai sekolah. Sebagian siswa bahkan terpaksa melintasi lahan perkebunan warga.

Keuchik Blang Seunong, Mulyono, meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera membangun parit serta saluran pembuangan air menuju sungai sepanjang kurang lebih 6 kilometer untuk mengatasi genangan yang memperparah kerusakan jalan.

“Pembangunan parit dan saluran pembuangan air sepanjang kurang lebih 6 kilometer ini sangat kami harapkan dapat segera dilaksanakan. Kondisi jalan akses desa sudah puluhan tahun berlumpur dan semakin parah saat musim hujan. Anak-anak sekolah, guru, serta warga dari desa-desa sekitar semuanya kesulitan melintas,” kata Mulyono, Selasa (27/10/2026). 

Menurut Mulyono, saluran pembuangan air yang memadai diharapkan dapat mengalirkan air hujan ke sungai sehingga genangan tidak terus memperburuk kondisi jalan.

Persoalan ini berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan di desa tersebut. Blang Seunong memiliki tiga jenjang pendidikan, yakni sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas negeri (SMAN).

Selain menghambat akses siswa dan guru, jalan tersebut juga menjadi penghubung menuju sejumlah desa tetangga. Kondisi yang semakin memburuk berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat dari desa-desa sekitar.

Mulyono berharap pemerintah daerah dan instansi terkait meninjau langsung kondisi jalan serta mempertimbangkan pembangunan saluran pembuangan air dalam perencanaan infrastruktur.

Warga berharap penanganan segera dilakukan agar akses menuju sekolah lebih aman dan nyaman serta jalan penghubung antardesa dapat digunakan sepanjang tahun.***

Editor : Syahrul Usman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *