ACEH TIMUR | PASESATU.COM — Anggota Komisi II DPRK Aceh Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mahmuddin, menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Menurut Mahmuddin, inisiatif pembentukan koperasi ini sejalan dengan visi pembangunan desa yang mandiri dan berdaya saing, serta menjadi langkah konkret dalam menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan.
“Sebagai implementasi dari program prioritas nasional, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, khususnya dalam sektor pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat menghadiri kegiatan pembentukan koperasi di Desa Tanjung Minjei, Kecamatan Madat, Kamis (29/5/2025).
Mahmuddin menjelaskan bahwa hingga akhir Mei 2025, di Kabupaten Aceh Timur telah digelar musyawarah desa khusus terkait pembentukan koperasi di sekitar 260 dari total 513 desa.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, pemerintah pusat menargetkan peluncuran resmi sekitar 80.000 Koperasi Desa Merah Putih secara nasional bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi pada 12 Juli mendatang.
“Kami di Kabupaten Aceh Timur menargetkan seluruh koperasi desa telah terbentuk sebelum pertengahan Juni,” ungkapnya.
Mahmuddin juga mengapresiasi upaya pemerintah kabupaten, khususnya Bupati dan jajaran Dinas Koperasi, yang telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Pembentukan Koperasi dan terjun langsung ke desa-desa untuk memberikan pendampingan teknis.
Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat merupakan kunci dalam keberhasilan program ini.
“Dukungan dari berbagai elemen, termasuk tokoh masyarakat di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, menunjukkan keseriusan kita dalam menyukseskan program ini. Semangat gotong royong dan kebersamaan adalah landasan utama dalam membangun koperasi yang kuat dan bermanfaat bagi semua,” pungkasnya.
Program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan tidak hanya meningkatkan ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat kemandirian desa dalam jangka panjang. Masyarakat dari berbagai latar belakang didorong untuk aktif terlibat dalam proses pembentukan dan pengelolaan koperasi.(*)
Tinggalkan Balasan