Fasilitas Komputer Rusak Diterjang Banjir, Dewan Guru SMAN 2 Tanah Jambo Aye Pinjamkan Laptop demi TKA Siswa

Ditulis oleh

di

Fasilitas Komputer Rusak Diterjang Banjir, Dewan Guru SMAN 2 Tanah Jambo Aye Pinjamkan Laptop demi TKA Siswa.

ACEH UTARA | PASESATU.COM – Banjir yang melanda wilayah Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, tidak mematahkan semangat keluarga besar SMA Negeri 2 Tanah Jambo Aye untuk memastikan para siswa tetap mendapatkan hak mengikuti pendidikan dan ujian.

Di tengah keterbatasan fasilitas akibat bencana banjir yang menyebabkan sejumlah perangkat komputer sekolah mengalami kerusakan, pihak sekolah tetap berhasil melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berkat solidaritas dan kepedulian para dewan guru yang rela meminjamkan laptop pribadi mereka.

Kepala SMAN 2 Tanah Jambo Aye, Fitri Yeni, S.Pd.I., M.Pd., saat diwawancarai pada Senin (2/11/2026), menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA berlangsung dalam dua sesi. Pada sesi pertama, sebanyak 17 siswa mengikuti ujian yang dijadwalkan pada tanggal 1 hingga 4 November. Selanjutnya, sesi kedua diikuti 17 siswa lainnya.

Menurut Fitri Yeni, keterbatasan perangkat menjadi salah satu kendala terbesar yang harus dihadapi sekolah setelah terdampak banjir. Namun, kondisi tersebut tidak membuat pihak sekolah menyerah. Para guru menunjukkan kepedulian dengan membawa dan meminjamkan laptop pribadi agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti ujian sesuai jadwal.

Solidaritas Guru Jadi Penyelamat

Di tengah keterbatasan tersebut, semangat kebersamaan menjadi kekuatan bagi SMAN 2 Tanah Jambo Aye. Bantuan laptop dari para guru menjadi bukti bahwa tanggung jawab terhadap pendidikan tidak hanya berhenti pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga diwujudkan melalui pengorbanan dan kepedulian terhadap masa depan peserta didik.

Pihak sekolah juga memanfaatkan ruang guru sebagai tempat pelaksanaan ujian. Ruangan tersebut dilengkapi pendingin udara (AC) dan kipas angin untuk memberikan kenyamanan kepada siswa selama mengerjakan soal TKA.

Siswa dari Daerah Jauh Tetap Terakomodasi

Tidak hanya persoalan perangkat, pihak sekolah juga memperhatikan kondisi siswa yang berasal dari daerah cukup jauh, seperti kawasan Unit 5.

Melalui koordinasi dengan para wali siswa, sekolah berupaya memastikan seluruh peserta dapat hadir tepat waktu. Bahkan, sebagian siswa memilih menginap di lingkungan sekolah maupun di rumah warga sekitar yang lokasinya lebih dekat dengan sekolah.

Langkah tersebut dilakukan agar jarak tempat tinggal dan keterbatasan transportasi tidak menjadi penghalang bagi siswa dalam mengikuti ujian.

Berharap Perhatian Pemerintah

Di balik keberhasilan pelaksanaan TKA tersebut, Fitri Yeni berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi SMAN 2 Tanah Jambo Aye, terutama dalam pemulihan dan pemenuhan fasilitas pendidikan berbasis teknologi informasi (IT).

Menurutnya, ketersediaan perangkat komputer dan fasilitas pendukung lainnya sangat penting untuk menunjang proses pembelajaran maupun pelaksanaan evaluasi pendidikan yang semakin bergantung pada teknologi.

Ia berharap fasilitas pendidikan di SMAN 2 Tanah Jambo Aye dapat ditingkatkan dan disetarakan dengan sekolah-sekolah lain, sehingga para siswa memperoleh kesempatan dan pelayanan pendidikan yang sama.

Pelaksanaan TKA di tengah keterbatasan pascabanjir ini menjadi gambaran bahwa kerusakan fasilitas bukan alasan untuk menghentikan langkah pendidikan. Dengan kebersamaan, kepedulian guru, serta dukungan berbagai pihak, harapan para siswa untuk terus belajar dan meraih masa depan tetap terjaga.***

Editor : Syahrul Usman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *