ACEH UTARA | PASESATU.COM – Dari staf ruang rawat inap hingga dipercaya memimpin Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara. Perjalanan karier Samsul Bahri, S.KM., M.KM., menjadi catatan panjang pengabdian di sektor kesehatan sejak pertama kali diangkat sebagai CPNS pada 1998.
Setelah 28 tahun meniti karier di berbagai lini pelayanan kesehatan, Samsul Bahri kini mendapat kepercayaan memimpin Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara. Ia resmi dilantik oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Perjalanan pengabdiannya dimulai di Puskesmas Lhoksukon. Saat itu, ia bertugas sebagai staf ruang rawat inap. Dari lingkungan pelayanan kesehatan tingkat dasar tersebut, Samsul mulai menapaki berbagai jenjang tugas dan tanggung jawab.
Pada 1999 hingga 2001, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Lhoksukon. Selanjutnya, pada 2002 hingga 2011, ia mendapat amanah sebagai Kepala Puskesmas Pembantu Nga Matang Ubi.
Pengalaman profesionalnya terus berkembang. Pada 2012 hingga 2017, Samsul bertugas sebagai tenaga promosi kesehatan (Promkes). Kemudian, pada 2018 hingga 2020, ia dipercaya memimpin Puskesmas Simpang Tiga Langkahan.
Memasuki 2020, perjalanan kariernya berlanjut di tingkat kabupaten dengan menduduki jabatan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat hingga 2026.
Tidak hanya menjalankan tugas pemerintahan, Samsul Bahri juga mengembangkan kapasitas profesionalnya sebagai Surveior Akreditasi Puskesmas dan Klinik pada LPA PKP sejak 2024 hingga sekarang.
Berbagai pengalaman tersebut memberinya perjalanan panjang dalam memahami sektor kesehatan, mulai dari pelayanan langsung kepada pasien di puskesmas, pengelolaan fasilitas kesehatan tingkat pertama, promosi kesehatan, hingga pengembangan program kesehatan masyarakat.
Kini, pengalaman selama hampir tiga dekade itu menjadi bekal dalam mengemban amanah baru sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara.
Jabatan tersebut sekaligus menghadirkan tanggung jawab yang lebih besar, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pemerataan akses layanan, serta pembangunan kesehatan masyarakat di seluruh wilayah Aceh Utara.
Perjalanan dari staf ruang rawat inap pada 1998 hingga menduduki jabatan pimpinan di lingkungan pemerintahan daerah pada 2026 menjadi bagian penting dari rekam jejak pengabdian Samsul Bahri.
Amanah baru ini diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya pembangunan daerah dan visi Aceh Utara bangkit di bawah kepemimpinan Bupati Ismail A. Jalil atau Ayahwa dan Wakil Bupati Tarmizi Panyang.
Dari ruang pelayanan puskesmas hingga memimpin sektor kesehatan di tingkat kabupaten, perjalanan Samsul Bahri menjadi gambaran bahwa sebuah amanah besar dapat berawal dari proses panjang, pengalaman, dan pengabdian.***

Tinggalkan Balasan