ACEH UTARA | PASESATU.COM – Aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah timur Kabupaten Aceh Utara mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, sebelas bulan setelah banjir melanda sejumlah kawasan. Petani kembali menggarap sawah, sementara aktivitas perdagangan di pasar mulai bergerak di tengah upaya warga memulihkan kehidupan dan usaha mereka.
Di Kecamatan Langkahan, sejumlah petani bahkan telah berhasil melakukan satu kali panen sejak bencana banjir terjadi. Kini, mereka kembali memasuki musim tanam dengan harapan memperoleh hasil yang lebih baik.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur sudah bisa menggarap sawah kembali. Pascabanjir 11 bulan lalu, kami sudah bisa panen sekali dan sekarang mulai memasuki musim tanam kembali,” kata A. Salam, petani di Kecamatan Langkahan, Minggu (1/11/2026).
Ia berharap tanaman padi yang sedang ditanam dapat tumbuh optimal sehingga bisa dipanen menjelang bulan suci Ramadhan mendatang.
Selain hasil panen, petani juga menaruh harapan pada harga gabah yang layak agar sebanding dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan.
“Mudah-mudahan menjelang bulan suci Ramadhan nanti kami sudah bisa panen dengan hasil yang bagus. Kami juga berharap harga gabah nantinya menguntungkan dan berada di atas HET pemerintah, agar sesuai dengan biaya yang sudah kami keluarkan sejak mulai turun ke sawah,” ujarnya.
Pemulihan juga diharapkan terjadi pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah warga mengaku telah menyerahkan proposal permohonan bantuan usaha kepada dinas terkait dan berharap pengajuan tersebut segera ditindaklanjuti.
Mereka berharap bantuan permodalan dapat direalisasikan sesuai arahan Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa. Dukungan tersebut dinilai penting untuk membantu pelaku usaha kembali menjalankan dan mengembangkan kegiatan ekonomi setelah terdampak banjir.
Sementara itu, pantauan di kawasan Pasar Ikan Kota Panton Labu menunjukkan aktivitas perdagangan masyarakat masih terus berlangsung. Pergerakan pasar menjadi salah satu gambaran upaya warga dalam mempertahankan roda perekonomian di tengah proses pemulihan pascabencana.
Pemulihan ekonomi di wilayah timur Aceh Utara masih membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan berbagai pihak. Petani membutuhkan kepastian hasil panen serta harga jual yang menguntungkan, sedangkan pelaku UMKM memerlukan akses permodalan dan pendampingan agar usaha mereka dapat berkembang kembali.
Masyarakat berharap perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada arahan dan kebijakan, tetapi diwujudkan melalui program konkret yang menyentuh kebutuhan warga terdampak.
Sebelas bulan setelah banjir, kebangkitan ekonomi di Aceh Utara mulai terlihat. Namun, keberlanjutan pemulihan tetap bergantung pada dukungan terhadap sektor pertanian, perdagangan, dan usaha masyarakat kecil.***
Editor : Syahrul Usman
Tinggalkan Balasan