ACEH UTARA | PASESATU.COM – Harga gabah hasil panen petani di Kabupaten Aceh Utara mengalami penurunan menjadi Rp6.800 hingga Rp7.100 per kilogram dari sebelumnya mencapai Rp7.300 per kilogram. Penurunan ini diduga dipengaruhi tingginya kadar air pada gabah hasil panen yang masih basah.
Kondisi tersebut membuat daya tawar petani melemah di tingkat pengumpul. Meski demikian, harga pembelian saat ini masih berada di atas angka Rp6.500 per kilogram yang disebut petani sebagai batas harga acuan pemerintah.
Razali, salah seorang pengumpul gabah di Kecamatan Langkahan, mengatakan kondisi gabah yang masih basah menjadi salah satu faktor penyesuaian harga pembelian.
Menurutnya, kadar air yang tinggi memengaruhi kualitas gabah sehingga pengumpul menyesuaikan harga berdasarkan kondisi hasil panen yang diterima.
“Gabah yang masih basah menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan harga pembelian,” ujar Razali saat ditemui, Jumat (30/10/2026).
Di sisi petani, penurunan harga tersebut menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan usaha tani. Biaya produksi yang harus ditanggung petani, mulai dari pengolahan lahan, pembelian pupuk, perawatan tanaman hingga biaya panen, membuat kestabilan harga menjadi faktor penting dalam menjaga keuntungan.
Zakaria, salah seorang petani di Kecamatan Langkahan, mengatakan harga gabah saat ini masih tergolong cukup baik selama tidak mengalami penurunan lebih lanjut.
“Alhamdulillah, harga gabah masih lumayan. Asal jangan sampai di bawah HET pemerintah Rp6.500 per kilogram,” tuturnya.
Petani berharap harga gabah dapat dipertahankan agar tidak semakin menekan pendapatan mereka. Mereka juga mengharapkan perhatian pemerintah dalam menjaga stabilitas harga hasil panen, sehingga nilai jual gabah tetap memberikan keuntungan yang layak.
Stabilitas harga gabah dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tani sekaligus melindungi kesejahteraan petani di tengah meningkatnya kebutuhan biaya produksi sektor pertanian.***
Editor : Syahrul Usman
Tinggalkan Balasan