Sambut Maulid Nabi, Warga Balee Trieng Sama Kurok Satukan Hati dalam Semangat Ukhuwah Islamiyah

Ditulis oleh

di

Sambut Maulid Nabi, Warga Balee Trieng Sama Kurok Satukan Hati dalam Semangat Ukhuwah Islamiyah

ACEH UTARA | PASESATU.COM – Menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, warga Balee Trieng, Komplek Dusun Bungong Jeumpa Desa Sama Kurok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, bergotong royong mempersiapkan hidangan untuk menyukseskan kegiatan Maulid, Minggu (11/10/2026).

Suasana kebersamaan terlihat saat para pria berkumpul di dapur umum, bahu-membahu menyiapkan masakan dalam jumlah besar.

Di tengah kesibukan memasak, tersimpan makna yang lebih mendalam, yakni mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta memperkuat persaudaraan sesama umat Islam.

Bagi masyarakat Aceh, tradisi Maulid atau Maulod bukan sekadar kegiatan seremonial maupun jamuan makan bersama. Tradisi ini menjadi bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan yang diwariskan turun-temurun, sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan keluarga, tetangga, dan masyarakat dalam suasana penuh keakraban.

Ketua Panitia Maulid, T. Muhammad yang akrab disapa Ahmad Bombay menjadi bagian dari persiapan kegiatan yang melibatkan semangat kebersamaan warga.

 Melalui persiapan tersebut, masyarakat menunjukkan bahwa menyambut Maulid tidak hanya tentang kemeriahan acara, tetapi juga tentang keikhlasan dalam bekerja dan kesediaan untuk saling membantu.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang menganjurkan umatnya untuk menjaga silaturahmi, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menebarkan kebaikan kepada sesama.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum untuk kembali mengenang akhlak mulia Rasulullah, mulai dari kasih sayang, kejujuran, kepedulian terhadap sesama, hingga sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Semangat itu tercermin dalam kegiatan gotong royong warga Balee Trieng. Setiap tenaga yang dicurahkan dan setiap hidangan yang disiapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menyemarakkan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Pada akhirnya, kemuliaan Maulid bukan hanya terletak pada hidangan yang tersaji atau ramainya perayaan, melainkan pada sejauh mana kecintaan kepada Rasulullah SAW diwujudkan melalui akhlak mulia, persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.***

Editor : Syahrul Usman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *