Deteksi Dini Jadi Kunci, Kemenkes dan Dinkes Aceh Utara Edukasi Warga Cibrek tentang TBC

Ditulis oleh

di

Deteksi Dini Jadi Kunci, Kemenkes dan Dinkes Aceh Utara Edukasi Warga Cibrek tentang TBC

ACEH UTARA | PASESATU.COM — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara mengedukasi masyarakat Gampong Cibrek, Kecamatan Tanah Luas, tentang bahaya tuberkulosis (TBC), Kamis (8/10/2026). Warga diingatkan agar segera memeriksakan diri jika mengalami batuk selama dua minggu atau lebih.

Edukasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan bertema “Tracking Tuberkulosis yang Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG)” yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini, pengobatan, serta pencegahan penularan TBC.

Dalam kegiatan tersebut, Khalid, SKM., M.Kes., dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, menjelaskan sejumlah gejala yang perlu diwaspadai masyarakat.

Menurut Khalid, batuk yang berlangsung selama dua minggu atau lebih patut dicurigai sebagai salah satu gejala TBC. Masyarakat yang mengalami kondisi tersebut diminta tidak menganggapnya sebagai batuk biasa.

“Jika mengalami batuk dalam jangka waktu dua minggu, segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan, seperti puskesmas. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui pengambilan dan pemeriksaan dahak untuk memastikan apakah terjangkit TBC atau tidak,” kata Khalid.

Ia menjelaskan, masyarakat yang dinyatakan positif TBC harus menjalani pengobatan secara teratur sesuai ketentuan dan evaluasi tenaga kesehatan. Pengobatan umumnya berlangsung sekitar enam bulan dan tidak boleh dihentikan di tengah jalan.

“Apabila dinyatakan positif, wajib berobat secara teratur selama enam bulan dan tidak boleh putus pengobatan,” ujarnya.

Selain pengobatan, penderita TBC juga perlu menerapkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain. Di antaranya menggunakan masker, menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta tidak membuang dahak sembarangan.

Khalid menegaskan, pengendalian TBC membutuhkan keterlibatan masyarakat, tidak hanya tenaga kesehatan. Warga yang mengalami gejala atau merasa memiliki risiko terpapar TBC diimbau segera melapor dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Segera periksa ke puskesmas. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula penanganannya dan pencegahan penularannya dapat dilakukan,” katanya.

Geuchik Gampong Cibrek, Ahmadi, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gejala, cara penularan, serta langkah pencegahan TBC.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sosialisasi seperti ini sangat berguna bagi masyarakat, terutama untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang bahaya TBC serta bagaimana melakukan pencegahan bersama,” ujar Ahmadi.

Ia berharap kegiatan edukasi kesehatan dapat dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Gampong Cibrek diharapkan semakin memahami pentingnya deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penularan TBC.***

Editor : Syahrul Usman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *