ACEH UTARA | PASESATU.COM — Pasokan semen di kawasan Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, mulai berangsur lancar. Namun, perbedaan harga antar-merek masih menjadi perhatian konsumen, terutama masyarakat yang tengah membangun dan merenovasi rumah.
Berdasarkan pantauan media, Minggu (20/9/2026), harga semen di sejumlah titik penjualan di Panton Labu menunjukkan variasi yang cukup mencolok. Semen Andalas dijual sekitar Rp75.000 per sak, sedangkan Semen Merah Putih berada di kisaran Rp63.000 per sak.
Sementara itu, Semen Rajawali tercatat menjadi salah satu pilihan dengan harga lebih rendah, yakni sekitar Rp60.000 per sak.
Perbedaan tersebut menciptakan selisih harga hingga Rp15.000 per sak antara Semen Andalas dan Semen Rajawali. Bagi masyarakat yang membeli semen dalam jumlah besar, selisih harga ini dapat menjadi pertimbangan penting dalam menyusun anggaran pembangunan.
Kondisi pasokan semen di Panton Labu disebut mulai lebih lancar dibandingkan sebelumnya. Ketersediaan barang yang berangsur normal diharapkan dapat memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan bahan bangunan.
Meski demikian, harga semen di tingkat pedagang masih bervariasi berdasarkan merek. Perbedaan harga dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk biaya distribusi, ketersediaan stok, dan kebijakan harga masing-masing pedagang.
Masyarakat yang hendak membeli semen disarankan tidak hanya membandingkan harga, tetapi juga memperhatikan kualitas produk, jenis semen, dan kesesuaian penggunaannya dengan kebutuhan konstruksi.
Berikut kisaran harga semen yang terpantau:
– Semen Andalas: Rp75.000 per sak.
– Semen Merah Putih: Rp63.000 per sak.
– Semen Rajawali: Rp60.000 per sak.
Harga tersebut merupakan hasil pantauan media dan dapat berubah sewaktu-waktu, bergantung pada kondisi pasar dan ketersediaan stok di tingkat pedagang.
Pergerakan harga semen menjadi perhatian masyarakat Aceh Utara karena komoditas ini merupakan salah satu kebutuhan utama dalam pembangunan rumah, renovasi bangunan, serta pengerjaan fasilitas umum.
Dengan pasokan yang mulai membaik, masyarakat berharap ketersediaan semen tetap terjaga dan harga dapat lebih stabil sehingga tidak semakin membebani biaya pembangunan.***
Editor: Syahrul
Tinggalkan Balasan