Harga Cabai di Aceh Utara Kembali Naik, Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kilogram

Ditulis oleh

di

ACEH UTARA | PASESATU.COM — Harga cabai di sejumlah transaksi pasar di Aceh Utara kembali bergerak naik. Di Pasar Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, harga cabai rawit kini mencapai Rp65.000 per kilogram, sementara cabai merah berada di level Rp40.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut menjadi perhatian karena cabai merupakan salah satu komoditas yang rutin dibeli masyarakat dan turut memengaruhi pengeluaran rumah tangga.

Berdasarkan amatan media di Pasar Panton Labu, Minggu (30/8/2026), harga cabai merah naik menjadi Rp40.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp35.000 per kilogram.

Harga cabai rawit juga meningkat dari sekitar Rp60.000 menjadi Rp65.000 per kilogram. Sedangkan cabai hijau naik dari Rp28.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Kenaikan Rp5.000 per kilogram pada cabai merah dan cabai rawit tersebut menunjukkan adanya tekanan harga pada komoditas hortikultura di pasar Aceh Utara.

Pasokan Aceh Utara Bergantung dari Luar Daerah

Pedagang di Pasar Panton Labu menyebutkan, pasokan cabai yang dijual kepada masyarakat Aceh Utara sebagian besar berasal dari Sumatera Utara dan dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah.

Kondisi tersebut membuat harga cabai di Aceh Utara cukup dipengaruhi oleh kelancaran pasokan dan distribusi dari daerah penghasil.

Perubahan produksi, biaya angkutan, kondisi jalur distribusi, hingga peningkatan permintaan dapat berpengaruh terhadap harga yang akhirnya dibayar konsumen di pasar-pasar Aceh Utara.

Ketergantungan terhadap pasokan luar daerah juga menjadi tantangan tersendiri bagi upaya menjaga stabilitas harga pangan di Aceh Utara.

Harga di Tingkat Petani Ikut Meningkat

Tekanan harga tidak hanya terlihat di tingkat konsumen. Harga cabai merah di tingkat petani juga dilaporkan mengalami kenaikan.

Pada 26 Agustus 2026, harga cabai merah di tingkat petani berada di sekitar Rp30.000 per kilogram, meningkat dari kisaran Rp23.000–Rp25.000 per kilogram.

Kenaikan tersebut antara lain dikaitkan dengan meningkatnya permintaan menjelang bulan Maulid.

Perbedaan harga antara tingkat petani dan konsumen menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam melihat struktur perdagangan komoditas cabai di Aceh Utara.

Selain harga produksi, terdapat sejumlah komponen lain yang memengaruhi harga akhir, seperti pengangkutan, distribusi, penyimpanan, serta margin perdagangan.

Daya Beli Warga Aceh Utara Tertekan

Bagi masyarakat Aceh Utara, kenaikan harga cabai menjadi tambahan pengeluaran di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan.

Kenaikan beberapa ribu rupiah mungkin terlihat kecil jika dihitung per kilogram. Namun, bagi keluarga yang membeli berbagai kebutuhan pangan setiap hari, akumulasi kenaikan harga dapat memperbesar pengeluaran bulanan.

Kondisi tersebut berpotensi mendorong masyarakat mengurangi volume pembelian atau memilih komoditas dengan harga yang lebih terjangkau.

Situasi ini menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan bukan hanya persoalan perdagangan, tetapi juga berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat Aceh Utara.

Produksi Lokal Perlu Diperkuat

Ketergantungan Aceh Utara terhadap pasokan cabai dari luar daerah menjadi salah satu aspek yang dapat dievaluasi dalam kebijakan pangan daerah.

Penguatan produksi cabai lokal dapat menjadi langkah jangka panjang untuk memperbesar ketersediaan pasokan dari wilayah Aceh Utara sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan antardaerah.

Pemerintah juga perlu memastikan distribusi komoditas berjalan lancar, terutama ketika permintaan meningkat pada momentum tertentu.

Dengan harga cabai rawit yang telah mencapai Rp65.000 per kilogram, perkembangan harga komoditas tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu terus dipantau karena dampaknya langsung dirasakan konsumen di pasar-pasar Aceh Utara.

Bagi masyarakat, persoalannya bukan sekadar kenaikan harga cabai, tetapi bagaimana menjaga agar kenaikan harga pangan tidak terus menggerus kemampuan rumah tangga memenuhi kebutuhan sehari-hari.***

Penulis : Abdul Rafar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *