BIREUEN | PASESATU.COM — Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma, bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh dan Grup Aceh Bersatu (GAB) membantu proses pemulangan jenazah Salfariati, warga Kabupaten Bireuen yang meninggal dunia di Malaysia akibat sakit.
Jenazah dipulangkan ke Indonesia menggunakan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH 864 dan tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 16.50 WIB. Selanjutnya, jenazah dibawa melalui perjalanan darat oleh BP3MI Aceh menuju kampung halaman.
Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 01.30 WIB sebelum dimakamkan di Dusun Cureh Barat, Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen.
Haji Uma mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti permohonan keluarga setelah menerima laporan dari masyarakat di kampung halaman. Ia kemudian berkoordinasi dengan komunitas perantau Aceh di Malaysia yang tergabung dalam GAB untuk membantu proses pengurusan administrasi dan teknis pemulangan jenazah.
“Kita tidak boleh membiarkan keluarga di Aceh berjuang sendirian menghadapi situasi seperti ini. Tugas kita adalah memastikan jenazah dapat segera kembali dan dimakamkan dengan layak di kampung halaman,” kata Haji Uma.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari komunitas Aceh di Malaysia, almarhumah meninggal dunia pada Jumat (6/3/2026) di Hospital Pulau Pinang akibat sakit jantung. Selama sekitar sepuluh tahun berada di negeri jiran tersebut, Salfariati diketahui bekerja di sebuah kedai makan.
Setelah menerima kabar duka, pihak keluarga melalui Geuchik Geulanggang Gampong mengirimkan surat resmi kepada Haji Uma untuk meminta bantuan pemulangan jenazah ke Aceh.
“Begitu menerima laporan dari pihak keluarga, saya langsung berkoordinasi dengan tim penghubung di Malaysia untuk memastikan semua proses berjalan lancar. Di samping itu, saya juga melakukan koordinasi dengan BP3MI Aceh untuk meminta bantuan ambulans. Alhamdulillah, BP3MI Aceh yang dipimpin oleh Ibu Siti Rolijah mengabulkan permintaan tersebut,” ujar Haji Uma.
Haji Uma juga menyebutkan biaya pemulangan jenazah hingga ke Bandara Kualanamu mencapai Rp21.800.000 yang ditanggung oleh pihak keluarga. Sementara itu, Rp1.250.000 dari Haji Uma digunakan untuk biaya kargo bandara serta penjemputan dan pengantaran ke rumah duka. Tugas penjemputan dan pengantaran dilaksanakan oleh Fajrirn dan Abdurrafar selaku staf penghubung Haji Uma, sedangkan ambulans merupakan milik BP3MI yang turut dikoordinasikan olehnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah serta mengapresiasi semua pihak yang telah membantu proses pemulangan tersebut.
“Semoga keluarga diberikan ketabahan dan Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhumah. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama GAB, komunitas Aceh di Malaysia, serta BP3MI yang telah membantu mengurus kepulangan jenazah ini,” kata Haji Uma.
Sementara itu, saudara almarhumah, Rahmat Hidayat, menyampaikan terima kasih atas bantuan berbagai pihak yang telah membantu memulangkan jenazah hingga tiba di kampung halaman.
“Terima kasih kami kepada semua yang telah membantu. Hanya Allah SWT yang dapat membalas segala kebaikan saudara-saudara semua,” ujar Rahmat Hidayat.
Penulis : Redaksi | Editor : Syahrul
Tinggalkan Balasan