Penulis : Siti Hunava Foenna | Editor : Syahrul
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 67 Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) menggelar sosialisasi anti-bullying di SDN 4 Dewantara, Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini bertujuan mencegah praktik perundungan di lingkungan sekolah sejak usia dini.
Sosialisasi tersebut diikuti oleh seluruh siswa-siswi SDN 4 Dewantara beserta para guru dengan mengusung tema “Menjadikan Sekolah sebagai Tempat Aman untuk Belajar, Bermain, dan Berteman Tanpa Bullying”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KPM Mandiri 67 UIN SUNA.
Selain memberikan pemahaman tentang bentuk dan dampak bullying, mahasiswa KPM juga menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah serta pentingnya sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.
Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan pembukaan dan perkenalan mahasiswa KPM kepada para siswa. Materi sosialisasi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar pesan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak.
Untuk menciptakan suasana yang interaktif, kegiatan diselingi dengan bernyanyi bersama, ice breaking, serta pemutaran film pendek yang menggambarkan dampak buruk bullying terhadap korban. Antusiasme siswa terlihat saat sesi kuis interaktif yang disertai hadiah.
Pada akhir kegiatan, siswa diminta menuliskan cerita dan harapan mereka pada “kertas harapan” yang kemudian digantung di “Pohon Kejujuran” sebagai simbol keberanian menyampaikan perasaan dan komitmen bersama menolak bullying.
Kepala SDN 4 Dewantara, Asmawati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi anti-bullying sangat bermanfaat dalam membentuk karakter siswa agar lebih peduli dan saling menghargai.
“Kami berterima kasih kepada mahasiswa KPM yang telah menghadirkan kegiatan edukatif bagi anak-anak kami. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Mahasiswa KPM Mandiri 67 UIN SUNA berharap sosialisasi ini dapat menjadi langkah preventif terhadap bullying serta membuka ruang bagi siswa untuk berani bercerita apabila mengalami perundungan.(*)

Tinggalkan Balasan