ACEH UTARA | PASESATU.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Zulkifli, mendesak pemerintah pusat untuk menetapkan banjir besar yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatra sebagai bencana nasional. Ia menilai skala bencana telah melampaui kemampuan pemerintah daerah dalam upaya penanganan.
Banjir yang disebut sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir ini berdampak pada hampir seluruh kabupaten di Aceh dan sejumlah daerah di Sumatra. Ribuan warga dilaporkan terisolasi selama empat hari tanpa akses memadai terhadap makanan, air bersih, dan layanan kesehatan. Hingga saat ini, masih terdapat sejumlah lokasi yang belum tersentuh bantuan.
Informasi dari lapangan menyebutkan situasi semakin kritis. Sejumlah lansia dilaporkan meninggal dunia, sementara anak-anak dan balita mulai mengalami gangguan kesehatan akibat kekurangan kebutuhan dasar. Warga yang terdampak bertahan hidup dengan bantuan seadanya dari masyarakat sekitar.
Kondisi infrastruktur turut memperparah krisis. Beberapa jembatan penghubung lintas nasional dilaporkan putus, sehingga menghambat akses distribusi bantuan dan proses evakuasi. Sejumlah ruas jalan utama tidak dapat dilalui, sementara jaringan listrik dan internet terputus, membuat komunikasi serta koordinasi penanganan menjadi semakin sulit.
Zulkifli menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama masyarakat tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menangani bencana yang berdampak luas ini.
“Kita menghadapi bencana berskala besar yang memutus akses nasional. Tanpa intervensi cepat pemerintah pusat, risiko korban jiwa akan terus bertambah. Setiap menit sangat berarti,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah pusat segera menyalurkan bantuan logistik dalam jumlah besar, mengerahkan tenaga medis, menyediakan alat berat, sarana transportasi darurat, serta memulihkan akses dan jaringan komunikasi guna mempercepat upaya penanganan di wilayah terdampak.(*)
Tinggalkan Balasan