BUMG Mekar Jaya Luncurkan Air Minum ToyoQu, Wujud Kemandirian Desa Buket Hagu

Ditulis oleh

di

Geuchik Desa Buket Hagu, Samsul Arifin
Geuchik Desa Buket Hagu, Samsul Arifin

ACEH UTARA | PASESATU.COM – Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Mekar Jaya bekerja sama dengan CV Dafaya Jaya resmi meluncurkan produk air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek “ToyoQu” di Desa Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (6/9/2025).

Peresmian ini ditandai dengan acara Grand Opening yang dihadiri Anggota DPRK Aceh Utara Fraksi Partai Aceh, Mawardi M ,S.E atau akrab disapa Tgk Adek, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta Babinsa desa setempat. Produk air minum ToyoQu diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan air minum layak, khususnya di wilayah Aceh Utara yang hingga kini masih terbatas akses terhadap air bersih.

Anggota DPRK Aceh Utara, Mawrdi M, S.E, atau akrab disapa Tgk Adek, menyampaikan apresiasi atas lahirnya unit usaha ini. Menurutnya, langkah yang diambil BUMG Mekar Jaya sangat progresif karena selaras dengan program pemerintah dalam mendorong pengembangan ekonomi desa.

“Pemerintah melalui kebijakan dana desa sudah mendorong lahirnya unit-unit usaha desa. Kehadiran pabrik air minum ToyoQu ini merupakan langkah tepat, karena kebutuhan air di Aceh Utara sangat tinggi dan prospeknya menjanjikan. Pemerintah tentu mendukung penuh dan mengapresiasi,” ujar Tgk Adek.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan strategi pemasaran agar produk ToyoQu dapat bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Air Mineral ToyoQu

“Manajemen BUMG perlu terus berinovasi, terutama dalam kualitas produk dan pemasaran. Air adalah kebutuhan pokok setiap hari, dan dengan adanya ToyoQu, masyarakat kini memiliki akses terhadap air minum yang layak sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Geuchik Desa Buket Hagu, Samsul Arifin, menyebut kehadiran pabrik air minum ToyoQu menjadi bukti bahwa desa mampu mandiri dengan memanfaatkan dana dan potensi lokal yang ada.

 “Kami bersyukur Desa Buket Hagu kini memiliki usaha air minum sendiri. Ini bukan hanya soal memenuhi kebutuhan air, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat, meningkatkan pendapatan desa, dan menjadi kebanggaan bagi seluruh warga,” kata Samsul Arifin.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat desa serta kerja sama lintas pihak yang terlibat sejak awal proses pendirian.

“Harapan kami, ke depan produk ToyoQu bisa bersaing dengan merek besar dan menjadi pilihan utama masyarakat, bukan hanya di Aceh Utara tapi juga di kabupaten lain. Kami akan terus mendorong pengelola BUMG untuk menjaga kualitas dan memperluas pasar,” tegasnya.

Menurut data, saat ini pemenuhan kebutuhan air minum layak di Aceh Utara baru mencapai sekitar 33 persen, sebagian besar masih bergantung pada pasokan PDAM Tirta Pase. Kehadiran produk lokal seperti ToyoQu diharapkan bisa menjadi solusi alternatif untuk menutup kekurangan tersebut.

Meski begitu, Tgk Adek juga menyoroti perlunya komitmen berkelanjutan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Kami berharap BUMG Mekar Jaya dengan produk air minum “ToyoQu” dapat menjalin kerja sama dengan desa-desa lain, kecamatan, maupun instansi pemerintah. Ini penting agar keberadaan air minum merek ToyoQu benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, Tgk Adek juga menyinggung soal PDAM Tirta Pase yang hingga kini baru mampu melayani sebagian kecil kebutuhan air bersih masyarakat.

“Tirta Pase sebagai perusahaan daerah punya kewajiban memenuhi kebutuhan air minum masyarakat Aceh Utara. Saat ini baru 33 persen, sementara sisanya masih belum tercapai. Ini menjadi pekerjaan rumah besar, dan kami terus mendorong agar pelayanan bisa ditingkatkan,” ungkapnya.

Peluncuran air minum ToyoQu ini menjadi salah satu wujud nyata kemandirian desa dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal. Selain membuka lapangan kerja, keberadaan usaha air minum ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan BUMG serta mendukung target pemenuhan air minum layak di Aceh Utara.(*) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *