PASE SATU | ACEH UTARA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Nisam, Sawang, dan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara, sejak Sabtu (9/3) menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah desa. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, puluhan rumah warga terendam, satu korban mengalami cedera akibat longsor, serta infrastruktur umum mengalami kerusakan parah.
Banjir Rendam Belasan Desa di Kecamatan Nisam
Di Kecamatan Nisam, meluapnya aliran Sungai Krueng Nisam menyebabkan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 cm. Setidaknya 13 gampong terdampak, di antaranya Gampong Meunasah Meucat, Peunayan, Meunasah Rayeuk, dan Meunasah Cut. Selain banjir, tanah longsor di Gampong Meunasah Alue mengakibatkan satu rumah tertimbun. Seorang warga bernama Muhammad Yusuf mengalami patah pinggang dan saat ini dirawat di RS PIM.
Warga yang terdampak mulai membangun dapur umum sementara untuk keperluan sahur, seperti di Gampong Blang Dalam Tunong yang menampung sekitar 50 Kepala Keluarga (KK).
Kecamatan Sawang: Infrastruktur Rusak, 210 KK Kehilangan Akses Air Bersih
Di Kecamatan Sawang, banjir besar akibat meluapnya Krueng Pante Kumbang merusak fasilitas umum. Salah satu bendungan yang mengairi lebih dari 40 hektare sawah putus total. Bendungan ini juga menjadi sumber utama air bersih bagi warga melalui pipa PDAM, sehingga 210 KK kesulitan mendapatkan akses air bersih.
Tanah Longsor di Kecamatan Banda Baro
Sementara itu, di Kecamatan Banda Baro, hujan deras memicu tanah longsor di beberapa desa. Dua rumah di Gampong Alue Keurinyai terdampak longsor, menyebabkan kerusakan ringan pada rumah Kamariah Ismail (1 KK, 2 jiwa) dan Saifuddin Usman (1 KK, 2 jiwa). Selain itu, area persawahan di wilayah tersebut juga terendam.
Upaya Penanganan
Hingga saat ini, belum ditemukan adanya posko pengungsian, dan pemerintah setempat masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak. Camat masing-masing kecamatan telah melaporkan kondisi terkini kepada Bupati Aceh Utara serta dinas terkait untuk segera mendapatkan arahan lebih lanjut.
Pihak BPBD, Dinas Sosial, dan relawan di lapangan terus melakukan pemantauan dan mendata kebutuhan mendesak bagi warga terdampak.
“saat ini keadaan sudah mulai berangsur baik, dan keadaan sudah mulai seperti sediakala dan dihimbau kepada masyarakat agar terus tetap waspada, Sebut Saiful selaku Kabag Darlog BPBD Aceh UtaraUtara pada pasesatu.com Minggu (09/03/2025) sore.
Tinggalkan Balasan