Harga Ayam di Aceh Utara Naik Jelang Maulid, Permintaan Meningkat

Ditulis oleh

di


ACEH UTARA | PASESATU.COM 
— Harga ayam di sejumlah pasar di Kabupaten Aceh Utara mulai mengalami kenaikan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peningkatan permintaan masyarakat untuk kebutuhan kenduri menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan harga.

Pantauan di Pasar Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Senin (24/8/2026), harga ayam potong mencapai Rp40.000 per kilogram. Harga tersebut naik dari sebelumnya sekitar Rp35.000 per kilogram.

Sementara itu, ayam merah dijual sekitar Rp70.000 per ekor, dari harga sebelumnya Rp50.000. Adapun harga ayam kampung berada di kisaran Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram.

Pedagang ayam di Pasar Panton Labu, Muji, mengatakan permintaan ayam mulai meningkat menjelang pelaksanaan kenduri Maulid.

“Menjelang Maulid memang banyak warga yang membeli ayam dalam jumlah banyak,” kata Muji.

Menurutnya, peningkatan pembelian terjadi karena masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan hidangan untuk kenduri Maulid, termasuk jamuan bagi tamu, tetangga, dan warga sekitar.

Permintaan Meningkat

Momentum Maulid menjadi salah satu periode ketika permintaan ayam di Aceh Utara meningkat. Masyarakat yang biasanya membeli ayam untuk kebutuhan rumah tangga mulai melakukan pembelian dalam jumlah lebih besar untuk keperluan kenduri.

Peningkatan permintaan tersebut berdampak terhadap harga di tingkat pedagang. Ayam potong yang sebelumnya berada di kisaran Rp35.000 per kilogram kini mencapai Rp40.000 per kilogram.

Kenaikan harga membuat masyarakat harus menyiapkan anggaran lebih besar. Bagi keluarga dengan daya beli terbatas, kondisi tersebut menjadi tantangan karena kebutuhan kenduri harus disesuaikan dengan kemampuan ekonomi rumah tangga.

Sebagian warga memilih mengurangi jumlah pembelian atau menyesuaikan jenis hidangan agar tradisi kenduri tetap dapat dilaksanakan tanpa menambah beban pengeluaran secara berlebihan.

Ekonomi Warga Masih dalam Pemulihan

Kenaikan harga ayam terjadi ketika sebagian masyarakat Aceh Utara masih melakukan pemulihan ekonomi setelah banjir yang melanda wilayah tersebut sekitar sembilan bulan lalu.

Bencana tersebut berdampak terhadap berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk usaha, pertanian, dan sumber pendapatan keluarga. Kondisi itu membuat sebagian warga masih harus mengatur kembali keuangan rumah tangga.

Meski demikian, kebutuhan terhadap ayam tetap meningkat menjelang Maulid. Tradisi kenduri dan berbagi makanan menjadi bagian dari aktivitas sosial masyarakat Aceh Utara yang terus dipertahankan.

Pedagang Bersiap Hadapi Lonjakan Permintaan

Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Maulid di berbagai wilayah Aceh Utara, permintaan ayam diperkirakan masih akan bergerak naik.

Perubahan harga selanjutnya akan bergantung pada perkembangan permintaan dan ketersediaan pasokan di tingkat pasar. Pedagang dan konsumen sama-sama perlu mencermati kondisi tersebut, terutama jika pembelian ayam meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Kenaikan harga ayam menjelang Maulid menjadi salah satu dinamika ekonomi masyarakat Aceh Utara. Di satu sisi, meningkatnya permintaan memberikan peluang bagi pedagang. Di sisi lain, konsumen harus menyesuaikan pengeluaran agar kebutuhan kenduri tidak mengganggu kebutuhan rumah tangga lainnya.***

Penulis : Abdul Rafar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *